NovelToon NovelToon
Takdir Abadi: Dua Jiwa, Satu Jalan Pedang

Takdir Abadi: Dua Jiwa, Satu Jalan Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seorang murid sekte luar yang dianggap tidak berguna karena memiliki "Akar Spiritual Terkutuk" tanpa sengaja membangkitkan jiwa seorang jenius dari era kuno yang terperangkap dalam artefak misterius. Bersama, mereka merintis teknik kultivasi kuno yang membutuhkan perpaduan dua elemen yang saling bertentangan, menuntut mereka untuk menyatukan kekuatan dan hati

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Rahasia Lembah Tanpa Nama

​Langkah kaki Xiao Ling sangat ringan, seolah itu tidak menginjak tanah melainkan menari di atas dedaunan kering. Li Jian, yang separuh tubuhnya bertumpu pada bahu kecil gadis itu, merasa setiap guncangan bagaikan palu yang menghantam meridiannya yang retak. Kesadarannya timbul tenggelam antara rasa sakit yang membakar dan dinginnya aliran Qi dari buah yang baru saja ia makan.

​Mereka melewati dinding tebing yang tertutup lumut tebal dan tanaman merambat yang menjuntai seperti tirai raksasa. Xiao Ling menyingkap tirai tanaman itu, menyingkap sebuah celah sempit yang hanya muat untuk satu setengah orang.

​Di balik celah itu, pemandangan berubah drastis.

​Sebuah lembah kecil yang tersembunyi muncul di hadapan mereka. Udara di sini tidak berbau amis seperti hutan di luar, melainkan harum bunga-bunga liar dan aroma tanah basah yang menenangkan. Sebuah pondok kayu kecil berdiri di tepi telaga air jernih yang memancarkan pendaran cahaya biru pucat di bawah sinar bulan.

​"Selamat datang di Lembah Tanpa Nama," bisik Xiao Ling, membantu Li Jian duduk bersandar di sebuah pohon besar dekat telaga. "Formasi alami di sini mengacaukan indra spiritual. Bahkan jika Tetua Utama itu terbang tepat di atas kita, dia hanya akan melihat hutan lebat tanpa akhir."

​Li Jian terengah-engah, keringat dingin membasahi wajahnya yang pucat. Ia menatap telaga biru itu. Cahayanya terasa sangat akrab... sangat mirip dengan aura Gerhana.

​"Bocah... telaga ini... ini adalah Mata Air Es Sejati," suara Yueyin tiba-tiba menggema, sedikit lebih kuat dari sebelumnya. "Ada urat mineral Netherworld di dasar telaga itu. Itulah sebabnya gadis ini bisa menyembunyikan diri dari indra Bina Pondasi. Dia bukan sekadar pengumpul herbal biasa."

​Li Jian melirik Xiao Ling yang sedang sibuk menumbuk dedaunan di atas batu datar. "Kau tahu siapa yang mengejarku," ucap Li Jian, suaranya masih serak. "Membantu buronan Sekte Pedang Awan adalah hukuman mati. Apa yang kau inginkan dariku, Xiao Ling?"

​Gadis itu berhenti menumbuk. Ia menatap Li Jian dengan tatapan yang jauh lebih dewasa dari usianya. "Aku tidak butuh emasmu, Tuan Muda. Aku butuh seseorang yang cukup gila untuk masuk ke Makam Pedang Terlarang di pusat pegunungan ini."

​Li Jian mengerutkan dahi. Makam Pedang Terlarang adalah tempat legenda yang konon berisi ribuan senjata terkutuk dan dijaga oleh roh-roh pedang yang haus darah.

​"Kenapa aku?"

​"Karena pedang hitammu," jawab Xiao Ling, menunjuk Gerhana yang tergeletak di samping Li Jian. "Aku melihatmu membunuh tiga orang di hutan tadi sebelum kau pingsan. Pedangmu tidak memotong daging, ia memakan jiwa dan membekukan takdir. Hanya pedang seperti itu yang bisa membuka gerbang Makam."

​Li Jian terdiam. Ia merasakan denyut dari giok hitam di dadanya. Yueyin seolah memberikan isyarat setuju.

​"Aku akan membantumu," kata Li Jian akhirnya. "Tapi pertama, aku harus memulihkan meridianku. Jika tidak, aku hanya akan menjadi beban."

​Xiao Ling tersenyum puas. Ia menyerahkan ramuan hijau yang baru saja ia tumbuk ke tangan Li Jian. "Minum ini. Ini akan menyatukan kembali meridianmu, tapi rasanya akan seperti tulangmu digiling menjadi tepung. Setelah itu, berendamlah di telaga biru itu selama tiga malam."

​Li Jian menerima ramuan itu tanpa ragu dan meminumnya sekaligus.

​Seketika, tubuhnya menegang hebat. Pembuluh darah di lehernya menonjol keluar. Rasa sakitnya begitu dahsyat hingga ia nyaris kehilangan kewarasan. Namun, di tengah siksaan itu, ia merasakan Qi peraknya mulai bergerak kembali, perlahan-lahan menjahit bagian-bagian yang robek di dalam tubuhnya.

​Dengan sisa tenaganya, ia merangkak menuju telaga biru dan menjatuhkan dirinya ke dalam air es tersebut.

​Saat air menyentuh kulitnya, sebuah pusaran energi Yin yang sangat murni meledak dari dasar telaga, tertarik langsung ke arah Dantian Li Jian dan giok hitam Yueyin.

1
alex kawun
kecewa berat deh
novel silat dari author yg kereen kapan nyambung nya
ayo ... semangat doong thor
Dian Pravita Sari
dlegek cerita gak tamat lagi pengarang nya binatang gak tanggung jawab
alex kawun
elok nya di certain dong suasana dan kesibukan sekte yg di tinggal kan mc nya
alex kawun
kagum dgn susunan bahasa dan kata2 dari author sangat rinci dan teratur , nampak kelas nya bukan kaleng2
semangat & lanjuuuut thor
Night Watcher
sayang banget zhao dibunuh..
pinginnya dihancurin pusat meridiannya kyk suruhannya biar jd sampah selama hidupnya
Eko
bantaaaaaaiiiii
Eko
mantap Thor
Night Watcher
sbg sesama murid, kok zhao tian bisa berkuasa memerintah yg lain thor? apa penyebabnya?
nanya bukan protes loo.. 🤭🙏
Eko
hahahaha...hanya mengantarkan nyawa
Eko
trik sampah licik
Eko
ayoooo lebih kuat lagi
Eko
mantap Thor
Eko
bantaaaaaaiiiii lah
Eko
ayoooo bantaaaaaaiiiii
Eko
alur cerita yang bagus dan menarik
Night Watcher
nyoba ngintib..
Lekat Wahyudi
👍👍👍
Udin Alex
lanjut thor
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!