NovelToon NovelToon
Life After Divorce

Life After Divorce

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / CEO / Pernikahan Kilat / Nikah Kontrak
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yayalifeupdate

Dua bulan lalu, Luella Brynn dipaksa menikah dengan seseorang Bernama Edric Alton yang tidak ia inginkan dan tidak ia kenal. Hanya untuk mengikuti permintaan mendiang orangtua Edric. Pernikahan hanya sebatas formalitas di hadapan orangtua Edric, dan begitu orangtua Edric meninggal. Luella di ceraikan begitu saja oleh Edric. Tidak ada kata perpisahan, hanya ada selembar cek dengan nominal fantastis sebagai rasa terimakasih karena Luella bersedia membantu Edric. Lalu bagaimana dengan kehidupan Luella dan Edric pasca bercerai? Dengan status baru yang akan mereka bawa satu sama lain, sedangkan usia Luella terbilang masih sangat muda bahkan usianya terpaut 15 tahun dengan Edric.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30

Hari ini Henry kembali kerumah Luella sebelum jam berangkat kerja, dan Henry tidak mendapati mobil Luella terparkir di halaman rumahnya. Henry mengernyitkan dahi, menatap layar ponsel untuk memastikan jika sekarang masih terlalu pagi untuk berangkat ke kantor.

 

Ya, waktu masih menunjukan pukul tujuh pagi, tapi mobil Luella sudah tidak berada dirumah.

 

“Pagi Mas, nyari Luella ya?” tanya seorang Ibu yang kebetulan melewati rumah Luella

 

“Pagi Bu, iya say acari Luella, sepertinya Luella sudah berangkat ke kantor” Jawab Henry

 

“Tidak Mas. Luella tidak pulang dari semalam, soalnya semalam Pak RT datang untuk minta iuran tapi rumah kosong dan gelap. Mungkin lagi keluar kota Mas”

“Oh begitu, makasih ya Bu. Saya permisi dulu”

“Sama-sama Mas”

 

Henry meninggalkan pekarangan rumah Luella, rahangnya mengeras, ingataan tentang perkataan Sarah kembali muncul jika Luella hendak rujuk kembali dengan Edric.

 

“Sial” umpat Henry

 

Henry mencoba menghubungi Sarah, namun tidak ada jawaban. Hingga pada panggilan ke tiga, Sarah baru menjawab teleponnya.

 

“Halo” – Sarah

“Sar, Luella dimana?” – Henry

“Gak tahu, aku bukan mamanya” – Sarah

“Sar, kamu pasti tahu kan” – Henry

“Henry, Luella itu bukan pacar kamu jadi berhenti bertingkah seolah dia milik kamu. Dia akan segera rujuk, jadi berhenti ganggu hidup orang” – Sarah

“Ganggu hidup orang? Edric yang datang mengambil Luella, Sar” – Henry

“Tapi Luella mau, berarti dia lebih memilih Edric dari pada kamu. Selesai kan?” – Sarah

“Luella pasti di paksa Mamanya” – Henry

“Henry, why you so stu-pid. Kamu bahkan lihat sendiri kemarin gimana Edric sama Luella, mungkin kamu harus memeriksakan mata kamu” – Sarah

“Bisa saja mereka melakukan itu denggan terpaksa” – Henry

“Henry, Edric bukan pria yang kekurangan pekerjaan seperti kamu. Dia punya banyak kesibukan, dia tidak ada waktu mengejar wanita yang yang tidak menginginkannya. Lebih baik kamu fokus sama grace, sebelum Grace menyentuh Luella” – Sarah

 

DEG!

 

Lagi dan lagi, Henry harus di sadarkan oleh kenyataan, jika dalam hidupnya dia masih terikat dengan Grace, calon istri pilihan Ibunya.

 

Henry baru menyadari sisi gila Grace karena ucapan Sarah sebelum sambungan telepon itu terputus. Henry mengusap kasar wajahnya, lalu menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan rumah Luella.

 

Sementara Ibu-ibu yang melihat kedatangan Henry, mereka mulai bergosip tentang kehidupan Luella, dan ternyat tetangga Luella sudah mengetahui ada tiga pria yang berbeda yang sering datang kerumah Luella.

 

.

.

 

Dikantor, Luella kembali fokus dengan pekerjaannya, hingga semua orang sedikit terkejut dengan kedatangan Cal.

 

“Kopi buat kamu Luella” ucap Cal tanpa rasa bersalah meskipun dalam ruangan tersebut semua orang memperhatikannya.

 

“Terimakasih Pak” ucap Luella gugup

 

Cal meninggalkan ruangan begitu saja, sementara karyawan lain semua bersorak menggoda Luella, hanya Sarah yang terdiam karena kali ini Sarah berada di pihak Edric, bukan lagi Cal.

 

“Jadi janda cantik memang berat ya, yang ngerebutin CEO semua” goda Sarah

 

“Hsstt” jawab Luella

 

Luella meraih ponsel dan mengirim pesan ucapan terimakasih kepada Cal karena sudah di belikan kopi.

 

Dan tanpa menunggu lama, Cal sudah membalas pesan tersebut dengan mengatakan itu bukan masalah untuknya.

 

Luella dan Cal terlihat sedang saling mengirim pesan hingga beberapa menit lamanya dan meninggalkan pekerjaannya, hingga Luella tersadar karena sarah sedang memeprhatikan dirinya.

 

“Apa Sar?” tanya Luella

 

“Kalau disuruh milih, pilih Pak Cal atau Pak Edric?” tanya Sarah kepada Luella

 

“Sarah please”

“Luella, kamu gak bisa jalan dua kaki seperti ini atau kamu akan kehilangan dua-duanya”

 

 

Sarah terlihat berfikir, dia membenarkan kalimat Sarah. Luella memang harus memilih, namun Luella masih tidak yakin tentang ini, pikiran Luella masih berfikir jika mereka hanyalah teman.

 

“Putuskan Luella, jangan hanya diam” tegur Sarah

 

“Pak Edric” jawab Luella tegas

 

“Ehm, lebih kaya, lebih dewasa, lebih tampan, lebih hot dan apa lagi?”

“Bukan itu, tapi ternyata Pak Edric memperhatikanhal-hal kecil, meskipun kelihatan cuek”

“Cie di belain”

“Menjelaskan Sarah!”

 

“Hahaha” Sarah tertawa melihat Luella yang sudah mulai kesal karena ia berhasil memancing kekesalan Luella.

 

Sarah pun demikian, dia lebih mendukung Luella dengan Edric, dari pada dengan Cal. Karena menurut sepengetahuannya, Cal adalah seorang Casanova. Bahkan hampir setiap malam, Cal berada di club malam untuk menghabiskan waktunya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!