NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Terpaksa Menikahi Musuh Lama

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Menikah dengan Musuhku / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cimai

Definisi takdir yang tidak bisa kita tebak.

Kehidupan terus berjalan, hanya bersama ketika bersekolah di sekolah menengah pertama, itupun menjadi musuh yang tidak berujung damai meskipun sudah lulus.

Lama tak jumpa, tanpa kabar, tanpa melihat sosial media, karena sama-sama merasa tidak perlu.

Suatu hari seperti biasanya, gadis bernama Kenzie itu pulang ke rumah ibunya karena libur akhir pekan, namun, kepulangannya kali ini justru berbeda, ia harus menerima pernikahan yang tidak ia inginkan, karena dijodohkan dengan musuhnya saat SMP.

Keduanya sama-sama memiliki kekasih, apa mereka menerima pernikahan tanpa cinta itu?

Kalaupun pernikahan itu terjadi, bagaimana kelanjutan hubungan mereka dengan kekasihnya masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cimai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 : Dasar Anak Nakal

Kenzie langsung duduk terlebih dahulu dengan tatapan yang kosong.

"Masak apa ya?" gumam Kenzie bingung.

Jari-jari Kenzie sudah di dalam percakapan, tetapi ia mengurungkannya untuk mengetik dan langsung bergegas meninggalkan kontrakan untuk kembali ke rumah Kenzo.

"Aku nggak suka hidup dengan sandiwara, Bu!"

"Aku nggak mau hidup dalam kepalsuan!"

"Tapi, kenapa aku harus terjebak dalam situasi seperti ini?!''

"Kenapa harus aku?"

Kenzie berbicara sendiri saat mengendarai motornya sampai menangis tanpa mempedulikan pengendara lain. Kecepatan yang ia gunakan pun lebih tinggi dari biasanya karena memburu waktu.

"Keluarganya mas Kenzo 'kan?" sapa security yang berjaga.

"Iya Pak," jawab Kenzie.

"Ya ya, silahkan, saya sudah mendapatkan pesan dari mas Kenzo." jelas security itu.

"Baik Pak, terima kasih." ucap Kenzie.

Kenzie berdiri di depan pintu rumah Kenzo sembari menarik napas dalam-dalam, ia mengulanginya hingga berkali-kali.

(Sudah dirumahmu)

Kenzie mengirimkan foto tangannya yang tengah menekan kode pintu itu ke Kenzo.

Tak lama kemudian, pesannya sudah terlihat dibaca dan keterangan sedang mengetik.

"Cepet banget!" gumam Kenzie.

(Ini kode pintu kamarku, kamu masuk aja dan simpan perlengkapan yang biasa kamu bawa kerja di sana. Bagian lemari yang pinggir itu untuk kamu, di sana sudah ada beberapa pakaian buat kamu)

(JANGAN MACAM-MACAM!)

Kenzie langsung berdecak kesal ketika membaca ujung pesan itu.

"Ck! bisa-bisanya dia ngancam aku!" gerutu Kenzie.

(SIAP BOS! SIAP LAKSANAKAN PERINTAH!)

Kenzie pun tidak mau kalah dengan membalas pesan itu dengan huruf kapital.

Kenzie langsung bergegas membuka pintu kamar Kenzo dan membuka lemari yang sudah ditunjukkan oleh Kenzo melalui pesannya.

"APA INI? SIAPA YANG BELI INI?!"

"IH, AMIT-AMIT BAJU KURANG BAHAN KOK DIBELI!"

Kenzie langsung terdiam, ia teringat bahwa Kenzo memiliki pacar dan sepertinya sudah sangat dekat, ia langsung mengangkat sudut bibirnya.

"Oh, pasti ini punya pacarnya dan mereka sudah tinggal bersama, terus dia sengaja biar aku lihat, terus biar aku cemburu gitu? ish ishhh, memuakkan!" gumam Kenzie.

"Tapii, baunya masih kayak baju baru semua ... bahkan underwear ini," gumam Kenzie lagi.

"Ntahlah! bukan urusanku!"

Kenzie meletakkan beberapa pakaian yang ia bawa di tempat paling bawah, karena ia merasa pakaian itu milik kekasih Kenzo dan ia tidak mau meletakkan barang-barangnya ditempat yang sama.

Setelah selesai urusan di kamar Kenzo, Kenzie langsung ke dapur untuk mempersiapkan bahan masakan sore ini.

Kenzie tidak masak banyak, hanya sekedar menyiapkan agar terkesan menghargai kedatangan orangtua. Ia pun sangat fokus di depan kompor dengan celemek yang sudah ia pakai.

"Astaghfirullah ... jam berapa ini baru selesai?" gumam Kenzie setelah selesai masak.

Kenzie melihat jam di dinding dan ternyata jam tersebut masih berhenti diangka 12.

"Hih! pake mati lagi itu jam!" gerutu Kenzie langsung mengambil ponselnya.

"OH MY GOD! SUDAH JAM 7 KURANG 5 MENIT!"

Selesai urusan dapur, Kenzie juga memastikan bahwa nasi sudah matang, ia pun memilih langsung mandi.

Dalam kondisi sedang datang bulan, kondisi psikis Kenzie sedang tidak baik-baik saja. Perutnya sakit, kakinya terasa pegal-pegal, dan emosinya sangat tidak stabil.

"Kenapa momennya nggak pas gini sih!" gerutu Kenzie mengeluh.

Kenzie keluar dari kamar mandi sembari memegangi perutnya.

"Aaaa!" seru Kenzie saat melihat mertuanya sedang mengambil air di dapur.

"Bu Mia, maaf, saya kaget." ucap Kenzie sambil nyengir.

Kenzie langsung mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dan Mia menyambut dengan baik, begitu juga dengan Zaky yang menyusul setelah mendengar suara teriakan.

"Panggil Mama, dong." pinta Mia.

"Tapi, Kenzo manggil ibuku masih pakai Tante," balas Kenzie mengadu.

Kenzo yang berada dikamar dan pintu tidak ditutup langsung melotot mendengar aduan itu.

"Dasar bocah tengil! tukang ngadu!" gerutunya.

"Oh, iya kah?" balas Mia.

"Bisa-bisanya Kenzo nggak menghargai mertua!"

"BIAR SAJA, NANTI MAMA OMELIN!"

Kenzie langsung merasa bersalah sendiri dan mencoba berpikir keras ditengah kepanikannya agar mertuanya itu tidak memarahi Kenzo hanya gara-gara panggilan yang belum terbiasa.

"Em, anu Tante, Bu, eh Mama ... nggak papa kok, Kenzo masih masa adaptasi, nanti lama-lama juga terbiasa."

Kenzie langsung memukuli bibirnya yang gugup.

"Jangan marahin Kenzo, ya Ma?" pinta Kenzie memohon.

"Mama cantik, jangan marah-marah, nanti cepat keriput ... nih lihat keriputnya makin banyak," ledek Kenzo yang baru keluar dari kamar.

Mia langsung spontan meraba wajahnya sendiri dan membuat Zaky tertawa.

"Dasar anak nakal!" protes Mia sambil memukul lengan Kenzo.

"Aw! sakit tau, Ma." protes Kenzo.

"Biarin! biar kapok!" balas Mia.

"Oh ya, datang jam berapa kayaknya saya mandinya nggak lama?" tanya Kenzie mencoba mengalihkan topik.

"Sepertinya bertepatan kamu buka keran air, kami pas masuk rumah." jawab Mia.

Kenzie langsung manggut-manggut.

"Kamu beneran masak?" tanya Kenzo juga berusaha mengalihkan pembahasan.

"Iya," jawab Kenzie.

"Hmm, pantesan Mama mencium aroma yang sedap," sahut Mia memuji.

Kenzo langsung menarik tangan Mia dan ia arahkan untuk duduk.

"Kenzie pasti sudah capek buat mempersiapkan ini, so ... Papa Mama harus makan," suruh Kenzo.

"Kita makan bersama, bukan Papa sama Mama aja." sahut Zaky.

Meskipun senang karena lelahnya dihargai, tetapi Kenzie juga cemas jika masakannya bukan selera mereka.

"Aku sudah mencobanya beberapa kali untuk memastikan rasa yang pas di lidahku, semoga lidah mereka nggak melenceng jauh," bathin Kenzie.

"Lhoo, Kenzie kok masih berdiri aja, ayo sini." panggil Zaky.

Lirikan tajam dari Mia langsung membuat Kenzo berdiri dan menarik tangan Kenzie agar cepat duduk disampingnya.

Berbohong memang tidak enak, dan juga tidak leluasa dalam pergerakannya. Namun, keputusan yang sudah terlanjur itu akan tetap dijalani sampai tiba pada waktunya untuk berpisah sesuai kesepakatan.

"Kamu seperti ibumu, pintar masak, Mama suka masakan kamu." puji Mia setelah selesai makan.

"Terima kasih, Ma." ucap Kenzie.

"Kenzo juga lahap banget makannya, dia pasti senang sekali punya istri yang pintar masak," ujar Mia.

Kenzo dan Kenzie langsung saling menatap tanpa berbicara.

"Iya sih, lidah gue nggak bisa bohong. Tapi, kalau gue ikutan memuji, nanti si tengil bisa besar kepala!" bathin Kenzo.

"Ck! tertekan gitu muka dia," bathin Kenzie.

Mia berinisiatif untuk membereskan piring dan wadah lainnya agar meja kembali bersih. Namun, Kenzie langsung sigap melarangnya.

"Biar saya saja, Bu, eh, Ma." ujar Kenzie tidak enak melihat Mia membantunya.

"Aduh, jangan sungkan sama Mama, kita kerja bareng, biar selesai juga bareng, biar enak." balas Mia.

Kenzie pun akhirnya membiarkan Mia karena ia tengah dipenuhi oleh pikiran yang semrawut.

"Apa sih narik-narik?!" tanya Kenzie ketika Kenzo tiba-tiba menariknya masuk ke dalam kamar dan langsung menutup pintu.

"SABAR, KEN! TUNGGU KAMI PULANG DULU!" teriak Mia sengaja menggoda putranya.

"Hihi, Mama jadi gemes sendiri, Pa." ujar Mia pada Zaky.

"Halah, Mama ini gangguin anak muda aja." balas Zaky.

1
Susi Ermayana
jujur uda sampek gregetan sana si kenzo kemaren yang hampir keblabasan sama si ulet bulu..
klau kemaren sampek terjadi...aku pasti kecewa sama dia....
untung aja gagal...tapi aku gak suka kalau si kenzo masih nyium nyium si cewek itu.
sedang kenzi masih ori..belum tersentu...
Sweet Girl
Udah kayak Mol aja, Panah penunjuk nya.🤭
Sweet Girl
Emang bukan jari kakinya yang sakit Tor...??
Cimai (IG : cimai_author): Bukan Kak, karena lututnya yang kesandung sudut meja 😁
total 1 replies
Sweet Girl
Yakin Pak Zaky... Kenzo putra satu satunya lhooo.
Sweet Girl
Baik benget tu si Lidanya Buaya.
Sweet Girl
Belum Lebaran Zie...🤣
Cimai (IG : cimai_author): Lebih cepat lebih baik, Kak 😄
total 1 replies
Sweet Girl
Udah basahin Kakak lagi tu Zie...
Sweet Girl
Belum waktunya mati, Zie...
Sweet Girl
Mungkin udah punya gebetan baru Ken...
Sweet Girl
Udah kayak Silet tajamnya 🤭
Sweet Girl
Untung masih ada stock sabarnya.
Sweet Girl
Hhaaah!? ini udah Lebaran lagi lhoooo🤪
Cimai (IG : cimai_author): Tidak terasa 😭
total 1 replies
Sweet Girl
Bwahahaha, Ndak ada yang punya Bang... buang aja da...
Cimai (IG : cimai_author): Jangan dong😭
total 1 replies
Marini Suhendar
Awas benci Sama Cinta Setipis Tisu Lho😄
Cimai (IG : cimai_author): Biasanya sih gitu 😄
total 1 replies
Cimai (IG : cimai_author)
Mohon maaf untuk novel sebelumnya yang sudah menghilang (Dinikahi Bos Tampan) 🙏
Karena ada kendala dan saat itu author tidak bisa melanjutkan, akhirnya terpaksa dihapus dulu.
In syaa Allah nanti akan di update lagi, untuk saat ini sekalian mau direvisi dulu dan mau fokus ke judul ini dulu ya 🙏
Terima kasih 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!