Sepulang nya Alvira dari mengantar kan putri nya ke sekolah, Alvira berniat singgah di rumah mertua nya.
Tapi alangkah terkejut nya Alvira saat dia mengetahui bahwa di rumah mertua nya sedang ada acara pernikahan kedua suami nya.
Sang suami yang kata nya pergi ke kantor, kini sedang melaksanakan akad nikah atas nama wanita lain.
Alvira bertekad untuk membalas semua perbuatan mereka, suami nya, mertua nya dan juga adik ipar nya yang mendukung suami nya.
Ikuti kisah nya di sini.
Jangan lupa like, komen dan follow ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leni Anita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12
Bayu dan Miranda tiba di Jakarta, Bayu membawa Miranda pulang ke rumah ibu nya. Karena Bayu tidak mau tinggal di kontrakan Miranda yang sempit.
"Loh mas, kok kita pulang ke sini? Kenapa kota tidak langsung pulang ke rumah kita saja?" Miranda tampak tidak suka tinggal bersama ibu dan adik nya Bayu.
"Miranda, aku sangat lelah. Aku ingin istirahat, jadi untuk sementara kita pulang ke rumah ibu saja dulu, besok baru kita pulang ke rumah kita!" Bayu berkata pada Miranda.
Dengan wajah cemberut, Miranda pun akhir nya ikut pulang bersama Bayu ke rumah ibu nya Bayu. Tidak mungkin dia pulang ke kontrakan sempit nya, Karena beberapa hari yang lalu dia sudah mengatakan pada orang - orang di sana bahwa dia akan menikah dengan seorang pengusaha kaya. Jadi dia akan tinggal di rumah Mewah, jika dia kembali lagi ke sana maka sudah pasti orang - orang di sana akan mengejek diri nya.
"Bayu, apa yang terjadi pada mu nak? Kenapa wajah ku begitu kasut?" Tanya bu Tuti pada anak sulung nya yang baru saja tiba di rumah.
"Panjang cerita nya bu, aku juga belum tahu apa yang sebenar nya terjadi. Sekarang aku mau istirahat dulu, aku lelah nanti aku baru bicara sama ibu!" Bayu berkata pada ibu nya.
"Iya kak, kenapa mbak Vira bisa kembali lagi ka kantor?" Raya pun ikut bertanya.
"Apa? Vira ke kantor nya mas Bayu?" Tanya Miranda dengan nada tidak percaya.
"Iya Mir, kemarin kami ke rumah nya dan pembantu nya bilang dia sedang pergi ke kantor. Aku sama ibu akhir nya ikutan nyusul ke kantor buat mastiin. Dan ternyata memang mbak Vira ada di kantor nya!" Raya menceritakan apa yang dia lihat kemarin.
"Mas, ini tidak bisa di biar kan. Istri tua itu tidak boleh di biar kan masuk ke kantor, bisa kacau semua nya jika dia datang ke kantor!" Miranda berkata dengan kesal pada Bayu.
Mendadak kepala Bayu semakin sakit mendengar semua itu, dia yang tadi berniat ingin beristirahat malah tidak bisa beristirahat karena pusing memikirkan nasib nya ke depan.
"Aku gak mau tahu ya mas, pokok nya besok kamu harus usir istri tua kamu itu dari kantor. Jika dia tetap di sana, maka semua nya akan kalau!" Miranda berkata pada Bayu.
"Bayu, mana uang untuk ibu? Seharusnya tanggal ini kamu sudah transfer uang untuk ibu?" Bu Tuti menadah kan tangan nya pada sang putra.
"Bu, rekening aku lagi tidak bisa di gunakan. Aku juga tidak pegang uang tunai, jadi besok saja setelah selesai semua urusan nya, aku baru kirim uang nya sama ibu!" Bayu berjanji pada ibu nya.
"Kamu gimana sih? Udah ngasih nya telat lagi, maa ibu mau arisan!" Bu Tuti mengomeli putra sulung nya.
"Bu, kemarin Vira ada bahas masalah pernikahan aku sama Miranda gak ketika ibu menemui nya?" Tanya Bayu pada ibu nya.
"Gak tuh, cuma dia bilang dia mau kerja aja. Kan anak - anak udah besar semua!" Bu Tuti berkata sambil menggeleng kan kepala nya.
"Kamu kenapa sih mas? Kok kelihatan tegang banget? Udah lah, gak usah kamu fikirin tentang istri muda kamu itu. Kalau dia tidak terima dengan pernikahan kita ya tinggal cerai kan saja dia!" Miranda berkata dengan enteng nya.
"Miranda, jika saja kamu tahu bahwa perusahan adalah milik orang tua nya Vira, maka kau sudah pasti akan terkena serangan jantung!" Bayu membatin di dalam hati.
"Mas, gimana jika mbak Vira tahu, habis lah kita!" Raya tampak sangat cemas.
"Sudah lah, jangan khawatir. Vira tidak akan tahu semua itu, lagian kan kalau dia tahu dia tidak akan bisa melakukan apapun. Kalian ingat kan, bagai mana dia menentang orang tua nya untuk menikah dengan ku dulu!" Bayu dengan kercayq diri nya mengatakan bahwa Vira tidak akan bisa menyakiti mereka.
Sementara itu Vira yang masih sibuk di kantor nya mendapat kan pesan dari Tedi, pesan yang isi nya memberi tahu Vira bahwa Bayu dan Miranda sudah tiba di rumah bu Tuti.
(Bu Vira, saat ini Pak Bayu dan Miranda sudah kembali Mereka berada di rumah ibu nya. Ini bukti nya) Tedi mengirim kan pesan beserta sebuah foto Bayu dan Miranda yang sedang menyeret koper nya masing - masing.
(Terima kasih banyak Ted, atas informasi nya) Vira mengirim kan pesan balasan pada Tedi.
(Sama - sama bu) Tedi membalas pesan Vira.
"Mas, rupa nya kau batal berbulan madu dengan gundik mu itu. Bagai mana mas, enak menjadi gembel di negeri orang!" Vira tampak tersenyum lebar.
Tiba - tiba saja Vira teringat dengan orang tua nya, Vira ingin sekali menceritakan semua nya pada mereka. Tapi Vira malu, dulu Vira yang memaksa orang tua nya untuk merestui pernikahan nya dengan Bayu. Kini laki - laki yang dia bela mati - matian di depan orang tua nya malah mengkhianati diri nya.
"Papa, Mama, maafkan Vira ma. Mungkin ini karma untuk Vira yang tidak mau mendengar kan kata - kata kalian!" Tidak terasa butiran bening mengalir begitu saja dari sudut mata nya.
Vira ingin sekali mencurahkan perasan nya pada orang tua nya, memeluk mereka dengan erat. Tapi dia tidak memilik keberanian untuk bertemu dengan mereka, dulu Vira yang memaksa orang tua nya untuk merestui diri nya dan juga Bayu.
"Mama, Papa, Vira kangen kalian. Maaf kan Vira ma, pa!" Vira kembali terisak saat dia teringat bagai mana dia memaksa orang tua nya dulu agar memberikan restu pada mereka.
Tiba - tiba Vira teringat bahwa ini sudah waktu nya si kembar pulang sekolah, karena kesedihan nya dia sampai lupa anak nya belum di jemput.
"Ya Allah, ini sudah waktu nya jemput anak - anak!" Vira bergegas pergi untuk menjemput anak - anak nya.
Jalanan yang macet membuat Vira menghabis kan waktu lebih lama untuk tiba di sekolahan anak - anak nya, ketika dia tiba di sana keadaan sekolah sudah sepi. Vira tidak menemukan kedua anak nya di sana, seketika dia menjadi cemas.
"Pak, apakah bapak melihat anak saya? Si kembar Queen dan Dimas?" Tanya Vira pada seorang satpam yang masih berada di sana.
"Tadi mereka sudah di jemput bu!" Jawab pak Satpam itu.
"Siapa yang menjemput mereka pak?" Tanya Vira dengan cemas.
"Saya tidak tahu bu, dia adalah seorang wanita yang sudah agak tua, saya tidak mengenal nya!" Satpam itu berkata pada Vira.
Seketika Vira merasakan lutut nya menjadi lemas, anak - anak nya di bawa oleh orang yang tidak di kenal. Vira tidak tahu kemana dia akan mencari anak - anak nya.
yg di maksut vira itu... bukan mngembalikan posisimu jdi ceo... tpi mngembaliknmu ke stelan awal... di mna saat km msih jdi karyawan biasa🤣🤣
ya bgitu saja vira biar km bisa terus di manfaat kan bayu.
tak Kira teges ternyata ah sudah lah.
lagian.... jdi org g brsyukur... dpt istri baik... cantik... kaya.... derajatmu di angkat.... eeee pke belagu nmbah istri...😅😅😅