Ziva Putri Willson, putri bungsu keluarga Willson, adalah perpaduan sempurna antara kecantikan, kecerdasan, dan kepercayaan diri setinggi langit. Di usianya yang masih muda, dia telah menjadi desainer ternama yg namanya menggema hingga ke mancanegara.
Damian Alexander, CEO muda yang dikenal kejam dan dingin. Baginya, hidup hanyalah deretan angka dan nilai saham. Dia sangat anti pada wanita karena menganggap mereka makhluk paling merepotkan di dunia.
"Dengar, Tuan CEO, kamu mungkin bisa membeli saham dunia, tapi kamu tidak bisa membeli hak untuk mengatur kapan aku harus bernapas. Jadi, simpan wajah sok kuasamu itu untuk rapat, bukan untukku." -Ziva.
"Aku sudah menghadapi ribuan musuh bisnis yang licin, tapi menghadapi satu wanita bermulut tajam seperti dia jauh lebih menguras energi daripada akuisisi perusahaan. Tapi justru itu yang membuatnya berbeda." — Damian.
Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Si Tuan Dingin yang mulai kehilangan akal sehatnya, atau Nona cerewet berwajah manis
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NEGARA J
Tuan, semua nya sudah siap," lapor pria berjas hitam.
"Hem"
Pria yang tadi di tabrak oleh Ziva itu berlalu pergi dari sana, tanpa sepatah kata pun.
"Cih dasar kanebo," ucap ZIva, menggerutu.
Setelah itu Ziva melanjutkan langkahnya, berjalan ke arah mobil jemputan nya yang sudah menunggu.
"Silahkan Nona," ucap supir yang menjemput Ziva.
Ziva masuk ke dalam mobil jemputan nya dan duduk di kursi kemudi.
"Jalan sekarang Nona?" tanya Supir nya, sopan.
"Iya"
Jawab ZIva mengangguk kan kepala nya.
Mobil mewah berwarna hitam mengkilap itu pergi dari area parkir khusus, yang ada di bandara negara J.
Selama perjalanan Ziva hanya diam, melihat ke luar jendela, melihat jalanan perkotaan yang padat dan gedung-gedung tinggi.
"Entah kenapa tiba-tiba perasaan ku tidak enak, seperti akan ada sesuatu hal besar yang akan mengubah kehidupan tenang ku selama ini," gumam Ziva, melamun.
"Pak nanti mampir ke toko kue langganan Mommy," ucap Ziva, tanpa mengalihkan pandangan nya dari luar jendela.
"Baik Non," jawab supir, Ziva.
Mobil mewah itu berhenti di depan sebuah toko kue bergaya klasik yang ada di pusat kota.
Ziva turun dari mobil nya dengan anggun, langkahnya mantap memasuki toko yang beraroma mentega dan vanila itu.
Ting!
"Selamat datang, Nona Ziva! Senang melihat Anda kembali," sapa pelayan toko yang mengenali wajah desainer ternama itu.
"Terima kasih. Aku butuh Classic Red Velvet dengan extra cheese frosting, satu loyang besar," ucap Ziva sambil menunjuk ke arah etalase.
"Baik Nona, mohon di tunggu sebentar," jawab pelayan itu, melayani dengan sopan.
Sambil menunggu pesanan nya di siapkan, Ziva duduk di salah satu kursi yang ada di sana, membuka ponselnya, mengecek file pekerjaan yang di kirim oleh Rika.
"Nona Ziva, ini pesanan Anda," ucap pelayan tadi, menyerah kan pesanan Ziva.
"Terimakasih,"ucap Ziva, mengambil pesanan nya.
Ziva menyodorkan beberapa lembar uang, dengan jumlah yang melebihi harga pesanan nya.
"Ini terlalu banyak, Nona," ucap pelayan itu, sopan.
"Ambillah, itu tip buat kamu," jawab Ziva, keluar dari toko itu.
Pelayan yang tadi melayani Ziva, masih mematung tidak percaya, tip yang di berikan Ziva nominalnya lebih besar dari harga kue yang di beli Ziva.
"Ini gaji ku dua bulan full," gumam Pelayan itu, masih tidak percaya.
Setelah menenangkan detak jantung nya yang berdegup kencang, karena mendapat kan Costumer yang sangat baik hati, pelayan itu kembali bekerja, melayani pembeli yang lain.
Sementara mobil Ziva sudah melaju jauh, dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota.
Membutuh waktu dua puluh menit, untuk sampai di kawasan elit di mana kediaman megah keluarga Willson berdiri,
Gerbang besi raksasa terbuka otomatis, menyambut kepulangan sang putri bungsu.
Baru saja Ziva menginjakkan kaki di teras rumah, pintu besar sudah terbuka lebar.
Brak
"ZIVA! SAYANGKU!"
Teriak Nyonya Mauren yang langsung berlari memeluk putrinya dengan erat.
Grep
"Mom, sesak... pelan-pelan," keluh Ziva, namun dia tidak bisa menyembunyikan senyumnya.
Nyatanya walaupun mommy nya sangat cerewet, tapi Ziva sangat merindukan wanita yang sudah melahirkan nya itu.
"Mommy rindu sekali! Lihatlah, kamu makin kurus. Pasti di sana cuma makan roti dan kerja terus, kan?" ucap Nyonya Mauren, menodong Ziva dengan segudang pertanyaan.
Nyonya Mauren memegang pipi Ziva, memeriksanya dengan teliti.
"Oh sayangku, setelah ini kamu harus makan banyak Sayang, mommy udah masak makanan favorit kamu," ucap Nyonya Mauren, penuh kasih sayang.
"Terimakasih, Mom. Oh iya, ini kue kesukaan Mommy," jawab Ziva menyerahkan kotak kue tersebut.
Melihat kue favorit nya, mata Nyonya Mauren langsung berbinar.
"Wah, kamu memang paling mengerti Mommy. Ayo masuk, Daddy-mu sudah menunggu dari tadi," ucap Nyonya Mauren, membawa Ziva masuk.
"Kalian tolong bawa koper putri ku, ke kamar nya," ucap Nyonya Mauren, ke salah satu pelayan.
"Baik Nyonya."
Ziva dan Nyonya Mauren melangkah ke dalam rumah yang interiornya sangat mewah.
Di ruang keluarga, Tuan Justin Willson, sedang duduk membaca koran bisnis di tabletnya.
"Ehem."
Ziva berdehem kecil, untuk menyadarkan Daddy nya.
Tuan Justin mendongak, lalu meletakkan tabletnya, melihat siapa yang datang, senyum tipis namun penuh wibawa muncul di wajahnya.
"Akhirnya, burung kecil Daddy pulang ke sarangnya," ucap Tuan Justin, membuka ke dua tangan nya.
Ziva mendekat lalu memeluk Daddy-nya.
Cup
"Senang melihat mu akhirnya pulang, Princess," ucap Tuan Justin, mencium pucuk kepala Ziva.
"Ziva dipaksa pulang, Dad, padahal koleksi musim gugur ku belum selesai," jawab Ziva, melepas kan pelukan nya dengan wajah cemberut.
"Urusan itu bisa dikerjakan di sini, Sayang. Daddy sudah siapkan ruangan khusus untukmu kalau kamu mau bekerja," jawab Tuan Justin, mengusap lembut rambut Putri nya.
Ziva dengan manja menyenderkan kepalanya di bahu Daddy nya, jujur saja walaupun Ziva suka tinggal di negara K, tapi dai juga sangat merindukan kedua orang tua nya, apalagi Daddy nya yang selalu memanjakan diri nya.
Dunia luar mengenal Tuan Justin Willson sebagai orang yang dingin dan tidak berperasaan, tapi bagi Ziva, Daddy nya itu adalah pahlawan nya, cinta pertama nya.
Nyonya Mauren bergabung, dia duduk di samping suaminya, suasana yang tadinya hangat tiba-tiba terasa sedikit serius.
"Jadi, Mom, Dad, sebenarnya ini ada apa? Kenapa menyuruh Ziva pulang, mendadak sekali?" tanya Ziva menegak kan tubuhnya.
Nyonya Mauren dan Tuan Justin, tidak langsung menjawab pertanyaan Putri kecil mereka, mereka berdua hanya saling melirik, dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Tidak ada Sayang, Daddy hanya rindu sama kamu," jawab Tuan Justin, tersenyum kecil.
"Bohong, pasti ada sesuatu yang kalian sembunyikan dari Ziva kan?" tuding Ziva, memicing kan matanya curiga.
Nyonya Mauren mengelus lembut rambut Ziva, dia tahu Putri nya ini sangat keras, tapi di balik sifat keras nya, Ziva adalah gadis yang memiliki hati yang baik dan luas.
"Nanti malam ada acara makan malam sama teman Mommy dan Daddy, kamu ikut," ucap Nyonya Mauren, tanpa menjawab pertanyaan Putri nya.
"Kenapa harus ikut? Biasanya kalian pergi bedua," tanya Ziva, semakin curiga.
"Udah sana kamu istirahat, nanti malam kamu juga tahu," jawab Nyonya Mauren, tersenyum kecil.
"Dan jangan lupa nanti malam, kamu dandan yang cantik, jangan pakai baju kerja yang membosankan itu," ucap Nyonya Mauren, melihat pakaian Ziva.
"Mom, ini blazer desainer!" protes Ziva, tidak terima.
"Pokoknya nanti malam harus spesial! Acara makan malam ini sangat penting, karena mommy dan Daddy sudah lama tidak bertemu dengan mereka," ucap Nyonya Mauren, tanpa mempedulikan gerutuan anaknya.
"Ziva, kamu dengar Mommy mu, kan?" tanya Tuan Justin memastikan.
"Dengar, Dad," jawab Ziva dingin, sambil bangkit berdiri menuju kamarnya.
"Yang penting kamu datang, Sayang! Jam tujuh malam ya!" teriak Nyonya Mauren dari ruang tengah.
Ziva hanya melambaikan tangan tanpa menoleh, masuk ke dalam lift untuk naik ke lantai atas.
abang posesif vs clon suami kutub....🤣🤣🤣
crazy up dpng thorrrrr
koreksi ya semangat
bru brbgi air mnum aja udh baper...
kbyang nnti kl udh nkah,trs tnggal srumah....atw sekamar pula.....🤭🤭🤭