NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-tiga puluh satu

Hujan badai di Pelabuhan seolah menjadi saksi bisu atas puncak kemelut keluarga Suhadi. Deru mesin kapal dan deburan ombak yang menghantam dermaga menciptakan simfoni yang mencekam.

Di bawah lampu sorot gudang tua yang remang-remang, Alendra dan Adriansyah melangkah maju dengan wajah yang mengeras. Mereka menyeret Raisa yang tangannya terikat dan mulutnya tersumpal kain, sementara pak Damar mengawal Bagas yang berjalan dengan kaki gemetar di belakang mereka.

Najwa berjalan di paling depan. Jilbab hitamnya berkibar tertiup angin laut yang kencang, namun langkahnya tetap tenang dan pasti, memancarkan aura pemimpin yang tak tergoyahkan.

Di ujung gudang, Suryo berdiri dengan angkuh bersama barisan pengawal bersenjata. Ia tersenyum kemenangan saat melihat Bagas dan Raisa mendekat. Dia sudah tahu kalau Raisa dan Bagas tertangkap, namun ia tidak perduli, yang jelas, Suryo ingin bertemu langsung dengan pewaris Suhadi, ia ingin melihat sejauh mana cucu Suhadi bisa bertahan di sarang miliknya.

 "Selamat malam, anak-anak muda keluarga Suhadi. Aku tidak menyangka kalian sendiri yang akan mengantarkan tiket kehancuran kakek kalian ke tanganku."

Alendra mendorong Raisa ke depan hingga tersungkur di depan kaki Suryo "Ambil 'sampah' ini, Suryo! Dia bilang dia punya sertifikat Kalimantan untukmu. Tapi sebelum itu, lepaskan semua aset yang kau sita dari rekan bisnis Kakek!" tegas Alendra,ia sudah tahu kalau Suryo merupakan rekan bisnis yang licik, Surya mendapatkan aset-aset dari rekan lainnya dengan cara kotor.

Raisa mengerang di balik sumpalannya, matanya membelalak ketakutan menatap Suryo. Namun, Suryo justru tertawa terbahak-bahak.

 "Kau pikir aku peduli pada gadis pungut ini? Bagas, berikan sertifikatnya sekarang!" ucap Suryo terkekeh.

Bagas menatap Najwa dengan tatapan memohon, lalu menyerahkan map merah yang sedari tadi ia pegang. Saat Suryo membuka map itu dengan rakus, wajahnya seketika berubah menjadi merah padam.

"Apa ini?! Kertas kosong?! Kalian mempermainkanku?!" murka Suryo menantang.

Najwa melangkah maju, suaranya terdengar jernih di tengah deru badai "Bukan hanya kertas kosong, Tuan Suryo. Coba periksa ponsel Anda. Baru saja, saya mengirimkan rekaman percakapan Anda dengan Bagas dan Raisa terkait rencana sabotase ini ke seluruh dewan komisaris Anda dan unit tindak pidana korupsi."

Suryo merogoh ponselnya dengan tangan gemetar. Matanya melotot melihat notifikasi yang masuk.

 "Bagi Anda, ini adalah bisnis. Tapi bagi saya, ini adalah tentang menjaga kehormatan orang-orang yang saya cintai. Anda pikir Anda sedang menjebak kami? Tidak. Sejak awal, pelabuhan ini adalah kuburan bagi karir politik dan bisnis Anda." tutur Najwa dengan tenang.

Adriansyah menyiapkan posisi tempur di samping Alendra "Polisi sudah mengepung dermaga ini dari jalur laut dan darat. Tidak ada tempat untuk lari, Suryo!" ucap Adriansyah, padahal polisi masih di jalan, belum sampai ke pelabuhan. Mereka tidak menyangka ternyata Suryo membawa banyak sekali pengawal, sedangkan mereka hanya membawa beberapa anak buah kakek Suhadi, atas perintah sang kakek.

Suryo yang panik segera memberi isyarat pada anak buahnya. "Habisi mereka semua! Jangan biarkan mereka keluar hidup-hidup!"

Buk

Buk

Buk

Baku hantam pun pecah. pak Damar dan rekannya dengan lincah melumpuhkan pengawal Suryo satu per satu dengan teknik bela diri yang mematikan. Alendra dan Adriansyah bahu-membahu melindungi Najwa, sementara Raisa hanya bisa meringkuk ketakutan di tengah kekacauan, menyadari bahwa ia kini hanyalah bidak catur yang tak lagi berarti bagi siapa pun.

Di tengah kegaduhan, Najwa tetap berdiri diam, menatap Suryo dengan tatapan yang sangat dingin.

"Ini adalah akhir dari ambisi buta Anda. Dan untukmu, Kak Raisa... lihatlah baik-baik ke arah laut. Itulah gambaran masa depanmu jika kau tetap memilih jalan kegelapan."

DUG.....

" AH SIAL...." teriak Alendra saat ia mendapatkan tendangan di perutnya.

" NAJWA ...MUNDUR, INI BERBAHAYA" teriak Alendra saat melihat adiknya hanya berdiri tidak jauh dari Suryo.

BUK....

" SHIIIT....SAKIT BODOH" teriak Adriansyah saat wajahnya terkena pukulan sampai hidungnya mengeluarkan darah. Setelah mengusap darahnya ... ia maju lagi berusaha menyerang lawan , walaupun ia hanya memiliki ilmu bela diri dasar.tapi ia berusaha melawan.

Gudang tua itu mendadak menjadi arena pembantaian yang sunyi namun mematikan...

Alendra , Ardiansyah serta pak Damar mulai mundur saat anak buah Suryo mulai mengeluarkan senjata tajam nya, sirine polisi sudah mulai terdengar semakin mendekat.

Saat anak buah Suryo merangsek maju dengan senjata terhunus, sebuah pemandangan mustahil tersaji di depan mata Alendra dan Adriansyah.

Najwa, yang selama ini mereka anggap hanya seorang gadis lembut lulusan pesantren, bergerak dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Gamis hitamnya berkibar seperti sayap malaikat maut saat ia meluncur di antara para pengawal. Dengan teknik bela diri tingkat tinggi, Najwa melumpuhkan dua pengawal pertama hanya dengan serangan telapak tangan ke titik saraf di leher.

Alendra terperangah, menghentikan langkahnya "Najwa... sejak kapan kau bisa beladiri?!"

Suryo yang panik merogoh pinggangnya, mencoba menarik pistol Glock hitam miliknya. Namun, sebelum jarinya menyentuh pelatuk, Najwa sudah berada tepat di hadapannya.

" kau terlambat pak Suryo" ucap Najwa dengan tersenyum, senyum yang membuat semua orang yang melihatnya bergidik ngeri.

Dalam satu gerakan putaran tubuh yang sangat lincah, Najwa memelintir tangan Suryo hingga terdengar bunyi tulang bergeser.

Krekkkk

 "ARRGGHH! SIALAN KAU, BOCAH!"

Ardiansyah dan Alendra semakin terkejut sekaligus ngeri melihat adiknya berubah beringas.

Najwa merampas pistol itu dari tangan Suryo dengan sangat tenang. Ia tidak menodongkannya ke kepala Suryo, melainkan ke arah lutut dan pergelangan tangan para pengawal lain yang mencoba mendekat.

DOR! DOR! DOR!

Alendra dan Ardiansyah menutup telinga nya karena terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, adiknya... dengan wajah polos dan tubuh mungilnya bisa bergerak selincah itu, bahkan bisa memegang senjata, serta melumpuhkan lawan dengan begitu mudahnya.

Suara tembakan yang presisi bergema di dalam gudang. Najwa tidak membunuh mereka. Ia menembak dengan akurasi luar biasa, melumpuhkan sendi-sendi utama pengawal Suryo hingga mereka semua terjatuh bersimbah darah namun masih bernapas.

Najwa berdiri di tengah-tengah musuh yang mengerang kesakitan, memegang pistol dengan tangan yang tidak bergetar sedikit pun. Sorot matanya yang jernih kini tampak sedingin es kutub.

Najwa menatap Suryo yang bersimpuh sambil memegang tangannya yang patah "Tuan Suryo... senjata ini diciptakan untuk pertahanan, bukan untuk menindas yang lemah. Anda terlalu sombong dengan besi tua ini."

Adriansyah mendekat dengan rasa ngeri sekaligus kagum "Najwa, kau tidak apa-apa? Dari mana kau belajar semua ini?"

 "Pesantren bukan hanya tempat membaca kitab, Kak Adrian. Di sana kami diajarkan bahwa untuk melindungi kedamaian, terkadang kita harus memiliki kekuatan untuk menghentikan peperangan... Bukan belajar memegang pistol,tapi belajar memanah, berkuda, beladiri serta ilmu ketahanan lainnya, "

Di tengah kekacauan dan suara sirine polisi yang mulai terdengar di kejauhan, tidak ada yang menyadari bahwa Raisa, yang tadi tersungkur di sudut gelap, telah menghilang. Sebuah mobil hitam tanpa plat nomor sempat berhenti di pintu belakang gudang selama tiga detik sebelum melesat pergi. Sosok misterius berpakaian serba hitam telah membawanya lari di tengah badai.

Najwa menurunkan senjatanya saat lampu-lampu polisi mulai masuk ke area pelabuhan. Ia menoleh ke arah Alendra dan Adriansyah, wajahnya kembali tenang seolah tidak baru saja melumpuhkan satu pasukan pengawal.

"Pak Damar, tolong berikan pistol ini kepada petugas sebagai barang bukti. Katakan saya hanya membela diri." pinta Najwa dengan sopan.

Kakek Suhadi, yang memantau melalui perangkat komunikasi Damar, menarik napas lega di mansionnya. Namun, ia mengerutkan dahi saat melihat rekaman CCTV luar yang menangkap mobil misterius yang membawa Raisa.

Kakek Suhadi bergumam sendiri "Siapa yang berani mencampuri urusan Suhadi? Dan kenapa mereka menginginkan anak itu?"

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!