NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Kinanti menatap layar ponselnya dengan rahang mengeras. Pesan terakhirnya pada Rafka hanya dibaca, tanpa balasan. Teleponnya tak lagi diangkat. Bahkan alasan yang dulu selalu ampuh kini terasa hampa.

“Lagi-lagi alasan anak,” gerutunya kesal.

Rafka kini sering berdalih soal Gita. Tentang anak itu yang ingin ditemani. Tentang malam yang harus dihabiskan di rumah. Tentang tanggung jawab yang tiba-tiba diingatnya kembali.

“Munafik,” desis Kinanti.

Wanita itu berjalan mondar-mandir di kamar, pikirannya bergejolak. Kinanti bukan perempuan yang terbiasa ditinggalkan tanpa penjelasan. Selama ini, ia merasa memegang kendali. Merasa menjadi pusat perhatian. Merasa selalu dipilih.

Namun, sekarang posisinya tergeser. Tatapan Kinanti berubah dingin.

Jika Rafka tidak datang padanya, maka dia yang akan datang menghampiri sumber masalahnya.

Sore itu, Kirana sedang membereskan bekas dagangannya di depan rumah. Wajahnya tampak lelah, tetapi matanya tetap fokus. Sejak beberapa hari terakhir, ia menambah jam jualan. Bangun lebih pagi, pulang lebih malam.

Setiap lembar uang yang ia kumpulkan bukan lagi untuk tabungan bersama, melainkan untuk bertahan hidup dan membebaskan diri. Biaya gugatan cerai tidak kecil. Biaya hidup ke depan juga tidak ringan. Namun, Kirana tidak mengeluh.

Ia hanya bekerja lebih keras.

Ketika sebuah motor berhenti di depan rumah, Kirana menoleh sekilas. Awalnya ia tidak terlalu peduli, sampai sosok itu turun dengan langkah percaya diri. Kinanti menuntun Ara dan membawa tas berukuran sedang yang sering di bawa jika akan menginap.

Jantung Kirana berdegup, tetapi wajahnya tetap datar.

“Gita, Ara datang, nih,” sapa Kinanti dengan senyum tipis yang terasa palsu.

Kirana menatap dingin. “Ada perlu apa?”

Kinanti menoleh ke dalam rumah.

“Gita dan Rafka mana?”

“Ada di dalam.”

Kinanti mengangguk pelan. “Aku ke sini sama Ara. Katanya Ara kangen Gita, mau menginap.”

Alasan itu terdengar rapi dan natural. Kirana menatap Kinanti lurus-lurus.

“Gita sedang belajar.”

Kinanti tersenyum lagi, kali ini lebih tajam.

“Kasihan sekali Gita. Anak seusia itu harus sering mendapatkan tekanan dari mamanya.”

Kalimat itu bukan basa-basi. Itu serangan.

Kirana mengepalkan tangan di balik celemeknya.

“Kalau tidak ada urusan penting, sebaiknya Mbak pulang.”

Kinanti mengangkat bahu seolah santai. “Aku cuma peduli sama kalian. Soalnya, Rafka akhir-akhir ini kelihatan stres.”

Lalu, Kinanti mendekat setengah langkah. “Laki-laki itu kalau tertekan di rumah, biasanya cari tempat lain buat bernapas.”

Darah Kirana berdesir. Namun, ia tidak terpancing. “Urusan rumah tangga kami bukan konsumsi siapa pun,” ucapnya tegas. “Termasuk kamu, Mbak.”

Senyum Kinanti memudar, berganti tatapan penuh perhitungan. “Oke,” katanya pelan. “Aku cuma mau bilang, hati-hatilah sebelum kehilangan dan dia benar-benar melepaskan.”

“Ara, ayo, pulang! Kita tidak jadi menginap. Tante Kinara sudah mengusir kita,” ucap Kinanti.

“Yaaah, aku tidak jadi main sama Om Rafka, dong, Ma.” Ara terlihat kecewa.

“Siapa yang mengusir kalian? Aku tidak pernah bicara begitu,” balas Kirana kesal.

“Tidak perlu kata-kata,” ujar Kinanti, “sudah kelihatan, kok, dari wajah kamu yang tidak suka dengan kedatngan kami ke sini.”

Setelah itu, Kinanti pergi meninggalkan hawa dingin yang lama tidak menguap.

Kirana berdiri terpaku. Ia tahu, sejak hari itu, perang sunyi telah dimulai.

Hari-hari berikutnya, Kirana semakin tenggelam dalam rutinitas. Dia semakin rajin promosi makanan jualannya, mencatat pesanan, mengantarkan, dan menghitung uang pendapatan harian.

Memang itu semua sangat melelahkan, tetapi Kirana harus menahannya. Ia jarang menangis lagi. Bukan karena tidak sakit, melainkan karena tidak ada waktu untuk runtuh.

Kinanti tidak pernah terbiasa kalah. Sejak kecil, apa yang dia inginkan harus didapatkan. Dia pun sering menginginkan milik Kirana, termasuk Rafka.

Maka ketika pria itu mulai menjauh, jarang membalas pesan, bahkan menolak bertemu dengan alasan rumah dan anak, sesuatu yang gelap tumbuh di dadanya. Cemburu berubah menjadi dendam.

“Kalau kamu tidak bisa memilih dengan baik,” gumam Kinanti sambil menatap bayangan dirinya di cermin, “aku yang akan memaksamu memilih.”

Kinanti mulai mengatur segalanya dengan rapi. Tangis dibuat, kesedihan direkayasa, suara bergetar dilatih sempurna. Kinanti tahu betul titik lemah Rafka, yaitu rasa bersalah.

Suatu hari, Kinanti mengirim pesan singkat.

[Aku tidak baik-baik saja. Aku benar-benar butuh kamu. Sekali ini saja.]

Rafka membaca pesan itu berulang kali. Dadanya sesak. Sejak pertengkaran dengan Kirana, hidupnya seperti rumah tanpa dinding. Semua terasa sepi dan dingin, bahkan dirinya sendiri tidak tahu apa yang harus diperbuat agar bisa merasakan kebahagiaan.

Akhirnya Rafka datang ke rumah Kinanti, sepulang kerja. Keadaan rumah itu sunyi. Aroma yang begitu dikenalnya menyergap indra. Kinanti menyambutnya dengan wajah lelah, mata sembab, seolah dunia sedang runtuh di pundaknya.

“Mas datang,” bisik Kinanti, suaranya bergetar.

Rafka mengangguk kaku. “Aku cuma mau bicara.”

Namun, kata-kata sering kali kalah oleh perasaan yang belum selesai. Dalam keheningan itu, Kinanti mendekat, menangis di dadanya. Rafka memejamkan mata dan untuk sesaat, melupakan semua yang sedang hancur di rumahnya.

“Ara, mana?” tanya Rafka.

“Dia lagi les,” jawab Kinanti yang tangannya tidak diam menggoda tubuh Rafka.

Pria itu tidak tahu, kalau sebuah ponsel telah diletakkan dengan sudut tertentu. Merekam kegiatan panas mereka. Mengabadikan pengkhianatan yang tak lagi bisa disangkal.

Malam itu, setelah Gita tertidur, Kirana duduk di tepi ranjang anaknya. Menatap wajah kecil yang tampak lebih kurus, lebih sunyi.

“Gita,” panggil Kirana pelan.

Gita membuka mata.

“Iya, Ma?”

Kirana mengusap rambut anaknya dengan hati-hati.

“Kalau Mama sama Papa tidak tinggal bersama lagi, Gita mau ikut siapa?”

Gita terdiam cukup lama. Jelas sekali gadis kecil itu sedang berpikir keras. Bukan karena pilihan yang diberikan mamanya, namun dia berpikir kebersamaan keluarga mereka tidak akan ada lagi di masa depan.

“Tentu saja aku mau ikut Mama,” jawabnya akhirnya. “Ke mana pun Mama pergi.”

Hati Kirana mencelos.

“Kamu yakin?” suaranya bergetar. “Ini berat, loh.”

Gita mengangguk. “Papa berubah, Ma. Aku merasa kalau Papa tidak sayang lagi padaku. Tapi sama Mama, aku aman dan nyaman.”

Air mata Kirana jatuh satu-satu, membasahi tangan kecil itu. “Maafin Mama,” bisik Kirana. “Harusnya kamu nggak ikut ngerasain ini.”

Gita memeluk leher Kirana erat. “Aku nggak apa-apa, asal sama Mama.”

Malam itu, Kirana menangis dalam diam. Bukan karena ragu, melainkan karena ia tahu keputusan ini akan mengubah segalanya.

Pagi hari berikutnya, Kirana berdiri di depan Pengadilan Agama. Map berisi berkas ada di tangannya. Langkahnya mantap, meski dadanya sesak.

Setelah semua dilengkapi, petugas menerima gugatan itu dan memberi nomor perkara. Resmi sudah. Kirana kini bukan lagi istri yang menunggu perubahan, melainkan perempuan yang memilih keluar dari pengkhianatan.

Di luar gedung, Kirana menghela napas panjang.

Langit mendung, tetapi hatinya justru terasa sedikit lebih terang.

Di rumah lain, Kinanti menatap layar ponselnya dengan senyum tipis. Dia mengambil ponsel lainnya.

“Aku ingin tahu bagimana reaksi kamu setelah mendapatkan pesan ini,” ucap Kinanti dengan mata berkilat.

***

Hari Minggu ini kalian pada liburan, kah? Jika tidak, aku akan crazy up. Tinggalkan jejak, ya.

1
Sapna Anah
lgi aki"pengen daun muda sama ituma nidurin anak sendiri malukan jdinya mentang" kaya dan d hormati suka suka hati
Yuningsih Nining
Dasssar si Kinan Curut betina asyeeem masih niatnya goda suami calon anak sambung, Ngeriii Juwabpelakor mu Kinanti
Yuningsih Nining
akhirnya Alga ungkapin juga perasaan jg niat baiknya utk Kirana
Yuningsih Nining
Hugh sampe merinding jg nii
Kirana akhirnya melabuhkan Hidup kedepan ke algara
Gitaaa kaInginan mu terLaksana om Alga bakal jadi ayah sambung mu, smg kedepan hidupmu lebih berwarna jg bahagia
Yuningsih Nining
jangan salahin Kirana, itu kesahan. besar mu ogeb kinan, sukurin kena batunya jg akhir nya
Yuningsih Nining
loe sendiri kunan yang kirim. video busuk menjijikan sm si rafka , bener² picik playing victim pelakor menjijikan
Yuningsih Nining
kinara sbentar mungkin selangkah lg km dapat bukti, hari sabtu si rafka mu keluar dgn suatu alasan pastinya, dia nginep di rmhnkka mu kuntit lah dia Kirana video'in jg buat bukti ke ortu mu jg persidangan
Yuningsih Nining
kamu pasti bisa Kirana tnp si rafka asyeeemm, Kirana ada 2 tmn mu siap buat jadi spion 2 wujud manusia laku iblis rafka suamimu sm. Kka mu kinan
Sapna Anah
basib Kirana ga beda jauh dengan ku bedanya Kirana di selingkui dengan saudaranya klu aku dengan tetangga depan rmh miris bukan😭😭😭
Nova Meteng
mukanya mo taruh dmn??? anak kesayangan bumay
Nova Meteng
sp suruh kamu selingkuh,, apalagi dgn kakak ipar rrrrrrrrrt😡
Nova Meteng
yey syukurlah ketahuan,,buka aib sendiri rasakan dan nikmatilah apa yg kamu buat 😡
Nova Meteng
😡 ini sepertinya kisahku 😡🥺🥺😭?😭
🌸Santi Suki🌸: 🥺🥺🥺🥺🥺
total 1 replies
Nor Azlin
kalau mereka berdua tidak mau mendengarkan mu kamu ikut aja Kirana & tinggal lah sama nya pasti hidup mu akan bahagia biarkan Maya sama Kinati dengan angan-angan nya yang tinggi itu untuk menjadi kaya yah ...kamu akan tau nanti siapa AL yang sebenarnya 😂😂😂 sampai suatu saat nya nanti kamu akan hidup damai bersama AL juga Kirana juga Gita yah ...pokok nya kamu ikut aja Kirana sudah tentu kamu tidak dalam bahaya deh🤭🤭🤭 lanjutkan thor
Nor Azlin
itu pasti bu maya yah ibu nya kirana orang yang paling tidak becus menjadi ibu ...kenapa juga harus ketemu sama si nenek lampir deh 😂😂😂walau pun kenyataan nya dia ibu kandung kirana bagi aku dia seperti ibu angkat bagi kirana nya yah ...semoga di saat kamu bahagia lagi keluarga mu jangan ikut campur lagi deh ...terutama di saat kebahagian kecil akan di bina yah ...semoga berbahagialah Kirana Gita nya lanjutkan thor oh ya thor bagai mana khabar Kinati setelah di pindahkan yah pasti kali ini pun berilah lagi dengan gaya hidup nya yang glamor pasti akan mengait suami orang lagi tu 😏😏😏kali ini kalau dia berilah lagi bencana bagi diri nya deh kalau dia tidak berubah yah dulu adik mu cuman membongkarkan perselingkuhan nya bersama suami adik nya yah kali ini kalau dia berilah pasti kena keroyok ni🤭🤭
Nor Azlin
iya ni sekarang Kirana sudah cerai dari kamu wajar aja lah ada orang lain di samping nya ....tidak kayak kamu dulu masih suami Kirana malah jalan barang Kinati sama anak nya bukan hanya itu kamu sudah menggarap nya sampai kamu puas bersama2 nya yah ingat itu jangan sok pengertian sekarang ini ...ingat bagai mana janji2 kosong yang kamu berikan pada anak mu Gita hati dia hancur kerana kamu bohongi tau sudah nya dia juga tau kenapa kamu tidak jadi menepati janji mu kerana kamu berselingkuh bukan dengan wanita lain melainkan tante nya sendiri kakak kandung ibu nya lho ...kalau aku jadi Gita aku akan abaikan terus ni biar dia tau rasa yah 😂😂😂lanjutkan thor
Nor Azlin
kamu itu bego apa sih katanya orang pintar bukan nya kamu sendiri yang mengirim aib mu sendiri ....kamu pikir kirana akan diam gitu nah terbukti nya semua orang tau tu itu salah mu sendiri yang mengirim video nya pada Kirana kan jadi kamu sendiri yang menjual aib mu pada orang lain Tampa bersusah payah di cari tu😏😏😏berkat kamu terlalu gentel lubang & gatel Tangan jadi berkirim deh aib mu itu ...kamu ingin membuat Kirana mengamuk2 tapi tidak dia memperlihatkan pada keluarga suami nya sendiri lho🤣🤣🤣🤣ayo Kirana jangan nangis2 deh usahamu sudah mendapat rezeki menggunung tu lanjutkan dengan rasa gembira pasti rezeki mu mencanak naik bagai roket deh ...jadi lah pengusaha yang sukses yah aku dukung kamu ...biar banyak uwang & menjadi kaya raya bahagiakan Gita kalau sudah banyak uwang kamu bisa membawa Gita pergi kemana2 aja keluar negeri pun boleh aja tu😄😄lanjutkan thor
Nor Azlin
aku tuntut rumah itu yang kamu duduki sama Rafka itu biar dia memberikan & langsung kasih nama kamu di setifikat rumah nya untuk masa depan Gita yah pasti Rafka mau tu jangan kasih Kinati itu menduduki nya biar dia di tempatnya deh kalau perlu biar Rafka tau siapa yang tulus mencintai nya kan ...lanjutkan thor
Nor Azlin
sudah aku katakan pasti berilah dengan kehilangan itu semua kan ...nanti juga akan memberi alasan juga saat perselingkuhan nya terbongkar kan ...ayo kirana kamu kasih tahu aja deh biar dia terdiam atau atau tidak bukti nyata nya kamu sudah melihat mereka pergi ke hotel pandai2 lah kamu reka biar terkesan nyata kering juga kamu sudah tau lebih dalam lagi biar mati kutu tu si Rafka ...paksa aja mengaku atas nama anak mu Gita pasti mau tu 😂😂😂jangan kalah ekting dari Kinati gatel tu ...lanjutkan thor
Nor Azlin
ayo lah Ki kamu ambil semua nya jangan kasih ada uwang di tabungan nya lagi kamu simpan kan di tabungan peribadi mu itu uwang kamu juga kan namanya pun uwang bersama kamu lagi berhak atas tabungan itu dari si Kinati itu deh bahagian Rakan kan sudah habis di gunakan buat foya2 sama janda kegatalan itu deh 😂😂😂kamu berhak ambil semua pun tidak mengapa biar tau rasa ni ...apa Kinari akan mau sama Rafka lagi kalau keutuhan nya sudah tidak dipenuhi lagi ...aku percaya selagi ada uwang di rekening bersama itu Kinati menempel bagai lintah ...apa cinta nya itu tulus saat uwang tidak ada puii pasti tidak gitu kan ada uwang abang sayang tidak ada uwang abang boleh hilang deh 😂😂😂🤣🤣🤣lanjutkan thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!