NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikahi Dosen

Terpaksa Menikahi Dosen

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Nikahkontrak / Dosen / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Tamat
Popularitas:372k
Nilai: 5
Nama Author: Tina rifky

Dilarang boom Like xxx

Area ***
Haraf bijak dalam memilih bacaan

Kisah ini Tentang seorang gadis belia yang baru saja lulus SMA berusia 18 tahun, terpaksa harus melakukan Pernikahan Mendadak dengan seorang pria yang tidak pernah dia kenal sebelumnya.

Apa yang akan terjadi dalam rumah tangganya? Mari ikuti kisahnya di sini. Selamat Membaca... By Tina Rifky. Terima kasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tina rifky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

🥰🥰Happy Reading🥰🥰

Mutiara tidak bisa mengucapkan sepatah katapun dari bibirnya. Lidahnya seakan kelu dan jantungnya terus berdebar-debar. Merasakan hembusan napas suaminya, yang menempel ditengkuknya. Seketika membuat bulu kuduknya merinding.

Cukup lama Andi memeluk istrinya dengan begitu posesif, hingga istrinyapun merasakan pergerakkan. Hawa panas sudah mendominasi keduanya, padahal mereka baru saja selesai mandi.

"S.. sayang." Satu ucapan keluar dari bibir Andi yang begitu lirih, mirip seperti bisikkan. Namum, begitu jelas di dengar oleh Mutiara.

Mutiara tidak menjawab sama sekalih, dirinya bingung harus memulai berkata apa.

"M.. maaf." Ucapan Andi terdengar kembali masih begitu lirih dan lemah. Kali ini ucapan suaminya, sudah membuat mata Mutiara berkaca-kaca.

"A.. apa kamu mau memafkan suamimu yang dingin ini? Suamimu yang ketus ini? Sua.." Ucapan Andi terhenti, saat Mutiara mulai mengusap lembut tangan suaminya, yang sedang memeluk tubuhnya dari belakang saat ini.

Seketika saja, Andi membalikkan tubuh istrinya untuk menghadap kearahnya. Andi menangkup wajah istrinya, lalu menatapnya. Terlihat jelas air mata sudah menetes dipipi mulusnya. Andipun sama halnya dengan istrinya, sudah menangis dalam diam tanpa suara.

Andi mulai menghapus air mata yang sudah menetes itu, dengan kedua tangannya. Lalu, dia tersenyum dalam tawanya. "Kamu itu jelek kalau menangis, senyum dong hi.. hi.. hi.." Ucap Andi meledek istrinya yang menggemaskan pikirnya.

Sudah beberapa hari ini, Andi resah memikirkan hatinya. Mengapa dia tidak konsisten dengan ucapannya? Mengapa secepat ini dia bisa merasakan hal aneh dalam dirinya? Dia merasakan hatinya sakit saat memikirkannya.

Andi takut sesuatu yang tidak di inginkan terjadi, dia takut membuat Papi dan Maminya kecewa, dia takut adiknya Angga akan merebut istrinya dengan mudah. Semua rasa itu sudah menghantuinya dan membayangi setiap geraknya.

Mutiara tersenyum dalam tangisnya, entah mengapa hatinya begitu berdebar terus tak karuan. Padahal dia pernah merasakan jatuh cinta pertama kalinya saat SMA dulu, dengan laki-laki yang menjadi pacarnya selama dua tahun. Tapi, tidak seperti saat ini perasaannya, begitu meresahkan dan menggoda imannya.

"M.. mas Andi juga jelek, kalau menangis hi.. hi.. hi..." Balas Mutiara meledek suaminya yang juga menangis, lalu tangan Mutiarapun memberanikan diri menghapus air mata suaminya dengan tangannya.

Saat tangan Mutiara hendak turun dari wajahnya, dengan cepat tangan Andi langsung menahan tangan istrinya untuk tetap menyentuhnya. Perasaan mereka kian memanas, wajah keduanyapun sudah merah merona, tergambar jelas dari penglihatan mata mereka.

"K.. enapa, Mas Andi?" Pertanyaan Mutiara gugup yang tiba-tiba saja keluar dari bibirnya.

"Cantik." Hanya kata itu yang Andi ucapkan saat istrinya bertanya.

"Hi.. hi.. hi.. Mas Andi tidak salah memuji saya? Apa Mas Andi sedang meledek saya?" Mutiara tertawa kecil dan menanyakan hal konyol menurutnya, menutupi rasa gugup yang sedang Mutiara rasakan.

Andi menggelengkan kepalanya pelan, lalu menarik istrinya kedalam dekapannya. "Aku sungguh-sungguh mengatakannya. Kamu memang cantik, beruntung sekali pria yang mendapatkanmu." Bisik Andi dalam dekapan Mutiara, yang terdengar merdu dan membuat hatinya menghangat.

Mutiara dapat merasakan debaran jantung suaminya saat ini, saat berada di dekapannya. Begitupun dengan Andi merasakan hal yang sama seperti Mutiara, merasakan debaran jantung istrinya yang berdebar-debar.

Andi tersenyum, ternyata istrinyapun merasakan hal yang sama dengan dirinya.

"Bolehkah saya mencium kamu, sayang?" Tanya Andi berbisik, dengan wajah yang sudah menahan hasrat lelakinya, dengan lembut mengutarakan keinginannya.

Mutiara hanya mengangguk kecil, lalu tersenyum gugup.

Andipun mulai mengurai pelukkannya, kedua tangannya menangkup wajah istrinya gemas. Dia mencium puncak kepala istrinya, mencium keningnya, mencium pipinya, mencium kedua mtanya, hidungnya dan berakhir dibibirnya.

Kedua tangan Mutiara dengan refleks melingkar indah di leher suaminya.

Andi menarik tengkuk istrinya dengan lembut, mencium bibir istrinya perlahan, menerobos masuk dengan bebas, karena Mutiara memberikan akses jalan untuk lidah suaminya menari-nari didalam rongga mulutnya. Mutiarapun membalas ciuman suaminya, keduanya saling melu mat, saling merasakan indra perasa mereka, saling berbagi saliva dan saling tarik menarik lidah didalam rongga mulutnya. Andi mengulum bibir istrinya dengan lembut dan menuntut, hasratnya kian merasuki pikirannya yang sudah berkelana.

Andi melepaskan pangutannya, saat napas istrinya sudah tersenggal-senggal. Memberikan pasokan oksigen yang hampir habis karena ulahnya.

"Maaf.." Ucap Andi setelah melepas pangutan mereka. Mutiara hanya tersenyum dengan mata yang begitu sayu dan berkabut. Sedangkan Andi, merasa takut menyakiti istrinya dengan tindakannya tersebut.

Sejurus kemudian, tanpa disangka Mutiara yang mendaratkan ciuman itu kembali, dengan mendaratkan bibirnya dibibir suaminya. Mengulangi ciuman panas mereka, dengan lembut dan mesra.

Andi terkejut, saat istrinya begitu cepat belajar dengan pintar. Dia menyukai istri bocilnya itu yang tidak dia sangka-sangka, sehingga membangunkan adik kecilnya dibawah sana.

Mutiara terpesona dengan dada bidang Andi, kehangatan tubuh Andi menghipnotis Mutiara hingga terlena dalam buaian rasa sayangnya.

Entah apa yang bersarang dalam hati Mutiara, dia belum yakin dengan perasaannya. Namun, dia begitu menikmati sentuhan bibir suaminya yang membuatnya berani membalasnya.

Padahal ciuman itu, adalah ciuman untuk yang kedua kalinya bagi Mutiara. Setelah kejadian saat itu di rumah Papi Dahlan, ciuman pertamanya yang dirampas oleh suaminya tanpa seizinnya.

Ciuman panas itu terus berlanjut diatas ranjang bigsizenya. Andi mulai merambah keatas dada istrinya, menyerntuhnya dengan perlahan, dengan penuh kelembutan, meremas kedua buah dada istrinya yang kenyal.

"Sssst.. huuug.. stop.." Mutiara mendorong suaminya dengan cepat agar tangannya berhenti, saat dia merasakan suaminya telah menyentuh buah dadanya.

Andi seketika bergeming, saat istrinya mendorong tubuhnya dengan begitu cepat. Mutiara belum siap sampai kearea terlarang tubuhnya, mungkin masih ada rasa yang aneh, yang dia belum siap melakukan lebih dari itu.

"M.. maaf.. sayang, saya sudah menyakitimu." Ucap Andi menyesali tindakannya, yang hanya sekedar napsu liar seorang lelaki.

"T.. tidak Mas, jangan meminta maaf. Saya yang salah, saya belum siap melakukan sesuatu lebih dari ini. Saya belum bisa sepenuhnya yakin, kalau nanti tiba-tiba Mas Andi berubah pikiran dan meninggalkan saya, setelah enam bulan pernikahan ini. Saya tidak ingin, milik saya yang berharga dirampas oleh orang yang tidak mencintai saya. Meskipun Mas Andi suami saya, hikk.. hikk... hikk.." Ungkap Mutiara panjang lebar.

"Deg.." Jantung Andi terasa sakit, saat istrinya mengatakan hal itu. Memang Andi menyadari, dirinya belum sepenuhnya menyukai Mutiara istrinya. Apa lagi tentang cinta. Andi hanya terdorong napsu cemburu, ketika tadi siang bertemu dengan adiknya yang dengan terang-terangan menginginkan istrinya itu.

"Iya.. sayang, saya mengerti maksud ucapanmu. Saya minta maaf belum bisa jatuh cinta kepadamu dengan sungguh-sungguh dan tulus. Tapi, saya akan berusaha untuk bersikap lebih baik dari pada kemarin." Tutur Andi dengan penyesalan yang dalam.

Andipun merengkuh istri bocilnya dengan sayang dan erat. Dia sungguh merasa bersalah, napsunya sudah melampaui batas. Lalu, dia mengusap air mata istrinya dengan lembut dan sayang.

"Sudah sayang.. jangan menangis lagi." Ucapnya lirih.

...🍒🍒🍒🍒...

Autor : Sabar.. sabar.. kalau sudah waktunya juga pasti dapat.😂💃

Andi : Nanggung padahal Tor, pusing doang ini sih ceritanya! Tanggung jawab lah Tor.😡😈

Autor : Idih.. situ yang enak-enakan kenapa saya yang suruh tanggung jawab.🤭🤧

Andi : Habisnya belum tuntas, adik kecilku menjerit nih... 😫😫

Autor : Waah.. berabe urusannya, kalau masalah itu sih..😂😂🏃‍♀️🏃‍♀️ kaboor mendingan.

Andi : Lagu lama Tor.. kaboor mulu.😈🤕

...♥️♥️♥️🌹🌹🍒🍒♥️♥️♥️...

Bagaimana cerita saya kali ini? Mohon like dan komennya yah! Boleh juga hadiahnya bagi Readers yang baik hati dan tidak sombong. Terima kasih yah, salam bahagia selalu dari Tina Rifky.

--BERSAMBUNG--

...Jangan lupa kasih like, favorite, vote dan tips juga komentarnya yah. Terima kasih.🙏🙏...

1
Wandi
kebanyakan lagi gak sedep. trus Angga and Andi kn cowok masak cingeng sih🙄. Maco dikit napa
Bayu Ponsel
lanjut lh crita nya soal nya seru...
lina
up
nurul jannah
sopo iki sing teko 🤔🧐
Tutik Julianti
Angga jujur saja kalo kamu lagi cemburu sama Aldi.,..🤭
nurul jannah
bukannya umur #5 ke 26 ya andi🤔🤔
nurul jannah
lah tambah berdebar - debar tuh jantung angga
nurul jannah
hadeuh pai papi awas encokok loh
nurul jannah
stop ya angga
nurul jannah
mulai nih bau2 cemburu😅
nurul jannah
angga gercep selangkah didepan dibanding andi
nurul jannah
aduh papi - papi 😁
nurul jannah
eehh... jangan macam2ya ngga tar kuncir loh bibirmu 😂😂
nurul jannah
melamun saking terpesona nya sama kamu Mutia😊
nurul jannah
jangan sampai perang saudara ya ngga 🤭
nurul jannah
mulai tumbuh bibit pelakor😡
nurul jannah
umur 19 tahun menangani masalah perusahaan kok q sangsi ya🤔🤔
nurul jannah
hareudang, hareudang makin panas🔥🔥
nurul jannah
awas mulai panas nih hati ya si andi🤣🤣
nurul jannah
awas ada api ndi🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!