NovelToon NovelToon
Istriku Ratu Iblis Dunia Murim

Istriku Ratu Iblis Dunia Murim

Status: tamat
Genre:Sistem / Mafia / Time Travel / Cintapertama / Tamat
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: PENALIAR

Kang Yun-seo, seorang pemuda biasa dari dunia modern yang doyan main game, tiba-tiba terbangun di dunia Murim yang penuh intrik dan seni bela diri. Ia dipanggil oleh Hwang Yehwa, ratu iblis yang sekarat akibat pengkhianatan, dan kini kehilangan kekuatannya, berubah wujud menjadi manusia biasa. Untuk bertahan di wilayah manusia yang memusuhi iblis, Yun-seo harus berpura-pura sebagai suaminya. Dengan pengetahuan modernnya, Yun-seo beradaptasi di akademi pedang, menghadapi turnamen, konspirasi gelap, dan bangkitnya kekuatan iblis, sambil menumbuhkan ikatan tak terduga dengan ratu dingin itu. Sebuah kisah isekai penuh aksi, komedi, dan romansa di antara dua dunia yang bertabrakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PENALIAR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28: TANTANGAN

Matahari baru saja muncul di ufuk timur saat lima sosok berdiri di depan gerbang benteng Lembah Iblis.

Yun-seo merasakan jantungnya berdebar kencang. Di sampingnya, Yehwa berdiri tegak dengan Pedang Naga Iblis terhunus. Seo Jung-won di sisi lain, Mahkota Naga Iblis di kepalanya memancarkan aura dingin. Hwang Cheol-soo di belakang, dengan jubah tetua yang berkibar meski tanpa angin. Dan Cheol-soo—pemuda ceria itu—memegang erat kotak bom apinya, berusaha terlihat berani meski lututnya gemetar.

Penjaga benteng melihat mereka. Teriakan peringatan menggema. Dalam hitungan menit, puluhan iblis berkumpul di atas tembok, busur terarah, pedang terhunus.

"BERHENTI DI SANA ATAU KAMI PANAH!" teriak seorang komandan iblis.

Yehwa melangkah maju. Suaranya lantang, penuh wibawa, menggema di seluruh lembah.

"AKU HWANG YEHWA, RATU DINASTI IBLIS SURGAWI! PANGGIL LILIAN, PENGKHIANAT ITU, UNTUK MENGHADAP KU!"

Para iblis di tembok terkejut. Beberapa mundur, beberapa berbisik. Nama ratu iblis masih berarti, bahkan setelah pengkhianatan.

Beberapa menit kemudian, gerbang benteng terbuka. Lilian keluar, ditemani dua lusin pengawal elit. Wajahnya dingin, tapi matanya menunjukkan keterkejutan.

"Kau... hidup?" Lilian mengernyit. "Dan kau bawa serta manusia?"

"Aku datang untuk mengambil pusaka terakhir, Lilian." Yehwa mengangkat pedangnya. "Serahkan Mahkota Kegelapan, atau kau akan mati di sini."

Lilian tertawa—tawa sinis, penuh ejekan. "Kau pikir dengan enam pusaka kau bisa lawan aku? Lihat sekeliling, ratu palsu. Ribuan prajurit siap membantaimu."

Yehwa tersenyum. "Aku tidak butuh lawan prajuritmu. Aku hanya butuh lawan kau."

Lilian mengangkat alis. "Maksudmu?"

"DUEL! SATU LAWAN SATU!" teriak Yehwa. "Kalau kau menang, semua pusaka ini jadi milikmu. Kalau aku menang, Mahkota Kegelapan jadi milikku."

Para iblis di tembok bergumam. Duel ratu—tradisi kuno bangsa iblis untuk menyelesaikan sengketa kepemimpinan. Tidak ada yang bisa menolak tantangan ini tanpa kehilangan muka.

Lilian diam. Ia mempertimbangkan. Di satu sisi, duel berisiko. Di sisi lain, menolak tantangan akan membuatnya terlihat lemah di mata prajuritnya.

"Aku terima," katanya akhirnya. "Tapi dengan syarat—duel sampai mati."

Yehwa mengangguk. "Setuju."

---

Lingkaran duel digambar di tanah lapang di depan benteng.

Ribuan iblis berkumpul di sekeliling, menyaksikan. Yun-seo dan yang lain berdiri di pinggir, tidak bisa ikut campur. Ini tradisi—duel ratu harus disaksikan, tidak boleh diganggu.

Yehwa dan Lilian berdiri di tengah lingkaran, berjarak sepuluh langkah. Keduanya sudah mengenakan perlengkapan tempur terbaik—Yehwa dengan Mahkota Iblis di kepala, Pedang Naga Iblis di tangan, Baju Zirah Iblis di tubuh. Lilian dengan Mahkota Kegelapan—mahkota hitam dengan batu merah di dahi—dan pedang panjang berkilauan.

"Duel dimulai!" teriak wasit—seorang iblis tua yang ditunjuk Lilian.

Lilian menyerang lebih dulu. Cepat, seperti kilat. Pedangnya menyambar leher Yehwa.

Yehwa menangkis. BRAK! Benturan pedang memercikkan api.

Serangan kedua, ketiga, keempat—Lilian terus menekan. Gerakannya cepat, mematikan, tanpa ampun. Yehwa bertahan, mundur beberapa langkah.

"Kau melemah!" ejek Lilian. "15% kekuatan? Kau pikir cukup?"

Yehwa tersenyum. "Siapa bilang cuma 15%?"

Tiba-tiba, Mahkota Iblis di kepalanya bersinar. Pedang Naga Iblis menyala merah. Yehwa menyerang balik—satu tebasan dahsyat yang membuat Lilian terpental.

"Apa?!" Lilian terkejut. "Kau punya 50%?!"

"Lima puluh persen dari kekuatanku masih lebih dari cukup untuk mengalahkan pengkhianat sepertimu." Yehwa maju, terus menekan.

Pertarungan berlangsung sengit. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama cepat. Lingkaran duel dipenuhi api dan bayangan. Para iblis penonton tercengang—mereka tidak pernah melihat pertarungan level ini.

Yun-seo menyaksikan dengan jantung berdebar. Setiap kali Yehwa hampir kena, ia menahan napas. Setiap kali Yehwa menyerang, ia bersorak dalam hati.

Cheol-soo gemetar. "Hyung... ini... ini keren banget..."

"Tahan, Cheol-soo. Belum selesai."

---

Satu jam berlalu. Keduanya mulai kelelahan.

Yehwa terluka di lengan kiri—darah mengalir. Lilian terluka di pinggang—pedangnya nyaris menembus. Tapi tidak ada yang menyerah.

Lilian mundur, mengatur napas. Matanya menyipit.

"Aku akui, kau lebih kuat dari dugaanku." Ia menyeringai. "Tapi lihat ini."

Ia mengangkat Mahkota Kegelapan. Batu merah di dahi mahkota itu bersinar—tidak seperti biasanya. Dari dalam mahkota, energi hitam keluar, menyelimuti tubuh Lilian.

"Apa yang kau lakukan?!" teriak Yehwa.

"Mahkota ini bukan hanya pusaka. Ia juga... senjata terakhir." Lilian tertawa. "Dengan mengorbankan setengah umurku, aku bisa mendapatkan kekuatan sepuluh kali lipat—untuk satu serangan."

Yehwa membeku. Sepuluh kali lipat? Dengan kekuatan Lilian yang sudah sebanding dengannya, itu bisa fatal.

Lilian melompat, pedangnya menyala hitam. Serangan itu—jika kena—akan membunuh Yehwa.

Tapi sebelum serangan itu tiba, sesosok tubuh melesat masuk ke lingkaran.

Yun-seo.

Ia berdiri di depan Yehwa, Tombak Seribu Jiwa terangkat. Serangan Lilian menghantam tombak itu—DUAR!—ledakan dahsyat mengguncang lembah.

Asap hilang. Yun-seo masih berdiri, meski lututnya gemetar. Tombak Seribu Jiwa di tangannya bersinar terang—menyerap energi serangan Lilian.

"A-Apa?!" Lilian terkejut. "Kau manusia berani campuri duel?!"

Yun-seo tersenyum—meski bibirnya berdarah. "Aku bukan manusia biasa. Aku keturunan Kaisar Iblis."

Lilian membeku. "Tidak mungkin..."

"Cincin Kekaisaran memilihku. Tombak Seribu Jiwa mengakuiku. Aku pewaris Kaisar Jin."

Para iblis penonton gempar. Nama Kaisar Jin—legenda—hidup kembali dalam diri manusia ini.

Yehwa bangkit, berdiri di samping Yun-seo. "Dia suamiku. Dan kami akan bertarung bersama."

Lilian mundur selangkah. Untuk pertama kalinya, ketakutan terlihat di matanya.

Tapi ia tidak punya pilihan. Ia berteriak pada pasukannya.

"SERBU! BUNUH MEREKA SEMUA!"

Ribuan iblis bergerak. Tapi sebelum mereka maju, suara menggema dari belakang.

"BERHENTI!"

Hwang Cheol-soo melangkah maju. Di tangannya, sebuah benda bersinar—tanduk kuno.

"Tanduk Panggilan!" seru seorang iblis tua. "Itu bisa memanggil—"

Suara tanduk itu berbunyi. Nada rendah, dalam, menggema hingga ke seluruh lembah.

Dari balik bukit, ribuan bayangan muncul. Iblis-iblis tua, bersenjata lengkap, dengan spanduk Dinasti Iblis yang sudah lama hilang.

"Pasukan setia Dinasti Iblis!" teriak Hwang Cheol-soo. "Mereka bersembunyi selama 500 tahun, menunggu saat ini!"

Lilian pucat. Pasukannya ragu—mereka melihat pasukan lawan yang tidak kalah banyak.

Yehwa mengangkat pedangnya. "PRAJURIT DINASTI IBLIS! HARI INI KITA REBUT KEMBALI TAHTA! BUNUH PENGKHIANAT!"

Perang pun pecah.

---

1
Amiera Syaqilla
hello author😄
Q. Zlatan Ibrahim: halo juga terimalasih sudah mampir
total 1 replies
Manusia Biasa
emang manusia kadang lebih dari iblis
Q. Zlatan Ibrahim: seringkali
total 1 replies
Manusia Biasa
wkwkw ngakak gua baca sandiwaranya, lucu🗿😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!