NovelToon NovelToon
ISTRI GENDUT MILIK DUKE

ISTRI GENDUT MILIK DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Bullying dan Balas Dendam / Pengantin Pengganti / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:12.4k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Semua orang tahu Lady Liora Montclair adalah aib bangsawan.

Tubuhnya gendut, reputasinya buruk, dan ia dipaksa menikahi Duke Alaric Ravens, jenderal perang paling dingin di kekaisaran, setelah adiknya menolak perjodohan itu.

Di hari pernikahan, sang Duke pergi meninggalkan resepsi. Malam pertama tak pernah terjadi.

Sejak saat itu, istana penuh bisik-bisik.

"Duke itu jijik pada istrinya karena dia gendut dan jahat."

Namun tak seorang pun tahu, wanita gendut yang mereka hina menyimpan luka, rahasia, dan martabat yang perlahan akan membuat dunia menyesal telah meremehkannya.

Dan ketika Duke Alaric akhirnya tahu kebenarannya, mereka yang dulu tertawa, hanya bisa berlutut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10. RACUN

Bangunan kesehatan di sisi timur kastil berdiri terpisah dari kediaman utama, namun tetap terhubung oleh lorong batu berlengkung yang teduh. Dindingnya dilapisi tanaman rambat hijau tua, sementara jendela-jendela tinggi membiarkan cahaya pagi masuk dengan lembut, menciptakan suasana tenang yang jauh berbeda dari hiruk-pikuk bagian tengah kastil.

Liora melangkah masuk dengan langkah pelan.

Di sebelahnya, Sasa berjalan dengan wajah waspada, keceriaan paginya menghilang sejak Gideon menjelaskan alasan kedatangan mereka.

Gideon sendiri berjalan di depan, langkahnya mantap namun bahunya sedikit menegang, seolah ia bersiap menghadapi sesuatu yang tidak ia sukai.

Begitu mereka tiba di depan pintu kayu besar dengan ukiran simbol pengobatan, pintu itu terbuka lebih dulu.

"Selamat pagi, Nyonya Duchess."

Seorang pria muda dengan rambut cokelat keemasan dan mata tajam berwarna abu-abu menyambut mereka dengan senyum ramah.

Jubah tabib berwarna hijau tua dikenakannya dengan rapi, bersih, dan sederhana, tidak berlebihan, namun jelas mencerminkan profesionalisme.

"Tabib Aldren," sapa Gideon.

"Silakan masuk," kata Aldren dengan nada hangat. "Aku sudah menunggu."

Liora membalas senyum itu dengan anggukan kecil. Sejak awal, tabib muda ini selalu bersikap sopan padanya, tanpa tatapan merendahkan, tanpa nada iba yang menyakitkan.

Mereka diarahkan ke sebuah ruangan yang lebih kecil di dalam; kantor pribadi Tabib Aldren. Rak-rak kayu penuh botol ramuan berlabel rapi memenuhi dinding. Aroma herbal lembut memenuhi udara, menenangkan namun juga membuat Liora sedikit gugup tanpa alasan jelas.

Aldren menuangkan teh hangat ke dalam cangkir porselen, lalu menyajikan beberapa camilan ringan.

"Silakan," kata Aldren ramah. "Teh chamora dan biskuit gandum. Aman."

Liora duduk, Sasa berdiri di sampingnya, sementara Gideon memilih berdiri dekat jendela, tangannya terlipat di belakang punggung.

Setelah semuanya tenang, Aldren duduk di seberang Liora.

"Maaf telah mengganggu pagi Anda seperti ini, Nyonya Duchess," ucap Aldren serius namun tetap sopan.

Liora tersenyum santai. "Tidak masalah. Gideon bilang kau ingin berbicara denganku mengenai tubuhku."

Aldren mengangguk, wajahnya berubah lebih serius.

"Benar. Mohon jangan tersinggung," katanya perlahan. "Namun saat saya memeriksa Anda kemarin, aku menemukan kejanggalan. Dan kejanggalan itu ... berkaitan langsung dengan kondisi tubuh Anda."

Sasa menegang.

Gideon melirik Aldren dengan tajam.

Liora mengangguk kecil. "Kejanggalan apa yang kau maksud?"

Aldren menautkan jemarinya. "Sebelum aku menjelaskan, aku ingin bertanya lebih dulu. Tentang rutinitas dan pola makan Anda sebelum masuk ke kediaman Duke ini," katanya.

Liora terdiam.

"Aku sudah bertanya pada para pelayan dan koki di sini," lanjut Aldren. "Mereka mengatakan Anda cukup aktif bergerak, sering berjalan, dan bekerja. Porsi makan Anda pun normal, bahkan cenderung terkendali, meski Anda menyukai makanan manis."

Aldren menatap Liora lurus.

Begitu pula dengan Sasa dan Gideon yang penasaran arah pembicaraan Tabib Aldren ini.

"Namun aku ingin tahu bagaimana pola hidup Anda saat masih tinggal di kediaman Count Montclair," kata Aldren.

Bahu Liora sedikit turun. Ia menunduk.

Kenangan itu bukan sesuatu yang ingin ia buka dengan mudah.

Aldren menangkap perubahan emosi itu dan melirik Gideon. Gideon membalas dengan anggukan pelan seakan berkata melalui tatapannya; lanjutkan, tapi hati-hati.

"Di sana," suara Liora pelan, "makanku sebenarnya juga normal. Tidak jauh berbeda dengan di sini. Tapi terkadang mereka memaksaku makan lebih banyak."

Gideon langsung memasang wajah kesal.

"Memaksa?" tanya Aldren pelan.

Liora mengangguk. "Bisa dibilang begitu. Sampai aku sering memuntahkan makananku sendiri karena terlalu banyak."

Ruangan itu membeku.

Aldren mengernyit. "Siapa yang memaksa Anda makan sampai seperti itu, Nyonya?"

Liora mengangkat wajahnya perlahan, senyum getir terlukis jelas. "Semua orang di sana. Kecuali Count," jawabnya.

Sasa ternganga. "Semua orang?"

"Termasuk pelayan?" tanya Gideon dengan nada yang mulai berbahaya.

Liora tidak menjawab. Tapi matanya berbicara cukup jelas.

Sasa langsung murka. "Berani sekali! Pelayan memaksa majikannya makan sampai sakit? Mereka tidak tahu diri! Mereka tidak pantas bekerja di kediaman bangsawan!"

Gideon mengangguk setuju. "Pelayan tidak akan berani bertindak sejauh itu tanpa perintah. Tapi tetap saja itu tidak pantas."

Liora bahkan ingat, para pelayan bahkan sepertinya tidak lagi melakukannya karena perintah tapi karena memang sengaja senang merendahkan Liora.

Gideon menatap Liora. "Countess yang memberi perintah?"

Liora mengangguk pelan. "Dan adik tiriku. Mereka melakukan hal yang sama. Jadi para pelayan mengikuti perintah mereka dan berujung kurang ajar juga."

Aldren menghela napas panjang. "Nyonya," katanya lembut, "bolehkah aku memeriksa Anda kembali? Aku ingin memastikan sesuatu."

Liora mengangguk tanpa ragu.

Pemeriksaan berlangsung lama.

Aldren memeriksa denyut nadi, pernapasan, tekanan pada beberapa titik tubuh, bahkan mencium aroma napas Liora dengan cermat. Hingga mengecek darah.

Sasa berdiri tegang, sementara Gideon tak bergerak sedikit pun.

Setelah selesai, Aldren duduk kembali.

"Nyonya," kata hati-hati, "apakah Anda meminum teh dengan rasa yang sama setiap hari saat di kediaman Count? Tapi ... bukan teh bangsawan biasa?"

Liora mencoba mengingat. "Ya. Setiap pagi. Pelayan selalu memberikannya bersama sarapan. Mereka bilang teh itu dibeli khusus oleh Countess. Katanya demi kesehatanku. Karena tubuhku ... seperti ini."

Aldren menoleh ke Gideon.

Gideon langsung tahu. "Apapun itu, katakan," suruhnya.

Aldren kembali menatap Liora. "Maaf, Nyonya. Sepertinya dugaanku benar. Tubuh Anda menjadi seperti ini ... bukan karena kebiasaan makan. Melainkan karena racun."

Udara seolah menghilang dari ruangan.

"Racun?" Sasa berbisik.

Liora membeku. "Racun? Maksudmu tubuhku jadi seperti ini karena racun?"

Aldren mengangguk. "Aku pernah mempelajarinya. Racun ini berasal dari tanaman wilayah Timur bernama Virella Qing, tanaman yang biasa digunakan untuk menggemukkan hewan ternak agar cepat siap panen saat musim dingin."

Gideon mengepalkan tangan.

"Jika dikonsumsi manusia," lanjut Aldren, "racun ini merusak metabolisme secara perlahan. Membuat tubuh menimbun lemak secara tidak normal, melemahkan pernapasan, dan pada akhirnya berujung kematian."

Liora terdiam.

"Dari hasil pemeriksaanku," Aldren melanjutkan, "Anda telah mengonsumsinya dalam waktu yang sangat lama. Denyut nadi Anda berat. Pernapasan Anda pendek."

Aldren menatap Liora penuh empati, lalu melanjutkan, "Bukankah Anda sering merasa sulit bernapas?"

Liora mengangguk pelan.

"Iya. Aku pikir karena tubuhku yang terlalu berat," jawab Liora.

"Bahkan jika Anda berusaha menurunkan berat badan," kata Aldren, "racun ini akan terus bekerja."

Liora menelan ludah. "Jadi aku akan tetap seperti ini walau aku berusaha menurunkan berat badan?"

Aldren mengangguk pelan.

Kemarahan memenuhi dada Liora. Ia tertunduk mendengarnya, kesal bahkan marah sekarang atas apa yang ia dengar ini. Jelas kalau ini pasti ada sangkutan dengan Countess, karena Count tidak mungkin menyuruh Liora minum racun itu ketika count sendiri selalu terganggu dengan berat badan Liora.

"Nyonya," Aldren berkata tiba-tiba, suaranya mantap, "jika Anda percaya padaku ... aku bisa menyembuhkan Anda."

Liora mendongak. "Apa?" suaranya bergetar.

"Aku bisa menghilangkan racun ini dari tubuh Anda," ucap Aldren tegas. "Aku hanya membutuhkan herbal tertentu dan waktu. Tapi aku berjanji akan melakukan yang terbaik."

Harapan, yang hampir padam kini kembali menyala.

"Kau bisa menyembuhkanku?" ulang Liora.

"Tentu, Nyonya. Untuk itulah aku ingin memeriksa Anda dengan baik," jawab Aldren dengan senyum hangat.

Gideon langsung berkata, "Aku akan menghubungi pedagang kita sekarang juga."

Aldren mengangguk.

“Dan sampai saya mendapatkan yang dibutuhkan, untuk saat ini aku akan membuat teh herbal untuk melancarkan metabolisme Anda, dan Anda harus mengikuti pola makan dan hidup yang saya terapkan. Mungkin ini akan sulit untuk Nyonya, tapi ini hal terbaik yang bisa saya lakukan," kata Aldren.

"Aku akan mengikutinya. Terima kasih sudah memikirkanku," kata Liora mantap.

Aldren tersenyum.

"Saya yang seharusnya berterima kasih karena Anda sudah mau menjadi Duchess. Berkat Anda kediaman Duke menjadi lebih hidup," kata Aldren tulus.

Liora terkejut. Aku tidak melakukan apa pun."

Tabib Aldren hanya tertawa kecil, karena teringat kehebohan yang dibuat oleh Duchess-nya ini kemarin.

Lalu Gideon berkata dengan senyum indah, "Anda membuat semua orang tertawa dan penuh semangat sejak kedatangan Anda di kediaman Duke. Anda sudah seperti matahari di musim dingin. Bahkan pagi ini untuk pertama kalinya aku melihat Duke tersenyum seperti itu ketika membicarakan Anda."

Sasa menambahkan ceria, "Nyonya seperti matahari di musim dingin!"

Liora terdiam.

Hangat.

Untuk pertama kalinya, ia merasa diterima.

Dan di dalam hatinya, Liora bersumpah ...

Ia akan sembuh.

Ia akan bangkit.

Dan ia akan membungkam semua mulut yang pernah merendahkannya. Dan menunjukan kepada mereka yang senang dengan kehadiran Liora, bahwa Liora pantas menjadi seorang Duchess.

1
Eli Rahma
lanjuut kak
Archiemorarty: ditunggu updatenya, udah otw di jam 3 sama jam 6 ya kak 🤭🥰
total 1 replies
Ummu Dzaky
istri ny pingin kurus suaminya suka yg gembil2😁😁😁
Archiemorarty: Karena gx semua laki suka perempuan kurus 🤭
kalau kata mereka yang kurus gx enak dipeluk 🤭
total 1 replies
Amaya Fania
mau liat liora balas dendam dan jadi kurus
Archiemorarty: Ohoho.. sebentar lagi ya drama balas dendam dimulai 🤭
total 1 replies
Jelita S
Alaric kehilangan pipi gembul yg menggemaskan😄😄😄😄😄😄
Archiemorarty: Pipi gembul itu enak dicubit 🤭
total 1 replies
Ir
wkwkwk Alaric be like : kenapa istriku kurus hah!! apa kalian tidak memberinya makanan yang baik!! 🤣🤣

btw aku ngebayangin, kalo seandainya di masa Alaric udah ada HP, lagi perang sambi live streaming : hay guys kita lagi siapp² mau perang nih, kita mau musnahin moster, nanti aku kasih tau yaa monster nya itu seperti apa
🤣🤣🤣
Archiemorarty: Ya Tuhan, bisa bisanya kepikiran begitu 🤣
total 2 replies
Miss Typo
huaaaaaa aku nangis lagi tangis haru bahagia 😭

hbs nangis ketawa ngakak saat baca
Pipi gembul kesayangan Alaric... menghilang. 🤣🤣🤣
Archiemorarty: aku juga iya ngakak bagian itu pas nulisnya 🤣
total 1 replies
Maria Lina
lanjut thor
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐰𝐚𝐡 𝐋𝐢𝐨𝐫𝐚 𝐬𝐝𝐡 𝐬𝐞𝐦𝐛𝐮𝐡 𝐝𝐫 𝐫𝐚𝐜𝐮𝐧 𝐩𝐞𝐧𝐠𝐠𝐞𝐦𝐮𝐤 😊😊😊👏👏👏👏
Archiemorarty: Hahaha...tentu aja 😎
total 1 replies
Miss Typo
semoga berhasil dan berjalan dgn lancar
Miss Typo: harus bukan semoga 🤣
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐋𝐢𝐨𝐫𝐚 𝐛𝐚𝐧𝐭𝐮 𝐬𝐮𝐚𝐦𝐢𝐦𝐮😭😭😭
Ir
teruss komporin terus aja Arram biar makin menyala, nanti aku tambahin pertamax Turbo 🤣🤣
Archiemorarty: Nah kan kan...pahamlah ya gimana ntar 🤭🤣
total 3 replies
Miss Typo
kalau sampai Liora tau keadaan Alaric, pasti dia akan menyusul dgn kemarahannya dia pasti maju ikut menyerang.
semoga Alaric baik² saja, othor membuyku menangis lagi 😭
Miss Typo: iya dia selalu kuat 😁
total 2 replies
Jelita S
Alaric harus selamat biar lihat Liora yg kirisan🤣
Archiemorarty: Nah kan 🤣
total 1 replies
Miss Typo
Alaric dah bucin pakai banget ke istri tercinta nya 🤣
Archiemorarty: Oh, harus banget ini mah 🤭
total 1 replies
Jeng Ining
aq tuh ngebayangin pasukan Aragon Legolas dn temen²nya.. dn Liora pun jd kebayang si cewek yg ngebunuh musuh yg tidak ada seorg pria pun yg mampu membunuhnya🙈
Jeng Ining: /Angry//Angry//Angry//Angry/
total 2 replies
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝐚𝐲𝐨 𝐤𝐞𝐭𝐮𝐚 𝐚𝐥𝐛𝐞𝐫𝐢𝐨𝐧 𝐭𝐮𝐧𝐣𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐝𝐚𝐧 𝐤𝐞𝐤𝐮𝐚𝐬𝐚𝐚𝐧 𝐦𝐮 😡😡😡
Eli Rahma
moga alaric gpp
Archiemorarty: semoga ya 🤭
total 1 replies
Ummu Dzaky
baru mulai perang udah d panah😱😱
ommoooo
Archiemorarty: Hahaha...biar seru 😗
total 1 replies
Yuli Budi
moga-moga selamat alaric ... lilola kalo mendengar pasti akan nyusul
Archiemorarty: Jangan sampai dia dengar /Cry/
total 1 replies
Nung_che
menunggu saat liora ikut turun tangan menggenggam pedang,, kira2 terjadi gak hal yg spt itu 🤔🤭
Archiemorarty: Siap 🥰
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!