Antares Bagaskara adalah dosen dan ilmuwan antariksa yang hidup dengan logika dan keteraturan. Cinta bukan bagian dari rencananya—hingga satu malam tak terduga memaksanya menikah dengan Zea Anora Virel, mahasiswi arsitektur yang ceria dan sulit diatur.
Pernikahan tanpa cinta.
Perbedaan usia.
Status dosen dan mahasiswi.
Terikat oleh tanggung jawab, mereka dipaksa berbagi hidup di tengah batas moral, dunia akademik, dan perasaan yang perlahan tumbuh di luar kendali.
Karena tidak semua cinta lahir dari rencana.
Sebagian hadir dari orbit yang tak terencana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12: Godaan Sarah dan Skandal Digital
Pagi itu, kelas bimbingan skripsi dan asistensi di fakultas arsitektur terasa seperti medan ranjau bagi Zea. Dia duduk di meja yang sama dengan Sarah dan dua teman lainnya, mencoba fokus pada presentasi maketnya. Tapi Sarah... si Ratu Gosip yang sekarang jadi pemegang rahasia terbesar Zea itu, nggak bisa diem.
Setiap kali Antares lewat di koridor atau pas lagi ngasih feedback ke kelompok lain, Sarah pasti nyenggol Zea terus bisik-bisik, "Duh, Mas Antar ganteng banget ya hari ini. Aura posesifnya itu loh, bikin klepek-klepek."
Zea cuma bisa melotot, nginjek kaki Sarah di bawah meja. "Berisik lu! Nanti ketauan!"
Antares, yang lagi berdiri di depan papan tulis sambil ngejelasin konsep urban landscape di depan kelompok lain, tiba-tiba nyadar ada yang nggak beres. Dia bisa denger bisik-bisik Zea dan Sarah, dan dia juga ngerasa tatapan Sarah yang mendadak genit ke arahnya. Antares mengerutkan kening, tapi dia nggak bilang apa-apa.
Sampai giliran kelompok Zea maju buat asistensi maket.
Antares jalan ke meja mereka, mata tajamnya langsung tertuju pada Zea. "Zea, maket kamu ini kenapa proporsinya tidak seimbang? Bukannya sudah saya instruksikan semalam untuk direvisi?"
Zea langsung pucat. "Eh, iya Pak... itu... saya belum sempat revisi." Padahal semalam dia nggak sempat revisi karena Antares terlalu banyak "revisi" di kasur.
"Saya kan sudah bilang, jangan terlalu banyak bermain. Fokus pada tugasmu," sindir Antares, suaranya dingin tapi ada nada tersembunyi yang cuma Zea yang paham.
Tiba-tiba, Sarah nyenggol Zea lagi, terus berbisik, "Makanya, Ze, kalau 'Mas Antar' ngajak kerja kelompok semalem, jangan modus mulu. Nanti maketnya nggak kelar-kelar kan gara-gara terlalu banyak 'revisi' yang lain."
DEG! Zea rasanya mau pingsan di tempat. Dia melotot tajam ke Sarah.
Antares, yang denger bisikan Sarah itu, langsung berbalik. Matanya menyipit, natap Sarah dengan aura yang bisa bikin dosen killer sekalipun merinding.
"Mahasiswi Sarah," suara Antares datar, tapi ada ancaman di sana. "Kalau kamu terlalu banyak bicara hal yang tidak relevan dengan asistensi, saya bisa pastikan nilai kamu tidak akan 'seimbang' seperti maket temanmu ini."
Sarah langsung kicep. "Eh, maaf Pak! Maaf! Saya cuma... bercanda!"
Antares nggak peduli. Dia kembali menatap Zea. "Sudah saya bilang, jangan terlalu banyak energi untuk hal-hal tidak penting. Saya tidak suka melihat mahasiswi saya tidak profesional."
Dia ngambil pulpen dari saku kemejanya, terus nulis komentar di kertas asistensi Zea dengan garis merah tebal. Saat dia menulis, Antares sengaja nunduk, bisik-bisik ke Zea yang lagi nunduk pasrah.
"Pulang ini, kamu saya hukum dua kali lipat. Berani sekali kamu cerita ke temanmu soal saya, Zea. Dan berani sekali temanmu itu menggoda saya di depan umum."
Zea cuma bisa ngehela napas. Dia tahu, hidupnya bakal makin berat di bawah orbit Antares.
Di sudut studio, ada seorang mahasiswa bernama Rio, anak angkatan yang terkenal iseng dan suka ngerekam kejadian-kejadian lucu di kampus. Dari tadi dia udah ngerekam drama antara Antares, Zea, dan Sarah pakai ponselnya. Rio sebenernya nggak ada maksud jahat, cuma ngerasa adegan Pak Antares yang galak tapi posesif ke Zea itu vibe-nya kayak drama Korea banget.
Rio senyum-senyum sendiri ngedit video itu. Dia kasih judul: "Dr. Antares: Dosen Killer tapi Posesif ke Asdos Kesayangan?" Dia tambahin efek slow motion pas Antares natap tajam ke Sarah, terus kasih backsound lagu Korea romantis. Dia upload ke TikTok pribadi dan grup chat angkatan.
Dalam waktu singkat, video itu langsung viral.
Angkatan Arsi B: "ANJIR! Gue udah feeling Pak Antares sama Zea ada apa-apa!"
Grup Mahasiswi: "GILAAK, Cewek itu beruntung banget bisa bikin Pak Antares cemburu! Aku rela jadi asistennya juga kalau digalakin gitu!"
Fans Antares: "NOOOO! Dr. Antares punyaku! Kenapa dia jadi posesif sama cewek itu?!"
Antares baru tahu soal video itu pas lagi meeting sama Dekan di ruang rapat. Ponselnya terus-terusan getar, notifikasi dari email kampus dan grup dosen masuk bertubi-tubi. Antares ngebuka salah satu video yang dikirim sama asistennya.
Video Rio. Dia ngelihat adegan Zea diinterogasi Sarah, terus Antares yang tiba-tiba dateng kayak bodyguard, dan yang paling parah, bisikan Sarah soal "Mas Antar" yang bikin Antares melotot.
Rahang Antares mengeras. Mata tajamnya menatap layar ponsel itu seolah ingin membakar orang di balik video tersebut.
"Zea," gumam Antares pelan. Kali ini, intonasinya lebih dari sekadar marah. Itu adalah ancaman yang tersimpan dalam keheningan seorang ilmuwan yang merasa teritorinya diganggu.