" Sah..."
Kanaya tertegun mendengar kata sakral yang keluar dari mulut seseorang pria yang dia rindu kan selama ini.
matanya menatap nanar sepasang pengantin yang tersenyum bahagia.
Apa ini???....bukankah dia yang seharusnya duduk di sana,bukankah seharusnya namanya yang di sebut dalam janji suci itu,bukankah gaun pengantin itu seharusnya dirinya yang memakainya, itu adalah gaun pilihannya.
Apa ini?... Sandiwara apa ini?....lelucon apa ini?...
Di tempat lain seorang pria duduk di sebuah restoran yang berkelas, ia tersenyum bahagia menatap kotak kecil yang ada ditangannya.
" Aisar...naura sudah berangkat ke luar negeri pagi tadi " mendengar itu pria yang dipanggil Aisar itu sontak melempar kotak kecil yang di pegangnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TIDAK ADA RESTU
Bu hera dan kamila duduk di hadapan naya dan rombongan di ruang tamu, dan menatap penasaran kepada tamu yang di bawa naya.
tak berapa lama Ayahnya naya datang dan kemudian di susul dengan farrel yang tadi masih di tengah perjalanan untuk berangkat ke mini marketnya.
Saat kamila menghubungi kalau kanaya pulang, ia berbalik dan kembali ke rumah.
" Ada apa ini? naya ada apa ? apa kamu buat masalah dengan orang orang ini" naya menghela nafas mendengar perkataan ayahnya yang selalu saja menuduhnya.
Pak irawan duduk di depan naya dan bu sarah juga aisar di sebelah kiri bu sarah.
Kamila berjalan mendekati farrel yang baru datang dan kemudian duduk di kursi, matanya terus menatap kanaya yang tiga hari ini sudah di carinya kemana- mana.
kanaya menatap sekilas farrel tapi kemudian ia mengalihkan pandangannya ke ayahnya.
" Maaf kalau kedatangan kami mendadak dan tidak memberitahu kalian terlebih dahulu " ucap bu sarah.
" Apa naya membuat kesalahan bu ?" tanya pak irawan, bu sarah menggeleng.
" Tidak pak...kedatangan kami kesini ingin Meminta naya kepada bapak selaku orang tuanya, saya ingin meminang kanaya, putri bapak untuk di jadikan istri dari putra saya dan menjadi menantu di keluarga narendra.
Semua keluarga naya terkejut mendengar perkataan bu sarah, bahkan farrel sampai berdiri dari duduknya.
" Tidak bisa, kanaya adalah calon istri saya, empat hari lagi kami akan menikah " kata farrel dengan tatapan tidak senang kepada bu sarah.
Bu sarah tersenyum tipis melihat pria muda yang berdiri di hadapannya.
" Ternyata pria ini yang sudah menyakiti naya, masih ganteng an aisar putraku, tak akan ku biarkan naya berada di tangan mu" batin bu sarah.
Aisar dan lucky pun menatap farrel, Aisar tak kaget melihat farrel karena ia sudah pernah bertemu dan lucky memicingkan matanya.
" cih pria seperti ini mau punya istri dua, gaya banget..sok cakep, dasar ular belang, paling kesal lihat cowok sok cakep seperti ini, enak sekali mau ngawinin adik sama kakaknya, aku juga mau kalau langsung dapat dua gitu " cibir lucky dalam hati.
" Di sini saya tidak sedang meminta izin, tapi saya cuma kasih tahu bahwa saya akan menikahi naya minggu besok " kata aisar santai dan menyerahkan sebuah undangan diatas meja.
farrel menatap Aisar yang baru berbicara dan ia terkejut saat mengingat wajah aisar.
" Kamu....bukankah kamu pria yang menjemput naya kapan hari " tunjuk farrel ke arah Aisar.
Aisar hanya tersenyum tipis dan menatap tajam Farrel.
Pak irawan mengambil undangan yang ada di atas meja dan membacanya, ia nampak terkejut dan langsung menatap naya tajam.
" Apa apaan ini nay, apa yang kamu lakukan, kamu sudah terdaftar di kua bahwa kamu akan menikah dengan farrel minggu ini, jangan gila kamu" kata pak irawan dengan tatapan marah pada naya.
" Aku sudah mengubah semuanya tuan irawan, nama pengantin prianya adalah Aisar narendra bukan farrel eka putra" sahut Aisar datar.
" Naya ...jelaskan semuanya ini " teriak pak irawan.
Naya menatap ayahnya yang sudah memerah wajahnya.
" Naya sudah bilang, naya tidak akan mau menikah dengan farrel yah, farrel suaminya mbak mila,naya tidak mau jadi istri ke 2" kata naya
" Trus kamu mau menikah dengan pria yang tak di kenal itu, jangan macam macam kamu, jangan sembarangan membawa pria ke dalam rumah ini " kata pak irawan.
" Naya akan tetap menikah dengan mas Aisar yah " kata naya pelan.
" Tidak...aku tidak akan merestuimu...aku tidak akan pernah menikahkan mu, kecuali jika kamu menikah dengan farrel !!!!" seru pak irawan.
Bu sarah tersenyum dan memegang tangan naya yang ada di pahanya.
" Hari ini saya datang ke sini tidak hanya meminang naya, tapi juga akan membawanya pergi naya dari rumah ini " kata bu sarah datar.
" Siapa anda..berani sekali anda membawa putri kami " seru bu hera yang tersulit emosinya.
" putri ...." bu sarah tertawa pelan.
" Apa yakin kalau anda berdua adalah orang tua dari naya, apa kalian sudah memperlakukan dia dengan baik, apa ada orang tua yang tega menghancurkan hidup Putrinya untuk kebahagiaan Putri yang satunya " kata bu sarah dengan tatapan tajam menghunus ke arah bu hera
" itu bukan urusan anda nyonya, ini adalah urusan keluarga kami " sahut bu hera.
" Tentu saja ini akan menjadi urusanku, karena dia adalah calon menantuku "
" Dia putri ku nyonya, ingat itu, dia tidak akan keluar dari rumah ini tanpa izinku....farrel bawa naya masuk ke kamarnya " sahut pak irawan tak kalah lantang.
" pelan kan suara anda Tuan irawan, jangan pernah menaikkan suara anda di depan mamaku " kata Aisar tegas dengan tatapan tajam yang menakutkan.
" Naya ...kemasi barangmu, bawa yang penting saja " perintah pada Aisar pada naya.
Naya berdiri dari duduknya dan berjalan ke kamarnya, melihat itu farrel langsung melangkah kakinya untuk menyusul naya, tapi dua pengawal Aisar langsung menghalangi langkahnya.
"Minggir..." kata farrel mencoba menyingkirkan tubuh besar kedua pengawal itu, tapi satu pengawal malah mencekal tangannya dengan keras.
" Mila kunci naya di kamar..." teriak farrel.
Mila yang sedari tadi menatap Aisar dengan kagum dan tatapan memuja tersentak kaget saat namanya di sebut suaminya dengan keras, ia langsung menoleh.
" ii..ya" kata mila tergagap.
Aisar tersenyum tipis karena ia tahu dari tadi saudara naya itu terus menatap nya.
" He..ternyata perempuan murahan " batin Aisar
" Cepat susul naya dan kunci dia di dalam kamar " kata farrel.
" Jangan ada yang bergerak dari tempat kalian, jika sampai kalian berani menyentuh naya, akan aku rata kan rumah ini " ucap Aisar tegas dan memandang tajam ke semua orang.
" Luc...bantu naya " lucky yang berdiri di dekat pintu mengangguk dan pergi ke arah kamar naya.
Pak irawan menatap tajam ke arah aisar yang tersenyum tipis pada calon calon mertuanya itu.
" Siapa kamu sebenarnya, ada hubungan apa kamu dengan naya ?"
"Baiklah ayah mertua akan aku perkenalkan diriku, nama saya Aisar narendra, dan ini mamaku sarah narendra, kedatangan kami ke sini untuk memberitahukan kepada keluarga besar dari kanaya, kami akan menikah minggu ini, jika anda berkenan menjadi wali nikah naya, kami akan senang sekali, jikapun anda tak mau menjadi wali nikah naya di pernikahan kami, itu tak masalah, pernikahan akan tetap berlangsung tanpa atau adanya anda, saya ke sini tidak meminta izin tapi hanya memberitahu anda saja" kata aisar datar.
" Naya akan menikah dengan farrel dan undangan sudah tersebar " kata pak irawan.
" itu bukan urusanku, bukankah itu keinginan anda bukan ke ingin naya, jadi silahkan anda berbuat sesuka hati anda, " kata Aisar.
" Orang tua memang yang melahirkan dan merawat anak anak nya tapi bukan berarti orang tua berhak atas hidup anaknya, mengatur segala hidup anaknya, begitu juga naya, dia mempunyai kehidupan sendiri untuk mencari kebahagiannya, peran kira sebagai orang tua adalah hanya mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk anak anak kita, apalagi naya sudah berusaha menjadi anak yang berbakti selama ini, ia bekerja keras demi keluarganya demi kasih sayang dari orang tuanya, tapi semua sia sia karena dia tidak pernah ada di mata kalian, saya rasa sudah cukup naya berjuang di sini, jadi biarkan dia berbahagia bersama kami." kata bu sarah.
" Dia putriku.. aku yang berhak menentukan kebahagiaan nya ".....
#####
Assalamualaikum readers HAPPY READING jangan lupa jejak cintanya 🥰😍