NovelToon NovelToon
Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Ambisi, Cinta, Dan Ulah Si Kembar

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Valentine dan Valerie, si Twins V, telah tumbuh menjadi dua wanita dewasa dengan kepribadian unik yang selalu membuat orang-orang di sekitar mereka geleng-geleng kepala. Kepolosan, keberanian, dan cara berpikir mereka yang di luar nalar kerap menghadirkan tawa sekaligus kekacauan, terutama bagi kedua orang tua mereka.

Di tengah candaan tentang keinginan cepat menikah, mimpi-mimpi aneh, dan celetukan tak terduga, Twins V terus membawa kejutan baru. Lalu, keseruan dan kekacauan apa lagi yang akan mereka ciptakan selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sesuai Permintaan

Dean segera menghentikan Valen yang sudah menghabisi Paulo sampai dia tak berbentuk lagi.

Dan akhirnya Valen berhenti karena Dean sedikit meremas lengan Valen untuk menyadarkannya yang seperti orang kesetanan.

"Huft..."

Valen menghela napasnya panjang saat kesadarannya sudah kembali tapi dia masih sempat menendang sisa sisa tubuh Paulo.

Arlo serta yang lain sudah membereskan semua segera menyusul ke lantai dua di mana Dean dan Valen sedang mengurusi Paulo dan semuanya. Tapi saat mereka sampai di atas mereka mematung. Bagaimana tidak di depan mereka nampak manusia yang tak berbentuk dan tinggal tengkoraknya saja. Sedangkan Dean nampak santai membersihkan badan Valen yang terkena cairan kental berwarna merah itu. Tapi yang membuat mereka semakin melongo karena di sana Valen terlihat cemberut dan juga tak puas dengan apa yang sudah dia lakukan.

"Kak Dean, aku kan belum selesai itu mau bikin tua bangka itu jadi daging rebus buat makanan Roro di mansion," omel Valen pada Dean.

Dean tak menggubris ocehan Valen karena baginya semua sudah cukup dan biar Dean yang akan membereskan sisanya. Dean meraih dagu Valen dan mendadak mencium Valen di depan semua orang bahkan dia juga melumatnya sebentar. Valen yang mendapatkan serangan mendadak sempat syok dan mengerjapkan matanya. Jangan di tanya bagaimana reaksi semua orang yang melihat kelakuan Dean untuk menenangkan Valen agar tak kembali cemberut.

"Yakkkk, kak Dean, lo mau bermesraan itu di kamar, kenapa malah di tempat kayak gini! Lo bener bener ya jadi cow!!!" teriak Ale yang sudah tersadar dari rasa terkejutnya.

Dean kembali acuh pada teriakan Ale, dan terkekeh melihat wajah Valen yang masih bengong saat mereka baru selesai ciuman.

"Ngomel sekali lagi aku bakal kurung kamu di kamar dan aku pastiin kalau ada Dean junior di perut kamu setelahnya," ucap Dean setengah bercanda.

Glek.....

Valen yang mendengar ancaman Dean tak jadi protes dengan apa yang di lakukan Dean. Dia hanya memajukan bibirnya kembali tapi suara Dean membuatnya menghembuskan napas panjangnya.

"Manyun lagi, aku cium kamu!" ancam Dean lagi.

Valen menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan Dean yang menggeleng pelan melihat tingkah tunangannya itu.

"Ale, Keiko temanin Valen di bawah, biar gue sama yang lain yang urus sisanya ini. Bilang sama papi dan yang lain juga buat bawa para orang tua kedua wanita yang bersama Kiki tadi." pesan Dean pada Ale.

Ale dan Keiko mengangguk mengerti dan segera menyusul Valen ke bawah. Sedangkan Arlo dan Gerald mendekat ke arah Dean, tapi mereka langsung bergidik ngeri melihat keadaan Paulo yang sudah seperti tumpukan sampah yang tak beraturan.

"INi Valen aja yang bikin kayak gini?" tanya Gerald yang masih tak percaya apa yang di lihatnya.

Dean mengangguk dan memeriksa semua ruangan yang ada di sana. Dean membuka semua lemari yang ada di sana dan menemukan beberapa senjata dan juga lainnya. Di sana dia juga menemukan berbagai surat tanah milik beberapa orang yang sempat di rampas paksa oleh Paulo.

"Biar di cek orang tua kita apa ini bisa di kembalikan atau tanah mereka juga bermasalah," ucap Dean sambil menyerahkannya pada Gerald.

Arlo pun setuju dengan apa yang di katakan oleh Dean, di sana Arlo juga menemukan beberapa obat untuk menambah stamina para laki laki dengan dosis yang tinggi dan juga untuk wanita.

"Ck, gue kira emang tuh tua bangka masih kuat tanpa bantuan ginian tapi ternyata pakai barang rongsokan juga!" celetuk Arlo asal.

Setelah menggeledah semuanya dan tak menemukan apa apa lagi mereka segera pergi dari sana. Tapi saat sudah ada di ambang pintu suara perempuan menghentikan mereka.

"Kami ikut dengan kalian ya? Siapa tahu kami bisa membantu kalian di rumah kalian. Tolong bawa kami pergi," ucap salah satu dari perempuan itu yang sudah sadar.

Tapi Dean dan yang lainnya bukan orang bodoh yang tak tahu menahu tentang maksud wanita itu. Dean masih menampilkan wajah datarnya dan malah membuat salah satu dari wanita itu tertantang dengan sikap datar dan dingin Dean.

Jleb....

Argghhhh.....

Suara teriakan kembali menggema di ruangan itu dan Dean hanya tersenyum tipis melihat itu. Sedangkan Arlo dan Gerald menoleh ke bawah di sana ada Valen yang menatap nyalang ke arah wanita tadi dan juga yang lainnya.

Wanita yang terkena senjata Valen tadi terus meringis karena tangannya terus mengeluarkan cairan berwarna merah yang kental. Dan nampak beberapa temannya mundur selangkah saat mereka melihat Valen dengan mata tajamnya.

"Nglunjak kalian? Kalian di bantuin tapi malah mau merayu orang yang mau bantu kalian? Heh, tahu gitu gue habisi kalian juga tadi." ucap Valen datar.

Glek....

Semua wanita tadi langsung meneguk ludahnya kasar, mereka tak menyangka jika Valen akan kembali ke atas lagi dan memergoki mereka yang ingin memanfaatkan situasi.

Terutama wanita yang terkena senjata Valen tadi yang terpesona dengan Dean dan juga wajah Dean.

"Kak Dean, kalau udah selesai ayo pulang. Aku udah lapar, dan lagi aku mau mereka di buang bukan di bawa pulang!" Ucap Valen santai.

Mata para wanita itu membola tak percaya dengan apa yang di katakan oleh Valen. Mereka nampak geram dengan keangkuhan yang Valen tunjukkan pada mereka.

"Lo jadi cewek angkuh banget hah? Kami semua cuma minta di bawa pulang sama mereka. Dan lagi kalian masih pacaran belum menikah, kenapa lo bisa pulang bersama? Dan kami ini bisa membantu mereka semua di rumah mereka!"

Valen tersenyum miring ke arah mereka dan Booommm, akhirnya sifat para wanita itu keluar karena Valen tahu semua wanita itu memang sudah bergelut dengan dunia mereka sejak lama dan mereka juga bukan korban seperti para wanita sebelumnya.

"Gue dapat ikannya bukan?" celetuk Valen senang.

Dean menggeleng pelan dan beralih menatap para wanita tadi dengan dingin.

"Kalian bodoh banget ternyata, awalnya gue mau selamatin kalian karena kalian termasuk korban kebejatan tua bangka itu, tapi ternyata sifat asli kalian keluar jadi maaf....."

Sretttt...Sretttt. Crashhhh..... Jleb....

Dean bergerak dengan cepat menyelesaikan perkerjaannya dan membuat para wanita itu menatap Dean tak percaya. Mereka memegangi perut mereka yang mengeluarkan cairan kenthal berwarna merah yang sudah merembes dari balik baju mereka.

Mata mereka melotot ke arah Dean dan tak lama tubuh mereka semua jatuh satu persatu.

"Ck, nyusahin aja," maki Dean kesal.

Tak lama dari itu semua anggota Zurra masuk ke dalam dan segera mengurusi semua kekacauan yang terjadi di sana. Nampak Zurra berjalan menghampiri Valen yang masih bersedekap dada sambil bersender di dinding.

"Udah di bersihin benalunya?" tanya Zurra pada Valen.

"Hm, dan aku mau juga sampai akarnya di binasakan. Kalau nggak, orang kayak mereka akan terus ada di dunia ini. Tapi manusia yang tak tahu malu pun bakal nongol aja kan mami? Heran banget aku tuh,"

Zurra hanya mendengarkan anaknya yang masih mengomel dan dia menatap semua anggotanya yang sudah selesai dengan pekerjaan mereka semua.

"Ayo pulang, semua udah selesai, sisanya sudah di urus sama papimu dan juga yang lainnya," ajak Zurra pada Valen.

Zurra melangkah pergi meninggalkan Valen yang sedang menunggu Dean. Saat Dean sudah sampai di dekat Valen dia merangkul pundak Valen dan mencium puncak kepala Valen berkali kali. Arlo yang sedang mencari Ale kebingungan karena tak menemukan keberadaan Ale di manapun dan itu membuatnya panik.

Tepat saat Arlo akan berteriak memanggil Ale, sang kekasih datang dengan wajah penuh keringat dan nampak ngos ngosan.

"Sayang, astaga, kamu dari mana aja sih," omel Arlo khawatir.

"Hufftm huaaah...."

Ale menarik napas dan melepaskannya cepat.

"Ehm, tadi baru nanem sesuatu," sahut Ale lagi.

Arlo menaikkan sebelah alisnya penasaran, "Nanem sesuatu? Apa?"

Otak Arlo menduga duga apa yang di tanam kekasih nya itu sampai suara Boommm.... Seperti asap yang mengepul tanpa suara terdengar di belakang mereka dan membuat mereka berhenti seketika. Mereka semua menoleh ke belakang dan terlihat asap hitam yang sudah mengepul ke udara dengan cepatnya.

Mereka semua saling pandang terutama Zurra dan Altezza, tapi sedetik kemudian dia melihat Ale yang sudah cengengesan dan terlihat senang melihat itu.

"Wah, hasil yang memuaskan," celetuk Valen memuji Ale.

Ale tersenyum lebar mendengar perkataan Valen, dan dia menatap semua bangunan yang ada di depannya runtuh seketika bahkan tanpa ada suara berisik seperti pada bangunan yang lainnya ketika roboh.

"Kakak harus tepatin janji, beliin aku es cream satu box mobil," ucap Ale dengan semangat yang langsung di angguki cepat oleh Valen.

""Sesuai permintaanmu adik kembar," jawab Valen cepat.

Zurra dan Altezza melongo membayangkan es cream satu mobil box yang banyak itu dan mereka berpikir akan di simpan di mana lagi karena sudah pasti juga akan ada lemari pendingin yang akan datang.

"Astaga, kenapa mereka berdua selalu membuat ku syok dan spot jantung setiap saat begini," gumam Altezza pelan.

Dia sudah memijat keningnya yang berdenyut karena ulah anak kembarnya, sementara Zurra sudah terkikik geli melihat suaminya yang frustasi akibat ulah kedua putri kembarnya.

"Nggak apa apa kan sayang, lagian juga masih banyak tempat. Kalau memang kurang aku bisa bikinin mereka lagi khusus ruangan pendingin atau sekalian beli pabrik es creamnya aja ya?" ucap Zurra yang membuat Altezza semakin syok.

Altezza sudah menganga membayangkan Zurra membeli pabrik es cream untuk kedua putri kebar mereka.

"Sayang jangan aneh aneh ya,"

to be continued...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!