NovelToon NovelToon
Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Lima Sekawan: Pertarungan Memperebutkan Takhta Kekaisaran

Status: tamat
Genre:Cintamanis / System / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cinta Murni / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:11.8k
Nilai: 5
Nama Author: SJ K.R.Y

Dunia dimana yang kuat yang menjadi raja dan yang lemah ditindas serta dihina. Kisah ini menceritakan perjalanan hidup Lima sekawan dalam melawan kekuatan jahat milik Tuan Putri Quinella Valencia de Harvest, yaitu bibi dari Putri Mahkota Kerajaan Harvest. Di dunia ini tidak hanya mengandalkan kekuatan dan kekayaan saja, tapi juga mengandalkan Panggilan Sistem (System Call). Dapatkah Putri Mahkota beserta teman-temannya mengalahkan Tuan Putri Quinella beserta keluarganya, dan mendapatkan kembali haknya sebagai pewaris tahta yang sah, lalu bagaimana nasib keluarga Tuan Putri Quinella? Mari kita simak cerita ini bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SJ K.R.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5: Pasukan Sky Night vs Pasukan Serba Hitam

"Baiklah, kalau anda bilang seperti itu, maka saya tidak punya pilihan lain, Duchess Broglie." Ucap Lily sambil mengucap mantra System Call.

"System Call: Generate Thermal Element Form Element, Arrow Shape. Discharge!" Ucap Lily sambil meluruskan tangannya dan dalam sekejap tiga anak panah bercahaya berwarna merah keluar dari tangannya.

Dalam sekejap anak panah bercahaya itu langsung menembus tubuh Anne pelayan pribadi Duchess Broglie. Melihat hal itu Duchess Broglie pun marah begitu juga dengan Wakil Komandan Pasukan Sky Night, pertempuran pun terjadi antara Duchess Broglie, wakil komandan pasukan Sky Night melawan pemimpin orang yang berpakaian serba hitam itu.

"System Call: Enhanced Armament." Ucap Duchess Broglie sambil mengayunkan pedang Lily Hitam miliknya seketika pedang itu mengeluarkan cahaya ungu yang sangat menyilaukan.

Pertarungan antara Pasukan Sky Night dan orang-orang yang berpakaian serba hitam itu masih terus berlanjut, dan akhirnya pertarungan itupun dimenangkan oleh Pasukan Sky Night dengan beberapa orang yang mengalami cedera ringan maupun parah dan ada juga yang tidak mengalami cederanya sedikitpun. Tapi, tidak jauh dari tempat pertempuran antara Pasukan Sky Night dan sekelompok orang yang berpakaian serba hitam itu kereta kuda milik Duke Verita lewat, sambil menikmati pemandangan hutan malam hari, Duke Muda Verita tidak sengaja melihat beberapa mayat berpakaian serba hitam dari ujung rambutnya sampai ujung kaki. Karena ada yang mengganjal Duke Muda Verita pun menyuruh kusirnya untuk berhenti.

"Kusir kita berhenti disini sebentar, aku ingin lihat apa yang sedang terjadi disini." Ucap Duke Muda Verita kepada kusirnya.

"Baik, Tuan." Kata sang kusir menjawab hormat.

"Kalian berlima ikut aku, sisanya tetap berjaga disini!" Ucap Duke Muda Verita kepada prajuritnya.

"Baik, Yang Mulia." Ucap prajuritnya serempak.

Saat di jalan menuju tempat kejadian Duke Muda Verita di berhentikan oleh seorang prajurit yang sedang terluka di bagian lengan atasnya.

"T-tolong, tolong saya Tuan. Saya mohon t-tolonglah saya." Ucap sang prajurit yang sedang terluka itu, sambil sempoyongan.

"Tenanglah, apa yang sedang terjadi disana?" Tanya Duke Muda Verita pada prajurit yang sedang terluka itu.

"Sekelompok orang yang berpakaian serba hitam menyerang Nyonya Duchess, Tuan. Pasukan kami tidak kuat menahannya. Saya mohon, tolonglah Nyonya kami, Tuan." Ucap prajurit itu sambil memohon dan menahan rasa sakitnya.

"Bolehkah saya bertanya siapa kau dan siapa majikanmu?" Tanya Duke Muda Verita.

"Ke-kenapa saya harus memberitahu anda siapa saya dan siapa majikan saya?" Tanya Prajurit itu bingung.

"Baiklah, Kalau kau bilang seperti itu, seperti saya tidak bisa membantu anda dan majikan anda, Tuan. Ayo kita pergi." Ucap Duke Muda Verita sambil berjalan pergi meninggalkan prajurit yang sedang terluka itu sendirian.

"Tu-tunggu, S-saya... Saya Zachary Quinto anak ketiga Baron Quinto, saya dari pasukan Sky Night milik Keluarga Duke Broglie dan majikan saya, Duchess Broglie diserang oleh orang tidak dikenal."

" Saya sudah memberitahu anda, nama dan majikan saya, saya mohon tolonglah, Nyonya Duchess, Tuan." Teriak prajurit yang bernama Zachary Quinto itu pada Duke Muda Verita.

"Baiklah, baiklah, aku akan menolong majikanmu itu." Ucap Duke Muda Verita sambil membantu Zachary berdiri.

"Terima kasih banyak, Tuan." Ucap Zachary senang.

"Ya." Ucap Duke Muda Verita singkat.

Sesampainya di tempat Duchess Broglie berada Duke Muda Verita terkejut melihat begitu banyak mayat berserakan di mana-mana.

"Nyonya Duchess... Apa anda baik-baik saja?" Teriak Duke Muda Verita Khawatir.

"Ah... Ternyata anda Duke Muda Verita, saya kira siapa. Ya saya baik-baik saja, hanya luka gores di beberapa bagian tubuh saya, anda tidak perlu khawatir seperti itu, Duke Muda Verita." Ucap Duchess Broglie sambil tersenyum pada Duke Muda Verita.

"Bagaimana bisa anda mengatakan hal itu sambil tersenyum lebar seperti itu. Anda ibu dari teman saya, saya takut kalau Sena akan menangis saat melihat anda pulang dalam keadaan seperti ini."

"Ayo Nyonya, anda harus ikut dengan saya, akan saya obati luka-luka anda, Nyonya." Ucap Duke Muda Verita semakin khawatir dengan keadaan Duchess Broglie yang semakin parah.

"Tidak perlu, saya bisa mengobatinya sendiri." Ucap Duchess Broglie berusaha menolak untuk diobati oleh Duke Muda Verita.

"Aahh!!" Ucap Duchess Broglie merintih kesakitan.

"Sudah saya bilang biar saya bantu anda untuk mengobati luka-luka anda, Nyonya." Ucap Duke Muda Verita sambil mengobati luka-luka yang ada di tubuh Nyonya Duchess Broglie.

Segera setelah semua luka-luka yang ada di tubuh Duchess Broglie, pelayannya, Anne serta beberapa anggota pasukan Sky Night yang selamat sudah diobati, mereka pun langsung melanjutkan perjalanan mereka kembali ke kediaman Broglie. Ditemani oleh Duke Muda Verita untuk melaporkan apa yang telah terjadi pada Duchess Broglie dan sebagian pasukan yang mengawalnya.

"Nyonya apa yang terjadi pada anda?" Ucap Kepala Pelayan, Lily khawatir.

"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir, Lily. Lebih baik kau antar Duke Muda Verita kita ke kamar tamu terlebih dahulu, setelah kau mengantar Duke Muda Verita ke kamarnya datanglah ke ruanganku, ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu." Ucap Duchess Broglie pada Kepala Pelayannya.

"Baik, Nyonya." Ucap Lily patuh.

"Mari silahkan ikuti saya, Yang Mulia Duke ." Ucap Lily sambil membawa Duke Muda Verita ke kamar tamu. Setelah Kepala Pelayan, Lily mengantar Duke Muda Verita ke kamar tamu, dia langsung datang ke ruangan tempat Duchess Broglie menunggu.

"Tok tok." Bunyi ketukan pintu.

"Nyonya, ini saya, Lily." Ucap Kepala Pelayan sambil mengetuk pintu.

"Masuk." Ucap Duchess Broglie.

"Ada apa anda memanggil saya, Nyonya?" Tanya Lily penasaran.

"Aku telah diserang hari ini oleh sekelompok orang tidak dikenal." Ucap Duchess Broglie memulai pembicaraan.

"Astaga, siapa yang berani melakukan perbuatan seperti itu kepada anda, Nyonya?" Ucap Lily terkejut.

"Aku tidak tau, tapi sepertinya orang itu salah satu pengikutnya Tuan Putri Ellie." Ucap Duchess Broglie pada Kepala Pelayannya.

"P-pengikut Tuan Putri Ellie?" Tanya Lily ketakutan.

"Ya, sepertinya begitu. Dilihat dari kemampuan berpedangnya sepertinya dia bergabung dengan Pasukan Integrity Synthesis milik Yang Mulia Tuan Putri Quinella." Ucap Duchess Broglie menjelaskan.

"Oh Dewi, bagaimana ini, Nyonya mulai curiga. Kalau Nyonya bertanya nanti apa yang harus aku jawab. Dewi Stacia, saya mohon tolong selamatkanlah nyawa pengikutmu ini." Ucap Lily di dalam hati sambil memasang raut wajah yang sedang panik akan sesuatu.

"Lily, ada apa denganmu?" Tanya Duchess Broglie penasaran.

"Ti-tidak, saya tidak apa-apa, Nyonya, hehehe." Ucap Lily semakin cemas.

"Ngomong-ngomong, Lily kau bisa menggunakan senjata kan?" Tanya Duchess Broglie pada Lily.

"S-senjata?" Tanya Lily terkejut. .

"Ya, senjata, seperti pedang, panah, atau tombak dan senjata lainnya. Apa kau tidak tau hal itu?" Tanya Duchess Broglie lagi.

"Tentu saja saya bisa memakai senjata, Nyonya. Saya bisa menggunakan pedang dan panah." Ucap Lily pada Duchess Broglie.

"Hmm... Apa kau pernah mengikuti latihan berpedang atau memanah?" Tanya Duchess Broglie lagi.

"Tidak, saya tidak pernah mengikuti kelas berpedang ataupun kelas memanah. Saya belajar secara otodidak walaupun ada beberapa hal yang di bantu oleh saudara atau orang tua saya, Nyonya. Tapi, Nyonya kenapa anda bertanya seperti itu?" Tanya Lily penasaran.

"Mhmm... Tidak, aku hanya penasaran saja. Baiklah kau boleh pergi, Lily." Ucap Duchess Broglie sambil menyuruh Lily pergi keluar dari ruangannya.

"Hmm... Sepertinya Nyonya mulai curiga denganku, aku harus berhati-hati dalam berbicara ataupun bertindak, aku juga harus menghubungi Tuan Putri Ellie secepatnya." Ucap Lily sambil berjalan keluar.

1
Bryand 😎🎤🎧
bagus banget
Nakahara Freya
bagus sekali aku suka ceritanya
Megantrow
mantul
Nakahara Freya
ada Athy jga lho bkn hnya lilian doang
ASA
Wah ... fantasi. Selalu amaze sama author yang bisa buat cerita fantasi. Terlebih lagi kolosal.

Sukses terus Thor ... Salam kenal dari saya, Aulia 🥰
Duwi Hariani
next tor

aku beri vote bunga like n fav


salam. dari istri yang bisu 🙏
Duwi Hariani
lanjut torr
Triple.1
ada Lily disini ...
Ilmara
semangat kak
Sebutir Debu
sebutir debu hadir ya kakak
Hajime Nagumo
done like komen give fav, vote, dan rate 5 ya
Hajime Nagumo
hai kak salam kenal, aku mampir
Yukity
Hai aku mampir nih..
semangat ya
Follow ig : tinatina3627
mampir kak caca kalau berkenan ke novelku juga
Follow ig : tinatina3627
mampir kakak caca aku sudah like favorite sama vote dan bunga yah kak.
Caca Merica
Aku mampir kak... Semangattt yaaa......
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪❤❤❤❤❤❤
R⃟•Dinaa
lanjut
R⃟•Dinaa
aku mampir kak..salken dr diana.
Lady Rose🌹
semangat bestie😊👍🏻
Lady Rose🌹
hebat, semangat yw(≡^∇^≡) bestie😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!