Kehilangan Lidya,istri yang sedang mengandung anaknya secara tragis membuat Handoyo berjanji untuk membalaskan dendam dan akhirnya menjadi pembunuh berdarah dingin. Kemahirannya dalam menembak dan memiliki gerakan cepat karena keahlian bela dirinya digunakan Handoyo untuk membereskan lawan-lawannya hingga membuatnya disegani, dicintai banyak wanita dan makin membuatnya terkenal. Kekayaan dan popularitas dalam genggaman Handoyo tapi semua itu tetap membuatnya kesepian. Cintanya cuma satu pada Lidya seorang, hingga satu tawaran pekerjaan membuatnya melupakan Lidya, melepaskan sahabatnya dan menyeretnya ke organisasi rahasia yang mampu membuka masa lalunya yang kelam, dan mengalirkan hasrat rindunya pada wanita lain. Tidak, cintaku cuma satu pada Lidya seorang, bukan kamu!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nieta Chandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. Part of Revenge
Janganlah mengatakan hidup ini tidak adil, jika kita sendiri tidak pernah berusaha untuk mendapatkan keadilan.
*****
Dua tahun kemudian di kediaman Andi Setiono.
Waktu masih menunjukkan pukul 3 dini hari. Pria itu masih terlelap di ranjangnya dengan tanpa busana apapun Ada dua wanita yang masih tertidur dalam pelukannya. Mereka bertiga kelelahan setelah menghabiskan malam penuh gairah, hingga sebuah gedoran kendang dan tanpa henti di pintu kamar membuat mereka bertiga langsung terjaga dari tidurnya.
"Tuan Andi.... Tuan Andi.... kita diserang... Tuan Andi bangunlah... tuan "teriak pelayan di rumah itu terus menerus sambil menggedor pintu kamar tanpa henti.
Andi dan kedua wanita itu segera berpakaian dan bergegas untuk membuka pintu kamar. Begitu pintu di buka, Andi dan kedua wanita itu terkejut di ruangan tengah rumahnya sudah terdapat 4 mayat anak buah Andi di lantai. Darah yang berceceran dan leher salah satu anak buah Andi hampir putus karena ditebas.
Andi sedikit bergidik memandang kekacauan ini. Salah satu wanita yang ada di samping Andi terjatuh karena shock melihat banyaknya darah, sehingga Andi mengangkatnya dan membaringkannya di ranjang. Wanita satunya masih berdiri dan bersandar di dekat pintu.
"Brengsek.... siapa yang berani melakukan ini padaku ? " Teriak Andi dengan penuh amarah.
Pelayan pria yang awalnya berada di samping Andi langsung berlari meninggalkannya dengan penuh ketakutan. Hingga teriakan Andipun diabaikannya. Ia berlari dengan panik.
"Hei...mau kemana kau, Pardi?" Sini kau, Pardi !" Teriak Andi dengan penuh amarah pada pelayannya.
Dan tiba-tiba sebuah peluru terbang melewati Andi dengan kecepatan tinggi dan menjatuhkan perempuan satunya yang kebetulan masih dalam memeluk Andi. Hampir saja Andi ikut terjatuh karena serangan tembakan yang tidak diduganya. Andi yang terkejut, refleks menjatuhkan wanita yang semalam dicumbunya tanpa henti. Wanita itu terjatuh di lantai dan langsung tidak sadarkan diri. Tembakan itu tepat berada di dahi wanita cantik itu.
Andi menengok ke arah datangnya peluru itu. Tepat di ujung ruangan ada seorang pria yang berpakaian serba hitam dan tengah menatapnya dibalik topeng yang penutupi wajahnya . Pistol masih mengarah padanya. Pria itu melemparkan sebuah belati kecil dan tepat mengenai bahu kanan Andi.
" Akh...... Siapa kau?" Kenapa kau menyerangku ?" Teriak Andi sambil menahan kesakitan karena tidak mampu menghindar akibat serangan yang mendadak.
"Hemmm... aku akan mengajakmu ke alun-alun sekarang... kau mau jalan sendiri atau kugotong ?"
"Bila aku tidak mau ikut , mau apa kau ?"
"Coba saja...Kau belum tahu kekuatan timah panas ini!"
"Tunggu... tunggu aku akan ikut denganmu !" Teriak Andi dengan penuh keyakinan pada pria berbaju hitam. "Aku hanya mengambil kunci kontak mobil, " Ujar Andi yang menarik kunci mobil yang berada di atas buffet kecil di samping pintu kamarnya.
Awalnya Andi berfikir dia harus mengulur waktu sambil menantikan bantuan dari anak buahnya. Namun perkiraannya salah total , semua anak buahnya yang berjumlah 15 orang sudah tergeletak dibereskan oleh pria misterius itu. Para penjaganya sudah tidak bernyawa dan terjatuh di seluruh bagian rumah Andi. Hanya 2 orang pelayan wanita dan 1 pelayan lelaki di rumah itu yang tidak dibunuh oleh pria misterius itu.
Andi mengeluarkan mobilnya dan mengendarainya di bawah todongan senjata. Ia tidak habis pikir kenapa harus di alun-alun kota Lampung, pikirnya di sepanjang jalan. Ada apa dengan alun-alun. Tidak ada istimewanya sebuah alun-alun dari kota kecil ini.
Andi terus berfikir siapa yang pernah disakitinya di alun-alun kota ini?" Seingatnya ia tidak pernah berkunjung ataupun bermain di alun-alun. Apakah pria ini dulu adalah teman satu sekolahnya?
Dulu ketika ia masih menggunakan seragam biru putih, setiap tahun ketika ada upacara bendera, setiap siswa diminta ikut upacara di alun-alun. Masa itu ia mengikuti upacara dengan tertib dan hanya berebut tempat yang tidak panas dari teriknya matahari.
Rasanya tidak mungkin juga karena berebut tempat yang tidak panas di lapangan ataukah pernah ia pukul teman satu sekolahnya ketika meeka masih sekolah dulu. Masa iya kesalahan kecil di masa lalu begitu sampai harus membunuh seluruh anak buahnya dengan begitu sadis.
Apakah teman masa sekolah menengah atas? tapi semasa SMA dia tidak pernah ikut upacara itu lagi karena ayahnya yang sudah menjadi jendral membuat guru di sekolahnya membebaskan dengan alasan ikut ayahnya upacara di kantor ayahnya. Bukankah teman-teman SMAnya semuanya patuh dan berteman baik dengannya? Siapakah pria yang menggunakan topeng dan menodongkan senjatanya pada dirinya ini?
"Boleh aku tahu, kenapa kau melakukan ini padaku ?" Apakah aku pernah menyakitimu di masa lalu.... baiklah aku akan menggantinya... kau pasti butuh uangkan ?" bagaimana jika aku membayarmu atas kesalahan yang mungkin pernah kuperbuat , berapa yang kau inginkan?" Andi masih berusaha menegoisasi pria yang masih menodongkan senjata ke kepalanya.
"Nanti ketika sampai di alun-alun , kau akan mengerti !"
"baik akan kuikuti kemauanmu, kita akan ke alun-alun ... tapi tawaranku masih berlaku... aku akan membayar kerugianmu di masa lalu , bagaimana? " Kau butuh uang berapa ? Sebut saja.... aku pasti memberikannya... sudahlah lupakan kesalahanku di masa lalu !" kita bisa bicarakan baik-baik.
"Aku tidak butuh uangmu.... aku hanya ingin meminum darahmu !" Jawab pria misterius itu dengan tenang.
"Kau gila !" Teriak Andi dengan sedikit takut tapi ia terus mengemudikan kendaraannya ke arah alun-alun kota Lampung.
Lapangan besar di tengah kota Lampung yang terkadang digunakan oleh aparat negara untuk upacara di hari-hari besar kenegaraan Republik Indonesia adalah tempat yang dituju. Sebagian besar masyarakat menyebutnya alun-alun kota. Jika pagi hari banyak orang berjualan di sekitar alun-alun dan masyarakat kadang-kadang berolahraga disini.
Mobil Andi diparkir di dekat pintu samping alun-alun yang terbuka. Masih pukul 03.30 dini hari. Sepi dan tidak ada orang satupun yang melintas. Andi masih berupaya mencari pertolongan dari masyarakat yang lewat di dini hari itu, tidak adakah polisi yang berkeliling kota menjalankan tugasnya. Andi geram karena melihat tidak adanya kemungkinan meloloskan diri. dari todongan pria ini. Andi mulai sedikit frustasi dirasanya.
Andi melangkahkan kakinya menuju tiang bendera yang ada di tengah lapangan dan ada sebuah kursi panjang di sana dan sepertinya ada orang yang duduk menunggu disana.
Hati Andi sedikit terhibur melihat bayangan pria yang sedang duduk di tengah lapangan. Semoga ia dapat menolongku. Tapi.... Mungkinkah pria itu dapat menolongnya? Ataukah pria itu komplotan dari pria gila ini? Harapan Andi yang semula tinggi mendadak pupus.
Langkahnya semakin dekat dan Andi agak terhenyak ketika melihat pria itu juga terikat dan didudukkan di kursi panjang. Hatinya semakin tidak nyaman ketika semakin dekat dan dapat melihat denga jelas siapa pria yang duduk terikat di kursi panjang itu.
" Bapak... oh tidak... dia bapakku!" Lepaskan dia brengsek !" Teriak Andi dan berusaha menendang pria bertopeng itu.
Pria itu hanya berkata dengan santai, " Kau ingin sekarang merasakannya atau berjalan sendiri hingga ke tiang bendera itu !"
"Hei brengsek kau... apa yang kau lakukan padanya? teriak Andi pada pria misterius itu yang masih menggunakan topeng.
"Bapak...kenapa bapak bisa disini, " Andi berteriak ke arah pria yang terduduk di depan tiang bendera. Andi tidak menghiraukan dirinya ditarik dan diikat di tiang bendera. Lelaki tua yang disapa Bapak oleh Andi adalah "Sang Jendral yang dibius dan didudukkan di kursi panjang.
"pak... kenapa kau diam saja? "
Pria yang sudah pensiun dari tugasnya itu ingin bersuara tapi lidahnya kaku. Ia tidak mengerti ketika ia sedang tidur tiba-tiba dirasa di lehernya ditusuk dengan sebuah suntikan oleh seseorang sehingga membuatnya terjaga dan tubuhnya terasa kaku tanpa bisa bergerak ataupun berkata.
Dalam gelapnya malam dirinya diangkat dari tempat tidurnya dan dibawa ke tengah alun-alun. Pensiunan Jendral itu didudukan di kursi panjang ini sudah satu jam. ia menanti tidak ada satupun anak buahnya yang datang menolong. Padahal untuk memasuki rumah kediaman dirinya harus melewati beberapa lapis anak buahnya yang berjaga. Pria yang bertopeng itu bukan orang sembarangan.
Pria yang terduduk itu ingin menjawab sapaan anaknya tapi lidahnya kelu dan tak mampu berkata. "kurasa ini akhir kita nak!" Bisik pria itu dalam hati.
" Entah siapa pria bertopeng ini, tapi kuharap kau bisa menghadapi kematian dengan jiwa ksatria!"
"Hei... sebenarnya apa yang kami lakukan hingga kau melakukan ini kepada kami ? Kau akan menyesal melakukan ini pada kami, "teriak Andi pada pria bertopeng yang sedang mengikatnya erat di tiang bendera dengan tali tambang yang kuat dan makin dirasa mencengkramnya.
"Pak .... tolong aku pak... jangan diam saja...panggil anak buahmu !" Teriak Andi pada ayahnya yang masih menatapnya dalam diam.
"Dia sudah dibius... tubuhnya kaku dan tidak bisa bergerak ataupun menjawabmu...." Pria misterius itu menjawab dengan pelan di telinga Andi.
"Dasar gila kau !" Teriak Andi makin frustasi.
******
Huff......
Happy Reading guys !" Bolehkah tinggalkan jejak kalian disini !"
Thanks telah membacanya. Tetap semangat dalam menjalani hari ya!"
kukirim vote & setangkai mawar buatmu thor
biar tambah semangat 😊
selamat idul fitri kak.....
semangat...