Novelnya sudah di revisi.
Semoga kalian suka.
Terimakasih sudah membaca
Seorang gadis berusia 19 tahun bernama Aruna diminta untuk menikah dengan Adrian anak majikannya yang lumpuh dan gila
Sebenarnya Aruna ingin menolak tapi ia tidak tega melihat Adrian tidak ada yang mengurusnya apalagi ibunya baru saja meninggal karena sakit kanker leukimia stadium akhir. Adrian pun jadi sebatangkara.
Bagaimana kisah cinta Aruna dan Adrian?
Bagaimana kisah pernikahan mereka?
Apakah Aruna bahagia atau sebaliknya?
Simak ceritanya ya!!
Jangan lupa Comment dan Like ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fani Andriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Besoknya pagi-pagi setelah sarapan Adrian dan Aruna berangkat kerumah orang tua Aruna. Adrian juga sudah menitipkan kantor pada Pak Hamzah.
Sampai di rumah Orangtua Aruna, Orangtua Aruna menyambutnya dengan hangat. Mereka senang Adrian dan Aruna mengunjunginya.
"Bunda senang kamu pulang Aruna",ucap Bu Aina sambil jalan keruang tamu dan Aruna mengikutinya.
"Iya...Aruna sudah kangen sama rumah ini",ucap Aruna sambil duduk.
"Pastilah kamu kan sudah 8 bulan enggak pulang Aruna",ucap Bu Aina.Aruna dan Adrian tersenyum.
"Bunda... Ayah mana kok enggak kelihatan?",tanya Aruna sambil celingukan cari Ayahnya.
"Ayah kamu dipanggil Pak Kades disuruh benerin mobilnya yang rusak",ucap Bu Aina.
"Ya udah... Aruna mau kekamar naruh tas Bunda",ucap Aruna. Aruna dan Adrian lalu menuju kamar.
Di kamar Adrian membereskan kopernya. Adrian cuma bawa satu koper karena tidak bawa banyak barang dan itu sudah jadi satu dengan barang Aruna. Aruna duduk di kasur tapi lama kelamaan Aruna ngantuk dan tertidur.
Setelah membereskan kopernya, Adrian keluar kamar bantu-bantu Bu Aina bersih-bersih.
"Aruna mana Adrian?",tanya Bu Aina sambil nyapu.
"Lagi tidur Bunda akhir-akhir ini Aruna gampang capek",ucap Adrian sambil ngelap meja.
"Wajarlah kalau lagi hamil memang cepat lelah",ucap Bu Aina.Beberapa menit kemudian Adrian dan Bu Aina selesai bersih-bersih.
Aruna yang berada di kamar terbangun kemudian keluar kamar menuju dapur karena haus.
"Haus banget",batin Aruna sambil menuangkan air ke gelas. Sesudah minum,Aruna melihat keluar jendela pohon mangga yang ada di belakang rumahnya berbuah. Aruna sangat tergiur dan ingin memakannya. Aruna lalu meminta Adrian mengambilnya.
"Mas...Pohon mangga di belakang rumah berbuah sepertinya enak kalau dibuat rujak",ucap Aruna memberi kode pada Adrian.
"Jangan-jangan kamu mau minta aku ambil mangganya",ucap Adrian.Aruna hanya tersenyum. Adrianpun mengambilkan mangga untuk Aruna.
"Makasih Mas... ",ucap Aruna sambil tersenyum.Aruna dan Adrian lalu masuk kedalam rumah dan mencuci mangganya. Tiba-tiba Bu Aina muncul karena mau masak makan siang.
"Kamu ngidam?",tanya Bu Aina.
"Iya Bunda. Aruna lagi pengen makan rujak mangga",ucap Aruna sambil mengupas mangga.
"Sudah sini biar Bunda yang buat rujaknya,kamu tunggu di meja makan!",pinta Bu Aina. Aruna menuruti perkataan Bundanya. Adrian membantu Bu Aina membuat rujak.
Tak lama kemudian rujaknya sudah jadi,Adrian membawa rujaknya ke meja makan.Aruna lalu memakan rujaknya.
"Mas... kok enggak pedes",ucap Aruna. Aruna sangat suka dengan makanan pedas.
"Kata Bunda kalau lagi hamil enggak boleh sering makan pedas",ucap Adrian.Aruna tetap memakan rujaknya walau tidak pedas tapi rasanya tetap enak.
Setelah makan rujak, Aruna mau Bantu Bu Aina masak tapi tidak diperbolehkan sama Adrian. Aruna lalu memilih nonton tv di ruang tamu dan Adrian menemaninya.
Tak lama kemudian makan siang sudah jadi.Bu Aina lalu memanggil Adrian dan Aruna untuk makan siang.Aruna dan Adrian kemudian menuju meja makan.
"Wahh...Masakan Bunda pasti enak",ucap Aruna.Bu Aina memasak lima macam masakan yang disukai Aruna.Aruna lalu mengambil nasi dan beberapa lauk.
"Makan yang banyak sayang biar sehat",ucap Adrian sambil mengambilkan Aruna minum.
"Kalau pulang pasti aku kangen lagi masakan Bunda",ucap Aruna.
"Kalau ada waktu Ayah sama Bunda kerumah kalian.Nanti Bunda masakin buat Aruna",ucap Bu Aina. Aruna tersenyum senang.
Adrian,Aruna dan Bu Aina kemudian makan.Selesai makan Aruna bertanya sesuatu pada Bu Aina.
"Bunda waktu perjalanan kesini aku liat lapangan dekat kantor desa ditutup memangnya ada apa?",tanya Aruna.
"Oh... itu. Lapangannya mau dipakai buat pasar malam",ucap Bu Aina.
"Pasar Malam?? Kapan Bunda acaranya??",tanya Aruna penuh semangat.Aruna dulu suka sekali pergi kepasar malam sama sahabatnya dan kakaknya.Sekarang ia ingin pergi lagi kesana mumpung lagi ada.
"Kalau enggak salah malam ini",ucap Bu Aina.
"Mas...Nanti malam kesana yuk!",pinta Aruna.
"Bentar... Tapi pasar malam itu apa?",tanya Adrian. Adrian memang tidak pernah pergi kepasar malam jadi dia tidak tahu.
"Mas... Kalau kita kesana kamu akan tahu",ucap Aruna.Aruna mencoba membujuk Adrian untuk mau menemaninya kepasar malam.
"Oke... ",ucap Adrian.
Malamnya setelah makan malam Aruna dan Adrian pergi kepasar malam. Dipasar malam terdapat berbagai macam permainan tapi Adrian hanya memperbolehkan Aruna naik bianglala. Aruna mengerti karena kondisinya sekarang tidak memungkin buat dia main permainan yang ekstrim.
Aruna dan Adrian akhirnya naik bianglala.Saat Bianglala mulai perlahan naik,keindahan di sekitarnya mulai terlihat. Ada banyak lampu kelap-kelip, anak-anak yang bermain dengan riang, bahkan kalau melihat kelangit bisa melihat bintang dengan jelas. Aruna sangat menikmatinya sampai bianglala menuju puncaknya.
Saat di puncaknya Adrian mencium bibir Aruna.Adrian dan Aruna bahkan tidak sadar kalau mereka sudah di bawah.
"Mas... Mbak... Enggak mau turun?",tanya petugas bianglala. Adrian dan Aruna kaget bahkan ada beberapa orang yang melihatnya. Adrian dan Aruna lalu turun dari bianglala.
Adrian dan Aruna kemudian jalan-jalan mengelilingi pasar malam. Saat berkeliling Aruna melihat ada arum manis.
"Mas... Aku mau itu",ucap Aruna sambil menunjuk arum manis.
"Oke... ",ucap Adrian. Adrian membelikan Aruna arum manis. Aruna lalu memakannya. Kemudian Aruna mengajak Adrian jalan lagi.
Adrian melihat ada donat lalu membelinya satu kotak.Adrian juga mengajak Aruna duduk di bangku yang kosong di sekitarnya.
Arum manisnya habis Aruna memakan donat yang dibeli Adrian.
"Donatnya enak Mas",ucap Aruna sambik makan donat.
"Iya.Lumayan enak",ucap Adrian sambil makan donat.Adrian melihat mulut Aruna belepotan mengelapnya degan saputangannya.
"Aku mau lap sendiri",ucap Aruna sambil mengambil saputangan dari tangan Adrian.
"Sayang... Kamu tahu enggak kenapa donat itu tengahnya bolong?",tanya Adrian iseng sambil menunjuk bolongnya donat.
"Enggak... Memangnya kenapa?",tanya Aruna.
"Karena yang utuh dan bulat hanya cintaku untukmu",ucap Adrian gombal. Pipi Aruna langsung merah merona.
Beberapa menit kemudian Aruna haus.
"Mas... Aku haus",ucap Aruna.
"Kamu tunggu disini aku cari air mineral",ucap Adrian. Adrian lalu mencari air mineral.Setelah membeli air mineral Adrian malah tertarik dengan permainan berhadiah boneka. Adrian lalu bermain sekali dan langsung mendapatkan bonekannya.
Adrian kemudian kembali ke Aruna yang sedang menunggunya.
"Nih airnya sayang",ucap Adrian sambil menyembunyikan boneka dibalik punggungnya.
"Kenapa lama Mas?",tanya Aruna sambil membuka tutup botol.
"Iya Maaf tapi aku punya sesuatu buat kamu",ucap Adrian meminta maaf karena lama beli airnya. Adrian lalu mengeluarkan boneka dari punggungnya.
"Apa Mas?",tanya Aruna penasaran.
"Boneka buat kamu!",ucap Adrian sambil memberikan bonekanya.
"Wahh... Bonekanya lucu",ucap Aruna. Aruna memang suka sekali dengan boneka. Setelah itu mereka pulang kerumah karena hampir larut.Sampai di rumah Aruna dan Adrian langsung istirahat.