NovelToon NovelToon
Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Satu Bunga Di Antara Dua Kerajaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Romansa / Fantasi Wanita / Aliansi Pernikahan / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Poporing

Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.

Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.

Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.

Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.

Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 : Kerajaan Regina

Serah berjalan ke arah halaman utama istana bersama dengan para gadis yang akan ikut serta bersamanya. Cristine, Helena, Mary dan Rose.

Sementara tiga gadis lain ikut mengantar, bersama dengan para pengawal, juga Louis.

Di depan gerbang istana sudah ada dua kereta kuda berwarna putih yang bagian tengahnya berbentuk seperti perahu kecil sudah menunggu dengan masing-masing akan ditarik oleh empat ekor kuda putih.

"Pastikan kau kembali dengan cepat, Serah," ucap Louis yang sedang merangkul pinggang Serah sambil berjalan menuju ke kereta kuda.

"Apa yang mulia akan merindukan ku?" Balas Serah menoleh lembut ke arah Louis. Ia tersenyum tenang, namun matanya seolah mencari kebenaran cinta pria itu.

"Tentu saja, istana akan sangat sunyi tanpa mu." Louis, ia lagi-lagi tersenyum dengan wajah palsu itu dan Serah tentu dapat menangkap kebohongannya.

"Hmph...." Serah hanya tersenyum tipis dan mendengus kecil. Namun, Louis tak menyadari itu adalah tanda kekecewaan dari wanita di sebelahnya.

Keduanya berjalan sampai ke depan pintu gerbang dan berhenti di sana. Para gadis yang mengikuti di belakang bergegas naik ke dalam kereta yang ada di posisi kiri. Mary, Rose dan Helena, masing-masing masuk sambil membawa peti kayu berisi beberapa pakaian dan barang. Helena yang masuk terakhir, sesaat sempat melirik Louis yang jelas-jelas sedang berdua dengan Serah. Ia melempar pandang berharap Louis menatapnya kembali.

Pria itu menoleh sesaat dan hanya memberi tatapan dingin yang membuat Helena langsung buru-buru masuk dengan perasaan gelisah. Kenapa Louis menjadi seperti itu? Ia bahkan tidak tersenyum kepadanya.

"Semoga perjalanan anda baik-baik saja, Putri Serah," ucap Louis tanpa mengindahkan tatapan dari Helena. Ia fokus memandangi wajah Serah membelai perlahan, lalu memberikan sebuah ciuman hangat.

Serah? Dalam posisi ini ia tak bisa menolak. Tapi dengan cepat ia memutus kontak ciuman itu sebelum menjadi semakin intens.

"Terimakasih, Yang mulia," ujarnya langsung menjauh kan kedekatan wajahnya dari Louis dan mundur sedikit, membuat Louis melonggarkan sedikit pelukannya. "Saya harus segera berangkat agar tidak terlalu sore di jalan." Ia membungkuk dan mengangkat peti kayu bawaannya membuat Louis sepenuhnya melepaskan tubuh wanita itu dari genggamannya.

Seorang pengawal kereta bergegas menghampiri Serah. "Mari, Yang mulia," ujarnya sambil membawa peti kayu itu ke arah kereta, begitu pun pria lain yang ikut mengangkat kotak kayu satunya.

Serah menaiki kereta kuda yang terpisah dari tiga gadis lainnya. Dia menaiki kereta yang ada di sebelah kanan. Setelah masuk, kedua peti itu dimasukkan ke dalam, lalu menyusul Cristine yang masuk dengan membawa satu peti kayu.

Pintu kereta kuda itu pun ditutup. Serah memandangi orang-orang Mathilda dan Louis sambil melambai dan tersenyum. Tak lama, satu pacuan dari sang pengendara membuat kereta itu mulai bergerak perlahan dan meninggalkan istana.

.

.

Kedua kereta kuda itu berpacu beriringan meninggalkan Kerajaan dan pusat kota. Rerumputan hijau yang luas menanti begitu gerbang kota terbuka. Lahan yang datar, jalan yang mulus membuat perjalanan itu menjadi lebih mudah karena kondisi alam di sekitar Regina dan Mathilda.

Di sepanjang jalan, mereka melewati begitu banyak padang bunga yang menghampar luas dengan aneka bunga liar tumbuh di area tersebut juga ilalang yang menari searah dengan tiupan angin lembut di bawah terik matahari, semakin memperjelas pesona alam kerajaan Mathilda, yang memang sudah terkenal akan padang bunganya.

Sementara wilayah Regina lebih terkenal akan alam pedesaan dengan hamparan ladang, dan memiliki bukit-bukit kecil di kiri dan kanannya. Tak lupa adanya sebuah danau indah di dekat wilayah masuk Regina yang menjadi pembatas kerajaan itu.

Dalam perjalanan itu mereka akan melewati beberapa desa kecil yang masih berada di wilayah kekuasaan Mathilda sebelum akhirnya keluar perbatasan menuju Regina dalam waktu tiga hari.

.

.

Serah akhirnya tiba di perbatasan Regina pada hari kedua dan mulai memasuki kawasan kerajaan kecil itu di sore harinya. Napasnya sedikit tercekat ketika mencium aroma yang khas dari pepohonan pinus yang segar dan menenangkan.

Ia menatap pohon-pohon pinus itu sambil tersenyum dengan rasa rindu. Tanpa sadar ia membuka jendela kaca kereta yang berbentuk oval, dan menghirup dalam-dalam udara yang bercampur aroma pinus tersebut.

"Yang mulia, apa yang anda lakukan?" Cristine menatapnya heran.

"Cobalah, kau akan tau," balas Serah menatap Cristine yang duduk bersebrangan dengannya.

Gadis itu penasaran dan mengikuti apa yang dilakukan oleh sang Ratu.

Cristine mencoba menghirup udara dalam-dalam dan ia langsung tersenyum lebar. "Ini Aroma yang sangat membuat perasaan jadi tenang, benar-benar membuat hati tentram...," ucapnya sembari memejamkan mata untuk menikmati udara sekitar.

Bukan hanya Cristine, tapi para pengawal kereta yang berada di luar juga mencium aroma yang sama dan membuat mereka reflek seperti sengaja memperlambat laju kuda di jalan sekitar agar dapat merasakan kedamaian itu lebih lama ditemani dengan indahnya langit senja yang mulai terbenam.

.

.

Mereka tiba di Regina pada esok siang harinya, di mana terik matahari sedang tinggi mencapai puncak.

Gerbang istana langsung dibuka oleh dua orang pengawal kerajaan begitu melihat kereta kuda dengan bendera Mathilda yang ada pada bagian atas kereta berlambangkan kepala singa yang memakai mahkota.

Kuda-kuda itu melangkah anggun memasuki halaman istana. Serah yang berada di dalam kereta dapat melihat satu kereta hitam berada di sisi pinggir kebun sehingga posisinya agak tertutup. Enam kuda hitam itu, Serah pun tersenyum.

"Sepertinya mereka sudah ada di sini...," ujarnya dalam hati.

Keretanya pun berhenti dengan disambut gembira oleh para pengawal kerajaan.

"Ra-Ratu telah kembali!!" Seorang prajurit berseru dengan tatapan tak percaya.

Sesaat setelahnya para pengawal berlarian ke depan untuk menyambut kedatangan Ratu mereka.

"Selamat datang kembali, Yang mulia Ratu! Semoga anda selalu sehat dan diberkati Tuhan!"

Semuanya membungkuk, memberi salam dan hormat kepada Serah yang baru saja melangkah turun dari kereta kudanya.

"Berdirilah!" Ucapnya tegas.

Orang-orang istana berdiri tegak, sementara Serah memandangi mereka satu-persatu seperti sedang mengabsen.

"Kakak!" Sebuah suara memecah keadaan itu. Seorang pria berusia lebih muda dari Serah keluar dari dalam istana. Langkahnya cepat seolah ia tak sabar untuk menyambut sang Ratu.

"Oliver!" Senyuman Serah mengembang saat melihat pemuda itu berjalan ke arah dirinya dan langsung berpelukan.

Suasana formal itu berubah menjadi hangat. "Aku merindukan mu, Kak...," ucapnya seraya mendekap erat Serah dengan terharu.

"Jangan cengeng Oliver, anggap saja ini latihan mu sebagai seorang Raja," balas Serah dengan lembut dan mengusap pelan rambut pirang sang adik yang kontras dengan rambut hitam miliknya.

"Huh? Kenapa kau bicara seperti itu?" Oliver, sang adik berbeda ibu itu melepaskan pelukannya dari Serah sambil menatapnya cemas.

"Tak ada, tapi suatu saat, kau pasti akan menjadi pengganti ku, Oliver," jawab Serah tersenyum.

"Sudahlah, lebih baik kita bicara di dalam, ayo Kak." Kakak-beradik itu akhirnya masuk ke dalam istana.

Para pengawal dan pelayan istana kerajaan serta pejabatnya yang datang menyambut kembali memberi hormat pada keduanya.

Di dalam istana dua orang kepercayaan Serah datang menghampiri dan memberikan hormat .

"Yang mulia," ucap keduanya bersamaan.

Kedua orang itu adalah Edward dan Florentia yang sudah mendedikasikan kesetiaan mereka bagi kerajaan Regina semenjak jaman kepemimpinan ayahnya Andreas Spencer masih hidup.

"Florentia tolong antar gadis-gadis ini ke ruangan kamar mereka," ujar Serah melirik ke arah Cristine dan yang lain.

"Baik, Yang mulia," balas wanita itu cepat.

"Tuan Edward." Tatapannya kini beralih, "apa mereka sudah datang?" Tanyanya.

"Sudah, dan sekarang mereka sedang menunggu," jawab Edward dengan sopan.

"Antar aku ke sana, ayo Oliver."

Serah pun pergi bersama dengan Oliver, diantar oleh Edward untuk menemui seseorang, sementara gadis-gadis dari Mathilda berjalan mengikuti Florentia.

Helena sesaat sempat menoleh ke belakang, melihat kemana arah perginya Serah, namun ia segera ditegur oleh Florentia yang membuatnya kembali berjalan fokus.

1
putri bungsu
dasar mata keranjang
Mingyu gf😘
ini raja otak isinya slengki doang terus egois gak pantes banget bergelar raja
Panda: slengki itu apa kak??
total 1 replies
Kustri
pdkt🤭
Panda: 🤣🤣🤣 tauuu ajaaaa
total 1 replies
Kustri
klu melewati laut jgn lupa tenggelamkan helena🤭
ato lewat hutan, tinggalkan sj dia😁
Panda: celupin juga tenggelam sama bajunya sendiri deh 🤣

bajunya pada berat, Helena paling cetar
total 1 replies
Peri Cecilia
engga, dia terganggu banget wkwk, mending pergi aja dirimu
Panda: cekek onlen kak🤣
total 1 replies
Kustri
bocil kegatelan, jgn mimpi bersaing sm serah, bukan level
serah akan sukarela menyerahkan louis pdmu
☕︎⃝❥Haikal Mengare
Aku kira fantasi beneran, ternyata Romance kerajaan toh
☕︎⃝❥Haikal Mengare: iya, aku juga pernah dengar
total 3 replies
Jing_Jing22
Ketakutan William sampai kepalanya terasa terancam hanya karena masalah buku benar-benar menggambarkan betapa absolutnya kekuasaan sang Raja. Atmosfer di dalam ruangannya yang berantakan dengan tumpukan buku juga sangat deskriptif. Keren banget pembawaan nya.
Panda: ya bisa penggal sesuka hati dia tinggal bikin konspirasi, dituduh, kelar hidup

termasuk posisi Ratu juga enggak aman

aku masih belajar deskripsi dan digabung sama alur dan konflik

kalau ada masukan lebih silahkan kak, makasih 😊
total 1 replies
Panda
halu dia kak
Tulisan_nic
Persembahan khusus? Dan Helena menerima itu seperti sebagai kemenangan, aduh teka teki ini perlu di sibak lebih dalam.
Kustri
boleh gk 👊buat louis, egois bgt
jgn ampe louis jd sm serah, gk rela qu
Kustri: apa grendsel
total 2 replies
Kustri
simalakama
Nyonya Gunawan
Lanjut thor..
Panda: diusahakan terus kak

😊
total 1 replies
Panda
ide bagus kak 🤣

jadi tumbal Louis buat muja kerang ajaib
Stanalise (Deep)🖌️
persembahan /Whimper/ persembahan apa ini thor? ga bakal jadi tumbal kan dia
Panda: persembahan tumbal maha raja Louis buat kerang ajaib 🤣
total 1 replies
Stanalise (Deep)🖌️
Mau gimana lagi, udah terlanjur. Kalau emang ga cocok, Sekaran d pindah bagian juga bisa,.kan💆
Kustri
salahmu sendiri gk menghargai pemberian rakyatmu, jgn salah klu nanti rakyatmu membencimu
Panda: hajar rame rame ntar satuju
total 1 replies
DANA SUPRIYA
siap siaplah karena semuanya jangan bersiap
Kustri
oowh...sayang serah baru belajar pedang
Kustri
apa serah bs beladiri, pastilah yaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!