NovelToon NovelToon
SURA Penahluk Siluman

SURA Penahluk Siluman

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Elprasco

Berada di tengah laut jawa, Pulau Koriyaksa dihuni para siluman dalam segala bentuk, dipimpin oleh siluman tanpa nama berwujud menakutkan. Akhirnya setelah 50 tahun berperang, sebuah perjanjian damai ditandatangani.
Setiap malam satu suro, bangsa manusia wajib mengirim tumbal untuk dipersembahkan pada Sang Raja.
Namun Sura mahasiswa yang terlempar ke dalam buku harus menjadi tumbal ke-100, anehnya dia justru berhasil merebut hati Sang Penguasa. WARNING! HATI-HATI DALAM MEMILIH BACAAN!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elprasco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah paham yang konyol

Logikanya seolah terbakar. Ketertarikan itu kini meledak tanpa ampun. Baginya, wujud manusia Raja jauh lebih berbahaya daripada saat menjadi siluman.

"GLEK!" Sura menelan saliva, tanpa aba-aba melangkah maju. Jarak di antara mereka terkikis dalam sekejap.

"Aku sudah siap berbagi napas denganmu, Areel."

Alisnya terangkat, sebelum Areel sempat menyahut, Sura merengkuh pinggang rampingnya, menarik tubuh mungil itu hingga menempel pada dada bidang.

"Aw!" Areel memekik pelan,

Saat mata mereka bertemu, ia melihat damba yang begitu dalam di mata Sura.

Sura langsung menyerang, memagut bibir Areel dengan ciuman yang lapar dan penuh tuntutan. Areel terkejut, tangan yang tadi berusaha menutupi diri, kini justru merambat naik, meremas bahu Sura.

Alih-alih menolak, ia justru membalas dengan desahan halus yang tertelan di antara tautan bibir mereka.

Jubah yang kebesaran itu akhirnya luruh sepenuhnya ke lantai, meninggalkan Areel dalam keadaan paling murni di hadapan Sura.

Sentuhan tangan Sura yang protektif di atas kulit lembut Areel menciptakan percikan listrik, membakar gairah keduanya.

Areel memejamkan mata, membiarkan dirinya terhanyut dalam gelombang kenikmatan. Setiap sentuhan adalah pengakuan. Dalam keheningan ruang pembatas, hanya terdengar deru napas dan penyatuan dua jiwa.

Tidak ada lagi siluman, tidak ada lagi tumbal, hanya ada dua insan yang saling mendamba dalam bara api asmara yang tak terpadamkan.

"Tunggu, sebentar. Aku tidak bisa bernafas," ucapnya menenangkan dada yang naik turun dengan cepat.

Sura berdeham, "Ehem!" mencoba menetralkan detak jantungnya yang menggila.

Dengan ekspresi yang mendadak serius, bahkan cenderung polos, ia menatap Areel lekat-lekat.

"Jadi..." suara Sura memecah kesunyian. "Bagaimana? Apa tubuhku sudah menyerap energi sihirmu?"

Areel mengedipkan mata, dan mengerutkan kening, mencoba mencerna pertanyaan di tengah sisa gairah yang masih menyelimuti benaknya. "Apa... apa maksudmu?"

Sura menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, tampak sedikit tidak sabar. "Tadi kamu bilang... untuk belajar sihir kita harus berbagi nafas. Aku pikir dengan melakukannya tadi, aliran mana darimu akan berpindah ke tubuhku."

DUAR!

Suasana yang tadi berbunga-bunga mendadak berubah kaku. Hening kali ini terasa tidak nyaman. Areel terpaku, mulutnya sedikit terbuka, menatap Sura.

"Tunggu!" suara Areel meninggi satu oktav. "Jangan bilang... kamu melakukan semua ini, menyerangku dengan ciuman seperti tadi, hanya karena kamu mengira itu adalah bagian dari latihan sihir?!"

Sura mengangguk mantap. "Tentu saja. Bukankah kamu yang bilang sendiri?

DUK!

Satu injakan keras mendarat di kaki Sura. Pria itu meringis kesakitan, reflek mengangkat kaki kirinya yang terasa berdenyut.

"DASAR BODOH! MESUM! TOLOL!" Areel berteriak, wajah yang tadi merona karena malu kini berubah merah padam karena amarah.

"Ternyata kamu melakukan semua ini hanya karena salah paham yang konyol?!" Areel menghujani cubitan keras ke tubuh Sura.

"A-aduh! Sakit, Areel! Kenapa kamu marah?" Sura membela diri dengan wajah bingung.

"Dengarkan aku, dasar manusia tidak berotak!" Areel merepet, telunjuk mungilnya menusuk-nusuk dada Sura. "Berbagi napas dalam ilmu sihir itu artinya melakukan meditasi sinkronisasi di satu ruangan yang sama, menyelaraskan ritme paru-paru dalam frekuensi mana yang setara! Bukan saling melahap bibir seperti tadi!"

Areel mendengus kasar, mengambil kembali jubah kebesarannya guna menutupi tubuh, merasa harga dirinya telah jatuh ke titik terendah.

Ingin rasanya menghilang dari muka bumi saat menyadari bahwa momen romantis tadi didasari oleh kebodohan Sura.

"Cepat keluarkan aku dari sini, sekarang juga!" perintah Areel tidak bisa dibantah.

"Tapi---"

"Jangan banyak omong! Cepat keluarkan aku!" imbuh Areel memotong ucapan sembari melotot tajam.

"Bukankah kamu mau belajar sihir?! Aku tidak bisa mengeluarkan sihirku dalam wujud manusia lemah seperti ini!"

"Miasma di luar sana adalah sumber kekuatanku!"

Sura hanya bisa terdiam, menciut di bawah amukan Areel yang tampak lebih menakutkan daripada siluman mana pun, meski wujudnya hanyalah seorang gadis cantik.

1
Elprasco
Silahkan tinggalkan jejak di sini😍
sutimh
biji yang mana nih🤣
Giska
jd gini asal usul nama kelelawar🤣
Giska
Cerita seru bikin ketagihan bacanya/Drool/
penulis hiatus
🤣biar ga nyangkut jd rambutnya dipotong
Lili
Seru thor😍
Lili
😍dapat rejeki banyak kalau gini
Ruby
💪Gacor banget si Sura😍🤣
Ruby
Cerita bertransmigrasi ke buku/Smile//Heart/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!