NovelToon NovelToon
Jeratan Cinta Sang Dosen

Jeratan Cinta Sang Dosen

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Dosen / Mengubah Takdir
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: @Caramel_Machiato

Anastasya atau biasa dipanggil Ana, seorang wanita berusia 24 tahun yang tengah mengejar gelar S1.


Pertemuan pertamanya dengan seorang laki laki membuat hidup Ana berubah. Nathaniel Francisco, seorang dosen berusia 30 tahun yang terobsesi dengan dirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22

Nathan turun dari kamar untuk sarapan bersama dengan keluarganya, ia pun duduk dikursi miliknya.

" Gimana Nat kerjasama kamu dengan Pak Jaya, berhasil kan ? " tanya sang Papah

" Berhasil Pah "

" Bagus Nat, kamu itu memang bisa papah andalkan "

Nathan hanya tersenyum, ia pun mengambil selembar roti untuk ia santap pagi ini

" Bang, lo lagi viral tau " ucap Nadia adiknya

" Viral gimana ? "

Nadia menunjukkan vidio saat Nathan bernyanyi di cafe malam itu, Nathan tak menyangka jika akan ada yang merekamnya.

" Kamu gimana Nat ? kamu masih ingin masuk Islam ? " tanya sang Mamah

" Iya Mah, Nathan ingin menikahi pacar Nathan Mah. Lagian bukannya Mamah sama Papah janji, kalau Nathan mau gantiin Papah Nathan boleh minta apapun"

" Ya tapi Nat ini itu soal agama, soal tuhan ga bisa kamu main main Nat " ucap sang Papah

" Nathan ga main main Pah, Nathan serius."

" Pacarmu itu dari keluarga apa Nat ? " tanya sang Mamah

" Dia dari keluarga sederhana Mah, tapi Nathan menemukan kenyamanan Mah "

" Nathan gini, menikah itu soal tanggungjawab kamu kepada manusia. Sedangkan agama itu tanggungjawab kamu dengan tuhan, kamu yakin bisa menjalankan dua tanggungjawab itu ? " tanya sang Papa kembali

" Nathan sanggup Pah, Nathan bisa sangat yakin bisa "

" Oke kalau memang itu sudah keputusan kamu silahkan, asalkan jangan pernah kamu mempermainkan agama kamu "

" Engga pah ga akan "

Nathan merasa ia mendapati lampu kuning dari kedua orangtuanya, ia merasa hubungannya akan berjalan dengan lancar.

...

Karena hari ini Ana libur, ia pun mencoba menyibukkan diri dengan merapikan kamarnya.

Saat Ana tengah merapikan koleksi tasnya, Ana menemukan sebuah kartu nama yang sudah sedikit sobek.

Ana membacanya dan melihat nama Nathan dikartu nama itu

" CEO " ucap Ana dengan mata yang membulat

Ditengah keterkejutan dirinya saat ini, ia kembali dikejutkan oleh Nathan yang tengah berdiri diambang pintu kamarnya.

" Nathan " ucap Ana

" Apa itu Na ? "

Nathan mengambil kertas yang ada ditangan Ana, ia pun tersenyum manis.

" Tunggu Nat tunggu, ini serius ? "

" Hemm " Nathan mengangguk

" Ko ini sobek Na ? "

" Ya aku sobek waktu itu, tapi aku gatau sobekannya kemana "

" Oohh gitu, Na aku tunggu di luar yah ga enak soalnya "

" Ga enak kenapa Nat ? "

" Pakaian kamu, yaudah aku tunggu didepan ya "

Ana baru menyadari jika ia hanya menggunakan tanktop dan juga celana pendek, segera ia mengganti pakaiannya.

Nathan merasa sedikit gelisah, pakaian yang Ana gunakan membuat dirinya menjadi gelisah.

" Sial sial " umpat Nathan

Ana keluar dari kamar sudah menggunakan pakaian yang berbeda, ia pun duduk disamping Nathan.

" Kamu kenapa ga bilang sih Nat kalau kesini ? Terus kenapa langsung masuk aja "

" Aku tadi udah ketuk pintu kamu sayang, bahkan aku udah panggil nama kamu. Karena pintunya ga kamu kunci yaudah aku masuk Na "

" Ya tapi kan jadinya gitu Nat, coba kalau tadi aku ga pakai baju gimana coba "

" Ya harusnya kamu juga hati hati Ana, coba kalau bukan aku yang masuk ? terus kalau dia macem macem sama kamu gimana ? "

" Emangnya kamu bisa menjamin kalau kamu yang masuk ga bakal macem macem ? Kamu juga kan laki-laki Nat "

Nathan menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia bingung menjawab pertanyaan Ana.

" Nat aku masih kaget sumpah, selama ini kamu kenapa ga pernah cerita "

" Kamu ga pernah nanya ke aku Ana "

" Ya karena aku pikir kamu itu cuma dosen aja Nathan, kalau kayak gini tuh aku jadi kayak wanita simpanan "

" Loh ko wanita simpanan sih Na ? "

" Ya iyalah Nathan, kamu biayain aku semuanya. Udah gitu umur juga lebih tua kamu, udah kayak sugar Daddy "

Saat berbincang dengan Ana, Nathan nampak tidak fokus dirinya merasa gelisah.

" Na, aku ke mobil bentar yah Na " ucap Nathan yang langsung buru buru masuk kedalam mobil

Ana merasa bingung kenapa dengan kekasihnya itu, ia melihat Nathan yang nampak tidak fokus dan gelisah.

Didalam mobil Nathan langsung menyalakan ac-nya, ia membenarkan miliknya yang sudah menegang sejak tadi.

" Sial gimana ini, ga mungkin juga gue di mobil " ucapnya kesal

Nathan mendengar suara ketukan dari pintu kaca mobilnya, ia melihat Ana yang menghampiri dirinya.

" Kamu ga apa apa Nat ? " tanya Ana khawatir

" Engga apa apa Na " Nathan turun dari mobilnya

" Yaudah ayo masuk "

Nathan berjalan mengekor pada Ana, pikiran itu terus terbayang dikepala Nathan.

" Na aku ke toilet dulu ya Na "

" Nat tunggu "

Nathan mengabaikan ucapan Ana, begitu Nathan masuk kedalam toilet Ana ia melihat pakaian dalam Ana yang berada disana.

" Nat aku bilang kan tunggu, sana dulu sana " ucap Ana yang langsung buru-buru merapikan

" Kamu kenapa sih Nat, aneh banget deh daritadi. " ucap Ana sambil merapihkan pakaian dalam miliknya

Nathan langsung masuk kedalam, ia mendorong pelan tubuh Ana hingga bersandar pada dinding.

" Kamu keluar sekarang bisa kan Na ? " tanya Nathan dan Ana mengangguk

Ana langsung keluar dari dalam toilet, buru buru Nathan menutup pintu kamar mandinya.

Didalam toilet Nathan mulai memejamkan matanya, ia memainkan benda keras itu dengan tangannya.

" Mmhhh ahh " desah Nathan pelan, ia takut terdengar oleh Ana

Tok.. Tok.. Tok...

Suara ketukan pintu itu mengganggu Nathan, ia pun langsung membetulkan celananya.

" Kenapa Ana ? "

" Ada telpon di hp kamu "

Nathan keluar dari toilet namun saat melewati kamar Ana, Ana menarik tangan Nathan agar masuk kedalam kamarnya.

Ana berjinjit dan mencium bibir Nathan, tentunya Nathan menyambutnya.

Perlahan Ana terbaring diatas ranjangnya tanpa melepas ciumannya, Ana mengusap punggung Nathan.

" Nat.. " panggil Ana dengan pelan saat bibir Nathan mulai menjamah leher putihnya

" Sekali ini aja Na, aku janji " ucap Nathan sambil membuka kancing piyama milik Ana, Ana pun mengangguk

Dengan gugup dan ragu Nathan mengeluarkan dua benda kenyal itu dari sangkarnya, nampak bulat sempurna benda itu.

" Nat jangan diliatin gitu malu " ucap Ana sambil memalingkan wajahnya

Ana menjambak rambut Nathan, nafasnya mulai memburu karena permainan Nathan.

" Mmhh Nathan " desah Ana tak tertahankan

Di usianya sekarang Ana hal seperti ini bukanlah hal yang tabu.

Nathan kembali menciumi bibir Ana, Nathan benar benar tak bisa menahan dirinya.

Ana mendorong tubuh Nathan hingga terbaring disampingnya, Ana bangun dan berlutut dianata kedua paha Nathan.

Ana membuka kancing celana panjang milik Nathan, Nathan pun membantunya hingga terlepas.

" Na.. " ucap Nathan lirih

Ana mengeluarkan benda keras itu dengan gugup, ini hal pertama bagi Ana tapi dulu bersama Fitri Ana pernah menonton film seperti ini.

" Ahh Na mmhh " Mata Nathan terpejam menikmati tangan lembut Ana

Benda itu besar dan keras, Ana menelan ludahnya berkali kali.

Dengan ragu Ana memasukkan kedalam mulutnya, mengganggap itu adalah lolipop.

" Ana kamu ahh "

Nathan terus meracau kerena merasa nikmat, hingga ia merasa sesuatu akan keluar dari miliknya

" Na aku ahh "

Ana mengerti, ia pun kembali memainkan dengan tangan hingga cairan putih itu membasahi telapak tangan Ana.

" Aku ke toilet dulu " Ana langsung berlari

Nathan merasa ini adalah hal gila..

1
aroem
bagus
Athalia Karo
di perkuliahan tidak ketua kelas namanya Thor tapi disebut komting kelas
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!