NovelToon NovelToon
Buku Merah Maroon : Pembunuhan Di Perkemahan

Buku Merah Maroon : Pembunuhan Di Perkemahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Balas Dendam / Misteri Kasus yang Tak Terpecahkan / TKP / Dendam Kesumat
Popularitas:17.9k
Nilai: 5
Nama Author: bung Kus

Buku Merah Maroon seolah menebar kutukan kebencian bagi siapapun yang membacanya. Kali ini buku itu menginspirasi kasus kejahatan yang terjadi di sebuah kegiatan perkemahan yang dilakukan oleh komunitas pecinta alam.

Kisah lanjutan dari Rumah Tepi Sungai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bung Kus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tujuan Perkemahan yang Sebenarnya

"Tujuan dari kegiatan perkemahan ini tentu untuk menambah keterampilan, kemandirian, pertahanan diri, tanpa meninggalkan pembelajaran akademis. Maka sembari mencari kayu bakar, kalian diharuskan mencatat tumbuhan yang kalian temui. Pihak sekolah melalui Nak Anggoro sudah menandai beberapa tanaman yang tersebar di titik-titik yang ada di dalam hutan. Tentu tumbuhan ini sudah dipilih yang paling aman bahkan layak konsumsi, tetapi mungkin bagi kalian masih asing karena belum pernah menjumpainya di kota. Kalian mengerti?" jelas Pak Nafi' diakhiri dengan sebuah kalimat pertanyaan yang lantang. Para siswa menjawab serempak, Pak Nafi' tersenyum lega.

"Untuk pembagian timnya aku yang menentukan berdasar hasil pengamatan kerjasama pendirian tenda yang baru dilakukan," sambung Pak Dolah sembari menggulirkan layar handphone nya.

"Tim pertama adalah Aldo dan Yuzi," ucap Pak Dolah.

Aldo terlihat mendengus kesal. Sedangkan Yuzi malah menunjukkan sikap yang sebaliknya. Gadis itu melompat girang.

"Lalu, Rana dan. . .Bastian," lanjut Pak Dolah. Sekilas Anggoro melihat Aldo menyeringai, menatap Rana dengan ekspresi aneh.

"Gery dan Nana menjadi tim ketiga. Dengan postur kalian berdua yang mirip, sama-sama tinggi dan gagah, aku menantikan bagaimana kerjasama kalian dalam mengumpulkan kayu kering."

Gery dan Nana saling melempar senyum. Anggoro diam-diam merasa mual. Sudah lama gosip beredar jika keduanya saling menaruh hati, tetapi sikap mereka layaknya bocah SD yang baru mengenal cinta. Sungguh menggelikan, batin Anggoro.

"Sedangkan Putra bersama Anggoro," tukas Pak Dolah mengakhiri.

"Dalam kegiatan ini pun tentu ada penilaian. Salah satu kriteria penilaian adalah jumlah tanaman yang berhasil kalian identifikasi, pengecualian untuk Anggoro ya. Kemudian jumlah dan kualitas kayu bakar yang kalian bawa. Penilaian terbaik akan mendapat reward dari Pak Dolah," sahut Pak Nafi' terus tersenyum.

"Apa reward nya? Kalau hanya benda sepele, aku tidak sudi ikut dalam perlombaan ndak jelas begini," ancam Bastian lantang.

Anggoro diam saja memperhatikan. Soal reward yang dibicarakan, sejujurnya Anggoro pun penasaran. Sebelumnya tidak ada yang memberitahu jika ada reward semacam itu.

Saat Anggoro mengajukan dispensasi untuk tidak masuk sekolah sebelum kegiatan perkemahan dilakukan, pihak sekolah malah memberi tugas baru pada Anggoro. Melalui Pak Nafi' pihak sekolah mengharapkan Anggoro bersedia untuk menandai beberapa tumbuhan guna penilaian kegiatan mengenal alam. Anggoro nyaris menolak tetapi rupanya ada bayaran dengan nominal yang cukup besar.

Anggoro sudah mengunjungi lokasi perkemahan dengan Pak Nafi' dua hari yang lalu. Tetapi meski sudah pernah berkunjung sebelumnya, Anggoro tetap merasa asing dengan hutan tersebut. Bahkan tadi dia baru menjumpai pohon Bendo besar di tepi jalan. Bukankah hanya ada satu jalan untuk menuju ke lokasi perkemahan? Tetapi kenapa di kunjungan yang sebelumnya Anggoro tidak melihat adanya pohon Bendo? Apakah hutan benar-benar hidup? Bergerak, berubah, sepanjang waktu. Memikirkannya membuat bulu kuduk Anggoro meremang.

"Hadiah untuk nilai tertinggi pada kegiatan kali ini adalah. . ."

Pak Dolah mengambil sesuatu di saku celananya. Sebuah sapu tangan kecil berwarna merah mudah. Anggoro mengernyit bingung, tidak mengerti apa istimewanya sapu tangan lusuh itu.

"Dua K?" gumam Anggoro membaca tulisan bordir di sapu tangan. Angka dua yang ditulis romawi dan huruf K memang tercetak disana.

"Apa maksudnya?" tanya Anggoro heran.

Anggoro semakin terkejut saat mengedarkan pandangan. Terlihat semua orang menunjukkan ekspresi tegang. Bahkan Aldo tampak berkeringat di pelipisnya. Apa yang membuat semua orang menunjukkan ekspresi tidak nyaman bahkan takut seperti itu?

"Kalian tertarik bukan dengan hadiah ini? Excited? Bersemangat? Dan yang pasti termotivasi," lanjut Pak Dolah menyeringai. Pak Nafi' yang berdiri di sebelahnya terlihat seperti Anggoro. Meski kebingungan tetapi guru BK itu tetap mengulas senyum.

"Baik anak-anak, silahkan bergegas mencari kayu bakar. Tetap waspada dan berhati-hati," perintah Pak Nafi'. Semua orang bergerak tanpa membantah kali ini.

Anggoro berjalan mengekor Putra. Setelah jarak dengan tenda cukup jauh, Anggoro berjalan sejajar dengan Putra.

"Kurasa kegiatan kali ini terlalu sembrono," ucap Anggoro membuka percakapan. Putra tampak enggan menyahut, hanya melirik sekilas kemudian bersikap tidak acuh.

"Tim yang ikut di perkemahan terlalu sedikit. Pengawasan sangat kurang. Bagaimanapun kita masih bocah SMA," lanjut Anggoro.

"Bukannya kamu kemarin sudah datang ke tempat ini? Seharusnya kamu lebih tahu dariku, dasar pekok. Hutan ini paling aman untuk mengadakan perkemahan kan?" balas Putra sewot.

"Katanya sih begitu. Bahkan secara berkala pemilik lahan konon katanya menyemprotkan cairan khusus mengelilingi pagar kawat untuk mencegah ular berbisa mendekat di area perkemahan. Selama bertahun-tahun tempat ini terkenal paling aman untuk berkemah, meskipun banyak cerita masa lalu yang menakutkan," sambung Anggoro.

"Lha itu tahu, kenapa nanya? Ngetes?" sela Putra. Di antara gerombolan Aldo, Anggoro paling tidak takut dengan Putra. Secara postur dan fisik mereka memang seimbang. Keduanya juga sama-sama payah dalam pelajaran olahraga. Hanya saja Putra bersedia menjilat dan mengabdi pada Aldo sehingga terhindar dari perundungan. Bagai seekor serangga yang betah berada di ketiak raja hutan.

"Memangnya apa tujuan Aldo mengusulkan perkemahan? Aku tahu dia memimpin ekskul pecinta alam, tetapi kurasa baru kali ini ada kegiatan kemah seperti ini." Anggoro kembali bertanya penasaran. Putra terlihat menghela napas.

"Besok adalah hari ulang tahun Rina. Aldo ingin memberinya hadiah," jawab Putra lirih. Meskipun terlihat enggan bercerita, Putra sebenarnya tipe orang yang suka membocorkan rahasia temannya.

"Hadiah ulang tahun? Perkemahan dijadikan hadiah? Baru kali ini aku mendengarnya," ledek Anggoro semakin berani.

"Kamu mengejek ya? Awas saja ku adukan pada Aldo nanti," ancam Putra.

"Ah bukan begitu. Hanya merasa aneh saja sih, memberi hadiah ulang tahun dengan berkemah. Bukankah biasanya hadiah itu berupa barang? Jam tangan? Tas?" Anggoro buru-buru meralat ucapannya. Tentu dia khawatir jika Putra nanti benar-benar mengadu.

"Kalau soal memberi barang, Aldo tidak perlu menunggu pacarnya ulang tahun. Kamu tahu kan uang saku Aldo unlimited? Rina menyukai konten-konten Pak Dolah, maka mengajaknya berkemah bahkan membawa serta Pak Dolah langsung adalah surprise yang sudah Aldo siapkan. Pak Kepala Sekolah pun tidak mungkin menghalangi permintaan anaknya," jelas Putra.

"Jadi, semua yang kita lakukan ini semata untuk menyenangkan pasangan remaja yang tengah dimabuk cinta?" protes Anggoro. Putra tersenyum masam.

"Ya mau bagaimana lagi. Kalau aku sih seneng-seneng aja sekalian liburan," sahut Putra terdengar pasrah.

"Aku harus banyak belajar untuk ikut olimpiade MIPA padahal," sergah Anggoro geram. Putra tiba-tiba saja tertawa nyaring.

"Terus kenapa? Kamu mau apa? Protes? Jangankan ikut olimpiade MIPA, kehidupanmu di sekolah itu ada di tangan Aldo," balas Putra meledek.

Anggoro tidak membalas ucapan Putra. Dia mengayun langkah lebih kuat, berjalan meninggalkan Putra di belakang. Darah Anggoro kembali mendidih. Kebenciannya pada sosok Aldo semakin membara.

1
Rika Iftakul
bner na memang pak dollah sengaja
Rika Iftakul
pasti pak dollah sendiri yg sengaja mutus kabel
Rika Iftakul
kuku putra atau rana
Yuli a: kuku putra ada di dalam perut aligator ...😭
total 1 replies
Hidayah Hanan
lnjut kakak😍😍😍
Desyi Alawiyah
Itu bukan kukunya mak Ijah, Nana...

Wah, ada kuku? Kuku siapa yah 🤔🤔🤔
Ai Emy Ningrum: kuku manusia yg kelepas waktu daging nya lg dimasak mak Ijah 😳
total 1 replies
Desyi Alawiyah
Lalu dimana Aldo? Giliran kamu Gery sakit, si Aldo malah ninggalin...hadeehhh 🤭
Yuli a
bisa jadi pak Dollah si pembunuh itu... minta bantuan sama Mak Ijah... jadi tuan Zainul nya Mak Ijah yang baru... Mak Ijah hidup hanya untuk mengabdi kan...
Yuli a
kok nggak muntah sih na ngeliat ada kuku dimasakan... aku aja kalau beli nasi uduk ada rambutnya pingin muntah Lo...🤢🤮
Yuli a
sengaja itu mah... hujan reda, WiFi mati. biar terisolasi mereka tu...
Mak Ijah kali ya yang grubak-grubuk mutusin kabel..
Yuli a: wah multi talenta banget Mak Ijah ya... kadang-kadang cosplay jadi tukang jagal, kadang-kadang jadi chef handal, sekarang malah cosplay jadi wonder woman...
Yuli a: berarti Suga nya nggak asli dong ya .. 🤣🤣🤣
total 6 replies
Yuli a
duh... jangan lama-lama dong ninggalin Gerry nya... entar hilang Lo...
Yuli a
aku tadi udah deg degan banget... takut kalau yang berjas hujan itu sang pembunuh... ternyata pak Dollah...
Ai Emy Ningrum
bisa2 jurinya yg dijadiin sop sama Mak Ijah kalok dia ikut kompetisi Master Sop 🙈🙈 apalagi jurinya modelan chef Juna 🤣🤣🤣
Yuli a: cius....🤣🤣🤣
Ai Emy Ningrum: btw ,liontin deh yg bnr 😹😹
total 12 replies
Maymayarni
lanjut thor
𝙿𝚊𝚞𝚕𝚘`Nia🔮_♑︎
kenapa aku menduga Rana belum tewas ya ⊃ο<*, dugaan aja sih, soalnya biasanya plot twist hehe 😁
𝙿𝚊𝚞𝚕𝚘`Nia🔮_♑︎: maka dari itu, kepalanya pecah kan belum tentu itu rana atau bukan, tapi yo ga tau sih
𝕃α²¹ℓ 𝐒єησяιтα 🇵🇸🇮🇩: Rana yg tewas di sungai kan? yg kepalanya pecah ditindih batu?
Anggoro sama Pak Nafi liat itu Rana.
jadi sepertinya klo menurutku Rana tewas kak
total 2 replies
Nur Hidayah
setiap hari nungguin KK upload👀
Sulastri
Bagus sekali
Maymayarni
lanjut thor
Isnaaja
kasian putra. datang ke perkemahan hanya untuk makanan ikan.
Isnaaja
seseorang yang dikenal anggoro,,
Hidayah Hanan
semangat up bung🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!