NovelToon NovelToon
Ambil Saja Suamiku, Kak

Ambil Saja Suamiku, Kak

Status: tamat
Genre:Dokter / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh / Romantis / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:4.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Puji170

Riana pikir kakaknya Liliana tidak akan pernah menyukai suaminya, Septian. Namun, kecurigaan demi kecurigaan membawanya pada fakta bahwa sang kakak mencintai Septian.

Tak ingin berebut cinta karena Septian sendiri sudah lama memendam Rasa pada Liliana dengan cara menikahinya. Riana akhirnya merelakan 5 tahun pernikahan dan pergi menjadi relawan di sorong.

"Kenapa aku harus berebut cinta yang tak mungkin menjadi milikku? Bagaimanapun aku bukan burung dalam sangkar, aku berhak bahagia." —Riana

Bagaimana kisah selanjutnya, akankah Riana menemukan cinta sejati diatas luka pernikahan yang ingin ia kubur?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

“Lili, kalau kamu bicara seperti itu aku bisa salah paham. Ingat, sekarang aku suami adikmu. Jangan suka bercanda,” ucap Septian, suaranya terdengar dingin namun mengandung getar halus seolah berusaha membangun benteng. Ia tidak mau Liliana tahu perasaannya yang sebenarnya, bahwa ada ketertarikan yang seharusnya tak pernah ada. Ia sangat tahu, Liliana adalah kakak yang begitu menyayangi adiknya.

“Septian, aku—”

“Kita sebentar lagi sampai rumah sakit. Kasihan Lira belum istirahat. Nanti aku akan bicara lagi sama Riana. Percayalah, dia hanya marah sesaat,” potong Septian cepat, lalu menekan pedal gas lebih dalam. Jalanan malam terasa semakin sunyi, menyamarkan gejolak yang tak terucap.

Liliana menoleh ke arah jendela, menahan helaan napas. Dalam hati, ia mencoba menenangkan dirinya sendiri. Tenang, Lili. Masih banyak kesempatan. Apalagi Septian sudah menjatuhkan talak pada Riana. Untuk bersama dengannya, hanya tinggal menunggu waktu.

***

Di sisi lain, Alif tengah berkunjung ke rumah Arsen untuk membicarakan masalah relawan yang akan dikirim ke Sorong. Istri Arsen, Naya, yang membuka pintu menyambut kedatangan tamu itu.

“Dokter Alif,” sapa Naya begitu menyadari siapa yang datang. Sosok itu tak lain adalah pemilik Rumah Sakit X, tempat suaminya bekerja. “Silakan masuk, Dok. Saya panggil Mas Arsen dulu.”

“Naya, gak usah terlalu formal begitu,” ucap Alif sambil melangkah masuk dan mengambil tempat duduk.

“Bagaimana saya bisa tidak formal? Siapa sangka bujang lapuk ini ternyata pemilik Rumah Sakit X. Ya, meski kakak saya, Nisa, yang pegang saham terbesarnya. Oh iya, kebetulan ada Dito juga,” ujar Naya dengan nada kikuk.

Alif tertawa kecil. “Kamu ini. Kebetulan sekali, memang ada acara apa?”

Naya hanya menanggapi dengan senyum tipis. Mana mungkin ia menceritakan yang sebenarnya, kalau Dito dan Nisa baru saja bertengkar. Dito pun melampiaskan kekesalannya dengan datang ke rumahnya, membuat suaminya harus ikut terjebak mengikuti mood lelaki itu. Akibatnya, anaknya sendiri jadi kehilangan waktu bersama sang ayah.

“Naik aja ke atas, Dok, biar tahu sendiri,” ucap Naya, mencoba menutupi kegugupannya dengan senyum hambar.

Alif mengernyit, separuh heran. Namun sebelum sempat bertanya lebih lanjut, suara langkah kaki terdengar menuruni tangga. Arsen muncul bersama Dito, yang wajahnya tampak tegang.

“Kalian sudah turun? Aku buatkan minum dulu,” ucap Naya dengan nada halus.

“Sayang, jangan terlalu capek, ya. Nanti kita gak bisa kasih adik buat Rayandra,” goda Arsen sambil menatap istrinya penuh manja.

Dito yang melihat kemesraan itu hanya bisa menghela napas panjang. Ia mendekat ke arah Alif dan berbisik sinis, “Kita ini kayak obat nyamuk, gak habis-habis buat nemenin mereka.”

“Kita?” Alif menoleh dengan alis terangkat.

“Ya iyalah, siapa lagi? Aku punya istri, tapi tiap hari ribut kayak anjing sama kucing. Kamu? Bujang lapuk,” celetuk Dito tanpa tedeng aling-aling.

Alif hanya menaikkan alisnya, lalu menimpali datar, “Apa perlu aku panggil Nisa ke sini?”

Dito langsung membelalak. “Kamu gila? Mau bikin rumah Arsen jadi arena perang dunia ketiga?”

Alif terkekeh kecil, menggelengkan kepala. “Kalau begitu, mungkin ada cara lain. Kamu dan istrimu memang kayak anjing sama kucing. Tapi bagaimana kalau kalian ikut jadi relawan di Sorong? Bisa sekalian mempererat hubungan.”

Arsen yang mendengar usulan itu langsung menimpali, “Ide bagus. Aku setuju.”

Dito justru merengek seperti anak kecil, membuat semua orang tertawa, termasuk Naya.

Sejenak, Naya teringat bagaimana tiga tahun lalu ketiga orang itu dipertemukan dalam sebuah acara di Rumah Sakit X hingga akhirnya menjadi keluarga besar yang akrab. Hanya saja, setiap kali berkumpul, Alif sering jadi bahan olok-olokan karena masih sendiri. Sudah berulang kali Arsen dan Dito mencoba menjodohkannya dengan beberapa wanita, tapi selalu ditolak mentah-mentah.

“Dokter Alif, sebenarnya ke sini ada urusan apa?” tanya Naya, mencoba mengalihkan perhatian dari Dito yang masih cemberut.

“Ah, iya. Hampir saja lupa,” Alif menepuk keningnya. “Ini soal relawan di Sorong. Ar… aku berencana ikut turun langsung ke sana. Jadi, maksudku, aku ingin menitipkan Rumah Sakit X padamu untuk diurus sementara.”

“Ide gila macam apa itu? Itu rumah sakit besar, bukan warung nasi padang! Kamu nitipin ke Arsen, yang notabennya kepala dokter bedah? Al, kamu gak salah minum obat, kan?” cerocos Dito, hampir tak percaya dengan ucapan sahabatnya.

Alif hanya menghela napas panjang. “Mau bagaimana lagi? Kamu sendiri kan bakal ikut ke sana sama Nisa. Jadi, satu-satunya orang yang bisa aku percaya ya Arsen. Tapi kalau kamu maunya Nisa yang urus, aku juga gak keberatan. Kamu tahu sendiri kan, kemampuan manajemen Nisa bagus. Wajar saja kalau dia jadi pewaris keluarga Adrosono.”

"Pikiran kamu luar biasa Al," sahut Dito.

Sementara Arsen terdiam mendengar ucapan Alif. Ia tahu itu bukan sekadar gurauan. Mengurus rumah sakit sebesar X jelas bukan tanggung jawab ringan, apalagi dengan posisinya yang sudah penuh tekanan sebagai kepala dokter bedah.

“Al, kamu sadar gak apa yang kamu minta? Aku masih terikat dengan jadwal operasi. Rumah sakit sebesar itu gak bisa asal dititipkan begitu saja,” ujar Arsen, suaranya tenang tapi sarat keberatan.

Naya yang duduk di samping langsung ikut menimpali, “Mas Arsen benar. Kalau sampai dia harus tanggung jawab penuh di rumah sakit, kapan waktunya untuk keluarga? Rayandra aja sudah sering protes karena jarang main sama ayahnya.”

Alif menatap keduanya, wajahnya tetap serius. “Aku paham. Tapi pilihan kita terbatas. Relawan di Sorong butuh dokter berpengalaman, dan aku sudah memutuskan untuk turun langsung. Kalau aku tidak serahkan ke Arsen, siapa lagi yang bisa dipercaya?”

Dito melipat tangan di dada, mendengus, lalu menatap Alif dengan sorot mata menyelidik. “Tunggu dulu… aku rasa ini bukan sekadar soal relawan, kan? Jangan-jangan kamu lagi ngejar seseorang?”

Arsen dan Naya spontan ikut menoleh, pandangan mereka sama-sama penuh curiga sekaligus penasaran.

Alif mendadak kikuk, tenggorokannya terasa kering. “Heh? Apa maksudmu?”

“Kamu sedang mengejar wanita?” tanya Arsen. Nadanya terdengar lebih serius, meski senyum tipis tetap bermain di bibirnya.

“Heh, ini serius soal relawan. Kenapa kalian malah curiga begitu?” sahut Alif, suaranya terdengar kikuk, wajahnya memerah karena malu.

Justru reaksi itu membuat Dito makin puas. Ia menyeringai, lalu dengan santai melontarkan, “Jadi… janda mana yang kamu incar?”

1
Hilman Abie
koq goblok banget jd cewek,, penulisnya ini pasti suka liat wanita yg tertindas ya,, dasar penulis goblok
Alif Purnamasari
klo sudah tiada baru terasa...dlu ada riana macam singa...sekarang uda dapet gantinya🤣🤣🤣
Weni Kasandra
bagus ceritanya
ummilia1180
Mungkin author mesti kaji dulu antara talak 1-2 atau 3 itu seperti apa… biar ceritanya jadi tdk memebuat salah persepsi tentang Talak.
Marina Tarigan
belum ada momongan ya mungkin Riana tdk bisa hamil karena 5tjm pernikahannya dulu jugs tdk punya anak
Marina Tarigan
tadi kan dito disitu sm anis kemana mereka film synitron kali ya gitu aktingnya baguslah Riana jadi janda ya dan Rahayu dipenggal 3 potong baru pas thour
Marina Tarigan
baru tahu rasa Riana tadipun alif sdh melarangmu ke gudang obat sendiri tapi kamu nekat jumpai Sinta di gudang hazjlnya kau disandara di gudang seperti anji g kamu selalu ngikuti perasaan bukan logika terima akibatnya semoga mafia semua sdh tahu ttk kelemahan penyandra
Marina Tarigan
kevemburuan sosial ya mungkin awalnya pdndekatan team dr 2 itu belum melihst situasi daerah setuhnya lastri merasa tersisih tapi kenapa kepala desa ikut melawan dan ikut berperan ke hal buruk dan menyandra seorang dr demi kepentingan pribadi kan masyarakatnya kan senang dan tertolong mengenai kesehatan berarti team kurang pendekatan pd perangkat kota sorong deh
Marina Tarigan
kuserahkan suamiku kepadamu kak judunya akhirny dr 2 hebat dari kota kalah telak oleh perawat desa dan dukun kampung aneh bis ajaib aturannya judulnya main dokter2an
Marina Tarigan
orang terdekatmu sekarang Riana adalh mafia kalau sinta dan penduduk sorong berusaha mengganggu kalaian jgn takut tapi sifT lemah lembutmu harus kamu ubah utk lebib berani dan keras karena kalian para dr yg ingin membantu masayakat ada orang txk suka atas keberhasilan karian utk membantu masyarakat sorong mknya ikuti perkataan dr Alif suamimu
Marina Tarigan
tak usah disembunyikan apa yg sdg terjadi kehancuran itu Septian yv mulai dia mengacau dipernikahan kalian dan sali g menembak dan septian mau membu uh Rian dan Alif sekalian tapi lili ust dirinya jd tameng kalau tak ada lili pDti kalian duaw nya tertem ak oleh Septen
Marina Tarigan
salah taksir Septian kamu mau menghancurka Alif dan Riana kamu salah lawan nih akibatnya sekarat kan dan ditahan di ruang bawah tanah lawanmu sangat berbahaya
Marina Tarigan
baguslah sempat minta maaf kamu pasti dimaafkan Riana berhati lembut slmt jln saudara
Marina Tarigan
suntik septian dgn pelemah syaraf biar mampus kek mafia saja anak buah Dito Arsen. Alif gimana Septian kema.puan egoismu ketemu lawanmu semua kesalahanmu dan egomu diluar nalar
Marina Tarigan
tdk apa2 kok kalau alif dkk kalah kan nisa Riana nikah lagi sm Tian yg sekarang takut kehilangan Riana kan itu maksud sesunghuhnya menghanvurkan orang 2 yg tulus dan baik dunia memang aneh kebaikan selalu xihancurkan oleh keserakahan kebiadapan
Marina Tarigan
manusia yg selalu lembut kpd siapun biasanya dgn perlakuan baik nya kpd orang lain tdk pernah terpikir olehnya bahwa yg menghancurkannya orang yg dekat dengannya seperti mantan suaminya septian dan liliana kakak kandung sendiri yg menghancurkannya itulah sifat Riana sifatnya tulus lebih suka mengalah dp melawan akibatnya tertindas terus Sinta suka sm dr Alif
Marina Tarigan
lagi monyet beraksi tdk tahu diri orang sdh tahu tunggu kehancuranmu
Marina Tarigan
lanjuy penghianat semua yg terlibat bersama iblis kematian
Marina Tarigan
kasihan juga septiam lihat kehancurannya tapi apakah pernikahan itu dilakukan sesuka hati membentak menghina menyakiti kamu susah dapat pasangan yg tahan menghadapi kamu Riana 5 thn ia bertahan dhn segala keegoisanmu ia ttp setia walaupun kamu dan ibumu setisp saat menghina sbgi pembantu di rmhmu dan juga 5 thn pernikahan kamu ydk mau tidur satu ranjang kecuali itk mememuhi hasratmu saja terus kamu tinggalkan semdirian kamu hanya buat pemuas nafsu mu pernikahan apa itu penghinaanmu cukup besar semedo kamu dulu di kaki gunung sana supaya kamu sadar arti pernikihaan Tisn kamu sangat kasar sebgi suami ikhlaskan saja Riana pd orang yg menghargai wanita
Marina Tarigan
Septian kan psikopat tdk normal biasa kan sifat begitu kalau nomal mana ads laki2 terang2an didepan istrinya berbuat Z I N A A itu sifat hewan kali bukan sifat manusia bermartabat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!