NovelToon NovelToon
JALAN MENUJU KEABADIAN

JALAN MENUJU KEABADIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perperangan / Spiritual / Fantasi / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Mengubah Takdir
Popularitas:34.3k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu hanyalah seorang anak petani fana dari Desa Qinghe. Hidupnya sederhana membantu di ladang, membaca buku-buku tua, dan memendam mimpi yang dianggap mustahil: menjadi kultivator, manusia yang menentang langit dan mencapai keabadian.
Ketika ia bertanya polos tentang kultivator, ayahnya hanya menegur jalan itu bukan untuk orang seperti mereka.
Namun takdir tidak pernah meminta izin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH.35

Angin sore berhembus kencang di atas bukit, menerbangkan daun-daun kering di antara dua pemuda yang saling bertatapan.

Ye Qing menyeringai lebar, tangannya menepuk tutup peti mati kayu di sampingnya.

"Jangan tegang begitu, Saudara. Aku tidak berniat membunuhmu... kecuali kau membosankan," ucap Ye Qing santai.

Tangannya bergerak cepat.

Krak!

Tutup peti mati itu bergeser terbuka. Shen Yu menyipitkan mata, bersiap melihat mayat hidup atau boneka mayat.

Namun, di dalam peti mati itu, tidak ada daging busuk.

Berjajar rapi di atas bantalan sutra merah yang sudah kusam, terdapat tujuh bilah pedang dengan bentuk dan ukuran berbeda. Ada yang besar seperti papan pintu, ada yang tipis seperti lidi, ada yang bergerigi seperti gergaji.

"Perkenalkan, istri-istriku," kata Ye Qing bangga.

Ia meraih pedang pertama. Sebuah pedang besar bermata tunggal yang tebal dan berat, terbuat dari besi hitam kasar.

"Pedang Pertama: Pemecah Gunung."

WOOSH!

Ye Qing mencabut pedang seberat lima puluh kilogram itu dengan satu tangan seolah memegang ranting. Tanpa aba-aba, ia menerjang.

"Tahan ini!"

Tidak ada teknik rumit. Itu adalah tebasan vertikal murni yang mengandalkan berat senjata dan ledakan Qi.

Shen Yu tidak mundur. Ia tahu ia tidak bisa lari dari jangkauan serangan itu.

Ia mengangkat lengan kirinya lengan tulang barunya untuk menangkis.

Su Ling di belakangnya menahan napas. "Shen Yu! Itu berat!"

TANGGG!

Suara benturan logam yang memekakkan telinga bergema ke seluruh hutan. Tanah di bawah kaki Shen Yu retak sedalam sepuluh senti.

Tapi lengan Shen Yu tidak patah.

Tulang punggung Laba-laba Besi itu menahan hantaman pedang berat Ye Qing dengan sempurna. Bahkan tidak ada goresan di permukaannya.

Shen Yu merasakan tekanan berat itu merambat ke bahunya, tapi karena saraf rasa sakitnya sudah putus, ia tidak merasakan nyeri sendi atau guncangan yang biasanya membuat tangan orang mati rasa.

"Keras!" mata Ye Qing berbinar liar. "Tulang yang bagus! Hahaha! Lagi!"

Ye Qing memutar tubuhnya, mengubah gaya serangannya menjadi putaran tornado.

Shen Yu tidak tinggal diam. Ia mengalirkan Qi-nya ke lengan kiri. Saluran ungu di tulang itu menyala.

Cakar Tulang Hantu.

Jari-jari Shen Yu menekuk, ujung-ujungnya memancarkan aura tajam yang mendesis.

Saat pedang Ye Qing datang lagi, Shen Yu tidak menangkis. Ia menangkapnya.

KREEEKK!

Tangan tulang Shen Yu mencengkeram bilah pedang besar itu. Gesekan antara Qi Cakar Hantu dan besi pedang menciptakan percikan api.

"Apa?!" Ye Qing kaget. Orang gila mana yang menangkap pedang dengan tangan kosong?

"Pedangmu tumpul," kata Shen Yu dingin.

Ia meremas. Qi Logam Korosif dari Laba-laba Besi bekerja. Bilah pedang Ye Qing mulai berasap dan muncul noda hitam di titik cengkeraman.

Shen Yu menarik pedang itu beserta pemiliknya mendekat, lalu melancarkan tendangan keras ke perut Ye Qing.

BUK!

Ye Qing terpental mundur, tapi ia memancangkan pedangnya ke tanah untuk mengerem. Alih-alih marah, ia malah tertawa semakin keras.

"Luar biasa! Tangan itu... itu memakan logam!" Ye Qing mengusap noda hitam di pedangnya dengan sayang. "Kau merusak istri pertamaku... kau harus tanggung jawab!"

Ye Qing kembali ke peti matinya. Ia memasukkan Pemecah Gunung dan mengambil pedang kedua. Sebuah pedang tipis, panjang, dan lentur berwarna perak.

"Pedang Kedua: Lidah Ular."

Aura Ye Qing berubah drastis. Dari brutal menjadi licin dan cepat.

"Ronde dua, Saudara Tulang!"

Shen Yu mendecih. "Orang gila."

Ia bersiap menggunakan Tinju Penghancur Batu dengan tangan kanannya untuk kombinasi serangan.

Namun, sebelum mereka beradu lagi, sebuah suara seruling melengking tajam membelah udara.

Tuiiiiit!

Suara itu begitu tinggi hingga menyakitkan telinga. Qi Ye Qing dan Shen Yu seketika kacau, membuat mereka berdua terhuyung mundur.

Su Ling berdiri di atas akar pohon, memegang suling bambu sederhananya. Wajahnya merah karena meniup sekuat tenaga.

"Berhenti!" teriak Su Ling. Napasnya terengah. "Kalian berdua berisik sekali! Suara besi beradu, suara tulang bergesekan... telingaku sakit!"

Ye Qing bengong menatap gadis buta itu. Lalu ia menatap pedang tipis di tangannya. Pedang itu bergetar pelan, mengeluarkan dengungan wung-wung yang harmonis.

"Pedangku..." Ye Qing menatap Su Ling dengan mulut ternganga. "Pedang Lidah Ular-ku biasanya rewel dan haus darah. Tapi barusan... dia berhenti bergetar karena mendengar suaramu?"

Ye Qing menyarungkan pedangnya seketika. Niat bertarungnya lenyap, digantikan rasa penasaran yang besar.

Ia berjalan mendekati Su Ling, mengabaikan Shen Yu yang masih waspada.

"Nona Kecil, kau bisa mendengar nyanyian pedang?" tanya Ye Qing antusias.

"Mereka tidak bernyanyi," jawab Su Ling ketus, memijat pelipisnya. "Mereka menjerit. Dan pedang besarmu tadi menangis karena kau memukulkannya ke tulang Shen Yu yang terlalu keras."

Ye Qing terdiam sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak sambil memukul pahanya sendiri.

"Hahaha! Menangis! Kau dengar itu, Saudara Tulang? Tulangmu membuat istriku menangis!"

Ye Qing berbalik pada Shen Yu, merangkul bahu Shen Yu (yang langsung ditepis kasar oleh Shen Yu).

"Aku suka kalian! Kau punya tangan monster yang keras, dan gadismu punya telinga dewa. Kita adalah tim yang sempurna!"

"Tim?" Shen Yu mengerutkan kening. "Siapa bilang aku mau satu tim denganmu?"

"Ayolah," Ye Qing mengedipkan mata. "Kau mau ke Makam Pedang, kan? Aku tahu jalan rahasia ke sana. Tanpa aku, kau hanya akan berputar-putar di Hutan Ilusi selama seminggu."

Shen Yu terdiam. Ia memang butuh penunjuk jalan. Dan sejujurnya, kekuatan Ye Qing (yang setara Tahap 4 Awal) cukup merepotkan jika harus dilawan mati-matian di sini.

"Satu syarat," kata Shen Yu dingin. "Jangan berisik. Dan jangan sentuh Su Ling."

"sepakat!" Ye Qing mengangkat jempolnya. "Panggil aku Kakak Ye. Dan kau... karena kau tidak mau menyebut namamu, kusebut saja kau Saudara Tulang."

"Namaku Shen Yu," koreksi Shen Yu jengkel.

"Oke, Saudara Tulang Shen Yu. Ayo berangkat! Makam Pedang menunggu!"

Ye Qing menggendong peti matinya lagi dengan ringan, lalu berjalan memimpin di depan sambil bersiul sumbang.

Shen Yu menghela napas panjang. Ia menatap Su Ling.

"Apa keputusanku salah?"

"Mungkin," jawab Su Ling sambil tersenyum geli. "Tapi setidaknya perjalanan kita tidak akan sepi lagi."

Shen Yu menatap punggung Ye Qing. Di balik sikap konyolnya, Shen Yu tahu pemuda itu berbahaya. Tapi untuk saat ini, pedang gila itu ada di pihaknya.

Mereka bertiga berjalan beriringan menuju matahari terbenam, menuju lembah di mana ribuan pedang tua menunggu tuan baru.

1
༄⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor
Salsa Cuy
👍🏻🙏🏻
MyOne
Ⓜ️🔜🆙🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👍🏻👍🏻👍🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️5️⃣5️⃣5️⃣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🆗🆗🆗Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎🏻🙎🏻🙎🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👀👀👀Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😈👿😈Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🤜🏻💥🤛🏻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😡🤬😡Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👻👻👻Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😯😯😯Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🔜🔜🔜Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙎‍♂️🙎‍♂️🙎‍♂️Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️😁😁😁Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🙄🙄🙄Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️🥹🥹🥹Ⓜ️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!