NovelToon NovelToon
Titik Penghubung

Titik Penghubung

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Idola sekolah
Popularitas:256
Nilai: 5
Nama Author: prasetya_nv

sebuah kehancuran adalah sebuah derita bagiku, seperti kutukan akan kelakuan berat masa laluku. nyatanya itu hanyalah sebatas prasangka. _Ailavati Keysa Maharani.

wajah datar tampak acuh adalah penguat ku, aku terlalu takut untuk dikasihani sebagai alasan pertemanan ku. hidupku telah luluh lantah atas kehancuran.~Alga Mahensa Putra

Di sinilah kisahku dimulai.
Aku Aila Putri cantika yang memiliki trauma akan masalalu, yang di pertemukan dengannya Alga Mahensa Putra.

Pria yang memiliki parasa tampan dan berwajah datar.
Akankah Aku bisa bersamanya?
Apakah ego kita yang akan sama sama menyakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon prasetya_nv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

menginap di rumah tanala

Jalanan Yang lenggang membuatku sampai di rumah Nala dengan cepat,  hanya setengah jam kini aku sampai di rumah Nala tempat yang selalu buat aku nyaman untuk berlari.  Hanya di rumah Nala Yang bisa membuat aku tenang.  Nala Yang selalu mengingatkanku akan kenyamanan dunia.  Darinya aku mulai memandang dunia Yang indah ini.  Walaupun kenyataan amat kejam untuk aku jalankan. 

Aku mengetuk pintu rumah Nala dengan keras,  sampai sampai Nala marah marah saat membuka pintu.

"Ehhh Lo mau merampok apa gimana?,  ketuk rumah orang begitu kerasnya. " teriaknya di depan pintu mengomeliku saat aku berisik di depan rumahnya.

" yah maaf la,  Lo kan tau itu kebiasaan gue.  Ya ampun Lo lebay. " Aku menjawab dengan sewot.

         

" ya ampun Lo tuh gimana sih,  ini malam bego kalau tetangga tau Yang ada Lo bakal di lempar sama sendal. " jawab Nala tak kala sewotnya.

" ehhh bambang,  Lo gak nyadar kalau lo juga bikin tetangga pada mikir kalau kita lagi berantem jika kita bikin gaduh dengan teriak teriak di depan rumah.  Udah di teriaki gak di suruh masuk lagi. " Aku menyentil jidatnya menyadarkannya jika kita dari tadi saling berteriak di depan pintu rumahnya.

"Ngapain lo, ngomong gak ada spasinya.  Ayok cepat masuk sebelum gue berubah pikiran. " Dia berjalan mengundangku masuk.

Aku langsung nyelonong masuk tanpa permisi seperti biasanya. Nala hanya geleng geleng kepala melihat kelakuan seperti itu. 

" langsung naik ke atas aja,  gue ambil camilan dulu. "Perintah Nala dengan jalan ke dapur.

" Oke, gue sudah faham tentang itu, gak usah Lo perintah gue juga jalan kesana kali." jawabku semakin engap dengar celotehan tanpa maknanya.

Aku termenung di balkon kamar seorang Nala,  ini adalah tempat favoritku jika kesini.  Suasana yang nyaman dengan di temani angin malam yang semakin syahdu.  Dadaku kembali sesak, tanganku gemetar mengingat kejadian di rumah Al. Perlahan ku coba atur nafas dengan tenang sebelum Nala melihatku seperti ini.

"Aku harus tenang, jangan sampai dia tahu. " Batinku bergejolak.

"Tunggu beberapa menit aku akan tenang, tarik nafas oke"

Akhirnya, aku mulai bisa tenang dengan itu.  Aku mencoba lupakan masalah itu.

Semarang aku memikirkan Aksaraku, rasa rindu yang telah lama aku emban selama hilangnya semakin besar.  Aku selalu berfikir apakah aku bisa bertemunya kembali.  Dahulu,  harapan yang melambung kian terkikis hanya karena waktu.  Hari yang terus berganti dan hilang informasi tentangnya semakin sulit akan pencarianku.  Hari ini aku berpikir ulang di mana aku akan menemukannya.

"Ngelamun mulu lo,  kesambet entar. " celetuk Nala dari belakangku sambil berjalan membawa nampan yang berisikan makanan.

" gue gak melamun,  tapi gue lagi mikir.  Gimana caranya gue nemuin si Aksara bawel. " Aku menatap langit sambil menjawab pertanyaannya. Aku sedari tadi terdiam melamun hanya untuk berpikir bagaimana caranya untuk menemukan dia yang ku rindukan.

" rindu kan loh,  sama gue juga rindu kakak satu satunya lo.  Cuman masalahnya kita gak tau kemana harus mencarinya. " penjelasannya yang panjang lebar membuatku berpikir kenapa Nala berucap menjelaskan sambil memandang langit dengan sendu.

"Lo pernah mikir gak,  kira kira dimana kita dapat cari informasi tentang Aksara???  Suatu pertanyaan yang mustahil terjawab aku tanyakan kepadanya. Aku hanya mencoba mencari sedikit informasi tentangnya. Meskipun aku harus kecewa dengan jawaban Nala.

" gue gak pernah tau kira kira siapa yang deket sama Aksara,  tapi kemarin malam gue ketemu Gilang. Teman nongkrong Aksara,  dia tanya kabar lo tapi anehnya dia gak tanya kabar Aksara ke gue.  padahal kan dia baru kembali kesini dari Bogor. " jawabnya dengan mengingat ngingat kejadian kemarin malam.

" harusnya dia penasaran kabar Aksara,  dia kan sudah lama gak pernah ketemu sama Aksara sejak dia pindah. " Gumamku setelah dengar berita dari Nala. Karena biasanya orang yang lama sudah tidak bertemu pasti akan menanyakan kabar.

" bisa jadi Gilang tahu tentang Aksara. " teriakku dengan beribu harapan agar bertemu dia.

" eehhh,,,  bentar tapi bukannya Aksara dulu kalau nongkrong selalu berempat,  Gilang,  Aldi sama siapa satunya anak baru di sekolahnya yang katanya Aksara pendiem suka menyendiri.  Tapi gue belum tahu orangnya. " tukasku dengan tiba tiba bertanya padanya dengan penasaran siapa dia.

Nala buang muka dengan tiba tiba,  raut muka yang berubah murung yang terlihat oleh ku.

" maaf la,  lo gak boleh tau tentang siapa dia,  Ku harap kamu berhenti mencari Aksara karena percuma kamu mencarinya. "  Batin Nala merasa bersalah.

" malah ngelamun di tanya,  lo dulu kan suka nongkrong bareng Aksara.  Gue yang adeknya malah gak pernah sekalipun ikut nongkrong.  Gue kenal Gilang sama Aldi aja karena mereka suka nginap di rumah. " celotehku kesal dengan Nala karena dia ajak ngobrol mala melamun

.

" ehh,,  maaf La gue kurang konsen.  Habisnya hari ini gue capek banget. " dia berdahli untuk mengalihkan perhatianku agar aku tidak bertanya lebih.

                

" yah,  gue maafin tapi siapa dulu teman baru Aksara??? " ku ulang kembali pertanyaanku dengan rasa penasaran .

                 

" aku gak begitu tahu,  kan aku juga lama gak ikut nongkrong sama dia semenjak masuk SMA,  taukan papa semakin ketat gak mengijinkan aku keluar karena nilai gue yang hancur.  Lagian lo galau mulu,  di ajak main Aksara selalu nolak.  Kan gue juga bosen di rumah terus.  Ngajak lo yang ada di tolak mulu. "  jawabnya dengan panjang lebar.

"Segitu parahnya kah gue dulu,  sebenarnya juga gak enak jadi gue, lo enak nongkrong sana sini gak ada persaan takut, lo gak pernah namanya ngerasain rasa di kucilkan, di hina dan di maki sana sini. Gue tu penyakit kambu makin setres. Lo mau di panggil orang gila??? Enggak kan." jawabku nge gas karena dia menyinggungku.

" ya gak gitu,  maaf" Dia menjawab dengan rasa bersalah.

Dia tahu bahwa aku akan semakin merasa terpuruk dan memaksa berhenti mengakhiri cerita mengajakku untuk tidur. Hari yang mulai larut akhirnya aku putuskan untuk menurut apa kata Nala.  Dan aku berfikir mungkin hari esok aku akan menemui Gilang.  Sudah lama aku gak pernah bertemu dengan Gilang.

         

terhitung setelah menghilangnya Aksara dan keindahannya ke Bogor secara tiba tiba, karena keadaan yang memaksanya harus meninggalkan kota Tasikmalaya ini.

                             ****

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!