JANDA BUKAN, SEORANG ISTRI PUN BUKAN!
Ayubi mengira ia adalah seorang Janda ditinggal mati selama 6 tahun ini, ternyata ia bukan lah seorang janda karena suaminya masih hidup.
Sayangnya, suami Ayubi menggunakan identitas dari kembaran suaminya. Suami dari Ayubi menjadi pengganti suami untuk wanita lain selama ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34. Ceraikan Ayubi Sekarang Juga.
Fenita bersedekap menatap penuh hinaan pada Ayubi, wanita hamil itu lalu memandang ke arah Zainal.
"Kau lelaki selingkuhan wanita ini, Tuan?"
"Selingkuhan, maksudnya? Bukankah Ayubi adalah seorang janda... jadi wajar saja saya mendekati Ayubi, bukan?" ujar Zainal berpura-pura tidak tahu.
"Dia ini istri dari__"
"Ayubi adalah istriku!"
Belum sempat Fenita berbicara, Abimanyu berjalan masuk ke dalam diiringi Kezia serta Candra di belakangnya. Kezia datang karena ingin bertemu dengan Ayubi sekaligus membicarakan perihal masalah tentang identitas Abimanyu pada Tuan Darma.
Zainal bangun dari duduknya, ia tersenyum sinis. "Wah, apa Anda sedang mengigau di siang hari Tuan Abidzar? Istri Anda bukannya Nyonya Kezia."
"Aku memang istri Abidzar, tapi Ayubi juga istri dari suamiku. Abidzar poligami dan aku mengijinkan. Kenapa, ada masalah?" Kezia merangkul tangan Abimanyu untuk sandiwara, wanita itu malah senyum-senyum menahan geli karena melihat kecemburuan dari Candra.
Bibir Zainal terkatup rapat, ia tak menyangka Kezia akan mengatakan hal yang tidak bisa lagi ia timpali untuk memojokkan Abimanyu.
"Ayubi, tolong panggilkan Cecil. Kami akan pulang, terimakasih sudah menyambut kami dengan baik." Ucap Zainal saat tak ada lagi yang bisa katakan.
Ayubi gegas pergi memanggil Cecil yang sejak awal datang langsung dibawa bermain oleh Azkia.
Di ruangan Abimanyu mendekat ke arah Zainal, sementara Kezia mencekal tangan Fenita dengan tatapan tajam.
"Jangan bicara macam-macam Fenita, atau kau akan rasakan akibatnya!" kecam Kezia.
Fenita pun akhirnya melengos pergi dari hadapan mereka dengan menghentakkan kaki, ia selalu saja kalah.
"Tuan Zainal, Anda sangat berani datang ke rumah wanita bersuami? Apa keinginan Anda masih sama, ingin menjadikan Ayubi istri? Tapi sayangnya... dia sudah menjadi istriku sekarang!"
Zainal menahan geraman amarah, ia juga tak akan terpancing dengan ucapan Abimanyu. "Selamat kalau begitu, Tuan Abidzar. Saya tak menyangka... Anda benar-benar menikahi seorang janda padahal sudah mempunyai istri sempurna seperti Nyonya Kezia."
"Poligami di halal kan, tak ada masalah. Jadi, karena Tuan Zainal sudah mengetahui tentang pernikahan saya dengan Ayubi, sebaiknya mulai sekarang jaga sikap Anda... menjauhlah dari istriku, Ayubi!"
Zainal tersenyum penuh arti, "Tentu saja, jangan khawatir. Saya tak akan mendekati istri dari pria lain, kecuali... Ayubi akan menjadi janda lagi baru saya akan maju kembali."
"Apa maksud ucapan Anda?! Anda mendoakan kami berpisah atau Anda mendoakan saya mati!" Abimanyu maju ingin mencekal kerah Zainal, namun Candra melerai.
"Sudah! Tuan Zainal... sebaiknya Anda pergi! Itu putrimu!"
Cecil mendekati sang Ayah dengan wajah sedih, "Papa, Cecil masih mau main sama Kia... Cecil ndak mau pulang... hikss..."
"Papa ada urusan, kita harus segera pergi." Zainal mengendong tubuh putrinya keluar dari rumah itu.
"Hufff!" Kezia menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa, "Tuh kan ribet kalo kamu masih jadi Abidzar!"
Candra ikut duduk di samping sang kekasih, dia juga setuju jika urusan identitas harus segera di selesaikan.
"Btw... kok aku malah curiga sama pria barusan. Selain Ayah dari teman Keysa, sebenarnya dia siapa sih?" tanya Kezia penasaran, wanita itu lalu menyenderkan tubuhnya ke arah Candra. "Beb, peluk."
"Dih! Manja!" Abimanyu mendengus, ia pun ikut duduk.
Ayubi mengeleng-gelengkan kepala melihat kemesraan teman-teman nya. "Aku buatin minuman dulu ya, kalian pasti haus."
"Oke, sayang. Eh... kesini dulu Humaira-ku!" Abimanyu melebarkan kedua tangan. "Peluk!"
"Dih! Dia copy paste Beb! Ternyata dia iri!" cebik Kezia ditanggapi tawa oleh Candra.
Ayubi malah mele-letkan lidah menggoda suaminya, "Maaf ya... Habibi! Mesranya di kamar aja kita mah, wekkkkk!"
Ayubi langsung kabur diiringi tawa mengejek dari Keiza dan Candra.
"Kasihan... kasihan! Nggak bisa mesra-mesraan kayak kita ya Beb..." Kezia malah memeluk Candra, membuat tubuh mereka menempel erat.
"Waduh!! Gawat!" Candra mulai resah.
"Napa Beb?" Kezia seperti gadis polos.
"Tee teee kamu nempel ke dadaku, mana ukuran nya gede lagi. Kebaanggaan ku dibawah sana udah berdiri ingin unjuk gigi__ awww!" Candra terkena cubitan.
"Mesyyum!!" Kezia akhirnya duduk menjauh, "Jangan mancing-mancing ya, Beb! Aku juga puasa udah 6 tahun ini!"
"Lah? Kok aku yang disalahin sih! Kan kamu yang nempel-nempel sama aku lebih dulu."
Mata Kezia melotot horor, apa Candra tidak tahu pedoman seorang wanita? Salah pun, ia selalu merasa benar!
"Oh...! Jadi disini aku yang salah? Aku yang mancing-mancing kamu jadi kamu biraa hii sekarang! Iya? Jadi mau kamu apa sekarang?! Putus??? Hah?!"
"Mampus!!" Abimanyu terkekeh. Ia malah menikmati keributan pasangan baru sok mesra ujung-ujungnya malah berantem juga.
Candra menatap Abimanyu meminta pertolongan, namun yang ditatap pura-pura tak perduli.
Salah besar bagi para pria jika memojokkan wanita meski si wanita salah! Yesss...
Ting!
Sebuah pesan masuk ke nomer Abimanyu, setelah membuka pesan tersebut dan membacanya wajah Abimanyu tampak murka sekaligus resah.
[ Ini aku, Zainal. Aku nggak akan berbasa-basi lagi dengan mu, Abimanyu. Aku tahu semua rahasia mu! Kau pilih aku membongkar identitas aslimu ke awak media dan ke setiap dewan di perusahaan lalu kau dipenjara atau... kau ceraikan Ayubi sekarang juga! Akan kulakukan apapun agar Ayubi menjadi milikku! ]
sehat" authorku...🤗