Nella sudah jadi istri, ini ajaib.
Tidak terima dan kecewa adalah kesan pertama tapi, karena ini keputusan keluarganya ia harus terima dengan terpaksa dan siapa suaminya sekarang Nella sama sekali tak kenal.
Kehidupannya berubah drastis saat memilih menerima suaminya menjadi sah untuk dirinya bersamaan dengan rasa kecewa itu.
Selama waktu berjalan Nella akhirnya tahu suami yang menikahi dirinya bahkan seluruh kekurangannya adalah orang yang sama sekali tak pernah Nella bayangkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sky tulip, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benar-benar sulit
Renata masuk dengan santai kedalam hotel dan menuju lantai atas.
Ada kejutan hebat yang menunggu Renata tapi, Nella yang sudah bangun dan menggunakan jubah satin tanpa pakaian dalam apapun membuat semua miliknya terlihat jelas.
Hanya ada Javier dan dirinya di dapur, tidak masalahkan. Pikir Nella.
Tiba-tiba Nella merasa ini salah ia langsung menghindar saat sedang minum dan Javier mau memeluknya dari belakang ia langsung beralasan pergi mandi dan memakai pakaian yang sederhana yang mungkin sudah di siapkan untuknya.
Ternyata Javier sangat memperhatikan detail dirinya bahkan sepertinya Nella tidak bisa kalo tidak penasaran Javier pernah bersama perempuan lain atau tidak. Rumahnya lalu ini hotel bahkan di rumah nenek kakeknya ia menyiapkan semua perlengkapannya dengan baik dan pas.
Nenek atau kakek bilang Javier tak pernah membawa perempuan lain selain dirinya. Sebaiknya Nella jangan percaya jika bukan kau sendiri yang melihatnya.
Yaah, mungkin Nella hanya mendapatkan kalimat penghibur sementara kalo Javier adalah pria yang jarang di temukan di jaman sekarang.
Mengambil pakaian itu dari ruang ganti dan berkaca kalo ia sendiri cocok dengan pakaian santai ini, Nella memakainya lalu mengikat rambut panjang nya, asalan menemukan ikat rambut dalam lemari aksesoris.
"Lengkap juga, mau punya siapapun, pakai saja ini sudah menjadi milikku saja nanti kalo aku sudah cerai baru aku tak memikirkannya lagi, sekaya apa Javier?"
"Sangat kaya sampai bisa membelimu dari orang tuamu." Suara seseorang yang tidak asing terdengar dan Nella tanpa sadar berjalan keluar kamar sambil bicara sendiri dan mengikat rambutnya juga menarik lengan panjang kaosnya.
"Tamu?" Nella santai menanggapinya dan matanya tak melihat Javier dimanapun, sampai ia melihat Javier keluar dari kamar dengan celana panjang dan tanpa atasan, kaosnya masih di pegang di tangan kiri.
Renata melihat leher Nella dan punggung Javier penuh cakaran.
"Jalang sialan kau buat apa dengan tunanganku!"
"Oh, kau bicara denganku?" Ejek santai.
"Brengsek!" Marah sekali.
Javier berbalik memakai kaosnya dan menatap Renata sedangkan Nella bergerak memanggang roti. Acuh saja dengan makian Renata yang tidak takut di tatap tajam Javier.
"Siapa yang memintamu mendatangiku? Pergi Renata !" Suara Javier yang tenang mengusir Renata.
Kepalan tangan Renata dan wajah marahnya jelas Nella lihat dari pantulan stenlis didepannya.
"Aku akan menunggu di luar." Membawa roti panggang ya dan mengambil ponselnya.
Javier menarik tangan Nella untuk tidak pergi darinya.
"Javier!" Teriakan lantang Renata membuat Javier menatapnya dan Nella memilih santai memakan rotinya.
"Renata... Kita tidak ada hubungan apapun... Apa yang kau pikirkan, pertunangan kita batal semalam!"
"Aku pun hanya ingin kau tau aku juga menyukaimu setidaknya kau adil dalam urusan ini, aku tidak minta lebih untukmu memahami perasaanku tapi, kau sengaja menikahinya untuk menghindari ku karena tau kau dan aku di jodohkan, kau bisa membelot mengalahkan siapapun kau pria, kau pewaris nya."
Merasa bersalah sekali rasanya, Nella benci suasana seperti membuat dirinya sangat salah padahal ia tak tahu apapun dan kenapa tangan pria ini kencang sekali memegang menahan tangannya.
"Pergi..." Suara Javier kini rendah dan tegas.
Renata pergi dari sana dengan pintu yang di banting hebat. Nella sampai terpejam menahan rasa kagetnya. Roti yang ia makan sudah jatuh ke lantai tanpa sadar ia lepas dari tangannya. Javier melepas tangannya.
Segera Nella mencuci tangannya membawa ponselnya keluar menutup pintu sedikit membantingnya.
*****
Nella sama sekali tidak bicara apapun bahkan ia diam dan tangannya yang bergerak memutar lagu di radio, pikirnya semakin sunyi rasa mencekamnya datang dari Javier terus.
"Kita harus punya masa kadaluwarsa pernikahan."
"Tidak perlu." Jawaban cepat Javier tegas.
Lirikan mata Nella benar-benar malas sekarang.
"Lalu bagaimana perasaan Renata kau pikir aku iba? Tidak!"
"Yaa... Lalu untuk apa kadaluwarsa nya, Sayang."
"Shut up, you bastard!" Berbalik Nella menatap dan menunjuk wajah Javier.
"Okay, Aku diam."
"Dengarkan aku yang bicara ya, Aku tau kau di jodohkan dengan Renata dari mulut Renata dan kau juga mengatakan jika hanya Tunangan dan aku istri sahmu dan ada catatan kita di negara tapi, negara ku bukan negaramu kita belum melakukannya di negaramu kau belum mengurusnya bagaimana ini."
"Sudah dirumah berkasnya kau tinggal tanda tangan."
"Okay baik, sudah tapi, kau tau wanita itu lembut berperasaan dan kau memperlakukan aku dengan baik penuh perhatian kau punya maksud? Sedangkan Renata tidak!"
"Kau agak aneh Javier kau aneh... Benar-benar aneh!"
"Tidak ada aku hanya ingin kamu dan hanya kamu, aku tidak perduli dengan mereka, jika Renata menyukaiku itu tanggung jawab perasaannya jika ia sendiri sudah sangat obses denganku, harusnya ia bisa berpikir baik ia dewasa ia harusnya sudah mendapatkan pembelajaran mana yang baik buruk dan tak baik dan dia bisa melakukan semua bisnis keluarga dengan baik, masa mengendalikan perasaannya tidak bisa."
Nella diam ia merasa sudah kalah ia salah kali ini Javier benar perdebatan yang ia pikir akan dirinya yang menangis sekarang Javier yang menang tapi, ia malas terjebak dalam urusan cemburu perempuan manapun, apa lagi Renata.
Hidupnya tenang tanpa pria hidupnya baik tanpa cinta berlimpah yang orang lain anggap keluarga bahagia. Ia dan dirinya cukup selama ini kenapa masalah Javier ia anggap ribet dan penuh misteri sih.
"Sayang, dengar aku mau kau tidak melakukan hal aneh seperti semalam, kau harus tetap menjadi dirimu bukan berpura-pura menjadi orang lain."
Nella membuang wajahnya menatap keluar jendela.
Dari malam ketemu malam.
Perlajalan mereka pulang kerumah adalah jam yang sama saat pergi ke pesta kemarin.
Apa yang sebenarnya Nella perdebatkan dengan Javier yang mungkin akan menjadi manta suami tanpa anak harus tanpa anak, selama baru sekali melakukannya tidak akan ada sesuatu kan yang akan terjadi.
Nella juga berpikir apa yang ia ucapkan sebenarnya membuat Javier benci atau tidak tapi, melihat responnya yang super sabar dan tetap memanggilnya sayang berarti ia memang sangat menyayangi nya.
Akh... Sialnya harusnya sikap yang tadi mengundang percikan dan akan jadi akhir dari hubungan ini.
Sulit sekali membuatnya bosan dan kesal kalo orang itu sudah sangat mencintainya.
Keluar Nella dari mobil saat Javier baru saja menghentikannya dan akan bicara lagi. Nella lebih dulu turun tak perduli Javier.
"Kalian kembali... Masih bersama, ku kira Renata sudah membuat kalian berpisah." Siapa yang membuat wanita ini datang kemari.
Nella harus bersikap apa sekarang, kesabaran Nella sama sekali tak boleh di uji sekarang ia bisa saja mengacaukan apapun.
Javier dengan cepat menggenggam tangannya dan menatap tajam kedepan, Nella kebingungan sekarang dan sikap spontan ini menyelamatkan hidupnya.
"Sekertaris pribadi atau wanita simpanan..."
"Sepertinya kedua nya salah, Istri lebih pantas."
Ada sesuatu yang membuat Nella kaget sangat kaget sampai rasanya tidak berani menatap wajah wanita didepannya entah kenapa suasana nya jadi mengancamnya.
Wanita didepan Javier dan Nella tidak suka dan sangat benci. Bahkan tatapan wanita yang seperti asistennya di sebelahnya menatap rendah Nella. Rasanya Nella sudah tahu bagaimana mereka memperhatikannya tanpa harus melihat kedepan.
"Javier!"