Buku Merah Maroon : Pembunuhan Di Perkemahan

Buku Merah Maroon : Pembunuhan Di Perkemahan

PROLOG

Senja datang seperti biasa. Langit yang semula biru muda perlahan berganti warna abu-abu gelap. Udara gerah belum sepenuhnya digantikan hawa dingin. Aktivitas manusia masih terlihat padat di jalanan tengah kota.

Pada sebuah gang yang cukup lebar untuk dilewati kendaraan roda empat, berderet rumah-rumah kokoh dengan cat warna-warni. Perumahan padat penduduk yang tampak damai, tetapi penghuninya tidak saling mengenal satu sama lain. Makhluk sosial yang jarang bersosialisasi karena sibuk dengan urusan masing-masing.

Perumahan di tengah kota yang cukup terkenal karena nyaris semua warganya bekerja di perkantoran elit. Mungkin kondisi yang demikian itu merupakan surga bagi sebagian orang. Tidak ada tetangga julid yang akan mengusik kehidupan rumah tangga orang lain.

Perempuan berkulit sawo matang mengayuh sepeda tua dengan dua keranjang di bagian belakang. Keranjang tampak berat berisi bungkusan-bungkusan makanan dalam plastik dan kertas minyak. Mulut perempuan itu bersiul-siul ringan, menggambarkan kegembiraan. Semalam ia bermimpi mendapat durian runtuh, yang diharapkan membawa rejeki pada dunia nyata.

Perempuan berusia pertengahan empat puluh tahun, merupakan penjual makanan yang menjadi langganan salah satu keluarga yang tinggal di perumahan elit. Tadi pagi dia mendapat pesan singkat untuk mengantar makanan pada jam 6 sore. Satu ekor ayam panggang utuh dan sayur urap sudah disiapkannya sepenuh hati.

Perempuan penjual makanan menepikan sepedanya saat sampai di sebuah rumah dengan pagar bercat abu-abu. Ia sudah sering berkunjung, sehingga tidak merasa perlu untuk mengetuk pintu. Seperti biasanya perempuan itu memutar menuju ke pintu belakang. Yang ada di benaknya, pemilik rumah akan menyambut di bagian dapur belakang dengan ekspresi yang tampak tak acuh.

Terdengar gemericik bunyi kran air dinyalakan saat perempuan penjual makanan berada di sisi rumah. Samar-samar juga tercium aroma gas LPG. Perempuan penjual makanan mempercepat langkah. Namun ternyata di bagian belakang rumah tampak sepi. Ada jendela kaca bening seukuran dengan daun pintu. Dari jendela itulah perempuan penjual makanan dapat melihat siluet pemilik rumah sedang duduk di kursi dapur.

Perempuan penjual makanan mengetuk pintu dan mengucap salam. Namun pemilik rumah tampak bergeming, duduk membelakanginya. Belum sempat dia mengayunkan jari untuk mengetuk jendela kaca tiba-tiba dalam sekejap muncul kobaran api, disertai suara ledakan yang keras memekakkan telinga. Perempuan penjual makanan jatuh terpental di halaman belakang.

Asap hitam mengepul di udara. Suara sirine dari mobil damkar meraung di kejauhan. Sementara ambulance dan mobil kepolisian menyusul di belakang. Suasana gang yang biasanya relatif sepi, sore ini penuh dengan teriakan. Semua orang panik karena api terus membesar.

Perempuan penjual makanan mendapatkan perawatan di mobil ambulance. Tidak ada luka yang berarti, tetapi ekspresinya terlihat seperti orang linglung. Dua petugas kepolisian perempuan berjaga di sebelahnya.

"Bagaimana dengan penghuni rumah itu?"

Kalimat pertama yang keluar dari mulut penjual makanan. Tubuhnya seperti tersengat sesuatu, ia tersentak dan mulai mengulangi pertanyaannya beberapa kali dengan setengah berteriak.

"Tenanglah Bu. Kami masih berusaha menjinakkan api. Apakah semua penghuni rumah itu berada di dalam? Apakah kamu melihatnya Bu?" Salah satu polisi perempuan langsung mencecar penjual makanan dengan beberapa pertanyaan.

"Aku melihat Nyonya di dapur. Lalu aku mengetuk pintu dan rumah meledak. Nyonya pasti sudah. . ." Perempuan penjual makanan tidak mampu melanjutkan kalimatnya. Tubuhnya kembali terkulai lemas tak berdaya. Sementara kobaran api kian membara. Warna merah menyala menjilat cakrawala.

Terpopuler

Comments

⍣⃝ꉣꉣAndini Andana

⍣⃝ꉣꉣAndini Andana

slow but sure ya bung kus, ku kawal sampe tamat 😽😍🥳

2025-01-07

4

Rommy Wasini Khumaidi

Rommy Wasini Khumaidi

langsung gabung,sambil nunggu novel perempuan disamping mayat up

2025-01-06

6

Heri Wibowo

Heri Wibowo

langsung ikut gabung Bung Kus.

2025-01-06

6

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!