Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.
Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.
Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.
Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.
Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?
Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Laki-laki Pikirannya ...
Di dalam gedung itu sudah tidak begitu ramai, hanya beberapa tamu undangan yang datang terlambat. Dan juga keluarga pengantin ataupun dari pihak wo.
"Eh, itu si tengil 'kan?" gumam Kenzo mempertajam pandangan.
Setelah dari mengantar Gita pulang ke apartemen yang jaraknya tidak jauh, Kenzo langsung kembali ke hotel dimana acara pernikahan itu dilaksanakan karena ia masih penasaran.
Saat sedang menunggu rasa penasarannya, Kenzo melihat Kenzie dan 2 temannya sedang naik ke taksi online.
Sebagai pekerja pabrik, mereka selalu mencari hari akhir pekan untuk membuat acara. Saat ini malam Minggu dan besok masih bisa cukup untuk beristirahat. Pengantin pria merupakan manager di pabrik itu, sehingga tidak heran jika Kenzie dan teman-temannya juga mendapatkan undangan.
"Mau kemana dia kok arahnya beda sama kontrakan?" gumam Kenzo penasaran.
"Apa dia pindah kontrakan?"
Kenzo berhenti di tepi jalan dan tidak lama kemudian mobil itu keluar dari gang. Kenzo mengikutinya secara pelan-pelan.
"Dia masih di dalam mobil itu nggak ya?" gumam Kenzo masih penasaran, karena terlihat masih ada penumpang. Namun, tidak begitu jelas siapa.
Beberapa menit kemudian mengikuti, mobil itu berbelok dan berhenti di halaman minimarket. Kenzo yang berhenti di tepi jalan pun langsung menegakkan duduknya untuk melihat siapa yang akan turun karena pintu belakang yang dibuka.
Kenzie membuka ponselnya untuk melihat catatan apa saja yang akan dibelinya. Beberapa persediaan seperti keperluan mandi sudah menipis. Setelah mengantar teman-temannya, Kenzie meminta supir taksi untuk mampir ke minimarket agar tidak bolak-balik, karena yang memesan taksi adalah Kenzie.
"Ada lagi, Kak?" tanya kasir.
"Itu saja, Kak." jawab Kenzie membalas senyuman kasir perempuan itu.
Karena tidak membawa kantong belanja, Kenzie harus membeli kantong lagi untuk membawa belanjaan yang tidak sedikit, tetapi juga tidak terlalu banyak itu.
Kenzie langsung bergegas keluar setelah selesai transaksi.
"Ayo Pak," ujar Kenzie setelah di dalam mobil dan naik di belakang seperti penumpang taksi pada umumnya.
Supir tidak menjawab, namun, Kenzie langsung membuka ponselnya untuk mengisi kejenuhan.
"Kok kayak beda mobilnya? jangan-jangan salah masuk mobil?" bathin Kenzie setelah sadar beberapa detik.
Kenzie langsung panik setelah sadar bahwa mobil itu benar-benar beda. Ia langsung menatap kaca di depannya.
"KAMU?!"
Keduanya saling menatap dikaca itu.
"STOP! STOP!" seru Kenzie saat sadar ia berada di mobil Kenzo.
Kenzie menepuk-nepuk pipinya sendiri, lalu memberikan cubitan kecil di lengannya dan ternyata sakit.
"Bukan mimpi?" gumam Kenzie.
Kenzo hanya tersenyum tipis dan menahan ingin tertawa, tetapi tetap fokus mengemudi.
Beberapa menit yang lalu, ketika Kenzie sudah masuk ke minimarket, Kenzo langsung menghampiri supir taksi online yang membawa Kenzie. Kenzo meyakinkan supir taksi itu bahwa ia suaminya dan Kenzie sedang marah. Tidak lupa ia membayarnya dengan lebih sebagai tanda kerjasama yang sempurna dan menjamin tetap memberikan bintang 5.
Kenzo memarkirkan mobilnya tepat di tempat taksi itu. Dan, ternyata umpannya sangat tepat, Kenzie masuk tanpa memperhatikan karena yakin posisi taksi tidak salah.
"Kamu bisu kah!" seru Kenzie.
"Jangan ganggu supir!" balas Kenzo.
"Mimpi buruk lagi!" umpat Kenzie sembari berpikir bagaimana caranya pergi.
Kenzo akan langsung membawa Kenzie ke rumahnya, apalagi mengingat besok hari Minggu. Setelah dibuat kesal karena belum dimaafkan, nomor diblokir, dan harus terus berbohong pada orangtuanya, kali ini Kenzo harus berbicara dengan Kenzie dan menyelesaikan permasalahan diantara mereka.
"Aku nggak mau kerumahmu!" seru Kenzie menolak.
Kenzo masih diam.
"KENZO!" seru Kenzie.
"Kalian bersekongkol! atau kamu mengancam supir taksi tadi!" tuduh Kenzie.
"Kasih dia bintang 5!" balas Kenzo.
Kenzie langsung menatap tajam, ia merasa dirugikan, sehingga merasa tidak pantas memberikan bintang 5.
"OGAH!" tolak Kenzie langsung melengos.
Kenzo tidak kehilangan akal, ia mempercepat laju mobilnya yang membuat Kenzie panik.
"Kalau mau bunuh diri jangan ajak-ajak aku!" seru Kenzie kembali teringat kejadian awal pernikahan.
"Dasar gil4!" umpat Kenzie.
Kenzo mengurangi kecepatan karena sudah dekat dengan rumahnya. Ia tidak merespon Kenzie yang terus mengomel dan mengancamnya.
"Aku nggak mau disini!" tolak Kenzie.
Kenzo keluar lebih dulu, namun, Kenzie juga bergegas turun dan hendak kabur.
"AW!" pekik Kenzie ketika tangan Kenzo menahannya dengan kuat.
"Lepas!"
"Nggak akan gue lepas!" balas Kenzo.
Dengan tenaga yang pastinya jauh lebih kuat, Kenzo berhasil membawa Kenzie masuk ke rumahnya meskipun harus bertarung dengan pemberontakan Kenzie.
"Duduk!" suruh Kenzo.
"NGGAK!" tolak Kenzie yang beranjak, namun, Kenzo langsung menekan pundak istrinya agar kembali duduk.
Kenzie belum sadar dengan rambutnya yang berantakan, lipstik sampai melebar keluar bibir karena pergerakan tangan yang di luar kendali saat berontak. Padahal hari ini ia berdandan cukup baik. Pakaiannya pun membuatnya lebih anggun karena pergi kondangan.
Saat mereka tengah bersitegang, ponsel Kenzie berdering.
"Pak Zaky?" gumamnya.
Kenzie melirik sekilas ke Kenzo.
"Halo, assalamu'alaikum, Pa." ucap Kenzie dengan sopan.
("Wa'alaikumussalam, maaf Papa telpon jam segini. Oh ya, Kenzo beneran pulang 'kan?" balas Zaky.)
"I-iya Pa, ini ada kok disamping lagi dengerin," jawab Kenzie gugup.
Kenzie langsung menyodorkan ponselnya ke Kenzo tanpa menatap.
"Iya Pa, aku nggak bohong, vc aja kalau nggak percaya." ujar Kenzo langsung mengubah panggilan video.
Ide yang sangat menyebalkan, Kenzie mengomel tanpa bersuara. Namun, ia terpaksa tetap harus tersenyum ketika Kenzo mengarahkan kamera padanya untuk menyapa papa mertua.
("Waduh! ya sudah Papa nggak ganggu lagi, sorry ya." ujar Zaky langsung menyudahi telepon sembari menahan tawa.)
"Bapakmu kenapa?!" protes Kenzie dengan dahi yang mengkerut, karena merasa tidak ada yang aneh.
Kenzo langsung menahan tawanya lagi melihat ekspresi wajah Kenzie.
"Kamu juga kenapa?!" tanya Kenzo
"Beneran gil4!" umpat Kenzie pada Kenzo.
Kenzo langsung menarik lengan Kenzie ke depan cermin panjang. Kenzie langsung bisa memperhatikan seluruh penampilannya yang amburadul. Rambut berantakan, lipstik yang keluar dari bibir, cape brukatnya sampai miring.
"Ternyata aku yang kayak orang gil4!" gumam Kenzie langsung melirik tajam pada Kenzo.
"Kamu tau kenapa papa nahan ketawa?" tanya Kenzo.
Kenzie menatap Kenzo dengan ragu, "Ya karena penampilanku lah!"
Kenzo menggeleng pelan.
"Lebih dari itu, pasti papa ngira kita abis berbuat sesuatu," bisik Kenzo masih menahan tawa.
Setelah mencerna kalimat itu, Kenzie langsung melotot dan reflek menginjak kaki Kenzo.
"Laki-laki pikirannya m3sum terus!" protes Kenzie.
"Normal 'kan?" balas Kenzo.
Kenzie langsung melotot lagi.
Kenzo tidak akan melepaskan Kenzie, ia langsung teringat tujuannya untuk mendapatkan maaf.
"Malam ini tidur di sini," pinta Kenzo serius.
Mereka saling beradu pandang.
"Kamu ajak aja pacarmu itu!" tolak Kenzie.
"Jangan bahas yang nggak ada di sini," pinta Kenzo.
Kenzie berdecak lirih dengan menatap jendela depan.
"Kasih bintang 5 buat taksi tadi, aku yang salah. Dia hanya mencari rezeki, kasihan kalau dikasih bintang rendah," ujar Kenzo menasehati yang membuat Kenzie semakin kesal.
Tanpa perlu dinasehati, Kenzie sudah paham berempati. Namun, kali ini ia benar-benar sangat kesal.
Meskipun masih tetap menggerutu, Kenzie tetap memberikan bintang 5.
"Eiitts! mau kemana?" cegat Kenzo ketika Kenzie bergerak.
Kenzie langsung menarik napas panjang.
"Mau berak!" jawab Kenzie ketus.
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍