NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:56.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KETAHUAN

Keesokan paginya, matahari musim dingin menyelinap malu-malu di balik awan kelabu.

Di halaman belakang, Ethan sedang mengawasi Lucian dan Leo yang sedang berlatih fisik. Namun, latihan pagi ini terasa berbeda.

"Tutup mata kalian," perintah Ethan dengan suara rendah.

"Jangan gunakan mata untuk melihat arah angin! Gunakan insting kalian!" lanjut Ethan.

Leo, dengan semangat membara, langsung memejamkan mata. Namun, yang terjadi setelahnya membuat Ethan terkesiap.

Tubuh bocah lima tahun itu mengeluarkan uap tipis, seolah suhu tubuhnya meningkat drastis hingga mencairkan salju tipis di bawah kakinya.

Di sisi lain, Lucian berdiri diam tak bergerak. Telinganya sedikit bergerak-gerak.

"Ada burung gagak di dahan pohon, tiga ratus meter dari sini," ucap Lucian datar tanpa membuka mata.

"Dan ada seseorang yang sedang memperhatikan kita dari balik tembok luar," lanjut Lucian, tunjuk Lucian.

Ethan segera menoleh ke arah tembok yang ditunjuk Lucian, tapi tidak ada siapa-siapa di sana, namun Ethan tahu, insting seorang Alistair tidak pernah salah.

"Tuan Muda Lucian, masuklah ke dalam bersama adik Anda," ucap Ethan dengan nada waspada.

"Latihan selesai untuk hari ini," lanjut Ethan.

"Kenapa, Ethan? Aku baru saja mau menunjukkan tendangan baruku!" protes Leo sambil membuka mata, wajahnya terlihat sedikit kecewa.

"Masuklah, Leo, turuti kata Ethan," ucap Lucian sambil menarik tangan adiknya.

Kalau kakak nya sudah berbicara, Leo tidak berani membantah lagi, dia pergi dengan

Lucian sempat melirik ke arah Ethan dengan tatapan yang sangat dewasa, seolah dia tahu bahwa pengawal setianya itu sedang merasakan ancaman.

Setelah memastikan, Leo dan Lucian masuk ke dalam kediaman.

Ethan melompat melewati pagar batu, dia berlari, mengejar bayangan yang dilihat Lucian tadi.

Langkahnya terhenti di pinggir hutan pinus, di sana, dia menemukan jejak kaki yang aneh, jejak itu terlalu besar untuk manusia, namun terlalu rapi untuk binatang liar.

Dan yang lebih mengerikan, salju di sekitar jejak itu menghitam seolah terkena racun.

"Sihir hitam," geram Ethan, mengepalkan tangannya kuat.

Sret

Tiba-tiba, sebuah anak panah melesat dari kegelapan hutan.

Ethan menangkapnya dengan tangan kosong tepat di depan matanya, anak panah itu tidak memiliki mata besi, melainkan terbuat dari tulang manusia yang diukir dengan simbol-simbol kuno.

"Katakan pada Duches mu, waktunya hampir habis. Apa yang terkubur akan dipanggil kembali, dan apa yang hidup akan menjadi persembahan."

Sebuah suara parau bergema dari balik pepohonan, tanpa menampakkan wujud.

Setelah suara itu menghilang, suasana hutan kembali sunyi, Ethan meremas anak panah tulang itu hingga hancur.

Dia harus melaporkan ini pada Nyonya Kimberly, bukan pada Jasmine.

Ethan ingat perintah sang Nyonya Besar. Lindungi Jasmine dari kebenaran yang bisa menghancurkan kewarasannya.

Sementara di dalam kediaman, Jasmine tidak tinggal diam, dia mulai mencari tahu sendiri.

Dari tadi pagi setelah sarapan, Jasmine menghabiskan waktu di perpustakaan tua milik keluarga Alistair, mencari catatan-catatan tentang garis keturunan Nyonya Kimberly.

Jasmine tidak bisa mengabaikan rasa penasaran nya, perkataan Nyonya Kimberly, tadi malam sangat menganggu pikiran nya.

Di perpustakaan, Jasmine menemukan sebuah buku kuno bersampul kulit binatang yang kasar, di dalamnya, terdapat ilustrasi tentang, manusia-manusia yang diberkati oleh alam dengan kemampuan melampaui batas.

Ada catatan kecil di pojok halaman yang ditulis dengan tulisan tangan yang sangat dia kenali: tulisan tangan Tuan Steven.

"Darah yang mengalir dalam dirinya bukan hanya sekadar merah, itu adalah api yang dingin. Aku mencintainya bukan karena kekuatannya, tapi karena beban yang ia pikul demi menjaga perdamaian antara dua dunia."

"Api yang dingin, dan ibu Kimberly bukan manusia biasa. Dan jika Lucas mewarisi darah itu..." gumam Jasmine, menutup buku itu.

Pikiran Jasmine melayang pada malam kematian Lucas, di mana peti mati yang tidak boleh dibuka.

Isak tangis yang terasa palsu dari Nyonya Kimberly, dan tatapan mata ibu mertua nya itu, seperti ada sesuatu hal besar yang dia simpan.

"Apakah selama ini aku berduka untuk pria yang sebenarnya masih hidup?" tanya Jasmine pada dirinya sendiri.

Rasa sakit dan harapan bercampur menjadi satu, menciptakan badai di dalam dadanya.

Malam itu, Lucian terbangun dari tidurnya, dia duduk tegak di tempat tidur, menatap ke arah jendela yang tertutup salju.

"Kak..." bisik Leo yang ikut terbangun.

"Ada apa?" Leo Lucian, melihat ke arah kakak nya.

"Ayah," jawab Lucian singkat.

"Ayah? Ayah datang?" tanya Leo langsung bersemangat dan ingin turun dari ranjang.

"Bukan di sini, tapi aku mendengarnya, dia sedang kesakitan, Leo, suaranya seperti angin yang terjepit di antara bebatuan," jawab Lucian menggeleng-gelengkan kepalanya.

Kedua bocah itu turun dari ranjang tanpa alas kaki, berjalan keluar kamar, untuk mencari ibu mereka.

Namun, di tengah lorong, mereka melihat Nyonya Kimberly sedang berdiri di depan sebuah cermin besar, sedang berbicara sendiri dalam bahasa yang tidak mereka mengerti.

Wajah Nyonya Kimberly terpantul di cermin, namun matanya tidak lagi berwarna cokelat,.matanya bersinar keemasan, dan di belakangnya, bayangan seekor serigala besar tampak berdiri megah namun penuh luka.

"Sabar, Putraku," bisik Kimberly pada bayangan di cermin itu.

"Jasmine belum siap, dan anak-anakmu masih terlalu kecil, tetaplah bertahan di kegelapan itu, karena Alistair sedang bersiap untuk menjemputmu," bisik Nyonya Kimberly, dengan aura yang tidak biasa.

Lucian dan Leo saling berpandangan dalam kegelapan lorong, mereka melihat sesuatu yang seharusnya tidak mereka lihat.

Rahasia yang selama ini dijaga ketat oleh orang dewasa di kastil itu, kini mulai merayap masuk ke dalam hati kecil mereka.

"Ayah masih hidup," bisik Leo dengan mata berkaca-kaca.

Mereka berdua terlalu cerdas, sehingga kebenaran yang baru saja mereka dengar, dengan cepat masuk ke dalam otak pintar mereka.

"Kita harus menjadi kuat, Leo, seperti yang sering Ibu bilang, kita adalah kekuatan Ayah, dan kita akan membawanya pulang," ucap Lucian mengepalkan tangannya kecilnya.

Suasana di lorong remang-remang itu terasa semakin mencekam.

Lucian dan Leo masih terpaku di balik pilar besar, menyaksikan nenek mereka, Nyonya Kimberly, yang masih berdiri di depan cermin dengan aura yang begitu asing.

Getaran yang dikeluarkan oleh tubuh Nyonya Kimberly membuat udara di sekitar mereka terasa berat, seolah oksigen di lorong itu mendadak menipis.

"Kak... mata Nenek..." bisik Leo dengan suara yang hampir tidak terdengar.

Tubuh kecilnya sedikit gemetar, bukan karena takut, melainkan karena energi panas di dalam darahnya bereaksi terhadap kekuatan Nyonya Kimberly.

"Diam, Leo, jangan sampai Nenek tahu kita di sini," bisik Lucian segera menutup mulut adiknya dengan tangan kecil nya.

Di depan cermin, Nyonya Kimberly perlahan menyentuh permukaan kaca yang dingin.

Bayangan serigala di belakangnya perlahan memudar, berganti dengan kilasan samar sebuah sel bawah tanah yang lembap dan gelap, di sana, seorang pria tampak terkulai lemas dengan rantai yang membelit tubuhnya.

1
Ari Peny
aduh thor /Sob//Sob//Sob/
Silla Okta
deg deg an akunya Thor,,,, sungguh menguras emosi,,,,, lanjutkan Thor
Kusii Yaati
paling tidak enak pas lagi tegang" nya bersambung /Sob//Sob//Sob/
Fitri Bawono
lanjut thor... makin seru 📹📹📹📹📹
TriAileen
kau membuatku penasaran Thor. kau cut di saat menengangkan
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
Tiara Bella
Daebak semoga Lucas berhasil ya dan berkumpul dngn keluarga nya kembali amiin....
kaylla salsabella
ya Alloh ikut deg" an
kaylla salsabella
Lucian, Steven, mark
kaylla salsabella
ayo Lucian kau pasti bisa
Tiara Bella
berasa lg nnton film gk sh....campur degdegan.....
renjani
lucas hayo berjuang😍😍 cinta dan mutiaramu menunggumu..hayo lucas semangat💪💪💪
renjani
Thor jgn buat was2 donk..lucas pasti bebaskan..mine hayu semangat..💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!