NovelToon NovelToon
Di Ulang Tahun Ke-35

Di Ulang Tahun Ke-35

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ama Apr

Di malam ulang tahun suaminya yang ke tiga puluh lima, Zhea datang ke kantor Zavier untuk memberikan kejutan.

Kue di tangan. Senyum di bibir. Cinta memenuhi dadanya.

Tapi saat pintu ruangan itu terbuka perlahan, semua runtuh dalam sekejap mata.

Suaminya ... lelaki yang ia percaya dan ia cintai selama ini, sedang meniduri sekretarisnya sendiri di atas meja kerja.

Kue itu jatuh. Hati Zhea porak-poranda.

Malam itu, Zhea tak hanya kehilangan suami. Tapi kehilangan separuh dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Keheningan menggantung lama setelah teriakan membahana dari Soni Dinata dan berakhirnya video menjijikan itu.

Tak ada yang bergerak. Hanya suara detik jam dinding yang terdengar jelas, seperti menandai tiap detak dari hati yang remuk satu per satu.

Rindu menatap kosong ke layar, lalu ke arah putranya. "Zavier ..." suaranya serak, bergetar. "Kamu ... kamu benar-benar ..." Kalimat itu tak selesai. Air mata jatuh membasahi pipinya. "Ya Allah, Zavier ... apa yang kamu lakukan?!" Suara Rindu pecah, lekas memeluk suaminya yang sudah berdiri dengan wajah penuh amarah.

Zavier masih terpaku. Wajahnya pucat, matanya memerah, tapi tak ada kata yang keluar. Ia menunduk, seolah ingin lenyap dari pandangan semua orang di ruangan itu.

"Kalian berdua menjijikan!" Arin angkat bicara sembari melemparkan bantal sofa ke arah Zavier dan Elara.

Soni yang sudah berdiri, bergerak cepat menghampiri putranya dan tanpa aba-aba ... ia langsung melayangkan tangan ke pipi Zavier. "Dasar lelaki brengsek! Memalukan!" Suaranya menggelegar. "Sejak kapan kau dan wanita murahan ini berzina?!" Telunjuk Soni mengacung tepat ke wajah Elara yang menunduk tak berkutik. Seluruh tubuh wanita itu bergetar hebat. "Jawab Zavier! Jangan diam saja!" Hardikan demi hardikan keluar dari bibir Soni Dinata.

Zavier mengangkat wajah, air matanya mulai jatuh. "Pa, aku ... aku bisa jelas-"

"Jelaskan apa?!" potong Soni keras. "Video itu sudah cukup jelas! Papa tidak butuh penjelasanmu tentang video itu. Yang Papa butuhkan, sejak kapan kau berselingkuh?!"

Arin bangkit, mengambil jus jeruk dan menyiramkannya ke wajah Elara sambil berteriak emosi. "Dasar pelakor! Wanita murahan! Ternyata firasatku selama ini benar! Kalau kau dan Zavier punya hubungan! Kalian berdua menjijikan! Mirip binatang!"

Elara hanya mampu mengusap wajahnya yang basah oleh jus jeruk. Dia tak berani melawan sama sekali. Meski hatinya penuh emosi.

Siraman jus itu tidak hanya dari Elara, tapi Rindu pun ikut melakukannya. "Sejak kapan kau berzina dengan Zavier?!" jerit Rindu hampir hilang kendali, tangannya sudah hampir melayang ke rambut panjang Elara, namun keburu dicegah oleh Zavier.

"Mama cukup! Tolong jangan aniaya Elara!"

"Kau membela pelakor ini?!" geram Rindu sambil melayangkan tamparan ke pipi kiri Zavier. Kini, kedua pipi Zavier sudah kena tampar dari kedua orang tuanya.

"Bu Rindu cukup! Jangan tampar Mas Zavier lagi." Elara membuka suara sambil memeluk lengan Zavier. "Saya dan Mas Zavier sudah menjalin hubungan sejak satu tahun yang lalu ... dan kami tidak berzina, kami saling mencintai," ujar Elara tanpa rasa malu dan juga rasa bersalah sedikit pun. Padahal di situ ada Zhea yang tersentak mendengar pengakuan simpanan suaminya itu.

"Dasar wanita gila!" Arin maju dan berhasil menjambak rambut panjang Elara. "Kau benar-benar tidak punya malu! Meskipun saling mencintai, tapi tetap saja kau berzina, pelacur!" Arin murka, tangannya terus menjambaki rambut Elara.

"Arin lepaskan! Cukup!" Dengan sekuat tenaga, Zavier mendorong tubuh adiknya hingga jambakan itu terlepas dan Arin jatuh terjerembab ke lantai.

"Zavier!" Soni membentak, buru-buru menghampiri putri bungsunya dan membantu Arin berdiri lagi. "Berani sekali kamu berbuat kasar kepada adikmu sendiri demi membela wanita menjijikan ini!" Teriakan demi teriakan terus saling bersahutan dari kedua orang tua Zavier dan juga Arin, karena Zavier yang terus membela Elara.

Sementara Zhea ... hanya duduk, menyaksikan pertengkaran dahsyat itu dengan hati yang sudah sepenuhnya hancur.

Saking sakit hati dan kecewanya ... air mata Zhea sama sekali tidak keluar.

Pengakuan demi pengakuan dari Elara membuat hatinya benar-benar porak poranda.

Terlebih lagi melihat suaminya yang benar-benar tak peduli padanya. Seolah Zhea tak ada di ruangan itu.

"Satu tahun kau khianati aku, Zavier. Dan satu tahun itu pula ... kau berhasil menyembunyikan hubungan terlarangmu dengan wanita menjijikan ini." Setelah membatin getir, Zhea bangkit dari tempatnya. Berjalan santai meninggalkan ruang tengah yang masih dipenuhi teriakan membahana dari keluarga suaminya.

Zhea pergi ke kamar mandi, mengambil seember air lalu ia memasukkan sampah basah yang terdiri dari tulang-tulang ayam, cangkang telur, sayuran sisa yang sudah basi dan masih banyak lagi yang lainnya.

Zhea mengaduk-aduk semuanya menggunakan spatula. Lalu setelah itu, ia membawa ember itu ke ruang tengah. "Sempurna," desisnya melihat Zavier sedang memeluk Elara karena terus dipukuli oleh Rindu dan Arin.

Tanpa banyak menunggu, Zhea langsung menghampiri keduanya dan menyiramkan air berbau tak sedap itu ke tubuh Zavier dan Elara.

Seketika ... suasana menjadi hening. Cerocosan Rindu dan Arin sontak berhenti, begitu juga dengan amukan membahana dari Soni Dinata.

"Z-Zhea ..." Mereka bertiga membeo tak percaya.

Sedangkan Zavier dan Elara hanya mampu melebarkan mata.

"Itu adalah hadiah spesialku untukmu dan juga selingkuhanmu, Zavier. Kalian berdua pasangan yang sangat serasi. Sama-sama hyper. Sama-sama menjijikan. Silakan lanjutkan hubungan kalian berdua. Selamat tinggal, Zavierl! Secepatnya ... aku akan mendaftarkan gugatan ke pengadilan agama." Usai mengatakan itu, Zhea meletakkan ember kosong itu ke kepala Elara, lalu memukul pantat ember itu dengan sangat keras. "Silakan ambil sampahku, Elara!" Lalu tanpa diduga, ia menendang selangkangan Zavier hingga lelaki itu terjerembab sambil mengaduh memegangi pusakanya.

Kedua mertuanya dan adik iparnya sampai melongo tak percaya.

Dengan langkah elegan, Zhea beranjak menaiki tangga, meninggalkan kekacauan itu.

Namun baru menginjak undakan tangga yang ketiga, keluarlah suara teriakan dari Zavier. "Silakan gugat cerai aku! Tapi ingat, Zhea ... kamu tidak akan pernah mendapatkan harta gono-gini sepeser pun! Dan kamu juga harus keluar dari rumah ini!"

"Zavier!" Itu bukanlah suara Zhea, melainkan bentakan dari Rindu. "Dasar anak tidak tahu diri!" Wanita berambut bondol itu menoyor kepala anak sulungnya dengan keras. "Kamu yang seharusnya keluar dari rumah ini!" Lengkingan itu memekakkan telinga. "Apa kamu lupa, hah?! Rumah ini sudah atas nama Zhea. Rumah ini milik istri kamu! Dan untuk harta gono-gini ... jika kamu tidak mau memberikannya, biar Mama dan Papa yang aka memberikannya!"

Zavier ternganga, begitu pun Elara yang baru saja melepaskan ember dari kepalanya.

Di undakan tangga ketiga, Zhea tersenyum pahit, namun juga puas. "Akulah yang menang, Zavier. Kau yang menangis dan aku tertawa. Meski tawaku dibarengi dengan air mata, tapi itu tidak masalah. Aku lega ... karena keluargamu memilih membelaku. Selamat menempuh nerakamu, Zavier Dinata." Zhea membalik badan, dan melanjutkan langkahnya untuk menghampiri putrinya, mengemasi barang karena besok pagi, ia akan pulang ke rumah ibunya. Rumah yang dulu ia tinggalkan demi baktinya pada sang suami.

Tapi kini, bakti itu sudah usai. Rumah tangganya sebentar lagi akan berakhir di pengadilan agama.

"Zheaa! Tunggu ...!" Zavier berlari mengejar istrinya.

Elara pun berniat mengejar, namun dengan cepat, Arin menarik pergelangan tangan wanita berkemeja merah muda itu. "Mau ke mana lo, pelacur?! Pergi sana! Keluar dari rumah ini! Lo bau busuk! Menjijikan!"

"Lepasin, Rin! Saya mau mengejar Mas Zavier! Saya takut dia dianiaya oleh Zhea!" jerit Elara sambil berontak.

"Biarkan saja anak memalukan itu dianiaya oleh istrinya. Pergi kau! Jangan pernah menampakkan wajahmu di depan kami lagi! Keluar!" Rindu mendorong tubuh Elara hingga gadis itu terjatuh ke lantai.

"Saya tidak akan pergi! Saya akan menunggu Mas Zavier di sini!" Elara berdiri dengan berani.

"Dasar wanita nggak punya malu!" Soni menghardik keras. "Baiklah ... jika kau tak mau pergi, berarti bersiaplah untuk diseret oleh polisi!" gertaknya dan membuat Elara menegang, panik dan langsung mundur ke belakang.

"Pergi sekarang juga dari rumah ini! Pergiiii ...!" Lengkingan nyaring dari Rindu berhasil membuat Elara ketakutan setengah mati.

Dia memutar badan, dan langsung mengambil langkah seribu.

"Pa ... Arin ... sebentar lagi kita akan kehilangan Zhea ..." Rindu jatuh ambruk, bersimpuh dengan berlinang air mata.

"Ini semua gara-gara lelaki tukang selingkuh itu! Aku benci dia, Ma. Aku benci Kakakku ..." Arin ikut bersimpuh sambil memeluk ibunya.

Soni sebagai kepala keluarga, berjongkok dan memeluk anak dan istrinya.

"Zhea tunggu!" Zavier berhasil meraih pergelangan tangan Zhea, namun dengan cepat, Zhea berhasil menepisnya.

"Jangan sentuh aku lagi, Zavier! Aku jijik! Aku benci kamu!" Tepat di depan pintu kamar mereka, Zhea berteriak murka.

"Aku juga tak sudi menyentuhmu lagi, Zhea!" balas Zavier angkuh. "Aku hanya ingin mengatakan ... jika kau bercerai denganku ... jangan harap aku akan menafkahi Zheza!"

Zhea tertawa hambar. "Terserah! Aku juga tidak akan menuntut nafkah darimu, bajingan!"

"Baguslah. Selamat menjadi janda dan orang tua tunggal. Aku tidak yakin kau akan punya pendamping hidup lagi. Melihat penampilanmu yang gendut, jarang berdandan dan tidak bisa memuaskan di ranjang ... sepertinya tidak akan ada lelaki yang mau menikahimu! Kau akan menjadi janda seumur hidupmu, Zhea. Kau akan sendirian selamanya-"

Pipi kiri Zavier terlempar ke sebelah kiri, lalu disusul oleh pipi kanannya. "KAU!" Zavier menudingkan telunjuk kanannya ke wajah Zhea, sementara tangan kirinya memegangi pipi yang berdenyut nyeri.

"Tamparan itu tidak ada apa-apanya dengan rasa sakit yang kau berikan kepadaku, pecundang. Silakan doakan aku sesuka hatimu ... tapi ingatlah olehmu, pengkhianat! Doa buruk itu akan kembali kepadamu!"

1
🥰Ary Ambar Kurniasari Surya🥰
sukurin, jangan ad yg menolong, itu balasan unt elara yg sdh merusak smua kebahagiaan anak kecil yg msh butuh kasih sayang ayahnya, siksa lebih lagi van, bikin cerita yg lbh psiko lg thor unt perempuan licik, jahat, bengis dan tak tau dr spt elara it thor, hrsnya ibuknya jg dijadikan placur
Eka Novariani
setuju
nunik rahyuni
mudah mudahan lekas taubat dan ada yg menolong entahnorg afrika itu kah yg mau membeli dan memelihara untuk pribadi..itu lebih baik dr pd di tangan revan
Eka Novariani
sedih banget masa lalu Revan... sekarang terima lah nasibmu Elara hanya Tuhan yang bisa menolongmu..
Lee Mbaa Young
elara blm nyadar ya pdhl karma nya smp adiknya jd korban.
Les Tary
Revan bener" kejam sakit hatinya sama elara...elena ga tahu apa" ikut dijual
Lisna Saris
mending elena di matikan saja deh Thor bukan benci tapa nda tega anak gadis baik baik yg berjuang menyelamatkan hidupnya dari kerakusan orang tuanya malah menderita menerima Karama yg bukan dari dosa yg dia lakukan,dan maga Revan dapat karma yg lebih pedih karena telah menghancurkan banyak anak gadis orang,
Dwi Haznay: Iya, kasihan Elena, ngga ngerti apa2 ikut nanggung kesalahan kakaknya
total 2 replies
Queenfans Angelfans
malas baca kalo soal ttg elara sama si revan ini
Queenfans Angelfans: bacanya ada rasa gk teganya aku Thor meski sejahat apapun org itu
total 2 replies
Nolis Karmini
kalau sampe titik ini kamu belum sadar juga...maka selama nya kemalangan akan menimpamu...sadarlah meskipun terlambat
Ama Apr: betul kk
total 1 replies
Lisna Saris
sayangnya adiknya yg ngga salah apa apa juga jadi korban
Ama Apr: begitulah hukum alam
total 1 replies
Lisna Saris
plot twist nya wow sekali Thor, padahal yg kukira elena jadi wanitanya Revan eh taunya......
Ama Apr: Hhe, soalnya klo jd budak nafsu Revan. Kurang pas balasannya. Dia nggak akan menderita
total 1 replies
Jojon sanjaya1
/Smile/
nunik rahyuni
g bisa berkata kata karna karma menuju
jalanya
nunik rahyuni: betul..apa yg di tanam itu yg akan di petik..
jd ya.....nikmati ae
total 2 replies
Yuli Yulianti
kasian juga kamu elara semoga kamu bisa pergi dari sana
Ama Apr: semoga dia sadar
total 1 replies
zahrahaifa
mampooosss.... inget tuh kata2 revan... lu bakalan jd pecun ampe mati.... udeh gitu dengan pede nya mo godain nathan... cuuuiiihh😒😒
Ama Apr: bener banget. Biarlah dia menderita. Dia sudah terlalu jahat menghancurkan kehidupan wanita lain
total 1 replies
Les Tary
nasibmu tragis elara..kasihan juga
Ama Apr: biarin lah kk dia jahat
total 1 replies
Haryati Atik Atik
Harusnya kamu sadar krna sudah menyakiti hati org kamu terlalu tamak skrg lihat jgnkan mau bls dendam ke zhea dgn mengambil Nathan nasib kamu sendiri sgt miris bahkan adik kamu jg jd korban nya sadar elara ini karma yg harus dibyr
Ama Apr: iya, tp s elara blum sadar juga🥲
total 1 replies
@Mita🥰
wes lanjut thor
Ama Apr: siap besok y
total 1 replies
wita salira
nah kan ini semua karma buat kamu elara atas perbuatan kamu di masa lalu..jadi sekarang kamu nikmati saja karma mu itu..
Ama Apr: tobat2
total 1 replies
Arin
Inikah balasan untuk Elara karena perbuatan nya menyakiti hati orang. Dapat balasan begitu menyakitkan dan kejam. Sampai adiknya pun kena imbasnya
Ama Apr: iya kk🥲
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!