NovelToon NovelToon
MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

MENGEJAR CINTA SANG ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Time Travel / Romansa / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:28k
Nilai: 5
Nama Author: Mellisa Gottardo

Elena, seorang gadis yang selalu kalah dan selalu di perlakukan tidak adil. Kini telah menemukan dunia baru, dengan tujuan hidup yang baru.

Mengejar cinta atau mencari harta? Elena akan melakukan keduanya sekaligus.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

lamaran theor

Elena duduk dengan canggung di meja makan. Dia sangat berdebar sekali rasanya, apalagi sejak tadi Theor terus saja menatapnya.

Elena makan dengan susah payah, dia jadi kenyang. Tapi harus terlihat tenang, karena ada Ayahnya di sana. Duke terlihat sibuk makan dan santai, Elena ingin sekali pergi dari sana karena tidak nyaman.

Selesai makan, Duke mengajak keduanya bicara. Elena merasa berdebar, gebrakan apa lagi sekarang. Apa yang di rencanakan Theor sebenarnya, sangat membuat Elena penasaran sekaligus was-was.

"Elena, Grand Duke datang menemui Ayah untuk membahas sesuatu yang penting." Ucap Duke menatap Elena.

"Ya? apa itu ada hubungannya denganku?." Tanya Elena berusaha tenang.

"Ya. Grand Duke ingin melamarmu dalam waktu dekat, bagaimana jawabanmu?." Ucap Duke, membuat Elena serangan jantung.

"A-apa?!." Syok Elena, menatap Theor terkejut.

"Aku berpikir sudah saatnya kita lebih serius. Aku menyukai... tidak. Elena, aku mencintaimu dan ingin menikah denganmu. Membangun sebuah keluarga dengan mu adalah impian terbesar dalam hidupku." Ucap Theor menatap Elena.

Wajah Elena memerah, bahkan sampai berasap saking saltingnya. Dia di lamar di depan Ayahnya, ini memalukan dan membuat semua sendinya lemas.

Duke yang melihat wajah merah Elena tersenyum geli, ternyata putrinya memang sudah dewasa dan tau akan cinta. Kali ini Duke akan merestui, karena menurutnya Theor bisa melindungi Elena dengan baik.

"Tapi.. Ayah?." Elena menoleh ke arah Duke.

"Ayah akan mendukung keputusanmu." Ucap Duke tersenyum.

"B-benar-benar deh, aku malu." Elena menutup wajahnya malu.

Theor tersenyum, dia berdiri dan menghampiri kursi Elena. Dia berlutut dan membuka sebuah kotak cincin, Elena merasa sangat salting dan terbaru. Tidak pernah terpikirkan dalam hatinya, dia akan merasakan sebuah lamaran cinta.

"Kenapa kau menangis?." Theor mengira Elena tidak suka.

"Aku.... sangat bahagia." Ucap Elena menangis terharu.

Duke yang melihat itu tersenyum penuh haru, ternyata kebahagiaan putrinya begitu sederhana. Duke merasa lega karena merestui, meskipun dia juga akan mengawasi Theor dengan ketat setelah ini.

Theor menyematkan cincin yang dirinya buat sendiri di jari manis Elena. Setelah itu dirinya memeluk Elena, pelayan yang menyaksikan merasa ikut senang dan salting juga. Bahkan Merida sudah menangis ikut bahagia, akhirnya nona nya mendapatkan restu.

"Kapan kau akan mengadakan lamaran secara resmi?." Ucap Duke, menganggu adegan pelukan pasangan baru.

"Saya berpikir bulan depan adalah waktu yang tepat." Ucap Theor.

"Bukan pilihan yang buruk. Aku memang merestui mu, tapi kau harus berjanji akan membahagiakan Elena dan jadikan dia satu-satunya pasanganmu. Aku sangat menyayangi Elena, aku tidak akan pernah rela jika dia sampai di duakan." Ucap Duke tegas.

"Saya tidak akan mengecewakan anda, Duke." Ucap Theor tegas.

"Hari sudah larut, kembali lah esok hari." Duke pergi dari ruang makan dengan langkah ringan.

Theor dan Elena saling pandang, lalu memalingkan wajah bersama. Ayahnya baru saja mengizinkan Theor menginap, sepertinya Duke tau sekali apa yang di inginkan anak muda.

"Saya akan menyiapkan kamar anda, nona." Ucap Merida membara.

"Apa yang kau bicarakan Merida, siapkan kamar sebelahku." Ucap Elena, harus jual mahal.

"Ah benar, saya akan segera menyiapkan kamar untuk Tuan Grand Duke." Merida langsung pergi cepat.

Elena mengajak Theor berjalan-jalan di taman sampai kamar siap. Elena menatap cincin di tangannya, cicin itu sangat indah dengan permata putih dan ring hitam mempesona.

"Indah sekali, dimana kau membelinya?." Tanya Elena.

"Aku membuatnya sendiri." Jujur Theor.

"Benarkah? ini barang berharga yang tidak akan pernah aku lepaskan." Elena menggenggam erat tangannya.

Theor tersenyum, dia perlahan mengulurkan tangannya untuk merangkul pinggang Elena. Keduanya sama-sama canggung, tapi berusaha skinship dengan natural karena mereka sudah menjadi pasangan.

"Aku jadi membayangkan bagaimana respon Roxane jika mendengar kabar ini." Elena tersenyum geli.

"Dia pasti berisik seperti biasa." Ucap Theor.

"Kau mengenalnya dengan sangat baik ya." Sindir Elena.

"Dia selalu datang menempel pada Putra mahkota dan bertengkar karena Isabella. Aku sampai muak melihatnya." Ucap Theor.

"Padahal dulu ada rumor yang mengatakan kau menyukai Isabella." Ucap Elena.

"Dulu, aku sempat berpikir jika Isabella adalah gadis yang menolongku di hutan. Karena Putra mahkota mengatakan asal usul Isabella berasal dari panti asuhan perbatasan utara. Untunglah aku bertemu denganmu, aku menemukanmu lebih dulu sebelum salah mengira orang lain." Jujur Theor.

"Bayangkan jika kau terhasut Isabella dan membunuhku." Ucap Elena, mengingat cerita asli.

"Aku pasti akan menyesal seumur hidupku dan mati dengan penyesalan itu." Jawab Theor.

"Kau menjawab dengan tepat Theor." Batin Elena.

Tiba-tiba Elena jadi teringat cerita di buku pemberian Bumi. Di cerita itu Theor merebut Isabella dari Daniel dan menikahi nya, setelah itu mereka memiliki anak. Entah berapa tapi di tuliskan mereka memiliki anak, Elena jadi cemburu dan galau tiba-tiba meskipun saat ini kejadian itu belum terjadi.

"Bumi, katakan jika anak itu bukan anak Theor." Batin Elena, menghubungi Bumi.

Elena bisa melihat ada tulisan "BUKAN" diatas daun, Elena jadi tersenyum lega. Untunglah Theor tidak memiliki anak dengan wanita gila itu, meskipun sempat menikah dan berakhir sadboy.

"Aku memiliki peliharaan harimau putih, apa kau mau melihatnya?." Tanya Elena.

"Ya, jika kau tidak keberatan." Ucap Theor.

Akhirnya mereka melihat harimau sebelum akhirnya tidur di kamar masing-masing. Pagi-pagi saat Elena bangun, dia melihat jubah Theor sudah menjadi selimutnya. Elena berpikir mungkin Theor menyusup ke kamarnya malam tadi.

Elena memeluk jubah itu lalu menyimpannya di lemari, Elena bersiap untuk sarapan tapi sayangnya Theor sudah pergi sejak pagi buta. Elena yang masih rindu merasa tidak rela tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Elena menulis surat pada Roxane untuk memberikan kabar jika dirinya sudah dilamar samalam. Di kediaman Marquez, Roxane sudah berjingkrak turut bahagia karena akhirnya Elena dan Theor menjadi pasangan resmi.

"Ahahahaha sudah aku duga, mereka pasti menggunakan cara yang mendebarkan untuk menemukan cinta." Gumam Roxane bahagia.

"Nona, ada surat yang datang untuk anda." Ucap Pelayan, membawa kotak surat.

"Ah ya, letakan saja di meja." Roxane tidak tertarik.

Setelah membalas surat milik Elena, Roxane akhirnya membuka surat tadi. Ternyata dari sepupu laki-laki Roxane, dia mengirimkan undangan untuk Roxane dan Daniel ke pesta ulang tahunnya.

Sepupu laki-laki Roxane adalah putra dari Duke kekaisaran seberang. Tempat Ibu Theor berasal, Roxane tentu saja harus datang tapi jika Daniel di undang maka Theor akan di undang.

"Apa Theor akan membawa Elena? seharusnya begitu." Gumam Roxane.

"Aku harus memastikan hal ini dan menemui Dane, jika Theor juga mendapatkan undangan maka dia harus membawa Elena." Ucap Roxane buru-buru hendak pergi ke istana.

1
Namika
mampir kesiniii
zhuyan 🙊🙊
sehat² ya kk
Sribundanya Gifran
yah sayang sekali, ceritanya bagus loh thor, bawa santai aja thor moga lekas sehat
kami tunggu karya selanjutnya💪💪💪💪
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
selalu suka cerita nya, dengan mc yang baddas dan cerdas.
terbaik thor 😍
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
santai thor, selalu ditunggu kehadiran mu.
tetap semangat, semoga cepat sembuh dan pulih seperti sedia kala.
utamakan kesehatan 🥰
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
walaupun susah, tapi lebih baik belajar mengikhlaskan daripada menyimpan dendam
Herlina Susanty
semoga cepet sehat thor
biar bisa berkarya lagi😍
Evi Marena
Aduhhhh sayang sx klo cerita ini tidak dilanjut thorrr....padahal bagus banget....tp kesehatan lebih penting dr segalanya kita bisa melakukan apa pun jika sehat....ok thorrr moga stress othorrrr bisa pulih ...dan bisa melanjutkan cerite ini...Krn masih banyak org yg menanti kisah kisah ini begitu juga dgn q thorrrr😌lov u thorrrr.... semangat 😘😘
Elda Elda
thor kami menunggu kelanjutan cerita ini, , jangan membuat kami kecamatan, , atau kami akan menangis 7 hari 7 malam👍👍😌😌😌
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
sulit sih kalo di posisi Theor sekarang
Sribundanya Gifran
lanjut
zhuyan 🙊🙊
sifat aslinya menyeramkan banget ayo elena buat theor berubah setidaknya ga jadi psikofat
Evi Marena
CK.....sifat asli theor keluar Krn sudah dikandang asli😌ya....mudah2 an theor mau turuti permintaan elena walaupun dgn imbalan elena tetap disisi theorrr....bukankah memang harus begitu kan permintaan si bumi ke elena🤔lanjut thorrr😘😘😘😘
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
pasti masih ada rahasia di balik semua ini, ayo ungkap semuanya Lena
Mellisa Gottardo: /Applaud/
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
melihat anak nya tumbuh dengan sehat dan bahagia, itulah kebahagiaan yang sesungguhnya bagi orang tua
Mellisa Gottardo: betyul
total 1 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
ajal mu sudah tiba kakek peyot, mang enak
Mellisa Gottardo: mampus😈
total 1 replies
Evi Marena
oh....sayang q theorrrr.....peluk digital dr q sayang😘😘yg sabar elena dan aq selalu ada untuk mu cinta😌lanjut thorrrr lov u😘😘
Mellisa Gottardo: /Joyful//Joyful//Joyful/
total 1 replies
zhuyan 🙊🙊
sedih banget kisah theor 😭😭😭
Mellisa Gottardo: jadi pengen peluk 🥰
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut up lagi thor
Mellisa Gottardo: /Slight//Slight/
total 1 replies
Sribundanya Gifran
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!