NovelToon NovelToon
Akan Ku Buat Dia Menyesal

Akan Ku Buat Dia Menyesal

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Obsesi / Fantasi Wanita / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:46.5k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

"Aku yang menghancurkan keluargaku sendiri."
"Aku yang membuat semua orang mengetahui tentang hubungan gelap kalian."
"Aku yang membuatmu berlutut meminta ampun saat ini."

Fransisca menikahi seorang milyarder yang mengalami cacat mental hanya untuk membalaskan dendam kematian ibunya. Menganggap lebih baik hidup sebagai pengasuh pria cacat, tapi mendapatkan kekuasaan mutlak.

Karena cinta baginya hanya... Bullshit!

Tapi mungkin tanpa disadarinya mata pria yang dianggapnya mengalami cacat mental itu hanya tertuju padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rendi

Dengan penuh rasa percaya diri, dirinya mengantar istrinya masuk. Walaupun merasa ada yang aneh dari bangunan yang terlihat sedikit terbengkalai. Tapi tidak apa...yang jelas ada pasien yang sembuh.

Sedangkan Mira menatap pria yang disewa ayahnya sebagai tabib pengobatan tradisional palsu. Matanya menelisik, hebat juga ayahnya dapat menyewa lokasi dan peralatan dalam waktu sesingkat-singkatnya.

Membodohi Doni sejatinya bukan hal yang sulit. Yang sulit adalah membodohi Naya dan Johan. Walaupun Naya juga lumayan bodoh.

Pria yang pura-pura memeriksa nadi Mira kini berucap."Kanker darah stadium akhir ya..."

"Bagaimana anda bisa tau penyakitnya?" Tanya Doni penasaran.

"Tabib susah punya pengalaman puluhan tahun." Ucap Mira berusaha keras untuk tersenyum.

"Baik...kita akan mulai pengobatannya." Pria tua yang tangannya telah gemetar itu mengeluarkan jarum sakti andalannya. Juga beberapa alat terapi bekam.

"Doni...kamu tunggu di luar ya?" Pinta Mira pada suaminya. Bagaimana pun Mira tidak akan benar-benar melakukan terapi. Semuanya hanya pura-pura.

"Aku harus disini. Aku akan menemanimu." Ucap Doni percaya diri meyakinkan.

"Mampus!" Satu kata yang tersimpan dalam hati Mira yang putih bersih. Dirinya benar-benar sial! Tapi tidak! Doni harus keluar.

"Sebaiknya selain pasien keluar." Ucap pria yang berpura-pura menjadi tabib sakti.

"Maaf...mohon maaf... tidak bisa seperti itu, anda adalah pria. Sedangkan istri saya adalah wanita. Ada banyak kasus pelecehan wanita saat ini. Bagaimana kalau anda melecehkan istri saya." Doni memandang curiga.

"Kalau Tuan terus begini, lebih baik jangan berobat di tempat ini." Tegas sang pria mengancam. Bagaimana pun dirinya sama sekali tidak bisa menggunakan alat-alat pengobatan tradisional. Bagaimana mau menunjukkan keahlian di depan orang ini.

"Tapi---" Kalimat Doni disela.

"Tidak apa-apa Doni, hanya ini jalanku untuk sembuh. Kamu jangan cemas dan tunggu di luar ya..." Pinta Mira lirih, benar-benar akting yang maksimal. Membuat siapa saja akan terpukau.

Namun, sebagai pria penyayang istri, dirinya memiliki firasat yang tajam. Sebuah firasat akan terjadi hal yang buruk pada istrinya yang paling cantik di dunia. Pria yang tidak menyadari biang keladi firasat buruk itu bukanlah sang tabib palsu. Melainkan dirinya sendiri.

"Tidak bisa! Aku yakin kamu ingin melecehkan istriku. Jika aku tidak bisa melihat istriku menjalankan terapi, maka lebih baik Mira tidak berobat di tempat ini." Dengan gagah berani Doni menarik tangan Mira.

"Bagaimana ini?" Batin Mira berpikir sesaat. Hanya ini kesempatannya untuk berpura-pura sembuh, agar Johan menyukainya sebagai menantu. Mira mengangguk memberi isyarat untuk mengiyakan pada seseorang yang tengah berpura-pura menjadi tabib.

"Tunggu! Baik! Kamu boleh tinggal melihat pengobatan yang saya lakukan." Kalimat dari sang pria. Membuat Doni sedikit lega. Tidak ingin istrinya yang paling cantik mewangi sepanjang hari dilecehkan.

Tapi.

Sudah dapat ditebak bukan? Tabib abal-abal, hanya seorang aktor yang sengaja dibayar Wijaya. Apa yang dapat dilakukannya?

"Sakit! Aaa...!" Teriak Mira kala dirinya di tusuk asal jarum akupuntur.

"Tenang ya sayang...kamu akan sembuh." Doni memegang jemari tangannya penuh harap. Memberikan kekuatan pada Mira untuk terus menahan rasa sakit sembari berakting.

"Sudah..." Ucap sang tabib palsu.

"Dibekam belum... tidak mungkin sembuh dengan akupuntur saja! Saya akan bayar berapapun demi kesembuhan istri dan anak dalam kandungannya!" Doni menatap nyalang ke arah sang tabib palsu yang mengangguk pada akhirnya.

"Aaaa!" Bertambah lagi penderitaan Mira. Itu sudah pasti bukan? Sungguh begitu malang, mungkin karena Doni begitu mencintainya.

Tidak membiarkannya diobati berdua dengan sang tabib palsu. Juga mengharuskan menjalani semua pengobatan. Bukan definisi suami idaman khusus untuk Doni. Tapi definisi cinta ini membunuhku.

***

Sementara di lain tepatnya di kantor tempatnya bekerja. Fransisca melangkah penuh rasa percaya diri.

Semua orang menatap penampilannya yang begitu cerah hari ini. Tidak semua divisi membencinya. Karena dirinya pernah membantu di divisi desain dan marketing hanya membantu memberikan solusi. Bukan pekerja tetap yang digaji, tapi hanya berstatus dari pacar yang membantu tugas Doni dahulu.

"Fransisca cantik hari ini..." Ucap karyawati dari divisi marketing, bernama Lita.

"Terimakasih, nyonya bos harus cantik." Fransisca tersenyum masuk ke dalam lift yang sama.

"Nyonya bos? Jadi akhirnya menikah dengan pak Doni?" Tanya Lita yang memang sempat mengajukan cuti panjang akibat melahirkan.

"No! No! No! Istri seorang Doni bukan jalan untuk menjadi nyonya bos." Jawaban penuh senyuman dari Fransisca.

"Benar juga ya? Pak Doni hanya beban." Lita menipiskan bibir menahan tawanya."Lalu siapa?" Tanyanya lagi.

"Jangan-jangan---" Lita membulatkan matanya, mengingat-ingat."Pak Johan! Fransisca menjadi selingkuhannya!?"

"Tentu tidak! Kamu kira aku sudi!?" Fransisca berusaha keras untuk tersenyum.

"Ekhmmm! Aku menikah dengan Arkan Zoya." Lanjutnya.

"Arkan Zoya!? Arkan Zoya... bos besar yang menjadi seperti anak kecil?" Tanya Lita memastikan.

"Ya...aku menikah dengan big bos." Fransisca berucap penuh gaya.

"Itu bagus... lumayan cocok. Tapi..." Lita seperti ragu bercerita.

"Tapi apa?" Tanya Fransisca.

"Fransisca wanita cantik dan mandiri. Jadi aku percaya kamu mengambil keputusan ini pasti ada alasannya. Tapi, boss besar sedikit sulit. Kamu tau gosip penyebab kecelakaannya?" Tanya Lita.

Fransisca menoleh padanya. Bukankah hanya kecelakaan biasa? Tapi bersamaan dengan itu pintu lift kembali terbuka menampakkan sosok Sela yang kebetulan ikut masuk ke dalam lift.

Hening... dirinya tidak dapat bertanya lebih lanjut pada Lita. Wanita ini adalah selingkuhan Johan.

Apa Rendi sudah mulai mengumpulkan informasi tentangnya?

"Kamu Fransisca bukan? Kamu pernah membantu divisi marketing dulu. Jadi aku lumayan familiar denganmu." Ucap Sela padanya.

Fransisca menghela napas, mana dirinya ingat wajah orang yang bahkan jarang bicara dengannya. Mengingat dirinya dulu bekerja di perusahaan lain, walaupun terkadang menolong Doni saat kekasihnya meminta bantuan.

Tapi, serius! Orang ini adalah kemungkinan terbesar dari daftar ibu kandung Doni. Itulah yang ada dalam benak Fransisca.

"Terimakasih...Bu Sela." Ucap Fransisca pelan.

"Kemampuanmu sayang sekali jika tidak dimanfaatkan. Hanya terdiam dalam divisi keuangan. Itu seperti memenjarakan burung kecil yang berbakat. Bagaimana jika kamu pindah ke divisi marketing, kamu dapat langsung bekerja di bawahku sebagai wakil direktur." Tawaran dari Sela, membuat Fransisca ingin muntah rasanya.

Karena bakat? Bukan karena ingin meletakkan dirinya di bawah pengawasan. Juga ingin memeras kemampuannya untuk keluarga benalu ini.

"Maaf saya tidak tertarik... Bu Sela." Fransisca masih dapat berusaha tersenyum.

Hingga, pada akhirnya lift terbuka. Fransisca turun lebih awal, meninggalkan Sela dan Nita di dalam lift. Mengingat dirinya memang bekerja di lantai yang berbeda. Tapi... anehnya Sela ikut turun.

Fransisca melangkah lebih cepat, menatap ke arah Rendi yang merentangkan tangannya, bagaikan ingin memeluk dirinya.

"Sayang..." Panggil Rendi, hendak menyambut kedatangan Fransisca. Pemuda yang begitu polos...

1
Septi Lahat
nggk ush diajarin,, ajak praktek lgsung je,, toh kalian kan suami istri sah😁
Alishe
gue yg gregetttttt manis bgt si mreka🤭🤭🤭🤭🤭
Alishe
order dmn su enak beud perasaan isca ihh pengen🤣🤣🤣
Alishe
dibayar lunas tuh sakit beneran🤣🤣🤣🤣
Alishe
pantesan meriksanya ati atiiii bgt ya dok🤭🤭🤭
Alishe
lebih menarik martabaknya beli dmn si isca tuh mayan buat liat drama🤣🤣🤣🤣
Alishe
nyawa Rendi sisa separo kayanya🤣🤣🤣🤣
Alishe
kesian juga yg mulia istri kita klo arkan masi stay cool bocah seakan berjuang sendiri jdnya sooo ganbateeee semangattt😘😘😘😘
Alishe
end udah end🤣🤣🤣
Alishe
beda tipis🤣🤣🤣
chataleya
🙈🙈🙈
Alishe
nah nah sapose dteng😱😱😱
Alishe
ahahaha kretek🤣🤣
Alishe
huahahahahaha dpt cilok goceng kembalian beli data buat sehari🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Alishe
gaplok Rendi🤣🤣🤣
Alishe
mamp**🤣🤣🤣🤣
Inah Ilham
ternyata lebih boooommm...
Alishe
agak apa emang bod** si tungtung🤣🤣🤣🤣
Alishe
bayangin pas lg mode normal ngomong bikin anak muka arkan gmn ya🤣🤣🤣🤣
Nur Wahyuni
ayo gimana cara ngajarinnya Fransisca.. yg ada setengah jalan trz Fransisca disuruh minum susu dan pusing 😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!