NovelToon NovelToon
THE BIG FAMILIES

THE BIG FAMILIES

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Keluarga & Kasih Sayang / Anak Genius / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:10.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Maya Melinda Damayanty

Skuel ke dua Sang Pewaris dan sekuel ketiga Terra The Best Mother.

menceritakan keseruan seluruh keturunan Dougher Young, Pratama, Triatmodjo, Diablo bersaudara dan anak-anak lainnya.

kisah bagaimana keluarga kaya raya dan pebisnis nomor satu mendidik anak-anak mereka penuh kesederhanaan.

bagaimana kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Melinda Damayanty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

LIBUR TELAH TIBA

"Holee libun!' pekik Seno, Lilo, Della, Aminah dan Ari.

Mereka berhamburan keluar kelas. Di sana para ibu dan ayah menyambut putra dan putri mereka. Hanya lima anak balita itu saja yang disambut Azizah.

"Mama baby!" pekik semua anak.

Azizah menciumi semua anak dan memberi pelukan hangat. Nilai raport kelimanya sangat memuaskan.

"Ayo pulang ajak wanita itu.

Semua mengangguk dan bergandengan tangan. Para pengawal juga ada di sana menaikkan mereka ke mobil golf.

Sedang di tempat lain. Ella dan empat adiknya juga hendak pulang karena liburan panjang telah tiba.

"Apa Daddy belum bisa pindahin kita ke sekolah negeri?" tanya Ella pada Bastian.

"Aku sudah bosan!" keluhnya.

"Aku juga kak. Mereka semua pakai bahasa Kanton. Malas aku nyahutinnya," keluh Bastian.

"Kakak tinggal satu tahun ini kan. Udah mau kuliah!" sahut Martha malas.

"Ah ... lama satu tahun itu!" gerutu Ella.

Mereka naik mobil dan kendaraan itu beranjak dari sana. Sementara di sekolah Samudera, Benua dan Domesh juga keluar dari kelas mereka. Raja pulang terlebih dahulu karena ia mendapat kabar jika ada orang tak dikenal memberi ibunya modal usaha.

"Baby!" panggil Dean.

Samudera menghela napas. Penjagaan kini makin diperketat setelah mereka berhasil melarikan diri. Para pengawal akan masuk ke sekolah dan menjemput mereka.

"Papa ... kita nggak akan kabur lagi kok!' ujar Domesh.

Dean tentu tak percaya, ia membawa tiga remaja rusuh itu menuju mobil. Tak ada yang berani membantah karena mereka sudah berjanji tidak nakal lagi.

Di sekolah Harun sudah pulang. Semenjak kasus kemarin semua guru diperiksa. Kepengurusan diambil alih oleh diknas terkait. Semua pulang. Gino tentu tidak sekolah karena memang tidak penting.

"Ah ... liburan!" keluh Azha.

"Eh ... emang kamu mau sekolah terus?" tanya Titis.

"Biar cepet sekolahnya. Cape main sama anak kecil!" sahut Azha.

"Kita emang masih kecil Azha!' sahut Harun malas.

Sky, Bomesh dan Arfhan keluar bersama Ditya dan Radit. Mereka senang karena liburan panjang akan tiba.

Titis pamit, ia pulang bersama ayahnya. Wawan kini sudah bisa membeli kendaraan roda dua. Pria itu senang sekali bisa menaikan taraf hidup keluarganya.

"Sampaikan salam pada ayah dan ibu kalian ya!' ujarnya penuh terima kasih.

"Iya sama-sama Pak!" sahut Bariana.

Mereka pun naik kendaraan dan beranjak dari sana. Sampai hunian Bart, semua anak sudah berada di hunian besar itu.

"Baby!" Dian mengejar Faza yang merangkak cepat.

"Hah ... Tinti yayah!' ledek bayi itu.

Dian menghela napas panjang. Pelatihannya sebagai bodyguard tak bisa mengalahkan kecepatan bayi yang belum satu tahun. Bahkan otak kecil para perusuh yang baru belajar berjalan tersebut lebih pintar dari para pengawal.

"Baby, kamu kok gemesin amat sih!" ujar Dian geregetan setelah berhasil menangkap Faza.

Bayi bermata biru itu tergelak ketika Dian menciumi perut dan ketiaknya.

"Bau asyem!" ujar wanita itu.

"Syium ladhi!" perintah Faza sambil mengangkat ketiaknya.

Dian tak keberatan, bau bayi Faza tentu membuatnya gemas. Bayi itu tergelak.

"Ahilna pita pisa sadhi nanat sisilan!" ujar Aisya lega.

Ternyata perbincangan nanat sisilan yang disematkan pada Terra masih hangat diperbincangkan para bayi sok tau itu.

"Peumana talo pita sadhi nanat sisilan, pita pisa pa'a?" tanya Dita.

Aisya diam, ia juga tidak tau. Ia menatap saudara kembarnya, Maryam.

"Peulalti pita sadhi pinten, bebat!" jawab Maryam.

"Tan Mama ipu pinten!' lanjutnya diangguki setuju oleh Aisyah.

"Oh ... beudithu!' angguk Dita mengerti.

"Paypi!" panggil Zora.

"Wiya Tanti seusil!' sahut Dita, Maryam dan Aisya.

"Lalian popolin pa'a?" tanyanya lalu duduk di antara Dita dan Aisya.

"Nanat sisilan!' jawab ketiganya kompak.

"Ah ... wanti walu pahu lada nanat sisilan! Pa'a ipu?" tanya Zora.

Bayi belum satu tahun itu mengambil buah semangka tanpa biji yang sudah dipotong kecil-kecil.

"Ih Tanti peulum susi tanan!" sahut Maryam menunjuk tangan Zora yang kotor.

"Lada bitamin tot!" sahut Zora santai.

"Bitamin pa'a!!" tanya Dita tak percaya.

"Bitamin Tu!' jawab Zora melanjutkan makannya.

"Bitamin Tu?" Maryam, Dita dan Aisyah kompak bertanya.

"Bitamin tuman!" jawab Zora.

"Pana Pisa!" sungut Maryam. "Tanan tanti lada sasin!'

"Ihh ... solot!" sahut Dita dan Aisya.

"Mama ... Tanti solot!" adu ketiganya.

Maria melihat tangan Zora yang kotor sambil mengunyah makanan. Perempuan itu menghela napas panjang.

"Apa bodyguard kurang banyak?" keluhnya.

"Tetapi tugas mereka mengawal. Bukan mengasuh!" lanjutnya kecewa pada diri sendiri.

"Sini Baby, bersihkan dulu tanganmu!' ajak Maria.

"Mama ba bowu!" ujar Zora.

Bayi sembilan bulan itu menakup wajah Maria ketika digendong. Zora memberi kecupan di pipi perempuan berkulit coklat itu.

"Oh ... manisnya baby," puji Maria lalu membalas ciuman di pipi bayi cantik itu.

"Matasyih Mama!" sahut Zora makin membuat Maria meleleh.

"Kau mau jadi istri Max Rafael ya!" lanjutnya bergumam.

"Talo Ata' Fael waji Mama!" sahut Zora mantap.

Maria menatap bayi sembilan bulan itu. Ia yakin Zora tak tau maksud perkataannya. Tetapi bayi cantik itu menginginkan jika Fael harus haji ketika mempersuntingnya.

"Mama janjikan Fael padamu sayang. Jangan khawatir itu!" ujarnya tegas.

"Jadi anak-anak liburan lagi?" tanya Bart.

"Iya Dad," sahut Leon.

"Aku mau bawa adik-adik dan semua anak pergi liburan ke Eropa lagi!" lanjutnya.

"Ah ... jangan Eropa!" tolak Frans.

"Ke Gilimanuk Bali!" sahut Dav.

"Raja Ampat Papua!" sahut Gabe.

"Eh ... kita ke tempat itu!" angguk Frans setuju.

"Kemana?" tanya semua pria kompak.

"Raja Ampat Papua!" jawab Frans yang membayangkan laut indah dan terumbu karang yang cantik.

"Baik siapkan pesawat komersil kita menuju tempat itu!" perintah Bart.

"Siap Daddy!" sahut Gabe.

"Guys ... kita liburan ke Papua!" teriak Kean yang menguping.

"Kean ... kita kerja. Yang libur itu hanya anak-anak!" sahut Calvin ketus.

"Ah!" bahu Kean turun.

Perusuh paling senior itu lupa jika pekerjaan di perusahaan Herman makin banyak.

"Ayah!" rengeknya langsung.

Herman menggeleng, ia akan kepayahan jika ikut libur bersama keluarga kali ini.

"Baby ... pekerjaan kita banyak sayang,' ujarnya memberi pengertian.

Kean menangis, ia benar-benar sedih tak bisa ikut liburan. Kesedihannya membuat semua perusuh ikut sedih.

"Kakak kenapa?" tanya Mai yang ikutan menangis.

"Nggak bisa liburan sama adik-adik ... hiks!" isaknya menjawab.

"Ah ... aku juga nggak bisa liburan!" rengek Mai.

"Eh ... eh ... kenapa nangis?" tanya Rion.

"Papa baby ... adik-adik liburan ke Papua," jawab Kean merengek.

Rion pun ikutan menangis, pekerjaan menumpuk jika ia nekat berpergian bersama keluarga.

"Eh ... jangan egois ah!" ujar Azizah menenangkan suami dan adik-adik yang telah bekerja.

"Mereka butuh liburan panjang setelah menguras otak mereka belajar!' lanjutnya.

"Kita juga Mama!" sahut semua perusuh yang bekerja.

"Kita limpahkan sama Papa Rando!' sahut Dimas.

"Papa bisa minta Papa Bobby memegang kembali perusahaan sementara selama papa berlibur!" sahut Kean tercerahkan.

Rion menatap ayahnya, Haidar. Pria itu terdiam.

"Ah ... Daddy!" rengeknya.

"Hais ... kalian ini!" Virgou berdecak kesal.

"Ya sudah ... kita semua libur!" lanjutnya.

"Horee!' teriak semua anak.

Bersambung.

Wah ... liburan di Indonesia.

Raja Ampat, Papua.

next?

1
Arshaq Hanif
gda kapoknya yaa mereka ini 🤣
yonahaku
benar itu mama Terra membesarkan anak kemudian menikah kan, selanjutnya membantu jika mampu, tapi tidak ikut campur dalam rumah tangga anak,
yonahaku
tenang aja kok nanti ada yang akan menjadi suamimu santai saja itupun orang dekat Al dan Lingga juga perlahan past datang jodohmu
yonahaku
si Al ini minta Nur lingga untuk menjadi pendamping
yonahaku
bukan hanya adik kelak akan menjadi suaminya si Al itu
yonahaku
belum jodohnya Sean belum datang. Masih sabar menunggu kakak Maya belum memberikan jodoh kepada Sean jodohnya Al dulu.
yonahaku
yakin Daddy Frans, orang sudah sekolah saja masih jadi bos para baby.
yonahaku
tapi kak ceritanya tidak seseru waktu Terra masih sendiri melawan mafia merusak sektor D hancur lebur karena kelewat santai ibu Terra itu dan lawannya masih cetek
yonahaku
kena panas matahari jangan cuci muka dulu nanti jadi tambah coklat kulitnya
yonahaku
oh iya ibu Gisel kan nggak tau waktu Lidya celaka waktu itu kayaknya belum kenal sama Terra ya
yonahaku
bisalah bu Terra pada masa Lidya kecil kan pintar tapi langsung dikerjai sama anak bu guru waktu keluar kelas diterjang sampai jatuh dan dagunya berdarah ingatkan
yonahaku
jangan nanti dosa pergilah dulu jangan mendekati istri mu walau halal
yonahaku
jangan Marco jangan nanti saja saat ini sedang berpuasa nanti dosa kecuali sayang sayangan tanpa aneh-aneh
yonahaku
lah cowoknya juga terlalu polos
yonahaku
Gomesh gimana sih doa Bapa kami, Aku Percaya dan Salam Maria jangan lupa dong kan Katolik itu luar biasa iblis saja takut sama doa itu
yonahaku
tapi bagus juga pertandingan nya dibetulkan walaupun tidak jadi karena ancaman netnet teyya🤭
yonahaku
orang pas jatuh cinta pertama kali dia demam apalagi tadi ya takut banget😄😄😄😄
yonahaku
sudah setengah jalan bom ya sudah nggak boleh ikut misa jam berikutnya itulah yang beda dari agama Islam nanti tidak dapat berkat awal cuma dapat berkat akhir itu masalahnya kamu terlambat dan harus mengikuti misa berikut
yonahaku
tapi malah nggak jadi sama Tania masalahnya sama seperti Darren dan Aini nggak cocok
yonahaku
salahmu adalah kau tidak tahu siapa zheinra dan orang yang ada dibelakangnya juga penjaganya itulah salahmu saat sadar pada akhirnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!