Berawal perkemahan yang diadakan oleh sekolah membuat anak-anak terpilih memiliki kekuatan aneh.
Saat perkemahan berlangsung mereka tersesat karena disebabkan oleh kejahilan seseorang dan hal itu membuat mereka menjadi masuk ke sebuah gua hanya untuk berteduh. Rasa penasaran mereka yang tinggi membuat mereka memasuki gua hingga bagian terdalam dan menemukan sebuah danau tersembunyi di dalam gua.
Karena sesuatu, mereka tak sengaja masuk ke danau dan secara tiba-tiba membuat mereka memiliki kekuatan
Mampukah mereka mengendalikan kekuatan itu? Atau malah sebaliknya, hal itu menjadi bumerang bagi mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyelir 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 4
Hari perkemahan dimulai
"Kak, ayo cepat. Nanti kita terlambat kak" teriak Airin yang lelah menunggu Aaron
"Duh.. Arin jangan teriak-teriak dong" ujar Adit yang duduk di samping adiknya itu sambil mengelus lembut kepalanya
"Aaron lama kak" kesal Airin
"Kakak Arin. Panggil kakak" ujar Aaron yang baru saja turun dengan santainya
"Iya.. iya.. Kakak" ketus Airin sambil cemberut
"Ini udah siap semua kan" ujar Adit setelah melihat Aaron sudah datang
"Sudah, kakak" ujar si kembar bersamaan
"Tidak ada yang ketinggalan kan. Airin, jangan lupa vitaminnya ya" ujar Adit. Dirinya tidak ingin kedua adiknya mengalami masalah selama perkemahan
"Tidak ada kak. Lagian Aron juga bawa vitamin milik Arin jika dia lupa membawanya" ujar Aaron sambil memperlihatkan kotak obat yang di bawanya.
"Baguslah..." Adit merasa lega
"... Baiklah, mari kita berangkat" ajak Adit
Kemudian mereka berangkat menggunakan mobil dengan Adit yang menjadi supirnya, Aron duduk di kursi samping pengemudi.
"Kalian berdua harus berhati-hati. Kalian ingatkan dengan kemampuan kalian berdua. Jangan gegabah, lihat kondisi sebelum mengambil keputusan" nasihat Adit. Adit merasa khawatir karena kemampuan yang si kembar miliki, terutama Airin. Mereka berdua sering sekali terlibat masalah dan itu dapat membahayakan mereka.
"Kak... Kakak tenang saja, Aaron pasti bisa jaga Airin. Kita akan saling jaga, kak" Aaron berusaha menenangkan kakak pertamanya yang terlihat sangat khawatir
"Betul, Airin pasti jaga diri dan jaga Aaron juga" ujar Airin dengan cerianya
"Ingat, kalau lihat makhluk aneh kalian langsung lari. Tidak perlu mendekat apalagi membasmi" peringat Adit
"Santai kak, Airin paling teriak dulu baru lari" canda Airin
Adit dan Aaron yang mendengar itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, mereka merasa heran adik perempuan mereka satu-satunya mengapa begitu lucu dan menggemaskan seperti ini.
Sesampainya di halaman sekolah, sudah banyak siswa yang datang dan menunggu waktu keberangkatan saja.
"Kak, kami ke teman-teman kelas dulu ya" ujar Airin setelah melihat wali kelasnya seperti sedang memeriksa kehadiran siswa
"Ya sudah, ingat pesan kakak tadi. Kalian harus selalu hati-hati dan kalau terjadi apa-apa segera hubungi papa, kakak atau kakek, mengerti?" ujar Adit
"Mengerti kak" ujar Airin dan Aaron hanya menganggukkan kepalanya saja.
Setelah mendengar jawaban dari kedua adiknya, Adit tersenyum puas. Kemudian Airin dan Aaron segera berkumpul dengan teman kelas mereka.
"Arin, nanti kamu duduk dengan kakak ya?" ujar Aaron sebelum berpisah dengan Airin
"Memangnya bisa kak?" Airin heran, karena setahu dirinya penempatan bus sesuai dengan kelas mereka
"Bisa, kelas kita satu bus Airin. Kamu belum tau?"
"Airin tidak tahu, kak. Ya sudah, nanti kalau bisa Airin akan duduk di dekat kakak" Kemudian Airin berlari ke arah dimana teman sekelasnya berkumpul dengan guru wali kelas mereka.
...****************...
Selama di perjalanan, Airin mengamati jalanan yang mereka lalui. Duduk di dekat jendela adalah posisi yang sangat disukai Airin. Tak sengaja, Airin melihat sebuah motor masuk ke dalam area hutan. Meskipun keheranan, Airin tetap menghiraukannya karena berpikir mungkin ada ladang di tengah hutan atau pria itu melakukan sebuah pekerjaan yang lainnya.
Sesampainya di area perkemahan, mereka di sambut oleh Kepala Desa setempat. Dapat dilihat Kepala Desa datang tidak sendirian, beliau datang bersama dengan 5 orang.
"Selamat datang di Ranca Upas, Desa Alam Endah, Kecamatan Ciwidey" sambutan dari Pak Kepala Desa
"Disini saya Pak Burhan, selaku Kepala Desa di Desa Alam Endah ini menyambut kalian semua guru serta siswa dan siswi dari SMA Bintang Permata" ujarnya lagi
"Terima kasih pak atas sambutannya" ujar Pak Tio selaku Kepala Sekolah SMA Bintang Permata sambil menjabat tangan Kepala Desa sebagai bentuk penghormatan
"Bapak Ibu guru dan para murid sekalian, disini saya bersama Pak Yanto selaku tetua adat di desa kami ingin memberikan wejangan mengenai tempat kalian berkemah ini... Saya persilahkan pak" ujar Pak Burhan
"Baik semuanya, saya Yanto selalu tetua adat di desa Alam Endah ini memberikan sedikit wejangan mengenai tempat-tempat yang mungkin sebaiknya kalian hindari. Yang pertama adalah di sebelah utara terdapat kawah putih, kalian jangan sekali-kali kesana karena berbahaya. Selain Kawah Putih, terdapat Situs Purbakala Pasir Pawon yang terletak di sebelah barat Ranca Upas. Tempat Situs Purbakala Pasir Pawon itu sangat curam sehingga cukup berbahaya...."
"... Selain kedua tempat itu, terdapat Gua Aura yang terletak di bagian timur Ranca Upas ini. Gua itu terletak di dalam hutan terlarang. Hutan itu cukup angker, dan banyak menelan korban sehingga para warga takut kesana karena banyaknya makhluk tak kasat mata di sana" jelas Pak Yanto
"Apakah dalam gua tersebut ada sesuatu pak?" tanya salah satu murid yang penasaran dengan Gua Aura
"Konon katanya, dalam Gua Aura itu terdapat sebuah danau yang cantik dan jernih. Siapapun yang mandi di sana akan mendapatkan kesaktian. Selain itu dalam gua itu terdapat penjaga yang mengerikan" jelas Pak Yanto
"Nah bagi para siswa sebaiknya kalian jangan ke tempat-tempat yang disebutkan tadi. Karena tempat itu cukup berbahaya. Kawah putih mengandung asam sulfat yang berbahaya bagi manusia. Letak Situs Purbakala Pasir Pawon itu ingat curam. Dan kalian sebaiknya tidak ke hutan terlarang apalagi ke Gua Aura" peringat Pak Burhan
"Baiklah pak, terima kasih atas himbauannya" ujar Pak Tio
"Baiklah, semoga acara kemah kalian menyenangkan dan lancar. Kami izin pamit undur diri" pamit Pak Burhan beserta Pak Yanto dan warga lainnya
Setelah kepergian Pak Burhan dan warga lainnya. Pak Tio pun memberikan nasihat serta himbauan mengenai apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para siswa
"Baiklah semuanya, lebih baik kalian membangun tenda kalian semua. Ingat tenda kalian sesuai dengan kelas kalian masing-masing. Untuk para guru, bisa bimbing para siswa sesuai dengan rencana yang telah kita susun" perintah Pak Tio
Kemudian para guru dan siswa segera membangun tenda masing-masing sesuai dengan perintah dari para wali kelas mereka. Saat para siswa sedang sibuk membangun tenda, tak lama terdapat 2 mobil masuk ke dalam area perkemahan mereka. Para guru dan siswa kebingungan, siapa yang datang?. Itu adalah pemikiran mereka semua.
Turunlah seseorang dari salah satu mobil. Seseorang itu adalah orang yang sangat dikenali oleh Airin dan juga Aaron.
"Kak Anita" gumam Airin yang melihat siapa yang baru saja datang
Kemudian Airin segera berlari menghampirinya. Dan terlihat Aaron pun mengikuti pergerakkan dari Airin.
"Kak Anita, mengapa datang kesini?" tanya Airin saat di dekat Anita
"Nona, saya di perintahkan tuan besar untuk datang kemari. Beliau sepertinya sangat mengkhawatirkan tuan dan nona muda" ujar Anita
"Saya harus ke Kepala Sekolah anda terlebih dahulu nona, tuan muda" pamit Anita yang kemudian berjalan ke arah Pak Tio berdiri
Airin yang melihat apa yang sedang terjadi pun nampak pusing dengan kekhawatiran anggota keluarga terhadap mereka.
"Kakak, masa kita berkemah juga harus di kawal" lirih Airin
"Tenang, Arin. Sepertinya kakek mendapatkan penglihatan atau bisikan sesuatu sehingga mengutus Kak Anita datang kemari" ujar Aaron setelah menganalisis apa yang baru saja terjadi
Airin pun hanya bisa menghela nafasnya. Dirinya tau, bahwa kakek mereka dari keluarga mama mereka memiliki kemampuan seperti melihat sesuatu dari masa depan atau sebuah bisikan peringatan.
"Tenang, Airin. Kak Anita hanya mengamati dan mengawasi saja. Sepertinya..." jelas Aaron meskipun ada keraguan di dalamnya
"Kakak saja ragu dengan omongan kakak sendiri" ujar Airin setelah mendengar Penjelasan dari kakaknya itu. Apalagi kata terakhir kakaknya terdengar sangat meragukan
"Tapi setelah kakak mengingat sesuatu, bukankah kakek sudah mengatakan akan membuat penjagaan untuk kita?" ujar Aaron
Airin langsung teringat sesuatu saat Kakek mereka datang sebagai wali mereka untuk menandatangi surat izin perkemahan mereka
Flashback
Setelah Aaron menghubungi seseorang yang bisa datang ke sekolah sebagai wali mereka, dirinya dan Airin menunggu kehadiran orang tersebut di parkiran sekolah sesuai keinginan orang itu.
Melihat sebuah mobil mewah memasuki area sekolah, Aaron dan Airin mengenali mobil tersebut. Dan tak lama, turunlah seseorang yang sangat dikenali oleh mereka.
"Kakek Juna" teriak Airin sambil berlari ke arah Juna dan segera memeluknya
"Aduh, cucu cantikku ini. Apa kabar, hmmm?" ujarnya sambil mengelus kepala Airin dengan sayang
"Baik kakek, kakek juga sehat kan" ujar Airin setelah melepas pelukannya
"Hohoho, tentu saja kakek sehat apalagi kakek bertemu dengan cucu cantik kakek ini" ujarnya sambil mencubit pipi Airin dengan gemas
"Jadi, apa yang harus kakek lakukan sampai kakek harus datang ke sekolah kalian ini" ujar Juna setelah melihat raut wajah serius dari Aaron
"Jadi begini, kek.... " Aaron menjelaskan situasi yang terjadi
"Hohoho... jadi kalian berdua ingin mengikuti acara perkemahan sekolah yang diadakan lusa. Namun surat izinnya terakhir hari ini dikumpulkan dan Papa kalian sedang ada di luar negeri baru berangkat tadi pagi"
"Iya, kek. Jadi kakek, bisa kan jadi wali kami dan membantu kami?" tanya Aaron
"Tentu saja, kakek akan membantu. Tapi kakek akan membuat pengaturan dan kalian harus setuju, bisa?" Juna mengisyaratkan sesuatu
"Bisa kakek, asal kami bisa ikut acara kemah ini" ujar Airin
"Kamu yakin?" Aaron ragu dengan keputusan Airin. Aaron tau bahwa persyaratan yang kakeknya buat tak jauh-jauh dari pengawalan. Namun melihat adiknya mengangguk, Aaron hanya pasrah saja
"Baiklah, kalau begitu apapun yang kakek lakukan dan berikan kalian berdua tidak boleh menolak, mengerti?" ujar Juna
"Mengerti" ujar Airin dan Aaron bersamaan
"Baiklah, antar kakek menemui Kepala Sekolah kalian" Kemudian mereka mengantarkan kakek mereka untuk menemui Kepala Sekolah mereka
Flashback off
"Kau ingatkan?" ujar Aaron mengingatkan dan Airin langsung menghela nafas lelah setelah mengingat perbincangan antara mereka dengan kakek mereka
"Huh, ternyata ini yang kakek maksud. Tapi karena sudah terlanjur, ya sudah terima saja" ujar Aaron. Airin hanya bisa mengangguk lesu
"Nona muda, ini ada titipan dari tuan besar untuk nona muda" Anita memberikan sebuah gelang berwarna hitam. Gelang itu tampak biasa, namun Airin yakin gelang itu sudah diberikan sebuah doa perlindungan.
"Terima kasih, kak" Airin menerima gelang itu dan segera mengenakannya
"Apakah kakak diizinkan untuk ikut berkemah disini" tanya Aaron yang penasaran dengan hasil perbincangan Anita dengan Kepala Sekolah mereka. Airin pun ikut menyimak dan penasaran juga
"Tentu saja, tuan muda. Tuan besar sudah mengatakan hal ini sebelumnya bersama Pak Tio saat datang ke sekolah kalian waktu itu. Tadi saya mengkonfirmasi saja bahwa saya datang bersama beberapa orang untuk menjaga area ini" jelas Anita
"Ingat ya kak, kakak hanya mengawasi kegiatan. Jangan melakukan hal yang lain" peringat Airin
"Tentu saja nona. Tuan besar sudah memberikan beberapa arahan pada saya dan pengawal"
"Baguslah, kalau begitu aku ke teman-teman dulu. Aku duluan, kak" ujar Airin yang kemudian berlari ke arah tempat tendanya berdiri
"Apa kakek mendapat mimpi atau bisikan, kak" tanya Aaron setelah melihat kepergian Airin
"Benar tuan muda, karena itulah saya yang datang kemari" jelas Anita
"Mimpi apa?"
"Saya tidak berhak memberitahu hal tersebut, tuan muda. Hanya tuan besar yah berhak" jelasnya
"Ya sudah, lanjutkan pekerjaanmu" Aaron segera pergi ke arah tendanya
Anita yang melihat kepergian Aaron pergi hanya bisa menghela nafas lega. "Tuan muda memang memiliki intuisi yang tajam" lirih Anita
Dan perhatikan tanda baca dalam dialog ya.
kalo ada cerita dr tokoh lain, di luar tokoh utama, saranku kamu letakkan dipaling belakang.
perhatikan tanda baca dalam dialog ya
semangat kak