NovelToon NovelToon
MAS KADES, I LOVE YOU

MAS KADES, I LOVE YOU

Status: tamat
Genre:Romansa pedesaan / Menyembunyikan Identitas / Chicklit / Tamat
Popularitas:885.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Cerita ini hanyalah fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat, desa ataupun kota, itu hanyalah kebetulan Semata.

Amelia, putri seorang konglomerat, memilih mengikuti kata hatinya dengan menekuni pertanian, hal yang sangat ditentang sang ayah.

Penolakan Amelia terhadap perjodohan yang diatur ayahnya memicu kemarahan sang ayah hingga menantangnya untuk hidup mandiri tanpa embel-embel kekayaan keluarga.

Amelia menerima tantangan itu dan memilih meninggalkan gemerlap dunia mewahnya. Terlunta-lunta tanpa arah, Amelia akhirnya mencari perlindungan pada mantan pengasuhnya di sebuah desa.

Di tengah kesederhanaan desa, Amelia menemukan cinta pada seorang pemuda yang menjadi kepala desa. Namun, kebahagiaannya terancam karena keluarga sang kepala desa yang menganggapnya rendah karena mengira dirinya hanya anak seorang pembantu.

Bagaimanakah Amelia menyikapi semua itu?
Ataukah dia akhirnya melepas impian untuk bersama sang kekasih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

09. Cara memberantas hama keong pada tanaman padi

.

Amelia menjalani hari-hari di desa dengan penuh semangat. Ia bangun pagi-pagi sekali, membantu Bu Sukma menyiapkan sarapan, membersihkan rumah, dan berkebun di halaman belakang. Ia juga tak segan untuk membantu memberi makan ternak di kandang. Ada kandang bebek di belakang rumah Bu Sukma. Dan suaranya sangat berisik jika mereka telat memberi makan.

Tak hanya itu. Amelia juga tak segan ikut Bu Sukma pergi ke sawah. Bahkan gadis yang lahir dan besar di kota itu tak segan ikut nyemplung ke sawah untuk ikut mencabut rumput yang tumbuh di sela-sela tanaman padi.

Amelia melihat tanaman padi di sawah Bu Sukma baru mulai tumbuh subur, menghijaukan pemandangan. Namun, sayang kesuburan tanaman yang baru Amelia perkirakan umurnya baru dua puluh hari itu terganggu karena adanya hama keong yang menyerang batang padi muda. Amelia mengamati dengan seksama, batang padi muda yang menjadi layu.

Amelia pun memiliki ide untuk menanggulangi keong yang menyerang tanaman padi itu. Ia ingat, selama kuliah di jurusan pertanian, ia pernah mempelajari tentang pengendalian hama secara alami tanpa menggunakan pestisida kimia yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.

"Bu, sepertinya di daerah ini sedang merajalela hama keong, ya," tanya Amelia, kepada Bu Sukma, saat mereka sedang beristirahat di gubuk sawah.

Bu Sukma mengangguk dengan wajah sedih. "Iya, Amelia. Ibu juga bingung bagaimana cara mengatasinya. Kalau dibiarkan terus, bisa-bisa padinya gagal panen. Warga di sini juga pada mengeluh seperti itu," ucap Bu Sukma, dengan nada khawatir.

"Amelia punya solusi, Bu," ucap Amelia, dengan semangat. "Kita bisa menanggulangi keong itu secara alami tanpa menggunakan pestisida kimia.”

Bu Sukma menatap Amelia dengan tatapan penuh minat. "Caranya bagaimana, Amelia?" tanya Bu Sukma, penasaran.

"Kita bisa menggunakan beberapa cara alami, Bu," jawab Amelia, dengan bersemangat. "Pertama, kita bisa mengumpulkan keong-keong itu secara manual setiap pagi dan sore. Cara ini cukup efektif untuk mengurangi populasi keong di sawah. Tapi… jika populasinya sudah terlalu tinggi sepertinya juga sulit. Yang jelas juga melelahkan"

Bu Sukma menghela napas. "Itulah masalahnya. Ibu sudah lelah ngumpulin keong tiap hari. Rasanya sakit pinggang ibu jika harus membungkuk terus.”

"Kalau gitu kita gunakan daun pepaya saja," sahut Amelia. "Di belakang rumah kan banyak pohon pepaya liar. Keong sangat menyukai daun pepaya. Kita letakkan daun pepaya di beberapa tempat di sawah, lalu keong-keong itu akan berkumpul di sana. Setelah itu, kita tinggal mengumpulkan dan membuang keong-keong itu."

Bu Sukma mengerutkan kening mendengar ide Amelia. "Memangnya bisa, seperti itu? Ibu belum pernah dengar ada cara seperti itu," tanya Bu Sukma.

"Bisa, Bu. Nanti kita praktekkan.” Amelia menjawab yakin. “Atau kalo gak, kita taburkan abu sekam di sekitar tanaman padi," jelas Amelia lagi. "Abu sekam mengandung silika yang dapat membuat keong sulit bergerak. Selain itu, abu sekam juga bisa berfungsi sebagai pupuk alami untuk tanaman padi."

"Wah, ternyata caranya sebenarnya gak sulit," ucap Bu Sukma, kagum dengan pengetahuan Amelia. "Kamu memang pintar, Amelia."

“Gak sulit, Bu. Dan juga gak mahal." Amelia benar-benar merasa senang, akhirnya ilmu pengetahuan yang ia dapat dari kampusnya benar-benar bisa ia terapkan.

"Dan, kalau ibu mau cara yang lebih mudah lagi, kita bisa memanfaatkan bebek yang ada di kandang. Kita lepas bebek itu ke sawah sawah. Mereka akan makan keong-keong itu. Dobel untung, Bu. Keong habis, bebek kenyang.” Amelia menjelaskan dengan penuh semangat. Mata gadis itu berbinar senang.

Bu Sukma tersenyum lebar mendengar penjelasan Amelia. "Ibu akan ikuti semua ide kamu, Amel," ucap Bu Sukma, dengan penuh semangat. "Besok kita mulai lakukan semua cara itu ya."

"Siap, Bu!" ucap Amelia, dengan penuh tekad. "Kita pasti bisa!” Amelia tersenyum senang mendengar persetujuan Bu Sukma.

*

Hari telah siang, matahari semakin terik menyinari sawah. Bu Sukma mengajak Amelia pulang untuk beristirahat.

"Sudah siang, Amelia. Kita pulang yuk," ajak Bu Sukma. "Nanti kamu kecapekan."

Amelia mengangguk setuju. Ia juga merasa sedikit lelah. Maklum, ini adalah pertama kalinya ia benar-benar terjun ke sawah.

"Iya, Bu. Kita pulang," jawab Amelia.

Mereka berdua berjalan pulang menuju rumah, menyusuri jalan setapak di antara hamparan sawah yang menghijau.

“Lho, Mbak Amel? Ikut ke sawah ya?"

Tak disangka mereka berpapasan dengan Raka yang sepertinya juga baru pulang dari melihat pekerja di sawah.

“Iya, Mas Raka. Baru belajar. Ternyata rumputnya gak mau dicabut sama Amel. Mereka bandel." Amelia meringis mengingat tangannya yang terasa perih saat mencabut rumput grinting kecil.

Raka tertawa mendengar ucapan konyol Amelia. Rumputnya yang tidak mau dicabut, atau Amelia yang tidak bisa mencabut rumput?

Setelah beberapa saat berbincang akhirnya mereka saling berpamitan.

“Ya sudah pulang sana! Biasa tinggal di rumah gedong ikut-ikutan ke sawah nanti gosong loh!" canda Raka yang membuat Amelia tersenyum canggung.

*

*

Sesampainya di rumah, Amelia segera membersihkan diri di kamar mandi. Setelah itu, ia membantu Pak Marzuki untuk berjalan menuju meja makan. Pak Marzuki begitu terenyuh dengan perhatian Amelia yang begitu telaten merawat dirinya. Ia merasa Amelia sudah seperti putrinya sendiri.

Setelah selesai makan siang bersama, Bu Sukma menyuruh Amelia untuk beristirahat.

"Amel, kamu istirahat saja ya. Kamu pasti capek," ucap Bu Sukma, dengan nada perhatian.

Amelia mengangguk. "Iya, Bu. Amelia istirahat dulu," jawab Amelia.

Amelia pun pergi ke kamarnya dan merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Ia merasa sangat lelah, namun ia juga merasa bahagia. Dan pastinya lebih merasa berarti.

Ketika matahari telah bergeser ke arah barat, sinarnya tidak lagi terasa panas. Amelia bangun dari tidur siangnya dan keluar dari kamar. Ia teringat dengan rencananya untuk membuat jebakan keong dengan menggunakan daun pepaya.

Amelia menuju ke belakang rumah Bu Sukma, di mana terdapat banyak pohon pepaya yang tumbuh subur. Ia memetik beberapa lembar daun pepaya menggunakan sabit yang diikatkan pada sebatang galah. Amelia mengikat setiap 6 lembar daun pepaya menggunakan tali rafia yang sudah disobek kecil lalu memasukkannya ke dalam sebuah keranjang besar yang terbuat dari bambu.

Setelah keranjang itu penuh dengan ikatan daun pepaya, Amelia menunggu sampai matahari tak lagi bersinar terlalu terik. Ia akan pergi ke sawah saat udara sudah lebih sejuk. Amelia keluar dari rumah dengan membawa keranjang berisi daun pepaya.

Bu Sukma ingin ikut untuk membantu tetapi Amelia melarangnya. Amelia berkata kalau itu hanya butuh waktu sebentar saja. Bu Sukma pun menurut karena dia memang harus membantu suaminya untuk membersihkan diri.

Sesampainya di sawah, Amelia meletakkan daun pepaya yang sudah diikat di tiap-tiap sudut sawah. Ia berharap, keong-keong itu akan berkumpul untuk memakan daun pepaya pada malam hari, sehingga ia bisa mengumpulkannya dengan mudah pada pagi hari.

Setelah selesai meletakkan daun-daun pepaya itu, Amelia membersihkan tangannya dari lumpur dan getah daun pepaya. Ia kemudian berbalik dan berjalan kembali menuju rumah, membawa keranjang bambu yang telah kosong, sambil menikmati suasana senja yang tenang dan damai di desa Karangsono.

*

*

*

Yuk pemirsa…

Siapa di sini yang berprofesi sebagai seorang petani seperti author?

Dan barangkali pernah merasa jengah dengan datangnya hama keong.

Cara tersebut di atas boleh dicoba ya. Semoga berhasil 💪💪💪

1
Tyaga
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Tyaga
harusnyaaa mikirr, intropeksi
sweetssa
Aku membuat sebuah karya menarik di NovelToon dengan judul “Mas Adimas” mohon dukungannya! ❤️
Tyaga
wkwkwk sokorr 🤣🤣🤣🤦‍♂️
aneh2 ajaa mau ke sawah kok pakai sepatu hak tinggi 🤣
Tyaga
wkwwk sokor
Tyaga
udah tau Raka ga nrima Sundari knpa tetap mau dinikahin
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
busyeett kalau sudah baca tentang klenik² jadi gimana yaa... ngeri thor karna pernah ngalamin, Naudzubillahi Mindzalik.
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: salam kenal kembali dari Ngawi Jawa Timur
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
di daerah ku masih ada thor termasuk aku dulu pas hamil anak pertama juga gitu ngadain 7 bulanannya cuma pendampingnya di wakilkan sama keluarga dan trauma juga karna ada sodara yg nyiramin airnya ga kira² sampe aku mengap² plus saking banyaknya orang yang hadir nunggu saweran sama uang yg di bambu kurungnya itu sampe rebutan ora karuan.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
weehhh akhirnyaa... akhirnyaaa ketangkep juga para silumannya.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amelia juga bandel sih ngikut ke pasar segala, sudah tau kalau pasar itu sudah pasti ramai harusnya pikirkan baik².🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
padahal Amelia tahu sejak dia dekat dengan Raka trs ada yg ngincar keselamatan dia dan papahnya juga sudah tau kalau anaknya dalam bahaya bahkan tau pelakunya tp kenapa ga di beresin daribawal di penjarakan dengan bukti bukan malah memberi peluang pelaku bertindak lebih lagi pak Alex apa lagibRaka ga peka.🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
laahh bukannya ada yang ngawasin Amel orang suruhan papahnya kok bisa kecolongan.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laaahh ngejek diri sendiri anda Sundari.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
kalau mau identitas mu di rahasiakan boleh saja Mel tapi harus di rencanain mateng² tanpa harus merendahkan harga diri ortumu juga apa lagi kamu sudah tau lingkungan kampung itu bagai mana nyinyirnya... dari cara kamu manggi papah mamah saja sudah ngambang buat mereka dan jd cibiran mereka jd menurutku percuma.🤭🫣
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: Aaaaa 🤣🤣
total 5 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh Amelia kayaknya lebih suka ortunya di cibir dan di rendahkan orang lain dari pada di hargai, kalau cara berpikirnya trs seperti itu sama saja kamu ga menghormati ortu mu Mel justru menginjak² harga diri mereka sebagai orang tua bukan sebagai orang kaya.. hargai lah ortu mu kasihan mereka harus di permalukan karna permintaan anaknya yg justru ga mencerminkan hormatnya seorang anak....
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
nah mending jujur lagian ngapain di sembunyiin Mel sudah ga ada alasan lagi buat kamu sembunyiin status kamu karna kamu sama papahmu saja sudah baikan.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Amel sudah mau nikah tapi masih rahasiain keluarganya padahal awal hubungan itu baik ya jujur lebih baik karna keterbukaan itu penting.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
harusnya Amel menghargai ortunya juga, karna mereka yg seharusnya yg di utama kan Amel jangan egois trs, boleh saja ngadain pesta di kampung tapi selanjutnya ngadain pesta lagi di kota untuk mewujudkan keinginan ortu karna kamu satu²nya anak mereka jd jangan kesannya hanya keinginan kamu trs yg harus di utamakan sedari awal.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
penjaga keamanan kamu maksudnya Amel mereka orang kiriman papahmu.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tenang Raka kalau kamu masih khawatir saat dia pulang kamu bisa nyusul minta alamat sama bu Sukma.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!