NovelToon NovelToon
Perselingkuhan Suamiku

Perselingkuhan Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Reni t

Alena mengorbankan usia mudanya dengan menikahi Aviano. Dia menikah di usia yang terbilang masih sangat muda yaitu 18 tahun. Dirinya bahkan mengubur dalam-dalam impiannya untuk berkuliah dan lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Mengurus rumah dan 2 buah hatinya adalah pekerjaannya sehari-hari.

5 tahun pernikahan mereka, hal yang mengejutkan pun terkuak, Alviano suaminya ternyata diam-diam memiliki wanita lain. Dia telah mengkhianati kesetiaan, ketulusan bahkan semua pengorbanan yang telah di lakukan oleh istrinya selama ini.

Akankah Alena bertahan demi kedua buah hatinya, memaafkan dan memberi kesempatan kedua kepada suaminya itu? Atau, dia akan memilih mundur dan mengejar cita-citanya yang sempat dia kubur dalam-dalam?

"Perselingkuhan Suamiku"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sekolah

📞 "Apa saya menganggu tidur kamu?" tanya Alvian, suaranya terdengar berat nan jauh di sana.

📞 "Tidak," jawab Alena singkat.

📞 "Anak-anak terus saja memanggil nama kamu, Len."

📞 "Kamu sudah mengatakannya tadi, tidak usah di ulang-ulang lagi."

📞 " Kasihan mereka."

Alena hanya terdiam seraya mengigit bibir bawahnya keras.

📞 "Len ..."

📞 "Hmmm!"

Keheningan seketika tercipta. Kedua orang itu sama-sama diam membisu dengan ponsel yang di letakan ponsel di telinga masing-masing. Rasanya benar-benar canggung. Baru sehari melepas status suami-istri mereka sudah merasa seperti orang asing yang baru saling mengenal. Alena meremas sprei dengan telapak tangannya tidak tahu harus berkata apa.

📞 "Kalau gak ada yang mau dibicarakan lagi, aku tutup teleponnya," ucap Alena kemudian.

📞 "Tunggu, Len."

📞 "Hmmm!" Alena hanya bergumam.

📞 "Besok saya antar anak-anak pulang pagi-pagi sekali, saya harus berkerja soalnya."

📞 "Hmmm!" Lagi-lagi Alena hanya bergumam.

Tut! Tut! Tut!

Sambungan telepon pun dia tutup. Alena kembali meletakan ponsel miliknya sembarang di atas ranjang. Dirinya menutup hampir seluruh tubuhnya dengan selimut tebal. Alena mencoba untuk terpejam meskipun rasanya sulit sekali untuk melakukan hal itu.

"Mommy kangen kalian, Nak. Maafkan Mommy, maafkan kami," lirih Alena mengusap dada sebelah kirinya yang terasa begitu sesak kini.

* * *

Hari berganti dan waktu berlalu. 3 bulan sudah Alena menyandang status sebagai janda. Dia pun telah siap mendaftarkan diri untuk berkuliah di salah satu Universitas terbaik di kota itu. Alena akan mengejar cita-cita yang sempat dia kubur dalam-dalam. Dia akan bangkit dan melupakan masa lalunya yang kelam.

Tidak ada kata terlambat untuk mencapai apa yang menjadi cita-citanya selama ini. Meskipun mengurus kedua buah hatinya tetap menjadi prioritas utama, karena dirinya tetaplah seorang ibu dari Lani dan juga Lian buah dari pernikahannya yang sudah karam di hantam badai.

"Mommy cantik sekali, Mommy mau ke mana memangnya? Kata Eyang, Mommy mau sekolah lagi ya? Mommy 'kan sudah tua, sudah punya anak 2 lagi. Emang masih boleh sekolah?" tanya Lani dengan begitu polosnya. Dia menghampiri sang ibu yang saat ini duduk di depan meja riasnya.

"Hah? Hahaha! Kata siapa Mommy sudah tua? Belajar itu tidak memandang usia, sayang. Meskipun Mommy sudah punya 2 anak yang cantik seperti kamu, tapi Mommy masih bisa sekolah untuk mengejar cita-cita Mommy," jawab Alena meraih tubuh putrinya lalu membawa ke dalam pangkuannya kini.

"Emangnya cita-cita Mommy mau jadi apa sih?"

"Hmm! Apa ya? Mommy ingin menjadi Dokter anak. Biar kalau kalian sakit gak usah pergi ke Dokter lagi, 'kan sudah ada Dokter Alena."

"Asiiiik! Kalau aku sakit, aku gak perlu takut ke Dokter nanti, gak usah takut di suntik. Karena Dokternya ibu aku sendiri," sorak Lani terlihat senang.

"Betul sekali, sayang. Maka dari itu, mulai sekarang Mommy tidak bisa menemani kamu setiap saat, kamu jaga adik kamu baik-baik. Jangan nakal, nurut sama Eyang dan juga bibi, oke?"

"Jadi, kalau pagi Mommy berangkat sekolah. Aku sama dede Lian rumah sama Eyang? Emangnya aku gak boleh ikut Mommy ke sekolah?" Lani kembali bertanya, rasa ingin tahunya semakin menjadi-jadi.

"Tentu saja, kalau sekolah itu gak boleh bawa anak kecil. Nanti di marahi sama ibu guru."

"Baiklah kalau begitu, aku janji akan jadi anak yang baik. Akan nurut sama Eyang dan juga Bibi seperti yang Mommy katakan tadi. Mommy fokus sekolah saja, jadi Dokter anak biar aku atau dede Lian sakit gak perlu pergi ke Rumah sakit. Aku sayang Mommy."

Alena memeluk tubuh mungil putrinya. Di usianya yang terbilang masih balita, gadis kecil itu sudah memiliki pemikiran yang dewasa dan memiliki kecerdasan yang luar biasa. Dia benar-benar merasa bersyukur, karena itu artinya mental Lani baik-baik saja meskipun dia tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dari kedua orang tuanya.

Ceklek!

Pintu kamar di buka lebar, Lian si bungsu masuk ke dalam kamar bersama sang nenek. Dia segera berlari lalu naik ke dalam pangkuan ibundanya sama seperti sang kakak.

"Mommy mau ke mana?" tanya Lian dengan suaranya yang khas.

"Mommy pergi dulu ya, sayang. Kalian baik-baik di rumah ya. Jangan nakal, nurut sama Eyang."

"Ikut ..."

"Jangan ikut dede, Mommy mau sekolah biar Mommy kita bisa jadi Dokter," celetuk Lani menatap wajah sang adik.

"Jadi Dokter?"

"Iya, kamu mau 'kan kalau Mommy kita ini jadi Dokter? Nanti kalau kita sakit gak perlu pergi ke Rumah Sakit, dede 'kan takut di suntik."

"Iya juga ya. Ya udah aku tidak ikut kalau begitu."

Baik Alena maupun Nyonya Inggrid, menatap wajah Lani dan juga Lian seraya tersenyum lucu. Melihat mereka ngobrol santai di atas pangkuan Alena membuat hati ibu dan nenek itu merasa senang tentu saja.

"Kalian pintar banget sih. Mommy berangkat dulu ya. Kalian baik-baik di rumah ya."

Lani dan adiknya mengangguk secara bersamaan. Keduanya pun turun dari pangkuan sang ibu, berjalan dengan bergandengan tangan keluar dari dalam kamar.

"Bu, boleh ya aku pinjam mobil ayah? Aku malas naik taksi," tanya Alena sesaat setelah mereka sampai di lantai dasar.

Ckiiit!

Sebuah mobil tiba-tiba saja berhenti tepat di depan teras rumah. Mobil berwarna merah warna kesukaan Alena. Fazril keluar dari dalam mobil lalu melambaikan tangan kepada Alena, ibu dan kedua keponakannya yang masih berada di dalam rumah.

"Abang! Mobil siapa ini? Abang beli mobil baru lagi?" tanya Alena berjalan menghampiri.

"Tidak."

"Nah, ini mobil siapa? Joknya masih di bungkus gitu? Ini mobil baru 'kan?" Alena menghampiri mobil tersebut.

"Mobil ini untuk kamu, Len. Ini adalah hadiah dari Abang karena kamu sudah menjadi wanita yang luar biasa."

Kedua mata Alena seketika berkaca-kaca merasa terharu tentu saja.

"Abang ..." gumam Alena menatap lekat wajah sang kakak.

BERSAMBUNG

...****************...

1
Dwi Setyaningrum
kok ruang ICU thor ga k UGD dl ya 🤔
Katherina Ajawaila
udh cinta' aja yg di bahas biar itu anak pada kabur masing" . ribet
Katherina Ajawaila
gedek juga liat Alena td nangis" giliran di sure lupa tuh sm tangisan anak lah lebai sama ja dengn vian aslinya sih kamu kesepian lena di senggol dikit langsung aja nyosor 😡
Katherina Ajawaila
lena makany jd perempuan juga jgn muna. 🤭
Katherina Ajawaila
keren lah Outhour yg baca jd napsu SMP emosi 🤭
Katherina Ajawaila
anak" jd korban, mm n dady hanya mikirin ego masing" anak ngk di pikirin 🥺
Katherina Ajawaila
makanya lena, pengadilan juga bisa bertindak sejak pisah anak jd sakit, krna kmu sibuk kuliah dan sudah punya calon, batin anak kamu ngk pikirin, kamu hanya pikir anak ngumpul. bisa senang kalau di ajak pergi tapi dgn calon pp baru, perasaan amak ngk kamu pikirin. 🤨
Katherina Ajawaila
makanya lena, anak lg sakit jgn halu mikir laku" sama aja nanti sm Vian, 11,12 ntar maaf saya khilaf. aneh perempuan loh. biasa nya lebih. kuat soal hati. jadi gemes😆
Katherina Ajawaila
lena egois juga mentingin kesenNgan dia tapi anak menderita nanti nyesel loh kalau lian knp" baru bilang nyesel khilaf. lagu lama kaset kusut 😡
Katherina Ajawaila
kasiankknyaLena, ketemu cewek yg di anggap sangat baik" ngk taunya baik" Gila lendir 🤑
Katherina Ajawaila
April kena batunya jalang berenda, demen sih cari masang yg berkelas kena baru nya skrng. 😡
Katherina Ajawaila
pasti kk nya lena ngk tau yg dia sebetulnya" perempuan pelakor itu nempel sm dia, org perempuan bergilir yg! bertopeng, menjijikkan 🤑
Katherina Ajawaila
lena jgn mau kalau smo di taksir sm dosen sengkle alias killer ada aja, masalah tiap hari 😡
🦋⃞⃟𝓬🧸 Muffin🧚🏻‍♀️: Kisah tentang Diana Rosemary Falika— yang diusir oleh orang tuanya, dikhianati, dihancurkan, dan ditinggalkan dalam kondisi hamil.

Saat ia mulai sembuh karena satu pria yang dia anggap tulus.

lelaki dari masa lalunya kembali, membawa rahasia yang bisa membuat Diana hancur dan memilih pergi jauh membawa bayinya .

✨ Baca SCARLET MEMORIES sekarang.

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa❤️
total 1 replies
Katherina Ajawaila
mantap, udh cipika cipiki bisa ya blng kilaf
Katherina Ajawaila
Ee April. ada donk harga diri jd perempuan udh di ojos ya, situ juga jd perempuan. sadar diri suami org loh gampang banget. buka kaki. apa x piala. bergilir kerja kantor hanya. kedok doang x, kalau gadis pasti ngk mau

🤑🤑🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🤑🤭🤭🤭🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🥺🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
kasihan Alena, sok" tegar ternyata roboh juga. ketahuan pasti sm momy mu🤭
Katherina Ajawaila
maknya jd laki" jgn mudah blng cinta aya ayam berak aja, bego
Katherina Ajawaila
skrng nangis nanti ketemu jalang nya lupa sm anak dan istri lagu lama kaset kusut 😡
Katherina Ajawaila
jgn mau percaya Alena, selingkuh itu penyakit, se x berbuat akan rasa kenaikan pasti lanjut terus, tuman jgn. mau Alena
Katherina Ajawaila
jgn mau di manfaatin Alena, harus punya prinsip anak, " titip aja sm mama mu. kamu kerja rugi amat di budakkin 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!