NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Romansa Fantasi
Popularitas:86.1k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. LAPORAN

Langit sore tampak muram ketika Alaric duduk di balik meja kerjanya. Cahaya matahari yang menembus jendela tinggi hanya menyisakan garis-garis pucat di lantai marmer. Di ruangan itu, udara terasa berat, bukan karena cuaca, melainkan karena laporan yang kini terbentang di hadapannya.

Gideon berdiri di seberang meja, wajahnya serius, sikapnya tegak seperti biasa. Di tangannya ada setumpuk dokumen yang baru saja ia letakkan.

"Wilayah timur," ucap Gideon akhirnya. "Keadaan di sana jauh lebih buruk dari laporan resmi yang dikirim ke ibukota."

Alaric menyandarkan punggungnya ke kursi, jemarinya bertaut di depan dada.

"Jelaskan," perintah Alaric.

Gideon menarik napas pendek. "Informan dari kelompokku mengatakan bahwa benar penguasa wilayah timur dan beberapa petinggi setempat terlibat aktivitas ilegal. Bukan hanya jual beli manusia ... tapi juga monster."

Alis Alaric terangkat tipis. "Jual beli Monster?"

"Benar. Mereka menangkap monster di perbatasan, menjualnya, atau memeliharanya sebagai peliharaan bagi bangsawan tertentu," lanjut Gideon dengan nada dingin. "Beberapa bahkan digunakan untuk arena gelap sebagai bahan taruhan."

Alaric mendecak pelan. "Bodoh."

Gideon terdiam sesaat, lalu mengangkat kepala. "Bodoh? Ah, benar. Mereka sepertinya menyepelekan betapa berbahayanya monster itu."

"Mereka terlalu bodoh, atau mungkin otak mereka sudah hilang," ulang Alaric, suaranya datar namun penuh kemarahan terpendam. "Pantas saja wilayah perbatasan sekarang hancur."

Kali ini Gideon benar-benar terkejut. "Hancur?"

Alaric mengangguk pelan. " Saat akh ke sana kemarin, benteng pertahanan di perbatasan telah disusupi monster. Para penjaga melarikan diri karena tidak sanggup melawan. Hanya beberapa yang masih bertahan."

Gideon mengernyit.

Alaric mencondongkan tubuh ke depan dan melanjutkan, "Salah satu penjaga yang selamat mengatakan bahwa mereka sudah berkali-kali meminta pasokan dan bantuan pada penguasa wilayah. Tapi tidak pernah datang. Bahkan ketika mereka meminta langsung, mereka justru diusir dengan cara yang tidak manusiawi."

Gideon mengepalkan tangan. "Gila. Itu sama saja wilayah timur mencari mati."

"Bukan hanya itu," lanjut Alaric sambil mengelus pelipisnya. "Monster di wilayah utara juga mulai bergerak brutal. Serangan mereka tidak acak. Ada pola. Aku baru saja mendapatkan kabarnya dari Colton pagi ini."

Gideon berpikir sejenak. "Kelompokku juga melaporkan hal aneh. Ada sekelompok orang berjubah terlihat di perbatasan. Bergerak malam hari. Tujuan mereka belum diketahui."

Alaric mengernyit. "Pemicu. Seseorang atau sesuatu sedang menggerakkan monster. Tapi pertanyaannya; siapa yang melakukannya?"

Keheningan jatuh di antara mereka.

"Aku harus bertemu Yang Mulia Kaisar," ucap Alaric akhirnya. "Ini sudah melampaui kewenangan satu wilayah."

"Aku akan mengirim orangku untuk menggali informasi lebih dalam," sahut Gideon tanpa ragu.

"Lakukan," perintah Alaric.

Sore mulai mendingin ketika Alaric meninggalkan ruang kerjanya. Luka di sisi perutnya masih terasa perih, tapi pikirannya kini lebih dipenuhi satu nama.

Liora.

Ia melangkah menuju kamar istrinya, berniat memastikan wanita itu benar-benar beristirahat seperti yang seharusnya. Namun kamar itu kosong.

"Di mana Duchess?" tanya Alaric pada pelayan yang lewat.

"Nyonya berada di ruang kerjanya tadi, Yang Mulia," jawab pelayan itu hormat.

Alaric mengernyit.

Bekerja? Bukankah sudah kukatakan untuk istirahat, batin Alaric.

Pria itu berbalik menuju ruang kerja Liora, namun kembali mendapati ruangan itu kosong, bahkan Sasa yang setia di sisi Liora pun tidak ada.

"Duchess pergi ke mana?" tanya Alaric pada pelayan yang sedang membersihkan koridor di depan ruang kerja Liora.

"Ke tempat para kesatria, Yang Mulia," jawab pelayan itu.

Alaric terdiam sesaat.

Lalu senyum sebal terbit di sudut bibirnya dan berucap, "Aku tidak tahu istriku senakal ini sampai mendatangi markas para serigala."

Alaric berbalik cepat, langkahnya panjang dan tegas menuju sisi lain kastil, ke lapangan latihan para kesatria Ravens.

Dan benar saja.

Di sana, di bawah langit senja, Liora berdiri di sisi lapangan, memegang beberapa lembar dokumen. Ia tengah berbincang dengan seorang pria tinggi berambut gelap, berseragam kesatria hitam, Sir Colton; pemimpin kesatria.

Alaric tidak membuang waktu.

Begitu sampai, ia langsung melingkarkan lengannya di pinggang Liora dari belakang, menarik tubuh istrinya mendekat.

"Akhirnya ketemu juga kau," ucap Alaric.

Liora terkejut.

Seluruh kesatria di lapangan, termasuk Colton, langsung menegakkan tubuh dan memberi hormat. "Yang Mulia Duke."

Alaric mengangkat sebelah tangannya ke arah Colton dan para kesatria sebagai jawaban sapaan mereka.

Liora menoleh cepat ke Alaric,"Kenapa kau ada di sini?"

Alaric menunduk, berbisik di telinganya, "Mencari istriku yang seharusnya istirahat tapi justru bersenang-senang dengan pria lain."

Liora merengut. "Apa maksudmu bersenang-senang? Aku sedang mengobrol dengan Sir Colton."

"Dan apa yang kukatakan soal tidak dekat-dekat dengan pria lain?" suara Alaric rendah, nyaris menggoda. "Haruskah aku menunjukkan betapa pencemburunya aku, huh?"

Liora menyikut perut suaminya itu. "Diam. Atau kau tidak boleh datang ke kamarku lagi. Kita sedang di depan publik."

Alaric terkekeh. "Lihat? Kau bahkan melarang suamimu sendiri."

"Kau menyebalkan," gerutu Liora.

"Aku tahu," ucap Alaric sambil mencium pucuk kepala Liora.

Para kesatria menundukkan pandangan dengan wajah salah tingkah. Beberapa pura-pura sibuk membersihkan pedang. Sir Colton berdeham ringan, begitu pula Sasa, salah satu kesatria wanita yang tampak merah padam.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Alaric akhirnya.

"Aku ingin menanyai soal kesatria wilayah utara," jawab Liora.

Alaric mengernyit. "Ada apa dengan wilayah utara?"

Liora mengangkat dokumen di tangannya. "Ada kejanggalan di laporan keuangan. Di sini tertulis pasokan lengkap. Tapi ada surat terpisah dari pemimpin kesatria wilayah utara, permintaan senjata dan armor baru sejak beberapa bulan lalu. Surat ini ditujukan langsung padamu tapi tercampur dengan surat laporanku."

Alaric menoleh ke surat di tangan Liora.

Liora menoleh ke Colton. "Aku ingin tahu kondisi terakhir peralatan dan pasokan dari laporan internal."

Alaric mengambil dokumen itu, membaca cepat. Wajahnya terlihat marah ketika selesai membaca, lalu meremas surat itu dengan wajah lebih gelap.

"Sepertinya ada tikus," kata Alaric dingin, "yang mulai berkeliaran di kediamanku di utara hanya karena aku terlalu lama di ibukota."

Sir Colton mengangguk. "Saya juga terkejut, Yang Mulia. Laporan resmi kemungkinan besar dipalsukan. Kita semua tahu betapa pentingnya pasokan dan juga persenjataan di wilayah utara yang dingin itu."

"Kalau begitu," ujar Alaric, "kita akan melakukan perjalanan ke utara untuk membereskannya."

"Akan saya siapkan segalanya," jawab Colton mantap.

Liora hanya terdiam, memerhatikan suaminya yang tampak serius dengan masalah ini.

Alaric menoleh padanya. "Terima kasih. Kau menemukannya lebih cepat dariku."

Liora mengangguk pelan.

Dan untuk pertama kalinya hari itu, Alaric menyadari satu hal dengan jelas; istrinya bukan hanya wanita yang ingin ia lindungi.

Liora adalah partner terbaik Alaric.

Sampai kabar yang akan datang nanti, harus membuat keduanya diuji dengan kesabaran dalam jarak yang akan memisahkan keduanya.

1
Mita Paramita
kok tamat sih🤨🤨🤨 lagi seru serunya.
Archiemorarty: ada Sequel nanti kemungkinan kak 🥰
total 1 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐥𝐨𝐡 𝐭𝐚𝐦𝐚𝐭 😭😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐨𝐡 𝐨𝐤 𝐭𝐡𝐨𝐫😘😘
total 2 replies
Lala Kusumah
yaaaaaa tamat, tapi gapapa happy ending, bahagianya 😍😍😍
tapi nanti ada cerita lanjutan anak-anak ya 🙏🙏🙏🫰🫰👍👍
Archiemorarty: kemungkinan ada, walau nggak cadel lagi nanti mereka 🤭
total 1 replies
Ir
sampai ketemu di next cerita calon bandit kerjaan 🤭🤭
Archiemorarty: calon bandit kerajaan gx tuh 🤣
total 1 replies
Lala Kusumah
tegaaaanng pisan 🫣🫣😵‍💫😵‍💫
Jelita S
terimakasih thor atas ceritamu,,lnjut y cerita Elala🤣🤣
Archiemorarty: Siap siap, ditunggu ya. tapi gx akan jadi bocil cadel lagi nanti 🤭
total 1 replies
Miss Typo
keren 👍👍👍
Archiemorarty: Terima kasih udah baca ceritanya kak 🥰
total 1 replies
Miss Typo
kok tau² tamat thor????
happy ending 👏👍

terimakasih thor 🙏, selalu sukses dgn karya-karyanya di novel dan tunggu cerita para bocil cadel juga Rowan 😍
Archiemorarty: Haha...terima kasih kembali udah baca ceritanya kak.

kalau ada kelanjutannya gx akan cadel lagi mereka nanti 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
ehhh,..beneran tamat nih thor..tp tar ada kelanjutanyya kan ..ttg para bocil..
Archiemorarty: kemungkinan ada, masih dipikirkan. soalnya kalau jadi satu cerita, panjang banget
total 1 replies
Miss Typo
tunggu saat waktunya tiba Elara bisa mengendalikan sihir itu
Miss Typo
belum saatnya Elara menggunakan kekuatannya
Ir
hmm gampang ini mah kalo misal nya mau bikin Elara meratakan dunia pancing aja emosi nya pasti segel nya Arram bakalan hancur, jangan sampe aja di manfaatkan sama orang² jahat, sekarang tinggal Evan kak keajaiban apa yang Evan punya ga adil kalo Elara doang yang di spill 🤣🤣
Archiemorarty: Hahaha....Evan sama kayak bapak emaknya dia 🤭
total 1 replies
Jelita S
Lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐩𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐢𝐭𝐮 𝐢𝐧𝐝𝐞𝐫𝐚 𝐤𝐞 𝟔 𝐭𝐡𝐨𝐫? 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐡 𝐤𝐥𝐨 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐚𝐝𝐚 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐤𝐚 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐭𝐮𝐩 𝐚𝐮𝐫𝐚 ...

𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐝𝐢 𝐫𝐞𝐢𝐤𝐢 𝐢𝐧𝐢 𝐛𝐢𝐚𝐬𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐮𝐫𝐚 𝐭𝐞𝐧𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐦𝐞𝐥𝐢𝐡𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐠𝐚𝐢𝐛 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐠𝐚𝐫 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐫𝐬𝐛𝐭 𝐛𝐬 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐨𝐛𝐚𝐭𝐢 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 😁😁
Jelita S
wah msih lnjut rupanya sang penyihir hitam y
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐡𝐫𝐬𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢𝐚𝐬𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐢𝐡 𝐤𝐞𝐦𝐚𝐦𝐩𝐮𝐚𝐧 𝐄𝐥𝐚𝐫𝐚 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐝𝐢𝐡𝐢𝐥𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧?? 😕😕😭😭
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥: 𝐚𝐧𝐤𝐪𝐮 𝐲𝐠 𝐬𝐮𝐥𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐚𝐬 𝐝𝐢 𝐛𝐚𝐥𝐢𝐭𝐚 𝐛𝐬 𝐧𝐠𝐨𝐛𝐫𝐨𝐥 𝐝𝐠𝐧 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐚𝐥𝐮𝐬 𝐭𝐡𝐨𝐫😭😭 𝐭𝐩 𝐩𝐚𝐬 𝐮𝐝𝐡 𝐦𝐚𝐬𝐮𝐤 𝐓𝐊 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐤 𝐬𝐚𝐦𝐩𝐞 𝐬𝐤𝐫𝐧𝐠 𝐮𝐝𝐡 𝐠𝐞𝐝𝐞 𝐝𝐢𝐚 𝐮𝐝𝐚𝐡 𝐠𝐤 𝐛𝐬 𝐥𝐡𝐭 𝐦𝐚𝐤𝐡𝐥𝐮𝐤 𝐡𝐥𝐬 𝐥𝐠 😕😕
total 2 replies
Ir
akhhh aku bari mau mikir monster selanjutnya Evan yang bikin kejutan, ternyata emak nya, ini dua bocil Alaric harus di ajarin mengendalikan diri ini, kalo engga hancur dunia
Archiemorarty: Baru tiga tahun udah duarrrr 🙄
total 1 replies
Ir
elara dapet ini pasti dari leluhur nya yang dulu² pasti kan, soalnya Alaric ga bisa sihir, Lior juga ga punya, kak pokoknya harus di jelasin sih dari mana Elara sama Evan dapet kekuatan itu
Archiemorarty: Ohoho...siap siap 🤭
total 1 replies
Miss Typo
di bab brpa tuh ya saat Alaric dan pasukannya menyerah monster hampir menyerah dan Liora datang bersama pasukannya membantu, trs ada anak yg bilang itu lho, bingung ngomongnya. matahari dan bulan kalau gak salah anak kembar Liora. berarti Elara matahari nya panas membara dengan sihir nya, apa Evan yg akan merendam nya saat Elara kehilangan kendali dari kekuatan sihirnya. aaahh gak tau lah 🤣
Archiemorarty: boleh boleh 🤭
total 3 replies
Miss Typo
berarti yg matahari Elara ya thor, wah kekuatan Elara keluar karna melihat kakaknya berdarah gak sadarkan diri karna monster itu, dan pas monster mendekat mau menyerang dia gak rela semua terluka seperti Rowan
Miss Typo: mantep nih 😁
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!