NovelToon NovelToon
Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Mantu Koplak Menjadi Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Mafia
Popularitas:992
Nilai: 5
Nama Author: richard ariadi

Tanda tangani ini, dan semua hutangmu dianggap lunas," ucap Minghua Zhang sambil melemparkan kontrak pernikahan ke atas meja yang penuh puntung rokok. Chen Song menatap angka di kertas itu, lalu menatap wajah dingin Luna di pojok ruangan. Baginya, ini bukan pernikahan, ini adalah tiket keluar dari neraka—yang tanpa ia sadari, justru akan membawanya ke neraka jenis baru.

Chen Song adalah seorang pria dari kelas menengah ke bawah yang memiliki kecanduan judi yang parah. Dalam sebuah permainan berisiko tinggi di kasino bawah tanah, ia kehilangan segalanya. Ternyata, lawan mainnya adalah seorang kolektor hutang kejam yang bekerja untuk relasi bisnis keluarga Zhang. Chen Song berhutang dalam jumlah yang mustahil ia bayar miliaran yuan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon richard ariadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mansion keluarga

Setiap pagi, Chen Song harus pergi ke Pasar Tradisional Gou, sebuah tempat yang kontras dengan kemewahan Distrik Gou Tun. Pasar ini ramai, kotor, dan bising. Dengan membawa daftar belanjaan yang ditulis tangan oleh Minghua dengan nada memerintah, Chen Song harus memilah sayuran terbaik, daging segar, dan bumbu-bumbu khusus yang diinginkan ibu mertuanya.

Di pasar ini, Chen Song sering menjadi bahan tertawaan para pedagang yang tahu bahwa dia adalah "menantu yang dibeli" keluarga Zhang.

"Lihat, menantu bangsawan Zhang sedang menawar harga kangkung!" celetuk salah satu pedagang. Chen Song hanya bisa mengepalkan tangan di balik kantong belanjaannya.

Setelah pulang, tugas sesungguhnya dimulai. Chen Song harus memasak di bawah pengawasan langsung Minghua Zhang. Minghua sering kali berdiri di ambang pintu dapur, menyilangkan tangan, dan mengkritik setiap gerakannya.

 "Potongan wortelmu terlalu kasar, Chen Song. Apa kau tidak punya otak untuk melakukan hal sesederhana ini?"

 "Garamnya terlalu banyak! Kau ingin membunuh suamiku dengan darah tinggi?"

Namun, di balik kepatuhannya yang pura-pura, Chen Song menggunakan waktu memasak ini untuk memperhatikan kebiasaan Minghua. Saat Minghua sibuk mengomel atau membelakanginya untuk mengambil air minum, Chen Song menatap punggung mertuanya itu dengan pandangan yang penuh nafsu dan rencana licik.

Baginya, dapur yang panas dan lembap itu menjadi tempat di mana imajinasinya liar bekerja. Dia membayangkan bagaimana jika suatu saat dia "mencampurkan sesuatu" ke dalam makanan mereka, atau bagaimana jika dia menggunakan posisinya di dapur untuk memancing Minghua masuk ke dalam jebakannya.

Saat berbelanja di pasar, Chen Song mulai melakukan trik kotor. Dia memanipulasi kembalian uang belanja atau membeli bahan yang lebih murah dari yang diminta, lalu menyimpan selisih uangnya untuk berjudi secara sembunyi-sembunyi di warung remang-remang dekat pasar. Ini adalah cara dia memuaskan kecanduannya sekaligus membalas dendam secara finansial kepada keluarga Zhang.

Suatu sore, saat sedang menyiapkan makan malam, Minghua masuk ke dapur dengan pakaian yang cukup santai karena cuaca Gou Tun yang panas. Keringat yang bercucuran di leher Minghua membuat konsentrasi Chen Song buyar. Pisau di tangannya hampir melukai jarinya sendiri saat ia terus mencuri pandang ke arah mertuanya.

Suasana di dapur Mansion Gou Tun mendadak berubah menjadi sangat pekat dan penuh ketegangan. Minghua Zhang, yang merasa memiliki otoritas penuh, tidak menyadari bahwa "anjing peliharaan" yang ia rendahkan selama ini mulai berani menunjukkan taringnya melalui tatapan mata.

Sore itu, suhu di Gou Tun City cukup menyengat. Minghua masuk ke dapur dengan pakaian rumah berbahan sutra tipis yang sedikit lepek karena keringat. Ia berdiri di depan kulkas, membelakangi Chen Song yang sedang memotong daging.

Alih-alih menunduk patuh seperti biasanya, Chen Song berhenti bekerja. Ia meletakkan pisaunya perlahan, dan matanya mulai menelusuri lekuk tubuh mertuanya dari bawah hingga ke atas. Tidak ada lagi rasa takut di matanya, yang ada hanyalah tatapan mesum yang lapar dan penuh niat tersembunyi.

Minghua, yang memiliki insting tajam, tiba-tiba merasa bulu kuduknya berdiri. Ia merasa seperti ada sesuatu yang merayap di punggungnya. Saat ia berbalik untuk mengambil segelas air, ia mendapati Chen Song sedang menatapnya lurus-lurus.

Tatapan Chen Song tidak beralih sedikit pun. Ia menatap bagian dada dan leher Minghua dengan cara yang sangat tidak sopan—sebuah tatapan yang secara telanjang menunjukkan apa yang ada di dalam pikirannya.

Minghua tersentak, wajahnya yang cantik berubah menjadi merah padam karena marah sekaligus terkejut.

 Minghua: "Chen Song! Apa yang kau lihat? Beraninya kau menatapku seperti itu!" suaranya meninggi, mencoba mengembalikan dominasinya.

Namun, alih-alih meminta maaf dengan gemetar, Chen Song hanya memberikan senyum tipis yang penuh arti. Ia menjawab dengan suara rendah yang serak:

Chen Song: "Saya hanya memastikan... apakah Ibu Mertua butuh bantuan untuk mendinginkan suasana. Sepertinya dapur ini terlalu panas untuk Anda, Nyonya Minghua."

Minghua merasa terhina sekaligus terancam. Ia bisa melihat bahwa nafsu dalam mata Chen Song bercampur dengan kebencian. Chen Song menikmati rasa tidak nyaman yang dirasakan mertuanya. Baginya, melihat Minghua yang biasanya sombong kini tampak salah tingkah dan gelisah di bawah tatapannya adalah sebuah kemenangan kecil.

Sejak saat itu, suasana di mansion tidak pernah sama lagi. Chen Song mulai sengaja mencari kesempatan untuk berada di dekat Minghua, menciptakan momen-momen "kebetulan" di mana ia bisa terus memberikan tatapan yang sama—sebuah teror mental yang ia nikmati setiap detiknya.

yoana zhang menelpon minghua untuk datang ke kediaman utama keluarga zhang."

Pertemuan di Puri Utama klan Zhang bukan sekadar rapat keluarga, melainkan panggung bagi Tibet Zhang dan Yoana Zhang untuk menegaskan hierarki kekuasaan mereka. Chen Song dibawa ke sana layaknya barang pelengkap di samping Luna.

Puri Utama terletak di puncak bukit, jauh lebih megah dari mansion di Gou Tun. Di ruang tengah yang luas, keluarga besar Zhang berkumpul. Tibet Zhang, sang patriark, duduk di kursi kebesaran dengan tongkat kayu hitam di tangannya, sementara Yoana Zhang duduk anggun di sampingnya, menatap semua orang dengan pandangan menilai.

Begitu Chen Song masuk mengikuti Luna dan orang tuanya, bisik-bisik menghina langsung memenuhi ruangan.

 Sepupu Laki-laki luna, david zhang: "Lihatlah 'pemenang' kita. Chen Song, kudengar kau sekarang ahli dalam memilih kangkung di pasar? Sungguh peningkatan karier yang luar biasa bagi seorang pecandu judi."

 Bibi Luna: "Luna, kasihan sekali dirimu. Cantik dan berbakat, tapi harus menggandeng beban di sampingmu. Pastikan kau mencuci tangan setelah bersentuhan dengannya, siapa tahu penyakit judinya menular."

 Tibet Zhang: (Mengetuk tongkatnya ke lantai, membuat ruangan hening) "Chen Song. Kau berdiri di sini karena kemurahan hati keluarga ini. Jangan pernah lupa, kau adalah debu di bawah kaki cucuku. Jika bukan karena hutangmu yang kami beli, kau sudah membusuk di selokan."

Biasanya, Chen Song akan menunduk gemetar. Namun kali ini, ada yang berbeda. Ia berdiri tegak, wajahnya datar, hampir menyerupai topeng. Ia tidak menghiraukan satu pun kata-kata pedas itu.

Pikirannya tidak ada di ruang rapat itu. Di kepalanya, ia justru memutar ulang adegan-adegan saat ia mengintip Minghua Zhang di kamar mandi. Memori tentang tubuh mertuanya yang tanpa pertahanan memberinya semacam kekuatan rahasia. Ia merasa, sementara orang-orang ini menghinanya, ia telah "menaklukkan" harga diri Minghua secara diam-diam.

Di tengah rapat, saat semua orang sibuk membahas bisnis keluarga, mata Chen Song sesekali melirik ke arah Minghua yang duduk di barisan depan. Ia memberikan senyum tipis yang hanya bisa dimengerti oleh mereka berdua.

Minghua, yang menyadari tatapan itu, merasa sangat tidak nyaman. Ia gelisah di kursinya, mencoba fokus pada pembicaraan Tibet Zhang, namun ia bisa merasakan mata mesum Chen Song seolah sedang "menelanjanginya" di depan seluruh keluarga besar.

Keluarga Zhang menganggap diamnya Chen Song adalah tanda kepasrahan dan ketololan. Padahal, itu adalah ketenangan sebelum badai. Chen Song merasa bahwa semakin mereka menghinanya, semakin ia berhak untuk menghancurkan moral keluarga ini dari dalam, dimulai dari Minghua.

Di tengah keriuhan rapat di Puri Utama, David Zhang—sepupu Luna yang sombong dan selalu tampil necis—berjalan mendekati Chen Song dengan seringai meremehkan.

David: "Chen, aku dengar kau bosan hanya belanja sayur di pasar Gou? Bagaimana kalau kau kerja di perusahaanku? Aku butuh orang di posisi security. Kau kan punya badan yang lumayan, setidaknya kau bisa berdiri tegak di depan pintu menyambut tamu-tamuku yang terhormat."

Tawa pecah di antara sepupu-sepupu yang lain. Mereka membayangkan betapa lucunya melihat suami Luna Zhang memakai seragam satpam dan memberikan hormat kepada mereka setiap pagi.

Luna hanya membuang muka, merasa harga dirinya semakin diinjak-injak karena memiliki suami yang ditertawakan seperti itu. Namun, Minghua Zhang tampak tegang. Ia khawatir jika Chen Song bekerja di luar rumah, rahasia tentang "tatapan gelap" pria itu akan semakin sulit dikendalikan, atau justru Chen Song akan melakukan hal yang lebih memalukan.

Berbeda dari biasanya, Chen Song tidak tampak marah. Ia menatap David dengan tatapan yang sulit diartikan. Di pikirannya, menjadi security berarti ia memiliki akses ke berbagai area, waktu yang lebih fleksibel, dan tentu saja—seragam yang bisa ia gunakan untuk menutupi niat busuknya.

Chen Song: "Terima kasih, David. Posisi security... menjaga pintu, mengawasi siapa yang masuk dan keluar, serta memantau semua orang lewat CCTV? Sepertinya aku akan sangat menyukai pekerjaan 'mengawasi' itu."

Chen Song menekankan kata "mengawasi" sambil melirik tajam ke arah Minghua yang berdiri tak jauh dari sana. Minghua seketika merasa dingin; ia tahu bahwa bagi Chen Song, pekerjaan ini adalah lisensi untuk terus menjalankan hobinya mengintai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!