NovelToon NovelToon
CINTA YANG DIABAIKAN

CINTA YANG DIABAIKAN

Status: tamat
Genre:Patahhati / Sudah Terbit / Penyesalan Suami / Selingkuh / Tamat
Popularitas:24.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: mama reni

Gibran Erlangga terpaksa menikahi Arumi Nadia Karima karena perjodohan orang tuanya yang memiliki hutang budi.

Dua tahun pernikahannya Gibran selalu perhatian dan memanjakan Arumi.

Arumi mengira dirinya wanita paling beruntung, hingga suatu hari kenyataan pahit harus ia terima.

Gibran ternyata selama ini menduakan cintanya. Perhatian yang ia berikan hanya untuk menutupi perselingkuhan.

Arumi sangat kecewa dan terluka. Cintanya selama ini ternyata diabaikan Gibran. Pria itu tega menduakan dirinya.

Arumi memutuskan untuk mengakhiri pernikahan mereka. Saat Arumi telah pergi barulah Gibran menyadari jika ia sangat mencintai istrinya itu.

Apakah Gibran dapat meyakinkan Arumi untuk dapat kembali pada dirinya?.

Jangan lupa tekan love sebelum melanjutkan membaca. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Si Ular Joana

Ibu akhirnya mendapatkan perawatan. Ia terkena serangan jantung ringan. Ibu hnya diam tak mengeluarkan sepatah katapun.

Amanda mengantar anaknya pulang. Tidak mungkin anaknya menginap di rumah sakit. Ia menitipkan anaknya dengan keluarga ayahnya. Walau berat Amanda terpaksa melakukan itu.

Joana duduk di sudut ruang rawat inap itu. Gibran mendekati wanita yang dulu sangat ia cintai itu.

"Kamu mau apa sebenarnya, Joana? Aku sudah katakan, jika aku tak yakin jika yang ada di rahim kamu saat ini adalah anakku."

"Mau bukti apa lagi? Kita udah tidur bareng malam itu. Atau mau lihat foto kita berdua tanpa sehelai benangpun?"

"Jangan macam-macam Joana. Aku yakin nggak melakukan apa-apa malam itu."

Joana berdiri dari duduknya dan menampar pipi Gibran.

"Sekarang kamu mengatakan nggak ingat apa-apa. Malam itu kamu yang memasuki melayani napsumu. Dasar lelaki pecundang. Pantas Arumi memilih meninggalkan kamu."

"Jangan bawa nama Arumi. Dia nggak akan bisa dibandingkan denganmu. Arumi wanita baik."

Ibu yang melihat Gibran dan Joana bertengkar berdeham. Membuat Gibran dan Joana sadar jika merek berada dalam ruangan perawatan ibunya.

Gibran menarik tangan Joana keluar dari ruangan. Berhenti di tempat yang agak sunyi.

"Kanapa? Sekarang kamu membela Arumi, dulu kamu selalu mengatakan kejelekannya."

"Aku baru sadar, ternyata selama ini aku mencintai wanita ular seperti kamu."

"Kemana aja kamu? Setelah delapan tahun kita berhubungan baru kamu mengatakan ini. Di kamu sangat menyanjungku. Apa karena aku tidak bisa memberikan kemewahan seperti Arumi sehingga sekarang kamu berbalik menghinaku!"

"Aku tak akan menikahi kamu sampai yakin jika itu anakku!" ucap Gibran penuh penekanan.

"Sampai aku bisa meyakinkan kamu jika ini anakmu, aku akan terus ada disampingmu. Jika nanti terbukti bukan darah dagingmu, aku yang akan pergi tanpa kamu minta!"

"Apa maksud kamu?"

"Aku ingin ada bersamamu. Kamu tau, wanita hamil itu butuh perhatian."

"Itu tak mungkin, Joana. Kita belum menikah."

"Kalau begitu, nikahi aku!"

"Apa kamu belum juga mengerti dengan apa yang aku katakan. Jika aku tak akan menikahinya sampai tes DNA menyatakan jika anak itu darah dagingku."

"Apa kamu mau foto-foto kita tersebar?"

"Kamu mengancamku?"

"Lelaki pecundang seperti kamu, pantas di ancam."

Gibran yang tak mau foto dirinya tersebar akhirnya terpaksa setuju. Ia tahu jika Joana orangnya nekat. Bisa saja ia memang menyebarkan semua foto-foto itu.

Di lain tempat Arumi sedang meminta izin pada ayahnya untuk pulang ke Jakarta. Ia mendengar kabar dari Alana jika kedua mertuanya sedang di rawat.

"Buat apa kamu bertemu keluarga itu lagi."

"Papa, Mas Gibran emang salah. Namun bukan berarti aku harus memutuskan semua siraturahmi dengan keluarganya. Saat ini kedua mertuaku itu sedang di rawat. Aku hanya ingin menjenguk dan memberikan semangat."

"Di sana pasti ada Gibran."

"Apa yang Papa takutkan jika aku bertemu Mas Gibran. Aku tak akan meminta ia kembali. Aku hanya ingin bertemu kedua mertuaku."

"Baiklah, tapi Papa tak mau kamu luluh dan menerima Gibran kembali. Dua tahun kamu telah dibohongi. Jika kamu kembali, mungkin saja ia akan mengulanginya kembali."

"Aku tau, Pa. Jangan kuatir. Hatiku telah kuat ingin berpisah."

"Arumi, sampaikan salam Mama buat kedua mertuamu. Apa kamu sudah yakin untuk kembali ke Jakarta."

"Iya, Ma."

"Hati-hati, semoga kedua mertuamu itu cepat pulih."

Arumi masuk ke kamar dan menyiapkan semua barang yang dibutuhkan untuk ke Jakarta

...............

Arumi memasuki rumah tempat ia dan Gibran itu tinggal dan berbagi kebahagiaan. Saat ini rumah kelihatan sangat sunyi.

"Non, kenapa Tuan pergi," ucap Bibi sambil berjalan mengikuti Arumi dibelakangnya.

"Maksud bibi, Tuan Gibran pergi dari rumah?"

"Iya, Non. Kemarin Tuan pergi dengan membawa dua koper besar. Tuan juga memberikan kami pesangon."

Jadi mas Gibran telah meninggalkan rumah ini.Apakah mas Gibran kembali ke rumah Ayah dan Ibu. Itulah penyebab Ayah pingsan dan jantungan? Apakah Ayah dan ibu telah mengetahui tentang perpisahan kami? Apakah kehadiran aku nanti tidak akan membuat semua menjadi lebih buruk?

Arumi masuk ke kamar dan dilihatnya isi lemari. Pakaian Gibran hanya tinggal sedikit. Wanita itu lalu membaringkan tubuhnya. Berharap semua beban pikirannya hilang sejenak.

..............

Arumi berjalan di lorong rumah sakit dengan langkah pelan. Sebenarnya ada keraguan untuk datang. Namun tangisan Alana membuat Arumi ingin menjenguk.

Arumi langsung menuju ruang rawat di mana ibu sedang berbaring di atas tempat tidur dengan berbakat baju rumah sakit. Sejak kemarin ibu hanya diam.

Gibran sudah berulang kali meminta maaf, tapi Ibu tetap tak membuka suara. Joana baru saja datang dengan membawa buahan

Joana mengetahui Ayah masuk rumah sakit ketika mendatangi rumah Gibran. Awalnya ia ingin mengatakan tentang kehamilannya.

Bibi yang mengatakan jika ayah terkena serangan jantung ringan sehingga ia harus di rawat.

Joana meletakkan sekeranjang buahan yang ia bawa di nakas yang ada di samping tempat tidur Ibu.

"Apa kabar, Bu? Apakah udah mendingan?" tanya Joana dengan tidak pedulinya.

Mata Gibran yang memandang dirinya dengan mata menyala juga tak peduli.

Alana masuk ke kamar dengan membawa sebungkus bubur ayam. Ketika matanya menangkap kehadiran Joana ia lalu menghampirinya.

"Buat apa kamu ada di sini?"

"Emang salah? Aku ini kekasih dan calon istri Mas Gibran."

"Dasar ular. Apa yang membuat Mas Gibran bisa menyukai wanita seperti kamu?"

"Bicara yang sopan, Alana. Usiaku jauh diatas kamu. Aku tak mau mencari keributan. Aku menghormati Ibu. Lagi pula ini rumah sakit."

"Kenapa? Kamu nggak terima dikatakan ular. Mas Gibran aja matanya yang buta, tak bis melihat siapa kamu sebenarnya. Dari awal kalian kenalan delapan tahun lalu, aku sudah nggak menyukai kamu."

"Alana, Joana, udahlah. Ini rumah sakit. Jangan bertengkar. Ibu sedang sakit. Kalian akan membuat sakit ibu makin parah," ujar Gibran.

Saat ini pria itu tak banyak bicara. Ia masih tak percaya hidupnya berubah dalam sehari. Ibu dan ayah terbaring di rumah sakit.

Rasa bersalah Gibran makin besar saat melihat ayahnya yang masih kritis.

Arumi melihat nomor kamar sekali lagi untuk meyakinkan jika ia tak salah. Arumi mengetuk pintu kamar rumah sakit dengan perlahan.

Bersambung

1
bethhhh
laki" plinplan, pecundang
Anime aikō-kā
komen buat dpt kristal🤭🤭
Uthie
nyesek 😂
Uthie
nyimak lagiiii 👍👍👍
echa purin
👍🏻
JR Rhna
wanita kali thor..bukan gadis
Lonafx: Halo kak, ikuti juga yuk karyaku "𝐒𝐮𝐚𝐦𝐢 𝐊𝐚𝐫𝐢𝐬𝐦𝐚𝐭𝐢𝐤 𝐌𝐢𝐥𝐢𝐤 𝐂𝐄𝐎 𝐂𝐚𝐧𝐭𝐢𝐤"🙏
total 1 replies
Ema Susanti
seperti cintaku yang di abaikan dia
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙖𝙧𝙪𝙢𝙞 𝙜𝙞𝙗𝙧𝙖𝙣 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙙 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙪𝙖.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝙨𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜𝙖𝙩 𝙖𝙧𝙪𝙢𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙥𝙖𝙨𝙩𝙞 𝙗𝙞𝙨𝙖, 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙞𝙩𝙪 𝙮𝙖 𝙜𝙞𝙩𝙪 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙙𝙞 𝙖𝙬𝙖𝙡𝙣𝙮𝙖 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙗𝙖𝙮𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙝 𝙥𝙡𝙤𝙤𝙣𝙜𝙣𝙜 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙚𝙩.🤭
𝙖𝙠𝙪 𝙨𝙖𝙟𝙖 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙨𝙪𝙣𝙜𝙨𝙖𝙣𝙜 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙟𝙖𝙝𝙞𝙩𝙖𝙣 𝙡𝙪𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢|| 𝙡𝙖𝙝𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙨𝙤𝙧𝙚 𝙩𝙧𝙨 𝙗𝙚𝙨𝙤𝙠 𝙥𝙖𝙜𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙡𝙝𝙖𝙢𝙙𝙪𝙡𝙞𝙡𝙡𝙖𝙝 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙛𝙞𝙩 𝙗𝙖𝙙𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣 𝙣𝙤𝙧𝙢𝙖𝙡 𝙢𝙚𝙨𝙠𝙞 𝙖𝙜𝙖𝙠 𝙣𝙜𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙥 𝙩𝙚𝙣𝙖𝙜𝙖 𝙛𝙪𝙡𝙡 𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙗𝙨 𝙣𝙮𝙪𝙘𝙞 𝙢𝙖𝙣𝙪𝙖𝙡 𝙙𝙖𝙣 𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙩 𝙘𝙪𝙘𝙞𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙢𝙥𝙚 𝙙𝙞𝙢𝙖𝙧𝙖𝙝𝙞𝙣 𝙗𝙪 𝙗𝙞𝙙𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙥𝙖𝙨 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙧𝙤𝙡.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
𝘣𝘢𝘤𝘢 𝘢𝘳𝘶𝘮𝘪 𝘮𝘢𝘶 𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘯𝘰𝘳𝘮𝘢𝘭 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘬𝘦𝘪𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘱𝘢𝘴 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘵𝘢𝘮𝘢 𝘺𝘢 𝘢𝘭𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘢 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦 𝘴𝘪𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘤𝘦𝘯𝘢𝘵 𝘤𝘦𝘯𝘶𝘵 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘦𝘵𝘢𝘱 𝘥𝘪𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘬𝘳𝘯 𝘮𝘪𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘤𝘶𝘮𝘢 𝘬𝘰𝘯𝘵𝘳𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘱𝘢𝘭𝘴𝘶 𝘵𝘳𝘴 𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘥𝘻𝘶𝘩𝘶𝘳 𝘫𝘢𝘮2𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘣𝘢𝘸𝘢 𝘬𝘦𝘱𝘢𝘴𝘢𝘳 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘵𝘦𝘮𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘩𝘢𝘭 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘵 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘱𝘦𝘵 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦 𝘢𝘴𝘩𝘢𝘳 𝘥𝘪𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘭𝘢𝘨𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢 𝘯𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘬𝘳𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘱𝘥 𝘱𝘢𝘯𝘪𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘦𝘳𝘵𝘶𝘢 𝘭𝘢𝘬𝘪2 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦 𝘴𝘦𝘮𝘱𝘦𝘵 𝘢𝘬𝘶 𝘯𝘨𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘸𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨𝘯𝘺𝘢 𝘱𝘭𝘶𝘴 𝘯𝘨𝘰𝘣𝘳𝘰𝘭 𝘫𝘨 𝘵𝘳𝘴 𝘱𝘢𝘴 𝘩𝘣𝘴 𝘢𝘴𝘩𝘢𝘳 𝘱𝘢𝘴 𝘣𝘢𝘯𝘨𝘦𝘵 𝘮𝘦𝘳𝘵𝘶𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘦 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘫𝘨 𝘬𝘢𝘵𝘢𝘯𝘺𝘢... 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘰𝘯𝘵𝘳𝘢𝘬𝘴𝘪 𝘩𝘦𝘣𝘢𝘵 𝘱𝘰𝘴𝘪𝘴𝘪 𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘣𝘢𝘺𝘪 𝘴𝘶𝘯𝘨𝘴𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘱 𝘢𝘭𝘩𝘢𝘮𝘥𝘶𝘭𝘪𝘭𝘭𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘶 𝘣𝘪𝘥𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘺𝘨 𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘨𝘢 𝘱𝘢𝘯𝘪𝘬 𝘫𝘥 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘨 𝘵𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘭𝘩𝘢𝘮𝘴𝘶𝘭𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵.
𝘯𝘨𝘦𝘳𝘪2 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘱.🤭
Rubiyata Gimba
akhsa sudah sedia
Rubiyata Gimba
manding dengan sahaka aja
Rubiyata Gimba
kesihan sekali
Dessy Lisberita
dari dulu aja arumi ga bisah lupa sama gibran kasian shaka
Dessy Lisberita
kalau selingkuh lebih baik pisah terlalu sakit
Praditta
Licik
Ahyar 99
laki t*l*l buat apa di piara mending pergi arumi
Anita Candra Dewi
pengen komen keegoisan dan keras kepala bpknya to novel ini sdh tamat lama banget🤣
Mama Reni: 🫣🫣🫣🫣🫣
total 1 replies
Anita Candra Dewi
mlh cari masalah dgn mabuk...
senja imma
yaaahhhh hamiilll
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!