NovelToon NovelToon
The Regent'S Cute Wife

The Regent'S Cute Wife

Status: tamat
Genre:Tamat / Romansa Fantasi / Time Travel / Transmigrasi ke Dalam Novel / Romansa / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Risa Jey

Awalnya Su Lingyu adalah penggarap spiritual dari zaman modern. Namun karena sebuah kecelakaan konyol, ia terpaksa memasuki sebuah dunia novel percintaan zaman kuno, menjadi selir Pangeran Bupati Bo Mingchen sekaligus karakter penjahat wanita yang akan berakhir menyedihkan.

Su Lingyu tidak mau berakhir menyedihkan. Jadi dia dengan patuh menandatangani perjanjian perceraian lalu pergi. Dengan tubuh koi nya yang makmur, Su Lingyu berhasil melalui semua masalah yang timbul setelah bergesekan dengan pemeran utama wanita.

Namun, kenapa rasanya ada yang salah dengan plotnya? Dan apa yang salah dengan Bo Mingchen yang perlahan menipunya kembali ke istana pangeran bupati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aura yang Familiar

Setelah Ling Hua dan Chang Leyu pergi, suasana menjadi lebih tenang. Bo Yanlei juga bernapas lega. Dia mengatakan apa yang paling tidak dia sukai dari dua orang itu.

"Kakak sepupu, tahukah kamu betapa menyebalkannya dua orang itu? Gadis bernama Ling Hua ini juga tidak terlihat seperti orang baik. Dan Chang Leyu itu," kata Bo Yanlei langsung mendengkus. "Chang Leyu itu sangat arogan melebihi diriku. Dia berpikir bahwa aku akan tertipu olehnya."

Bo Mingchen menaikkan sebelah alisnya setelah menyelimuti Su Lingyu. "Justru kamulah yang menyebalkan," katanya.

"Hah? Aku? Memangnya kenapa aku menyebalkan?" Bo Yanlei bingung.

"Setelah kamu terkena pukulan di lapangan latihan pedang, pikiranmu menjadi lurus."

"Bukankah itu bagus?"

"Itu memang bagus. Tapi aku tidak lagi merasa terhibur karena kamu tidak lagi dimarahi paman kaisar."

"..." Kakak sepupu, kamu terlalu jahat! Bo Yanlei merasa lagi di tempat.

Bo Yanlei memang merasa ada yang salah dengannya sejak siuman hari itu. Tapi ia tidak tahu di mana letak kesalahannya. Sepertinya, ada sesuatu yang ia lupakan.

Tapi ia ingat semua. Kecuali, beberapa pria dari keluarga bangsawan yang mengajaknya ke rumah harum (*pela*uran*) untuk mendapatkan hiburan. Jelas saja, Bo Yanlei menolak dan melarikan diri.

Ini bertentangan dengan pikirannya sendiri. Dan dia pun juga tidak tahu mengapa bisa demikian.

Penjaga gelapnya sendiri merasa aneh dengan perubahannya. Seperti orang berbeda tapi jelas bukan putra mahkota palsu.

Akhirnya Bo Yanlei tidak lagi memikirkan masalah tersebut. Ia melihat seekor harimau yang kini telah dibebaskan dari ikatannya. Harimau itu sama sekali tidak terlihat galak. Justru sengaja makan ikan bakar yang dipanggang pengawalnya.

Meski pun para pengawal itu takut-takut ketika dekat dengan harimau.

"Dari mana harimau itu? Kenapa begitu jinak?" tanyanya.

"Aku yang menangkapnya," jawab Su Lingyu pelan. Wajahnya memerah karena demam.

"Kamu?" Bo Yanlei tidak percaya. "Bagaimana cara menangkapnya?"

"Harimau itu menabrak pohon saat berlari dan pingsan."

"..." Adakah harimau yang begitu bodoh? Batin Bo Yanlei.

Baik Bo Mingchen mau pun Sikong Lian tidak berbicara lebih detail tentang harimau itu. Namun Bo Yanlei tertarik dengan harimau jantan yang gemuk dan sehat.

Tidak bisakah dia memiliki harimau ini sebagai peliharaan? Su Lingyu pasti tidak akan memberikan harimau itu padanya.

Lagi pula, ia khawatir tidak bisa mengurus harimau di istananya. Lebih baik tidak memeliharanya.

"Apa yang akan kamu lakukan dengan harimau itu?"

"Jadilah penjaga kebun sayur ku."

"..." Kamu yakin ini harimau, bukan anjing penjaga? Batin pria itu lagi.

Bo Yanlei berniat untuk melanjutkan perjalanan. Ia membawa para pengawalnya pergi setelah berpamitan dengan Bo Mingchen.

Tak lama, Lu Tian berhasil menemukan mereka. Meski agak sulit untuk menemukan keberadaan mereka, namun berkat komunikasi dengan penjaga gelap Bo Mingchen, ia pun tidak tersesat.

Melihat Su Lingyu yang demam dan salah satu kaki Sikong Lian terkilir parah, Lu Tian terkejut.

"Apa yang terjadi saat aku tidak ada?" tanyanya.

Sikong Lian tidak mau membicarakan masalah jatuh dari kuda. Itu memalukan. Sedangkan Su Lingyu yang demam sudah tertidur karena kelelahan. Tapi dia tidak bisa tidur dengan nyaman karena tubuhnya panas.

Lu Tian tidak lagi bertanya dan membantu Bo Mingchen memanggang ikan hasil tangkapan tadi pagi.

"Aku bertemu dengan Chang Leyu yang membawa nona Ling di jalan. Dia dikepung oleh sekelompok serigala. Untungnya kelompok lain datang membantu, jika tidak, keduanya mungkin tidak akan selamat," lapornya ada mereka.

"Apa? Mereka lagi?" Sikong Lian mendengkus.

"Ada apa?" Lu Tian penasaran. "Bukankah keduanya bergabung dengan putra mahkota sebelumnya? Kenapa nona Ling tampak terluka parah?"

Sikong Lian sedikit takut di hatinya. Dia menjawab. "Dia tersambar petir saat hujan tadi. Mungkin menyinggung dewa langit. Itu pasti."

"..." Apakah ada kejadian yang kulewatkan sebelumnya?

Melihat Sikong Lian yang ketakutan saat membicarakan dewa langit, pasti ada sesuatu yang terjadi sebelumnya.

Su Lingyu ingin mengatakan sesuatu, namun Bo Mingchen memintanya diam saja dan istirahat.

"Jika kamu tidak istirahat dengan baik dan masih demam sampai besok, harimau itu akan menjadi gantinya untuk diberikan pada kaisar agar tim kita menang." Bo Mingchen mengancamnya.

"Kamu tidak bisa memberikan harimau itu pada kaisar! Sudah cukup hartaku yang lain. Jangan sampai harimau diberikan juga!" Su Lingyu tiba-tiba saja energik.

Ia harus segera pulih. Karena itu, dia tertidur lagi. Dikarenakan ia memiliki ruang spiritual, tidak sulit baginya untuk merawat tubuhnya. Kiwi membantu tubuhnya pulih.

Tanpa sengaja, Su Lingyu seperti bermimpi. Dalam mimpi itu, ia berada di awan putih yang cantik, suasananya sangat nyaman. Namun Su Lingyu yang ingat pernah melihat ini, menggigil.

Kenapa dia harus di sini lagi?

Benar saja, tawa seorang pria sangat menyenangkan di telinganya. Pria berhanfu putih dengan sorot mata menawan menatap Su Lingyu. Seperti biasa, ada jejak kasih sayang di matanya.

"Gadis koi, bagaimana? Apakah kamu merasa terhibur? Petirku bagus bukan? Siapa pun yang menyinggung dewa ini dan berpikiran buruk tentangmu pasti tidak akan memiliki akhir yang baik. Ha ha ha ..."

Tawanya menggelegar di langit. Su Lingyu merasa lelah dan akhirnya berteriak. Dewa langit benar-benar tak tahu malu.

"Su Lingyu! Su Lingyu, bangun!" Suara Bo Mingchen langsung membangunkan Su Lingyu dari mimpi.

Gadis itu tiba-tiba saja berteriak, membuat ketiga pria itu bingung. Su Lingyu sedikit bingung saat ini.

"Kamu bermimpi buruk?" tebak Sikong Lian.

"Aku?" Su Lingyu ingat dia baru saja bermimpi dan berteriak. "Ya, ini mimpi yang menyebalkan. Dewa langit benar-benar hobi menyambar orang dengan petirnya!"

Sudut mulut Bo Mingchen berkedut. Lebih baik berhenti untuk menyebut nama dewa mulai hari ini. Ia langsung menyumpal mulut gadis itu dengan ubi panggang yang masih hangat.

Dari mana ubi ini berasal? Pikir gadis itu. Namun ia memakannya dengan lahap.

Tiba-tiba saja, mereka mendengar suara ledakan dari gua yang paling dalam. Sontak, mereka terkejut. Lu Tian waspada. Ia bangkit dan bersiap untuk mengeluarkan pedang dari sarungnya.

Sikong Lian yang kakinya masih sakit pun tidak mampu bangun saat ini. Dia lelah untuk berdiri.

"Suara apa itu?" tanyanya sedikit takut. "Tidak ada binatang buas di sana bukan? Beruang? Ular raksasa?"

Su Lingyu memutar bola matanya. "Binatang buas jenis apa yang memiliki kebiasaan melakukan ledakan? Kamu pikir itu naga yang memuntahkan api untuk menghancurkan batu?"

Tidak mungkin ada binatang seperti itu. Ini jelas ledakan yang disebabkan oleh energi spiritual. Buatan manusia.

Kiwi mencicit berulang kali. "Tuan, ada aura yang familiar dari dalam gua. Aku akan memeriksanya!"

Hamster putih itu pun berlari menuju lebih jauh ke dalam gua. Su Lingyu bahkan belum sempat menanyakan apa pun.

Ia ingin menyusul namun Bo Mingchen dengan keras menahannya.

"Jangan membuat masalah. Duduklah dan istirahat. Biarkan Lu Tian pergi memeriksa."

Lu Tian yang mendapat perintah pun mengangguk dan berlari kecil untuk mengikuti jejak Kiwi.

1
nia kurniawati
Luar biasa
yuyu n yuliana
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Bzaa
su ling memang beruntung banget
Bzaa
semangat....
Bzaa
wah gegara ikat rambut, bobo beneran gak bisa bobo ini mah
Manusia Batu
di sogok ginseng seribu tahun
Royani Arofat
pikirku mereka ketagihan rasanya ternyata tetap tak suka🤣
🌸 Airyein 🌸
Sangaaat seru. FL nya mantul ga menye2
🌸 Airyein 🌸
Baguus. Makasih thor. Seruu. Dan happy ending 💞
🌸 Airyein 🌸
Pastinya
Royani Arofat
beruang jaman purba beda ya...
Royani Arofat
putra mahkota kah?
🌸 Airyein 🌸
Akhirnya ga sakit ya
Ayu Mestari
Luar biasa
🌸 Airyein 🌸
Sama woii 🤣
🌸 Airyein 🌸
Dar hina di dunia modern. Masuk zaman kuno buat jadi makin hina elu mah wehh. Mulia mulia bapak kauu cihh 😏
🌸 Airyein 🌸
Ewhhh mimpi aja kau dalam khayalan
🌸 Airyein 🌸
Nah kan
🌸 Airyein 🌸
Akhir2 ini Kiwi malah jd anak buah mingchen 😭
🌸 Airyein 🌸
Konsep macam apa ini Lingyu? 😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!