NovelToon NovelToon
Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Genius / Anak Kembar / Teen School/College / Identitas Tersembunyi / Konglomerat berpura-pura miskin / Tamat
Popularitas:818.2k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Season 2 dari Novel "Anak Genius Milik Sang Milliarder"

Rachel dan Ronand telah beranjak remaja, kini usianya sudah menginjak 17 tahun. Rachel yang tak ingin selalu dibandingkan dengan kejeniusan Ronand, memilih untuk menyembunyikan identitasnya sebagai saudara dan orang kaya.

Semua siswa di sekolahnya, tidak ada yang mengetahui jika Rachel dan Ronand adalah saudara kembar. Justru mereka dirumorkan sebagai pasangan kekasih karena beberapa kali terlihat dekat.

Akankah keduanya berhasil menyembunyikan identitas mereka sampai lulus sekolah? Atau semua rencana itu gagal, seiring dengan kisah percintaan mereka yang terjadi di sekolah itu?

Temukan jawabannya hanya di NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surprise

Achel...

Surprise...

Ucan yang cantiknya melebihi guru di depanku ini datang,

Kurcaci cadel, ngapain kamu di sini? Ini tempat sekolah untuk anak SMA bukan PAUD,

Ternyata siswa perempuan yang berada di belakang Ibu Amin adalah Susan. Baru juga Ibu Amin akan memperkenalkan Susan, namun gadis itu sudah berceloteh panjang lebar saat melihat keberadaan Rachel. Ibu Amin yang melihatnya pun sudah tahu kalau hari-harinya akan lebih panjang jika berurusan dengan Susan karena sikapnya mirip Rachel.

"Cobaan apalagi ini, Tuhan? Tadi waktu di ruang kepala sekolah, dia kalem dan polos. Masuk kelas ini dan kenal Rachel, keluar semua belangnya." gumam Ibu Amin sambil menghela nafasnya kasar. Ia tak menyangka jika Susan dan Rachel ternyata sudah saling kenal.

"Onty Ucan ngapain di cini?" tanya Mika dengan tatapan polosnya. Bahkan siswa di kelas itu sampai terdiam, mendengarkan bagaimana mereka interaksi antara Rachel dan Susan.

"Ya sekolah dong, kurcaci cadel. Dikira mau nguli di sekolah," seru Susan dengan tatapan sinisnya.

"Oh... Kilain mau lobohin cekolah ini dengan cuala cempleng cetal membahanana itu," ucap Mika sambil menganggukkan kepalanya.

"Kurca..."

"Susan, berdiri di dekat Ibu dan perkenalkan namamu." sela Ibu Amin menegur Susan yang banyak bicara dan tingkah itu. Ibu Amin baru sadar kalau ada anak kecil yang duduk di samping Rachel.

Susan yang ditegur pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya sebal. Sedangkan Mika sudah cekikikan sendiri di kursi belakang, melihat Susan tak bisa bertingkah seenaknya. Semua siswa di kelas itu sedikit tak percaya dengan teman baru mereka. Tingkahnya hampir sama dengan Rachel.

"Nama saya Susan. Bukan boneka Susan. Susan yang cantik dan seksoy ini siap belajar juga membanggakan sekolah ini," ucap Susan memperkenalkan diri dengan gaya anehnya.

"Terserah kamu saja, Susan. Mendadak pusing saya,"

"Saya Ibu Am..."

"Ndoro Amin," sela Rachel berceletuk.

"Ndoro Amin? Kita memang se-amin tapi tak seiman,"

Eaaaa...

"Kaya kisah cintamu dengan orang prindafan kan, Ucan?" seru Rachel saat Susan melontarkan sebuah kata-kata.

"Sembarangan. Aku mah suka sama cowok lokal. Contohnya nih Babang Ronand tersayang,"

"Calon kakak iparnya si Achel pendek itu tuh aku," ucap Susan sambil menaikturunkan alisnya. Ia memamerkan diri sebagai calon kakak ipar dari Rachel kepada teman sekelasnya.

Iuhhh...

"Amit-amit," seru Rachel dan Mika bersamaan.

Hahahaha...

Mendengar perdebatan Susan dan Rachel, mereka langsung tertawa. Kecuali Ibu Amin yang sudah berkacak pinggang. Sepertinya ia harus meluaskan stok sabarnya jika masuk kelas ini. Dulu hanya Rachel saja, dia sudah sering dibuat pusing. Apalagi sekarang ditambah ada Susan.

"Duduk," titah Ibu Amin yang sudah tak ingin mendengar celotehan Susan.

"Siap, Ndoro Amin. Permisi..." Susan berjalan menuju kursi di samping Rachel dengan sedikit menundukkan badannya. Sungguh hal itu membuat mereka tertawa melihat tingkahnya.

"Ngapain?" tanya Mika saat melihat Susan ada di sampingnya.

"Ini kursi Onty," Susan menunjuk pada kursi yang sudah diduduki oleh Mika.

"Kata ciapa? Ndak ada lho ini nama Onty di cini," ucap Mika membuat Susan mendengus sebal.

"Katanya..."

"Duduk, Susan." Ibu Amin sudah geregetan dengan Susan yang banyak drama. Pasalnya ia akan segera memulai pelajaran.

"Ada tuyul di sini, Bu. Ini saya duduk dimana? Apa saya harus duduk di pangkuan tuyul?" ucap Susan sambil mengacak rambutnya frustasi.

Melihat Ibu Amin yang tampak kesal dan frustasi, Rachel segera membawa Mika duduk di pangkuannya. Susan pun akhirnya bisa duduk di samping Rachel walaupun Mika terlihat cemberut. Rachel yakin jika Ibu Amin pasti merasa segan untuk menegur Mika karena ia juga cicit dari keluarga Roberto.

"Emang ya kalau punya nama besar atau kekuasaan, semuanya akan segan sama kita. Tapi aku nggak suka begini," gumam Rachel yang tak suka dengan keadaan ini.

***

"Kurcaci cadel, pulang sana. Ini bukan PAUD dan taman bermain," usir Susan saat mereka berjalan keluar dari kelas untuk istirahat.

"Cewot mulu nih Onty Ucan. Belicik tahu ndak. Dalipada ngomong telus, mending bawa nih tasna Mika."

Brugh...

Mika langsung melempar tas kecilnya ke arah Susan yang berjalan di belakangnya. Mika sangat kesal dengan Susan yang banyak bicara dan mengajaknya berdebat. Sedangkan Rachel, sepertinya ia sudah malas meladeni keduanya. Apalagi sedari jam pelajaran, keduanya mengganggu acara tidurnya.

"Dikira aku ini..."

"Iya, Onty kan emang pembantuna Mika. Cicitna nenet dayung nih halus dipelakukan cepecial," ucap Mika menyela ucapan Susan.

"Nyebelin banget sih keponakanmu itu, Achel. Bisa bikin gil4 ini," adu Susan sambil menghentakkan kakinya berulangkali.

"Udah tahu bikin gil4, ngapain kamu ladenin?" Rachel hanya menggelengkan kepalanya.

Padahal Susan sudah tahu kalau berdebat dengan Mika itu takkan ada habisnya. Bukannya menang, namun akan dibuat frustasi. Tak lupa dengan Mika yang punya jurus andalan menangis kalau kalah. Akan susah membujuk Mika kalau sudah menangis.

"Dasar... Mika dan Rachel itu sama saja. Bikin pusing,"

"Ini juga tas isinya apa sih? Kok enteng banget," gumam Susan yang mencoba membuka tas kecil milik Mika.

Astaga...

"Kenapa lagi, Ucan?" tanya Susan saat melihat raut wajah shock dari Susan.

"Ini tas harga 20 ribu tapi isinya kartu kredit dan ATM warna hitam," Susan memperlihatkan isi tas kecil milik Mika.

"Cicit cultan mah bebas,"

"Dan acal Onty Ucan tahu, itu tas halgana cepuluh juta. Butan dua puluh libu," ucap Mika dengan nada sombongnya.

Bahkan beberapa siswa yang lewat begitu terkejut melihat isi tas dari Mika. Namun saat melihat Rachel ada di sana, mereka menganggapnya hal biasa. Pasalnya mereka sudah tahu kalau Rachel adalah cucu dari keluarga Roberto. Berarti anak kecil yang bersama Rachel itu pasti juga salah satu keturunan keluarga Roberto.

"Lebay. Biasa aja kali, Ucan. Biasanya juga kamu bawa begitu kan?" ucap Rachel yang menganggap Susan sangat berlebihan.

"Iya juga sih, tapi anak sekecil Mika ini lho. Masa bawa kaya begini," ucap Susan yang masih tak terima dengan bawaan Mika. Pasalnya ia yang anak orang kaya saja, hanya membawa satu kartu ATM biasa.

Uncle...

Tanpa mempedulikan Susan, Mika langsung berlari ke arah Ronand. Sedangkan Rachel merangkul bahu Susan untuk ikut bergabung bersama Ronand dan kedua sahabatnya.

"Kita makan di meja lain aja sih," bisik Susan pada Rachel yang berjalan di sampingnya.

"Kenapa emangnya? Lebih enak sama Abang, makannya gratis." ucap Rachel dengan santainya.

"Malu..." rengek Susan saat mengingat kejadian di rumah Mama Martha waktu itu.

Malu kenapa? Biasanya juga malu-maluin,

Achel, nggak gitu.

Udah sini duduk. Mau jadi patung selamat datang di situ?

Kenapa harus ketemu Bang Ronand sih? Kan jadi salah tingkah gini,

1
ceuceu
selalu setia menunggu kisah si kembar/Drool/
Penulis Eli: sabar.. InsyaAllah minggu" depan 😬
total 1 replies
kalea rizuky
oalah jd Janice ini cucu nya trs mika ini cicitnya martha
Penulis Eli: iya, janice itu cucunya Oma martha. kalau mika, cicitnya 😊
total 1 replies
kalea rizuky
muka ini cucu nya martha apa cicit
Juli Restiarini
𝐥𝐚𝐧𝐣𝐮𝐭
ParyaTi Cnil
makasih thor udah dilanjut episode 2🙏👍
Jelita
ahhhh,, gk sabarrr nunggu crta barunya..
Joe JV BITREXGO
👍👍👍👍👍🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
Maryam Renhoran
Alhamdulillah,,,,happy ending,,,
Mksih yaa Thor uda sajikan bacaan yg luar biasa, sllu penasaran di stiap episode n tertawa sendiri tengah malam, sampe subuhnya trlambat...😍🙏
Sativa Kyu
👍👍👍
Aniza
semua ny aja thooor disatuin ceritany satu judul aja
black secret
okeee, aku kumpulin point dulu👍🏻
Evy
setia menungguuuu...🥰
Elin Lina
ok kak othooorr.., di tunggu ya cerita barunya si kembar
Memyr 67
𝗁𝗆𝗆𝗆𝗁 𝖺𝗅𝗏𝖺 𝗒𝗀 𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺, 𝖺𝗅𝗏𝖺 𝗒𝗀 𝗇𝗀𝖺𝗇𝗀𝗀𝗎𝗄. 𝖻𝗂𝗄𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗅𝖾𝗌 𝗄𝖺𝗒𝖺𝗄 𝗀𝗂𝗇𝗂. 𝖽𝖺𝗁 𝖺𝗁. 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒 𝗍𝗁𝗈𝗋
Penulis Eli: terimakasih sudah mampir 🙏
maaf kalau masih banyak typo dan ceritanya kurang sempurna 😊
total 1 replies
Memyr 67
𝗄𝖾𝖼𝗂𝖺𝗇𝗇𝖺 𝗉𝖺𝗉𝖺 𝖽𝗎𝗅𝗂𝖺𝗇 😄😄
Atze Atze
mulut besar mu ... Rachel... otaknya begoooo
Atze Atze
huh di bentak segitu aja takut..si Rachel.. bego
Sri Mulyani Yani
lanjutkan ceritanya jadi satu aja Thor biar seru
Penulis Eli: siap, bulan depan ya kaj 🙏🙈
total 1 replies
Atze Atze
kenapa diam saja mamanya Niko...tendang...pukul kepalanya..cakar wajah mantan suaminya...bego banget...jadi wanita kok lemah...kan punya tangan dan kaki..
Atze Atze
coba si Rachel.. belajar ilmu beladiri silat taekwondo...biasa di cerita lain.. begitu... semua pinter ilmu beladiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!