NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Predator Dingin

Obsesi Sang Predator Dingin

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Mafia / Enemy to Lovers / CEO / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:287.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: your grace

Alana bukan sekadar penebus hutang judi pamannya; dia adalah obsesi gelap Dante Volkov. Di tangan sang Ice King, Alana harus memilih: menjadi mawar yang indah di dalam penjara emas, atau hancur saat musuh mulai mengincar nyawanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon your grace, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33

Langit di luar mansion tampak seperti tumpukan abu; mendung tebal menyelimuti pagi yang seharusnya membawa harapan. Di dalam koridor yang sunyi, langkah kaki Dr. Arisov terdengar seperti lonceng kematian. Ia menjinjing tas medis perak yang dingin, berjalan di belakang dua pengawal bertubuh raksasa yang diperintahkan untuk menjemput Alana.

Pintu kamar utama dibuka paksa. Alana, yang semalam tidak memejamkan mata sedetik pun, berdiri di sudut ranjang. Wajahnya yang tirus tampak kuyu, namun matanya memancarkan kilatan yang belum pernah dilihat siapa pun sebelumnya. Saat kedua pengawal itu mencoba menyentuh lengannya untuk menyeretnya menuju ruang medis di sayap kiri mansion, Alana bergerak dengan kecepatan yang tak terduga.

Prang!

Ia menghantamkan vas bunga kristal di nakas ke lantai, lalu dengan tangan gemetar namun mantap, ia memungut pecahan kaca terbesar yang paling tajam.

"Jangan mendekat! Satu langkah lagi, dan aku bersumpah kalian hanya akan membawa mayat ke hadapan tuan kalian!" teriak Alana. Suaranya tidak lagi lembut; itu adalah lengkingan penuh keputusasaan seorang ibu.

Dante muncul di ambang pintu. Sosoknya menjulang, menutupi cahaya lampu koridor. Ia menatap pemandangan di depannya dengan rahang yang mengeras. Melihat Alana yang biasanya tunduk kini berdiri dengan pecahan kaca yang diarahkan ke nadinya sendiri, menciptakan amarah sekaligus gejolak aneh di dadanya.

"Semua keluar," perintah Dante, suaranya rendah dan sarat akan otoritas yang mematikan. "Dokter, tunggu di luar. Pengawal, tutup pintunya."

Ruangan itu seketika menjadi medan tempur dua jiwa. Dante melangkah maju, perlahan namun pasti, seperti predator yang memojokkan mangsanya. "Kau pikir kau bisa mengancamku dengan drama murahan ini, Alana?"

Dante bergerak secepat kilat. Sebelum Alana bisa bereaksi, tangan besar Dante sudah mencengkeram rahangnya dengan kuat, menekannya hingga Alana meringis kesakitan. Dante mendekatkan wajahnya, napasnya yang beraroma wiski dan tembakau menerpa wajah Alana.

"Dengar baik-baik," desis Dante dengan mata biru es yang berkilat kejam. "Di mansion ini, di dunia ini, kau tidak punya hak atas nyawamu sendiri. Kau tidak akan bisa mati tanpa seizinku. Bahkan maut pun harus meminta izin padaku sebelum menjemputmu!"

Alana menatap tepat ke mata pria yang telah menghancurkan dunianya itu. "Kalau begitu, lihatlah bagaimana aku tidak membutuhkan izinmu untuk merasakan sakit."

Dengan gerakan nekat, Alana menarik pecahan kaca itu di sepanjang lengan kirinya.

Sret!

Kulit putih susu itu terbelah, dan seketika cairan merah kental merembes keluar, membasahi gaun tidur putihnya. Dante mematung. Matanya melebar melihat darah Alana mengalir—darah yang seharusnya ia lindungi, namun kini tumpah karena kekejamannya sendiri.

"SIALAN! APA YANG KAU LAKUKAN?!" Dante meraung murka. Melihat warna merah itu merusak kulit murni istrinya membuat jantungnya seolah berhenti berdetak. Ia tidak bisa menoleransi ada orang lain yang menyakiti Alana, bahkan jika orang itu adalah Alana sendiri.

"ARISOV! MASUK! SEKARANG!" teriak Dante kalap.

Dr. Arisov berlari masuk dan dengan sigap segera menangani luka Alana. Dante melepaskan cengkeramannya, namun ia tetap berdiri sangat dekat, menatap dengan napas memburu saat dokter membalut lengan Alana yang bersimbah darah. Ruangan itu kini beraroma amis darah, memicu insting paling gelap dalam diri Dante.

Alana, meskipun wajahnya semakin pucat karena kehilangan darah dan syok, tidak melepaskan tatapan tajamnya dari Dante. Ia mengabaikan rasa perih di lengannya.

"Aku bersumpah padamu, Dante Volkov..." bisik Alana dengan nada yang dingin dan menusuk. "Jika kau berani menyentuh bayiku, jika kau berani memaksaku masuk ke ruang operasi itu, aku tidak hanya akan menggores lenganku. Aku akan menusukkannya tepat di jantungku saat kau lengah. Kau mungkin bisa menjagaku selama dua puluh empat jam, tapi kau tidak akan bisa mencegahku mati jika jiwaku sudah memilih untuk pergi."

Dante terdiam. Untuk pertama kalinya, ia melihat sesuatu yang lebih kuat dari kekuasaannya: insting pelindung seorang ibu. Ia melihat mawar kecilnya telah tumbuh menjadi singa betina yang siap mati demi benih yang ia tanam.

Amarah Dante masih membara, namun di balik itu, ada rasa takut yang mulai merayap. Ia sadar, jika ia memaksa menggugurkan janin itu, ia mungkin akan mendapatkan keinginannya, tapi ia akan kehilangan Alana selamanya—entah secara fisik atau karena jiwa gadis itu akan mati dan meninggalkan raga yang kosong.

"Kau berani menantangku demi seonggok daging yang belum bernyawa ini?" Dante bertanya, suaranya bergetar antara murka dan frustrasi.

"Daging ini adalah satu-satunya alasan aku masih bertahan di neraka yang kau buat ini, Dante," jawab Alana tegas.

Dante memandang Dr. Arisov yang baru saja selesai membalut luka Alana, lalu kembali menatap istrinya yang terluka. Di dalam kepala sang Predator, terjadi perang antara trauma masa lalu dan obsesi gila pada istrinya.

1
Ibrahim Efendi
novel yang cukup bagus. walau banyak adegan dewasa, tinggal bagaimana filter membatasi pembaca di bawah umur. selebihnya, sudah cukup baik. cerita berjalan alami. karakter digambarkan sesuai predikatnya. kejam dan mendominasi. sad endingnya terasa kurang panjang. biarkan pembaca makin masuk ke keheningan dan kekosongan dante. sehingga walau sudah selesai membaca novel ini, sampai beberapa hari kemudian pembaca tetap ingat kesedihannya.
Ibrahim Efendi
terlepas dari bagaimana novel ini diterima oleh pembaca, saya menyoroti satu hal dalam novel ini. walau dante digambarkan sebagai predator, namun ia 'menyentuh' alana setelah jadi istrinya. itu hal yang gentleman... bukan cassanova yang suka celup sana celup sini tanpa ikatan.
Esis Susilawati
gemes.... aku 😄🤭
ira rodi
apa gak kebalik seharusnya yg merasa jijik itu amara dan kalea krn udah ditiduri sebelum nikah...eh kamu yg dinikahi dulu sebelum ditiduri malah jijik....
Darma Wangsah
baru kali ini ada novel yang endingnya sangat berbeda.munkin mengikuti jiful
Indri Pkp
sad ending,untung baru baca 2 bab pertama,6 bab terakhir,maaf thor aku gk suka novel sad ending,aku sukanya happy ending 🤣
dalyn. A
/Rose/nice story..
Keew Jung
okay blh lhh juga😂,,menarik tersengat"🤣😅
Naina Langsa
endingnya g bguss
Fay
luar biasa👍👍👍👍👍
Yulia
Novel yg bagus meski agak kecewa dg endingnya,,but ini novel keren sih...mksh othor 💪
Yulia
GX nyangka kalau endingnya bakal gini but ..ini keren sih 👍
Afzal
👍👍👍
Kusmiati Kusmiati
sedih.banget...
Shifa Burhan
kalau baca novel lihat dulu endingnya kalau sad ending aku kagak lanjut bacanya bukan karena bagus tidak nya tapi karena gua kagak sanggup baca novel sad ending bisa galau berhari2
😔😔😔😔
Ibrahim Efendi: tapi, setidaknya, ending yang berbeda bikin dunia novel lebih berwarna. gak satu macam aja. lebih bervariasi.
total 1 replies
Sri rahayu
Thor di lanjut dong ceritanya ,di bikin itu hanya mimpi dante gitu supaya dia lebih sayang lagi sama elena 🙏
Sri rahayu
rembo berubah jadi heloo Kity 🤣🤣🤣🤣🤣
lestari saja💕
badai yg diundang dante
lestari saja💕
dunia yg mengerikan
Sri rahayu
😁😁😁😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!