NovelToon NovelToon
Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Pelakor
Popularitas:155.7k
Nilai: 5
Nama Author: Tya

Rumah tangga yang sudah lama aku bina, musnah seketika dengan kehadiran orang ketiga di rumah tanggaku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Naura terbaring lemah di ranjang rumah sakit, matanya yang sayu memandang sekitar mencari satu sosok yang sangat dirindukannya. Segera setelah sadar, pertanyaan pertama yang terlontar dari bibirnya yang pucat adalah tentang ayahnya, Adnan. 

"Di mana Papa?" bisiknya dengan suara serak.

Sebelah ranjang, ibuku menghela napas panjang, raut wajahnya memerah karena amarah yang terpendam. "Adnan memang sangat egois, bisa bisanya anak seperti ini tidak ke sini!" teriaknya, tidak peduli dengan suasana rumah sakit yang seharusnya tenang.

Aku mencoba meredakan situasi, "Mas Adnan lagi sangat sibuk, Buk. Mungkin ada pekerjaan mendadak yang tidak bisa ia tinggalkan," jawabku, sambil memijat pelan pundak ibu, berharap dapat menenangkan hatinya sekaligus hatiku yang juga kalut.

"Hallah, apapun alasan tidak bisa dibenarkan," ucap ibu dengan nada tinggi, kekecewaan jelas tergambar di wajahnya.

Mendengar itu, aku berjalan mendekati Naura, duduk di sisi tempat tidurnya. Kugenggam erat tangan kecilnya yang dingin, mencoba memberikan sedikit kehangatan dan kenyamanan.

"Nanti Papah pasti kesini," ucapku lembut, berusaha memberikan penghiburan, meski di dalam hati kecilku, aku sendiri mulai meragukan janji itu.

Mata Naura berkaca-kaca, penuh harap, namun juga ada kekecewaan yang mulai terbentuk karena kehadiran yang dinanti tak kunjung tiba.

Ponselku berdering, tergeletak di atas meja dekat tempat tidur Naura. Aku melirik layar dan melihat nama Mas Adnan. 

Suara ponsel itu semakin kencang, namun rasa malas dan kecewa melanda diriku. Aku yakin, pasti Mas Adnan akan mencari alasan lagi. 

"Siapa yang menelfon, Mah?" tanya Naura penasaran.

"Ah, nggak ada siapa-siapa, kok," jawabku berbohong sambil tersenyum pada Naura.

Aku memang tidak ingin dia tahu bahwa sebenarnya Mas Adnan yang menelpon. Kalau dia benar-benar sayang dan peduli, pasti dia datang ke sini untuk anaknya.

"Yasudah, cucu nenek, gak usah mikirin Papah ya. Papah kamu lebih sayang pekerjaannya," ibuku menyindir penuh emosi. Wajahnya nampak marah dan kesal dengan Mas Adnan. 

Entah mengapa, aku merasa sedih sekaligus frustasi ketika mendengar ucapan sinis ibu. 'Apakah aku begitu tidak berarti di mata suamiku?' batinku dengan pilu. Tak lama kemudian, Tyas masuk ke dalam bangsal membawa sarapan untuk kami.

"Sarapannya datang!" seru Tyas. 

"Ada bubur ayam nggak, aunty?" tanya Naura dengan suara serak.

"Gak ada, Naura. Adanya ayam krispi," jawab Tyas ceria.

"Mau dong, aunty!" sahut Naura semangat. 

"Oke, deh!" Tyas lalu memberikan sarapan untukku dan juga ibu. 

Ibu menyuruhku makan dulu, sementara dia akan menyuapi Naura. Aku mengikuti saran ibu, mengejapkan air mata yang mulai menggenang, dan mulai mengunyah sarapan dengan berat hati.

Setelah menyelesaikan sarapan pagi ini, aku bergegas untuk mandi dan mengenakan pakaian yang dibawa Sumi tadi. Kini giliran Ibu yang akan mandi, dan aku bertugas menjaga Naura yang baru saja selesai dibersihkan oleh Ibu.

Rasanya begitu tenang dan terorganisir ketika Ibu ada di sini, dia selalu tahu apa yang harus dilakukan untuk membuat semuanya beres. 

 Tiba-tiba, Tyas berseru, "Kak, minta uang dong, mau kuliah nih." Aku merasa tanggung jawab sebagai kakak, ingin membantu adikku sebaik mungkin. 

"Iya, nanti Kakak transfer ya," jawabku.

Tyas tampak lega, "Oke, Kak. Makasih, ya!" 

Aku mengangguk sambil tersenyum, "Iya, sama-sama."

"Yaudah, Tyas pulang dulu ya, Kak. Nanti bilangin Ibu," kata Tyas sambil berlalu pergi. 

Aku merasa haru melihat adikku tumbuh dan berusaha mencapai cita-citanya. Semoga kebaikan yang aku berikan akan bermanfaat baginya di masa depan.

Dan aku pun kembali fokus untuk menjaga Naura dan membantu Ibu menjalani hari yang penuh semangat dan kasih sayang.

Tyas meninggalkan bangsal Naura. Aku mengelus lembut wajah Naura dengan penuh kasih sayang, 

"Aku kesal sama Papah," keluh Naura dengan wajah yang memancarkan kekecewaan.

"Loh, kenapa nak?" tanyaku penasaran.

"Papah gak sayang Naura, Papah jahat," sahut Naura. 

"Ssst, gak boleh gitu, nak. Papah lagi kerja untuk kita kan, nak?" jawabku mencoba menenangkan hatinya.

"Naura gak peduli, Naura benci Papah," sahut Naura dengan kekeh, semakin menunjukkan kekesalannya pada sang ayah. 

Tok tok.

"Masuk," kataku ketika mendengar ketukan di pintu. 

Pintu terbuka, tampak seorang lelaki dengan seragam polisi berdiri di ambang pintu. Hatiku terperanjat, begitu pula dengan Ibu yang baru saja selesai mandi. Kami saling bertatapan, heran dan bingung. 

"Maaf, cari siapa, Pak?" tanya Ibu mencoba mencari tahu

"Cari Naura, Bu," jawab si polisi. Naura, yang mendengar namanya disebut, langsung menoleh ke arah pintu dengan penuh antusiasme.

"Om Kevin!" serunya, wajahnya berubah bahagia seketika, seperti menemukan secercah harapan di tengah kekecewaan yang tengah dirasakannya.

"Om Kevin?" Heran ku dan ibu secara bersamaan. 

"Iya, Om Kevin, sini Om masuk," seru Naura sangat semangat.

Pria bernama Kevin itu masuk, dan aku bertanya-tanya dalam hati, sejak kapan Naura kenal dengan pria berpakaian polisi ini?

"Ibu," seru Kevin dengan sopan dan ramah, ia menyalami tangan ibu. 

Aku dan pria itu saling bertatapan, pria itu tersenyum manis ke arahku. Aku balas dengan senyuman di wajahku, menggambarkan rasa penasaran yang mulai mengusik.

"Om Kevin, kenalkan ini Mamah aku," seru Naura. 

"Oo, Mamah kamu," sahut pria itu. Ia memberikan tangannya untuk berkenalan denganku. 

"Rania," ucapku singkat, masih mencoba mencerna kehadiran pria ini dalam kehidupan putriku. 

"Kevin," serunya, dan kami saling berjabat tangan.

Aku mulai berpikir, apakah dia ini teman baik Naura? Seharusnya aku lebih mengenal teman-teman putriku, supaya tahu siapa yang bisa diandalkan dan siapa yang tidak. 

"Mah, dia itu Om Kevin yang menolongku waktu aku tersesat mau ke butik Mamah," jelas Naura. Aku mencoba fokus mendengarkannya. "Nah, sejak itu aku dan Om Kevin jadi teman Naura,.soalnya kami sering bertemu tanpa sengaja."

"Ooh, jadi waktu itu yang menolong cucu saya Anda, Nak Kevin?" seru ibu dengan antusias. 

"Kebetulan saja, Buk," sahut Kevin, tersenyum manis di wajahnya. 

"Terima kasih banyak, ya, Nak Kevin. Untung bertemu dengan Anda, kalau tidak cucu saya bisa jadi hilang entah kemana," puji ibu. 

Aku merasa bingung, harus berkata apa. Kami memang tidak saling kenal, tapi jelas sekali Naura sangat bahagia dengan kehadiran Kevin. 

Kevin melangkah mendekati Naura, ia membawa mainan boneka dan beberapa buah untuknya. Sementara itu, ibuku menyenggol lenganku dengan lembut. 

"Ucapkan terima kasih, Ran. Anak kita sudah pernah ditolong olehnya," bisik ibu lembut.

Aku menggigit bibir ragu, "Tapi Bu, aku merasa tidak enak dengan Mas Adnan." Ibuku menghela nafas, seolah kesal dengan kebimbangan yang aku rasakan.

"Dasar anak, pria seperti Adnan tidak perlu terlalu dipikirkan. Dia bukan tipe yang mudah tersinggung, biarkan saja kalo Adnan lihat" ujarnya, sebelum berlalu dengan wajah kecewa

Hatiku terasa berat, namun aku memutuskan untuk mengikuti saran ibuku. Aku berjalan mendekati Kevin dan Naura yang sedang asyik berbicara. Senyum merekah di wajah mereka, membuatku merasa lega sekaligus bersyukur karena Naura bisa sebahagia ini.

Menguatkan hati, aku menatap mereka dan berkata dengan nada gugup, "Terima kasih ya, Kevin, sudah membantu anakku dan meluangkan waktu untuk menjenguk Naura."

***

1
Wiwik Mawarti
cerita nya menarik
Wahyuni Hairil Abd Karim
Mlas baca, alur cerita nya muter. buat kita yg baca jadi bosan. langsung to the point ajaa. lama bangat dah
Wahyuni Hairil Abd Karim
gimana sihhh, udah ad Kevin ad pula kenan. cerita gak bakalan selesai klau beginj
Endang Supriati
Rania itu sisl punya anak perempuan, mending dibuat mati si naura. celakanya lagi sandra dpt anak laki2 dr adnan. sungguh beruntung si sandra, anak laki msh bebassssss mau buat apa juga tdk ada bekasnya dan sah2 aja.
Endang Supriati
bagus tuh bukti telah terjadi perselingkuhan dan perzinshan,
1.perzinahan kuhp 284 pidana 9 bln.penjara suami dan wanitanya ada saksi dan bukti bisa gugat cerai.

jgn pasrah aja rania kevin kan polisi hrsnya tahu!!!!!!

suruh beranak dipenjara sandra!
klu kasus tdk mau dilapirkan, adnan suruh byr 20 milyar kedirimu.
Endang Supriati
msh muda umur 24 thn,suami sdh berkhianat. brg berharga begitu baiknya ditanya jgn diam2. tanya mas" sejak menikah blom pernah belikan aku berlian, aoa mas mau kasih suprise beli berlian? soalnya aku nemu nita beli berlian. 1 pertanyaan jd tamparan keras utk beberapa sindiran utk suami laknat.
Olga Kandou
bodohnya kamu Rania, diselingkuhi tapi tetap bertahan
Lee Mba Young
rania setelah janda jd kayak gitu ya, kl pilih kevin sm saja cm mikir bhgia diri sendiri, jelas ortu kevin gk setuju krn janda.
kl kenan jls ortu setuju, kl dah janda lbih baik nikah ma orang yg Terima km sepaket bkn lagi krn cintamu, kcuali km gadis.
krn aku janda punya anak, tiap di dekati lelaki semua kluarga hrs setuju Terima statusku dan anakku, mslh cintaku bodoh amat, lbih baik di cintai. drpd bucin ma laki yg kluarganya gk Terima kl aku ogah sih.
krn kebanyakan seorang ibu janda menikah dng lelaki krn dia cinta jd gk mikir anaknya di Terima apa gk dng kluarganya. istilahnya dpt bokong lali dlondong.
kyak rania ini cm mikirin hatinya yg cinta ma kevin tp gk mikirin oiya kluarganya gk Terima setatusnya aneh bucin bnget.
Sanjana Nurardilla Sihombing
2 Tahun kok di blg Khilaf Adnan Haddeeehhh dasar buaya darat
😡
Yati Syahira
ya ente salah kevin klu bilang mau kecewa itu rania dan nau
Lee Mba Young
lah yg salah kn km kevin, knp kecewa dng rania laki aneh. kau yg sdh punya calon kok trus bikin Naura kecewa. ortumu pun gk setuju kau di jodohkan juga mau sekarang bilang kecewa. laki kok aneh.
mending kenan ortu setuju itu bagus bagi kami para janda. kami kl cari calon, hrs yg ortu laki nerima anak kami. krn status ku juga janda.
Tya: semangat mbak 🥰
total 1 replies
Lee Mba Young
bawa saja pergi jauh Naura, kl ttp di situ situ ae pasti trauma itu akn ttp ada. Naura pasti akn ktemu Adnan lagi, ntar Adnan bawa anak jjs trus Naura lihat apa gk sakit hati nya.
mnding bawa pergi jauh pindah tmpat. kl punya duit ya kluar negri lah. kcuali hidup pas pas an, ya cm bisa di situ saja. yg pasti Naura akn ttp ketemu masa lalunya. untung gk depresi.
Lee Mba Young
Ngapain juga merendah kan diri smp datang ke rumah kevin.
laki kl dah gk teges macam kevin gk usah di cari, nurun kan harga diri saja.
berjalan elegant tnp mnjatuhkan. jd lah yg terdepan dan berhasil dng kemenangan. fokus saja urus Naura. itu baru ibu 👍
Mundri Astuti
udahlah Rania lupakan Kevin, fokus sama Naura dan butik kamu aja, seiring berjalannya waktu, pasti kamu akan dipertemukan dng laki" yg tepat buat kamu dan naura
Farida Rida
Apa ceritanya hanya pekakor saja yg kau menangkan thor dan kau bahagiakan, msk penjara kau keluarkan, kau buat untuk menzolimi Rania yg orang baik
Yati Syahira
jumawanya lakor dan laki penglhiant tunĝgu balassan sampe jungkir balik
Yati Syahira
jgn percaya rania kevin pliplan
Lee Mba Young
Jng lah rania, masak km mau jd orang ke 3 demi anakmu. yg bner saja.
kl kevin cinta ma kamu dan anakmu gk mungkin dia nikah ma tasya.
jd lah janda yg kuat, sebisa mungkin jng jd orang ke tiga. apa lagi alasan demi anak. ya kl bisa mending Naura bawa pergi jauh saja jng tinggal di dekat orang orang yg nyakiti Naura.
Mundri Astuti
lah Rania jangan berharap bnyk lah sama Kevin, kalau dia cinta ngga mungkin dia mau nikah ma Tasya, harusnya klo mang cinta dia berusaha meyakini ibunya buat terima kamu dan anakmu. dah jalanin aja kehidupan kamu skrg, beri pemahaman ke Naura, suatu saat dia akan mendapati papa sambung yg sayang sama dia dan bundanya, juga keluarga papa sambungnya menerima kalian apa adanya
Farida Rida
Up dua bab tapi isinya sama, maaf thor aq ndak kasih Like
Tya: jaringan di sini lagi eror bund..
maaf juga ya 😁
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!