NovelToon NovelToon
EMPIRE OF GANG [1] : Sang Adik Ternyata Pembunuh Paling Di Takuti

EMPIRE OF GANG [1] : Sang Adik Ternyata Pembunuh Paling Di Takuti

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Mata-mata/Agen / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Roman-Angst Mafia / Persaingan Mafia
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: lirien

Mirea dikenal sebagai pembunuh bayaran yang paling ditakuti. Setelah bertahun-tahun menelusuri jejak masa lalunya, ia akhirnya pulang dan menemukan kenyataan bahwa orang tuanya masih hidup, dan ia memiliki tiga kakak laki-laki.
Takut jati dirinya akan membuat mereka takut dan menjauh, Mirea menyembunyikan masa lalunya dan berpura-pura menjadi gadis manis, lembut, dan penurut di hadapan keluarganya. Namun rahasia itu mulai retak ketika Kaelion, pria yang kelak akan menjadi tunangannya, tanpa sengaja mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lirien, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Kotor

Rosse dan Adela yang melihat Mirea menaiki tangga menuju kamar di lantai atas saling bertukar pandang. Ada sesuatu di mata mereka sebuah rencana yang langsung dipahami tanpa perlu kata-kata.

“Ayo,” bisik Rosse pelan, memberi kode.

Keduanya pun melangkah mendekati Boris, yang saat itu sedang duduk santai bak seorang raja di sofa besar. Beberapa anak buah Mirea memijat bahu dan lengannya, sementara Boris sesekali menepuk tangan mereka karena merasa pijatannya tidak cukup enak.

“Lebih kuat dikit, dong. Ini kayak ngelap meja, bukan mijat,” keluh Boris.

“Tuan Boris, kamu ini keterlaluan,” ujar Rosse sambil mendekat, nadanya dibuat kesal tapi manja.

“Kenapa main tangan ke orang sendiri sih?”

“Iya,” sambung Adela, ikut mengeluh dengan wajah memelas.

“Gara-gara kamu, kami jadi malu di depan banyak orang.”

Boris mendengus pelan, lalu memberi isyarat pada bawahannya untuk berhenti memijat. Ia membenarkan posisi duduknya, lalu menatap kedua wanita itu dengan ekspresi santai.

“Tapi memang kalian yang salah duluan,” jawabnya enteng, seolah merasa tidak bersalah sama sekali. Ia membenarkan posisi duduknya, lalu menyilangkan kaki dengan santai.

“Mau bagaimanapun juga, Nona Mirea itu tetap perempuan,” lanjutnya.

“Di depan orang banyak begini, kalian mau bicara buruk soal dia? Itu nggak pantas.”

Mendengar pembelaan itu, Rosse dan Adela langsung saling bertukar pandang. Ada kilatan tidak suka di mata mereka.

“Kalau di depan banyak orang nggak boleh…” ucap Adela pelan, sudut bibirnya terangkat.

“…di belakang boleh, kan?”

Rosse ikut mendengus, nadanya dibuat manja tapi penuh racun.

“Aku sungguhan nggak tahan sama gaya sok polosnya dia.”

Adela lalu mendekat sedikit ke Boris, suaranya diturunkan seolah membisikkan rahasia.

“Eum… Tuan Boris, gimana kalau… pas dia lagi sendirian ganti baju di kamar, kamu menghampirinya terus tiduri dia?”

Ucapan itu membuat Fang dan Red Monarch yang berdiri di belakang Boris langsung saling menatap datar.

Boris terdiam sesaat. Ia menggeser posisi duduknya, terlihat berpikir.

“Eum… hal kayak gitu kayaknya nggak baik deh,” gumamnya santai.

“Kalau sampai tiga kakaknya yang super protektif itu tahu, bisa-bisa aku benar-benar dibunuh,” gumam Boris sambil bersandar, kembali meminta dipijat oleh bawahannya untuk menenangkan diri.

Rosse menyeringai licik. “Keluarga mereka kan cuma orang kaya baru. Kalau Tuan Boris sampai tidur sama adik mereka… itu justru keberuntungan buat mereka,” bisiknya, nada menggoda dan jelas berniat menghasut.

Adela segera menimpali dengan penuh semangat. “Benar! Tuan Boris itu orang dunia mafia, anak buahnya banyak, siapa yang berani menghalangi dia?”

“Kalau cuma kasih dia sedikit ‘pelajaran’, harusnya bukan masalah besar, kan? Biar dia sadar diri… dan nggak sok suci di depan semua orang.” ujar Rosse memanas-manasi.

Boris menatap mereka, mata sedikit menyipit, tampak menimbang-nimbang. Senyum samar muncul di bibirnya. “Benar juga… kalau begitu, aku coba saja,” ujarnya pelan, lalu bangkit dari duduknya, membetulkan jasnya dengan sikap penuh wibawa.

“Semangat, Tuan Boris!” teriak Rosse dan Adela bersamaan, menepuk-nepuk tangan mereka penuh semangat, seolah mendukung keputusan gila itu.

“Eh, Red, kita sungguhan nggak usah ikut Campur?” tanya Fang, menatap Red Monarch dengan ragu-ragu saat melihat Boris mulai menaiki tangga kamar Mirea.

Red Monarch hanya mengangkat bahu, santai. “Kita bisa urus masalah apa pun di dunia… tapi nggak bisa urus orang yang memang mau cari mati,” jawabnya datar, matanya tetap fokus mengikuti gerak-gerik Boris.

Begitu Boris sampai di depan pintu kamar Mirea, ia membuka pintu perlahan. Sesaat menatap sekeliling, lalu menutupnya kembali, memastikan privasi.

“Dik Mirea… kak Boris datang buat main-main sama kamu,” panggilnya lirih, nada suaranya penuh nafsu, tangan satu mengendurkan dasi yang menggantung di bajunya, memberi kesan santai tapi menggoda.

Suara Mirea terdengar datar. Dan dingin “Aku nggak cari kamu.”

Boris terdiam sejenak, sedikit terhentak oleh nada suara Mirea yang berbeda dari biasanya.

“Tapi… kamu malah datang sendiri ke sini,” ucap Mirae lagi dengan nada dingin dari dalam kamar mandi.

“Kenapa… nada bicaranya berbeda dari yang tadi?”

1
Mo Xiao Lam
oh ada gula aren di sini 🙏
Aksara: Ahaha ini lucu banget nih😭🌷
total 1 replies
Aria Sabila
👍😁
Aksara: Hallo lirelovrsss🌷
nantikan terus ya kelanjutan cerita serunya🫶🏻
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!