NovelToon NovelToon
Agen Paling Dingin

Agen Paling Dingin

Status: tamat
Genre:Gangster / Action / Komedi / Tamat
Popularitas:655
Nilai: 5
Nama Author: Di Persingkat Saja DPS

Mengisahkan perjuangan seorang pemuda yang tadinya hanya seorang pemuda biasa, tapi, kehidupan yang sulit membuatnya tak punya pilihan lain selain menjadi seorang agen.
Bukan hal yang mudah karena Wawan, tokoh utama di cerita ini sebenarnya adalah seorang penakut yang mengharapkan hidup normal dan santai.
Tapi, lama kelamaan Wawan menjadi terbiasa dengan pekerjaan berbahaya itu dan malah menjadi agen paling hebat di kesatuannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Di Persingkat Saja DPS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Duel antara Yanto dan Wawan

Puluhan meter jauhnya dari lokasi baku tembak.

Terlihat Layla dan Sari berdiri membungkuk dengan nafas terengah-engah karena tadi mereka berlari sekuat tenaga.

"... Harusnya sekarang sudah aman, bukan!?" Kata Layla sambil menengok ke belakang guna memastikan tidak ada yang mengikuti.

"Fyuhh... Sepertinya kita aman!" Layla merasa lega karena merasa kalau mereka sudah aman.

Di sisi lain, Sari tiba-tiba saja lanjut berjalan tanpa mengucapakan sepatah katapun pada Layla.

"Hey! Kau mau kemana!?" Tanya Layla.

Sari berhenti, menoleh sedikit dan menjawab... "Geng si dah hancur, tidak ada alasan lagi bagi kita untuk berjalan bersama!"

"Apa? Kau mau pergi begitu saja!?"

"Kenapa kau terkejut begitu?... Bukanya sudah menjadi hal yang normal kalau kita saling meninggalkan ketika tidak ada lagi keuntungan!?"

"Mulai sekarang kita akan jadi orang asing. Jangan saling menghubungi lagi dan fokus saja pada kehidupan masing-masing!"

"Selamat tinggal!" Sari lanjut berjalan tanpa memperdulikan Layla lagi.

"Tsk! Dasar tidak punya hati!" Umpat Layla sebelum ia akhirnya juga pergi ke arah yang berbeda dengan Sari.

Kembali ke dalam gudang.

Tampak semua orang yang telah menyerah kini berada dalam keadaan terikat.

Senjata mereka tentu juga di lucuti agar mereka tidak lagi menjadi ancaman ketika pihak agen rahasia lengah.

"Sepertinya kita sudah mengikat semua orang!" Kata Raisya pada komandan yang berdiri tepat di sebelahnya.

"Jadi ada berapa banyak yang menyerah!?" Tanya komandan.

"Entahlah... Mungkin sekitar 25-30 orang yang menyerah!" Jawab Raisya.

"Agak banyak juga ya...!" Wawan kemudian datang dan bertanya pada komandan.

"Tugas di sini sudah selesai. Jadi apa yang harus kita lakukan selanjutnya!?" Komandan menjawab namun sambil memasang ekspresi tak setuju dengan pernyataan Wawan.

"Selesai matamu!!"

"Si Yanto saja belum kita tangkap, bagiamana bisa ini di anggap sudah selesai!" Baru Wawan teringat dengan orang itu.

"Oh, iya juga...!"

"Jadi ada di mana orang itu!?" Wawan melihat-lihat sekitar seakan ia sedang mencari-cari keberadaan Yanto.

"Kita akan bagi tugas. Satu kelompok mencari di Yanto dan satunya lagi mengawasi para tahanan di sini!" Kelompok segera di bagi menjadi dua.

Dan Wawan masuk ke dalam kelompok yang akan mencari si Yanto di gudang yang sangat luas ini.

"Baiklah. Karena kelompok sudah di bagi menjadikan dua, maka kalian yang ada di kelompok pencari segera pergi untuk mencari si Yanto!" Kata komandan tegas.

"Baik!" Seru semua anggota kelompok pencari secara bersamaan.

Karena tempat ini sangat luas maka kelompok pencari yang berisikan sedikit orang itu harus berpencar.

Wawan terlihat menyusuri sebuah lorong yang lumayan terang seorang diri.

Di setiap langkah yang Wawan ambil tidak henti-hentinya ia waspada pada sekitarnya.

Karena Wawan tahu kalau bahaya bisa datang dari mana saja. Lengah di saat seperti ini sama saja dengan memberi kesempatan pada musuh untuk menyerang.

Ada banyak pintu di sepanjang losong yang Wawan lewati pada saat itu dan semua pintu itu di periksa satu persatu dengan hati-hati oleh Wawan.

Tak ada tanda-tanda keberadaan Yanto di sepanjang pencarian ini hingga itu membuat Wawan berpikir kalau Yanto telah pergi dari gudang.

Namun, ketika Wawan hendak memeriksa pintu terakhir, ketika Wawan baru saja memutar pegangan pintunya. Tiba-tiba...

Dorr!!

Peluru melesat keluar menembus pintu dan itu hampir saja membuat Wawan terbunuh.

Dengan panik Wawan melompat ke pinggiran pintu dan berlindung di balik tembok di samping pintu.

Dorr!!

Dorr!

Suara tembakan terus terdengar dan peluru panas terus keluar menembus pintu kayu itu hingga pintunya memiliki banyak lubang.

Setelah beberapa saat suara tembakan berhenti.

Di susul seseorang mendobrak pintu dari dalam.

Brakkk!!

Itu adalah Yanto yang keluar untuk memastikan apakah orang yang ia tembak dari dalam tadi telah mati.

Namun ketika Yanto keluar, ia mendapati Wawan sudah berdiri di sampingnya sambil menodongkan sebuah postol.

"Jangan bergerak!" Kata Wawan dengan sorot mata tajam.

Untuk sesaat Wawan tampak seperti orang yang sama sekali berbeda.

Ia tegas, tangguh dan tidak mudah di goyahkan.

Sejenak kedua belah pihak terdiam sambil saling menatap mata satu sama lain.

Keduanya saling mengamati dan saling mencari celah untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Yanto kemudian tersenyum sambil mengangkat tangannya secara perlahan.

Wawan kira Yanto berniat untuk menyerah, tapi...

Tiba-tiba saja Yanto menjatuhkan pistol yang ada di tangannya ke lantai.

Untuk sesaat itu mengalihkan perhatian Wawan hingga menimbulkan sebuah celah yang langsung di manfaatkan oleh Yanto.

Whoosss!!

Yanto memutar tubuhnya dan menendang tangan Wawan yang sedang memegang pistol hingga pistol itu terlempar.

Lanjut Yanto menyerang dengan sebuah pukulan yang mengincar wajah Wawan tepat di batang hidungnya.

Untungnya Wawan dapat menghindari serangan itu dengan cepat.

Baku hantam di antara keduanya tidak bisa lagi di hindari.

Belasan gerakan mereka lakukan sebelum Yanto memutuskan untuk lari dan berganti lokasi pertarungan.

Yanto melarikan diri ke sebuah ruangan kemudian melompat keluar lewat jendela yang ada di ruangan itu.

Prangg!!

Kaca pecah dan berjatuhan bersamaan dengan Yanto yang juga ikut jatuh bersama pecahan kaca itu.

Wawan menyusul tepat di belakang.

Keduanya jatuh ke atas genteng yang ada di samping gudang dan menembus masuk hingga ke dalam.

Brakkk!!

Ternyata, bangunan yang ada di samping gudang adalah tempat penyimpanan kotak kayu dan papan kayu.

Semuanya terlihat sudah agak lapuk dan berdebu.

Di tambah...

Di sana tidak ada satupun lampu yang bisa menerangi ruangan.

Satu-satunya sumber cahaya di ruangan itu hanya cahaya bulan yang masuk melalui celah-celah di dinding papan yang sudah lapuk.

"Ugh... Itu sakit sekali!" Kata Jaka meringis kesakitan.

Belum selesai memulihkan diri dari rasa sakit karena jatuh.

Wawan harus kembali merasakan rasa sakit ketika Yanto tiba-tiba saja muncul dari belakang dan memukul Wawan menggunakan papan.

Brakk!!

Untungnya papan itu lapuk, jadi meskipun sakit tapi itu langsung membuat Wawan terkapar atau pingsan.

Segera Wawan bangkit berdiri untuk melawan Yanto.

Memasang sakit sekali rasanya pukulan tadi.

Tapi Wawan tahu kalau ia tidak segera melawan balik maka ia akan merasakan lebih banyak rasa sakit karena di pukuli.

Ketika Wawan baru saja bangun, Yanto dengan segera menyerang menggunakan pukulan yang mengarah ke wajah.

Wawan menghindar dengan sangat elegan sebelum Wawan memutar tubuhnya dengan cepat dan mendaratkan sebuah tendangan yang sangat keras.

Bugg!!

Brakk!!

Saking kerasnya tendangan Wawan tadi, Yanto sampai terlempar dan mendarat di atas tumpukan kayu lapuk.

Wawan masih belum berhenti sampai di situ.

Wawan segera mengambil sebuah kotak yang tidak terlalu besar dan kemudian melompat untuk memukul Yanto.

Namun Yanto berhasil berguling-guling ke samping menghindari serangan Wawan.

Brakk!!

Kotak itu hancur karena di banting ke arah tumpukan papan kayu.

Yanto yang merasa kalau Wawan akan sangat sulit untuk di kalahkan memutuskan untuk lari sebentar.

Ia melakukan parkour singkat di antara kotak-kotak kayu, papan kayu dan tempat tinggi.

Tentu Wawan tak tinggal diam.

Wawan mengejar tepat di belakang Yanto.

Kejar-kejaran itu tak berlangsung terlalu lama karena keduanya secara tidak sengaja menginjak papan lapuk ketika kejar-kejar di area atas.

Brakkk!!

Keduanya jatuh terbanting ke tumpukan papan kayu.

Jatuh dari tempat setinggi itu membuat keduanya tak bisa bangun dan hanya bisa berbaring untuk memulihkan diri dari rasa sakit.

1
Ai_Li
Saya mampir kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!