NovelToon NovelToon
PENYESALAN SANG PENGUASA

PENYESALAN SANG PENGUASA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Kaya Raya
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Sinopsis: Penyesalan Sang Penguasa

Aku terbangun di masa mudaku yang miskin tepat setelah Seeula pergi selamanya dalam penyesalan. Berbekal memori masa depan, aku bertekad membangun kembali kekaisaran bisnisku dari titik nol. Bukan sekadar harta, tujuanku adalah menjadi pria paling layak untuk melindungi istri yang dulu kusia-siakan. Sebelum menjemput cintaku, aku harus memenangkan perang bisnis yang kejam dan menghancurkan para musuh lama. Perjalanan penebusan dosaku dimulai sekarang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5: Langkah Catur di Antara Serigala

Melihat Darwin berteriak di depan mukaku rasanya seperti menonton badut yang sedang berusaha keras melucu. Pria di hadapanku ini masih mengenakan setelan jas yang sama dengan yang ia pakai saat menghinaku dari dalam mobil kemarin. Bedanya, kali ini wajahnya memerah karena amarah, sementara aku hanya duduk tenang di atas kursi plastik yang sudah hampir patah.

"Kau mengenalku, tikus kecil?" tanya Darwin sambil menudingkan telunjuknya tepat ke arah hidungku.

Aku menyunggingkan senyum yang sengaja kubuat sesinis mungkin. Tanganku tetap berada di atas keyboard, memastikan Rian tidak melakukan gerakan bodoh yang bisa memicu para tentara bayaran itu menarik pelatuk senjata mereka.

"Siapa yang tidak kenal Darwin, pria yang hampir menabrak orang di jalan hanya untuk menunjukkan betapa mahalnya ban mobilnya," jawabku dengan nada bicara yang penuh dengan cemoohan.

Darwin tertegun sejenak, matanya menyipit saat ia mulai memindai wajahku dengan lebih teliti. Sepertinya memori tentang sosok yang ia anggap gelandangan kemarin mulai muncul kembali di kepalanya. Namun, ia segera menggelengkan kepala, seolah tidak percaya bahwa orang yang ia hina kemarin adalah orang yang sama yang baru saja mengacak-acak posisi pasar saham perusahaannya.

"Jadi kau benar-benar orangnya," desis Darwin dengan suara yang terdengar seperti gesekan amplas. "Kembalikan posisi saham X-Core sekarang juga atau aku akan memastikan kau membusuk di bawah tanah malam ini."

Aku tertawa pendek, sebuah suara yang terdengar sangat kontras dengan moncong senjata yang diarahkan padaku. Kalian mungkin bingung bagaimana modal seratus jutaku bisa melakukan ini, tapi rahasianya sederhana bagi seorang jenius keuangan sepertiku. Aku menggunakan sistem perdagangan margin dengan daya ungkit seratus kali lipat.

Dengan jaminan uang tunai seratus juta, aku meminjam modal sepuluh miliar dari broker untuk memborong saham X-Core di harga sampah. Saat berita teknologi baterai itu meledak dan harga sahamnya naik sepuluh kali lipat, nilai asetku melonjak menjadi seratus miliar. Itulah cara tercepat untuk merampok pasar secara legal bagi orang yang tahu masa depan.

"Kau datang terlambat, Darwin," sahutku dengan nada yang sangat tenang. "Saham itu bukan lagi milikmu atau perusahaanmu. Saham itu sekarang berada di bawah kendaliku, dan dalam tiga jam ke depan, nilai investasiku akan cukup untuk membeli sepuluh persen saham dari perusahaan induk milikmu sendiri."

Wajah Darwin yang semula merah kini berubah menjadi pucat pasi. Ia memberikan kode pada anak buahnya untuk maju, namun aku dengan cepat menekan satu tombol di keyboard.

"Jangan lakukan itu jika kau ingin rahasia tentang penggelapan dana proyek infrastruktur tahun lalu tetap terkubur di server rahasiamu," ancamku dengan tatapan mata yang sangat tajam.

Langkah para pengawal itu terhenti seketika. Darwin tampak sangat terkejut mendengar rahasia yang seharusnya baru akan terbongkar dua tahun dari sekarang dalam sejarah asliku. Ia menatapku seolah-olah aku adalah sosok yang baru saja merayap keluar dari bayangan paling gelap.

"Bagaimana kau bisa tahu tentang itu?" tanya Darwin dengan suara yang mulai bergetar karena rasa takut.

"Aku tahu segalanya, Darwin. Aku tahu kapan kau bernapas dan kapan kau akan jatuh," ucapku dengan nada yang sangat berwibawa. "Sekarang, bawa pengawalmu keluar dari tempat ini sebelum aku menekan tombol kirim ke kantor kejaksaan."

Darwin tidak memiliki pilihan lain selain mundur perlahan sambil tetap menatapku dengan kebencian yang mendalam. Setelah ruangan itu kembali kosong, aku segera bangkit dan merapikan pakaianku yang sudah sangat kusam. Masih banyak hal yang harus aku persiapkan sebelum pesta ulang tahun perusahaan Madam Widowati dimulai. Kemenangan kecil ini hanyalah pemanasan dari pertunjukan utama yang sebenarnya.

Penampilan adalah senjata pertama yang akan melubangi kesombongan seseorang. Keesokan harinya, aku berdiri di depan cermin besar sebuah butik ternama, memandangi sosok pemuda yang kini terbalut setelan tuksedo berwarna hitam pekat dengan jahitan yang sangat rapi. Rahangku yang tegas dan sorot mataku yang dingin membuatku terlihat seperti seorang penguasa yang baru saja kembali dari pengasingan.

"Tuan terlihat sangat berbeda, seolah-olah pakaian ini memang dibuat hanya untuk Anda," puji pelayan butik itu sambil merapikan dasi kupu-kupuku.

Aku tidak membalas pujiannya, hanya memberikan anggukan kecil sebagai tanda terima kasih. Di tanganku, sebuah kartu undangan yang sudah aku perbaiki identitasnya terselip dengan aman. Aku tidak akan masuk sebagai tamu biasa, melainkan sebagai investor baru yang misterius.

Gedung pertemuan pusat kota terlihat sangat mewah dengan lampu-lampu kristal yang menggantung di langit-langit setinggi sepuluh meter. Karpet merah membentang dari lobi hingga ke dalam ruang pesta. Aku turun dari mobil, memberikan kunci pada petugas valet dengan gerakan yang sangat luwes, seolah-olah kemewahan ini adalah duniaku yang sebenarnya.

Saat aku masuk ke dalam aula, suara denting gelas kaca dan alunan musik biola langsung menyambutku. Mataku menyisir setiap sudut ruangan hingga akhirnya aku menemukan sosok yang aku cari. Seeula sedang berdiri di samping ibunya, mengenakan gaun putih yang membuatnya terlihat sangat bersinar di tengah kerumunan orang-orang berjas.

Madam Widowati tampak sedang berbincang dengan beberapa kolega bisnisnya dengan raut wajah yang sangat bangga. Ia belum menyadari kehadiranku di sana. Aku berjalan dengan langkah yang pasti, menarik perhatian hampir semua orang yang ada di ruangan tersebut karena aura yang aku pancarkan memang sangat dominan.

"Siapa pemuda itu? Wajahnya sangat asing tapi pembawaannya seperti penguasa," bisik salah seorang tamu wanita yang berdiri tidak jauh dariku.

Aku terus berjalan hingga jarakku hanya tinggal beberapa meter dari Seeula. Tepat saat itu, Seeula menoleh dan mata kami bertemu. Ia tampak sangat terkejut, mulutnya sedikit terbuka seolah-olah ia baru saja melihat seseorang yang sangat mustahil hadir di sana.

"Kau?" tanya Seeula dengan suara yang sangat rendah, hampir tidak terdengar di tengah keramaian.

Aku tidak menjawabnya, hanya memberikan senyum tipis yang penuh makna. Namun, perhatian Seeula segera teralihkan saat Madam Widowati berbalik dan menatapku dengan dahi yang berkerut. Ia mencoba mengingat-ingat di mana ia pernah melihat wajahku sebelumnya.

"Selamat malam, Madam Widowati. Terima kasih atas undangannya yang sangat berharga ini," ucapku dengan nada bicara yang sangat sopan namun penuh dengan tekanan.

Madam Widowati tampak sangat bingung, ia melirik ke arah putrinya lalu kembali menatapku dengan penuh selidik. Ia belum menyadari bahwa aku adalah pemuda yang tempo hari ia remehkan di dalam mobilnya. Ia hanya melihat seorang pria kaya yang tampaknya memiliki pengaruh besar di pasar saham belakangan ini.

"Maaf, saya rasa saya belum pernah bertemu dengan Anda secara resmi. Siapa Anda sebenarnya?" tanya Madam Widowati dengan nada bicara yang berusaha tetap sopan di depan umum.

Aku melirik ke arah Seeula yang masih menatapku dengan pandangan tidak percaya, lalu aku kembali fokus pada wanita tua yang sangat sombong di hadapanku ini. Aku menarik napas panjang, bersiap untuk memberikan kejutan yang akan mengubah seluruh hidup mereka mulai malam ini.

"Nama saya adalah Yansya, pemilik baru dari tiga puluh persen saham perusahaan yang sedang Anda rayakan hari ini," jawabku dengan suara yang cukup lantang hingga membuat orang-orang di sekitar kami terdiam.

1
ZasNov
Semangat Yansya, kalahkan mereka semua.. 💪😎
ZasNov
Semoga kali ini Yansya bisa benar2 melindungi Seeula..
ZasNov
Ga bisa nolak tuh kalau udah diancam begitu..
ZasNov
Madam Widowati udah kayak dijatuhkan dari gedung tinggi.. 🤭
ZasNov
Wah keren Yansya, dia datang menyerang dengan senjata rahasia yang tidak terduga.. 😂👍
ZasNov
Madam Widowati salah target ternyata 😂
ZasNov
Ayo tunjukan siapa dirimu Yansya, beri Madam Widowati pelajaran & selamatkan Seeula..
ZasNov
Nah lho, keadaan beneran berbalik. Bukan Pak Hermawan & Adrian lagi yang mengancam Yansya, sekarang Yansya yang menekan Pak Hermawan.. 😎👍
ZasNov
Ga nyangka banget kan Pak Hermawan, kalau Yansya punya kartu As yang bisa membalikan keadaan.. 😆
ZasNov
Mantap Yansya.. bisa tetap tenang, malah makin bersemangat menunjukkan taringnya.. 😎👍
Pipit Jambu
iya
ZasNov
Tuh kan, mulai banyak orang memanfaatkan nama Seeula untuk menekan Yansya.. 😖
ZasNov
Aduh, bagusnya Seeula sllu dalam perlindungan Yansya. Karena Darwin udah tau kelemahan Yansya itu Seeula..
ZasNov
Nyesel kan.. Udah telat. Kalau dikasih kesempatan kedua, jangan disia2in lagi ya
ZasNov
Selain penasaran sama rencana Yansya selanjutnya, kepo juga sama cara dia deketin Seeula.. 😄
ZasNov
Tanpa basa-basi langsung ditolak.. 😆👍
ZasNov
Hadeuh, Yansya.. Kamu bisa sukses juga berkat doa & usaha istrimu juga. Giliran ga diurusin, kamu juga bakalan berantakan..
Seeula
dari rawrrr ke aongg aonggg aongg🤣
Seeula
tamu2 tak diundang 😏
Seeula
gak gak ini mh kaya preman minta2 uang buncit gini mh😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!