Tangisan bayi merah itu membuat Kiara menyerah dan menerima keinginan kedua orang tuanya. Menikah dengan ayah kandung dari bayi merah yang baru saja di tinggal kan ibu nya. Kiara mengorbankan cinta dan masa depan nya bersama kekasih hati untuk hidup dengan Bryan dan bayi yang baru saja hadir. Bagaimana kah kisah mereka???? Akankah Kiara kembali lagi ke kekasih nya, atau malah menjalankan rumah tangga bersama Bryan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yora Yul Martika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7
" kabur ?" Gumam Kiara setelah mematikan panggilan telepon di ponsel miliknya
Ting pesan masuk dari Leo {kita akan bertemu jam 12 malam di taman cinta kita ki, aku tunggu kehadiran mu. Ayok kita bangun impian dan cinta kita di istana kita sendiri}
Dengan cepat Kiara membalas pesan tersebut " baik Leo, aku akan datang" entah apa yang ada di pikiran Kiara saat ini, yang dia tahu hati dan pikiran nya sangat mencintai Leo dan impian dan mimpi nya selama ini adalah menikah dan hidup bersama Leo bukan Bryan suami sang Kaka
Ting {terimakasih sayang, tidak perlu membawa pakaian banyak, supaya semua orang di rumah tidak curiga} balasan pesan dari Leo
" Kiara bukak pintu nya sayang" suara mama Ajeng membuat Kiara terkejut dan salah tingkah seperti ketahuan mencuri atau pun melakukan perbuatan dosa
" Iya ma tunggu" Kiara merapi kan rambut dan menghembuskan nafas panjang untuk meminimalisir kegugupan
" Lama banget sih Ki" Kiara membuka pintu dan melihat mama Ajeng bersama Bryan dengan wajah yang di tekuk
" Ini suami mu ingin tidur, masak pintunya harus di kunci segala. Kalau Bryan udah di dalam hati deh kamu kunci " ujar mama Ajeng tersenyum mengejek yang tidak di tanggapi oleh Kiara dan bryan
" Ya sudah ibu tinggal dulu " Ajeng meninggalkan pengantin baru yang baru saja menikah tersebut
" CK " decakan kecil yang terdengar dari bibir Bryan
" Mas Bryan tidur di ranjang saja , biara aku yang di sofa" tanpa menjawab ba bi bu dengan santai nya Bryan melangkah dan membaringkan badan di atas kasur empuk milik Kiara
" Dasar lelaki tidak peka , apa salah nya menolak dan bilang kamu aja ki yang di kasur biar aku yang di sofa, seperti yang ada di novel novel " gumam Kiara di dalam hati sambil melirik Bryan
" Kenapa ? Apa kamu menyesal menyuruh saya tidur di kasur milik mu ini? Atau kamu malah berfikir saya yang akan mengalah dan tidur di sofa tersebut seperti novel novel yang kamu baca? Jangan mimpi kamu " ujar Bryan memejamkan matanya yang tidak mengantuk. Kiara yang mendengar semua kata yang keluar dari bibir Bryan sedikit shock.
Selama ini Bryan yang humble telah berubah menjadi kasar dan dingin. Bryan yang baik dan lembut telah berubah menjadi kejam , tidak ada lagi Bryan yang hangat sekarang yang ada Bryant yang kaku. Entah dari kapan sebutan aku telah berubah menjadi saya.
" CK " Kiara tidak menjawab omongan Bryan dia hanya berdecak dan menghentakkan kaki lalu mendudukkan bokong nya ke sofa
" Ternyata keputusan aku sudah benar untuk kabur bersama Leo. Untuk apa hidup bersama mas Bryan yang kaku dan kasar , sekarang dia telah berubah menjadi monster yang mengerikan " gumam Kiara di dalam hati
Di saat samua tertidur, Kiara yang dari awal hanya pura pura tidur bangkit dari sofa dan membuka pintu kamar dengan pelan, Kiara menjulurkan kepala nya di pintu dan melihat keliling
" Seperti nya semua sudah tertidur" gumam kiara
" Ekhm apa sudah waktunya?" Tiba tiba kiara terkejut dan berbalik arah
" Mas bry Bryan " ujan Kiara pelan
"Hmm apa jam segini kalian janjian dan kabur bersama" deggg kiara melotot kan matanya karena kaget Bryan tau semua nya
" Mmm mas Bryan, ka kamu ...."
" Iya saya tahu semua nya, seharusnya kau memastikan dulu pintu kamar mu tertutup rapat tadi sebelum menerima telfon atau pun bergumam sendiri " di saat Kiara menelfon dan berbicara sendiri Bryan ada di depan kamar Kiara yang terbuka sedikit. Tadinya Bryan di paksa oleh mertua dan kedua orang tuanya untuk ke kamar Kiara, namun dia mendengar kan segalanya perbincangan Kiara dan Leo. Dengan pelan Bryan menutup pintu kamar tidur Kiara lalu pergi ke bawah untuk memberi alasan kepada mertua nya jika pintu kamar Kiara tertutup.
Gluk Kiara menelan ludah kasar nya " aku aku..."
" Kau tidak perlu kwatir dan takut Kiara , pergilah bersama Leo kekasih hati mu itu. Kau tidak perlu memusingkan kedua orang tua kita biar saya yang akan menghandle nya. Saya berjanji setelah kau pergi mama dan papa mu akan saya jaga seperti kedua orang tua saya. Saya tidak akan membuat mereka bersedih atau merindukan anak nya yang kabur. Akan saya bawa merek ke kota jakarta sehingga mama papa tidak mendengar ocehan tetangga sekitar sini jika anak nya yang baru saja menikah kabur bersama kekasih hati nya " Bryan seperti tidak memberi kesempatan dan waktu untuk menjawab ucapan yang ia lontarkan
" Dan satu lagi kau tidak perlu memusingkan Alana , karena saya yang akan memastikan keselamatan kebahagiaan Alana . Putri dari Kaka mu Kinan dan saya " entah kenapa Bryan menekan kata putri dari Kaka nya
Kiarae mendengar kan semua ucapan yang terlah di dengar dari Bryan entah kenapa semua kata kata yang terlontar tersebut menusuk di hati Kiara . Dia sekarang bahkan berfikir bagaimana nanti papa mama nya setelah tahu ternyata dia kabur . Selain itu yang menggangu pikiran nya adalah Alana putri mendiang sang Kaka bersama Bryan suami nya saat ini.
" Aku aku ...."
" Pergi lah tidak usah ragu, , pergi lah sebelum terlambat, sebelum mereka semua terbangun" bahkan Bryan seperti tidak mau mendengar ocehan yang keluar dari mulut Kiara
" Kenapa kau masih diam ? Apa kau ragu sekarang untuk kabur dengan lelaki yang kekurangan modal, bahkan untuk membawa mu kabur saja mm hanya pakai motor? Apa sekarang kau sudah mulai berfikir sulit nya hidup setelah ini? " Tajam nya perkataan Bryan membuat Kiara memejamkan mata
" Mas Bryan tidak perlu menghina Leo , dia lelaki baik dan bertanggung jawab" Kiara akhirnya bersuara
" Apa ada lelaki yang bertanggung jawab membawa seorang perempuan untuk kabur?jadi Dari segi mana dia bertanggung jawab nya" doorr seperti terkena peluru , tajamnya lidah Bryan mengeluarkan kata kata yang membuat Kiara ternganga
" Semua itu ada sebab dan akibat nya mas " Kiara mencoba terus membelah Leo
" Tenyata sifat bertanggung jawab bisa luntur karena sebab dan akibat ? Saya baru tahu itu , sekarang pergilah" Bryan membalikkan badan menuju ranjang sedang kan Kiara menahan emosi yang ada di hati.
Dengan menghentakkan kaki Kiara pergi untuk keluar ke kamar dan menutup pintu dengan sedikit kencang.
" Hmm apa dia benar benar pergi? CK biarlah paling tidak dia mempermudah segalanya , saya tidak perlu repot-repot lagi " ujar Bryan menidurkan ranjangnya
" Maafkan saya kinan, saya tidak bisa menjaga Kiara adik mu seperti janji ku dulu. Andai aku tahu semua maksud perkataan mu sebelum keberangkatan mu di bandung "
Di kamar lain Kiara berusaha memejamkan matanya yang tidak mengantuk.