NovelToon NovelToon
Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Kultivasi : Menilai Kecantikan, Meningkatkan Kekuatan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action / Fantasi Isekai / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: MagnumKapalApi

Arc 1 : Bab 1 — 41 (Dunia Melalui Mata Bayi Ajaib)
Arc 2 : Bab 42 — ... (On-going)

Aku terlahir kembali di dunia kultivasi dengan ingatan utuh dan selera yang sama.

Di sini, kekuatan diukur lewat tingkat kultivasi.

Sedangkan aku? Aku memulainya dari no namun dengan mata yang bisa membaca Qi, meridian, dan potensi wanita sebelum mereka menyadarinya sendiri.

Aku akan membangun kekuatanku, tingkat demi tingkat bersama para wanita yang tak seharusnya diremehkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MagnumKapalApi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 18 : Benang Emas di Hutan Berembun.

[PoV Shen Yu]

Usiaku genap lima bulan, dan dunia semakin jelas terlihat melalui dua pasang mata, mata bayi biasa, dan mata spiritual yang semakin tajam.

Hari ini, Ibu membawa Yu Yan dan aku ke tepi hutan kecil di belakang desa.

"Kita akan mencari ramuan," katanya. "Ada yang dibutuhkan untuk melatih konsentrasimu, Yu Yan."

Yu Yan mengangguk, gembira. Dia membawaku dalam gendongan kain di dadanya, posisi yang membuatku bisa merasakan detak jantungnya dan sayangnya, denyut simpul gelap yang masih bersarang di sana juga.

Hutan pagi ini berembun. Tetesan air di daun berkilauan seperti mutiara kecil di matahari pagi. Tapi melalui mata spiritualku, mereka lebih dari itu, setiap tetesan memancarkan Qi air yang murni, biru pucat dan jernih.

"Lihat tanaman itu," Ibu menunjuk ke semak dengan daun bergerigi dan bunga kecil berwarna ungu. "Itu Zi Xing Cao. Ramuan Bintang Ungu. Baik untuk menenangkan Meridian."

Aku memperhatikan. Tanaman itu memancarkan aura ungu lembut. Yu Yan membungkuk untuk memetik beberapa daun dengan hati-hati.

Tiba-tiba, seekor burung kecil berwarna hijau zamrud dengan paruh merah terbang mendekat dan hinggap di ranting di atas kami.

Biasanya, ini biasa saja.

Tapi mata spiritualku menangkap sesuatu yang aneh.

Qi burung itu ... kacau. Berkedip-kedip tidak stabil. Dan di tubuh kecilnya, ada titik gelap di sayap kanan.

Burung itu mencoba berkicau, tapi suaranya parau. Lalu, tanpa peringatan, ia terjatuh.

Bak.

Mendarat di semak di depan Yu Yan.

"Ah!" Yu Yan terkejut.

Ibu segera mendekat.

"Cedera. Bukan alami."

Dia mengangkat burung itu dengan lembut. Aku bisa melihat lebih jelas sekarang, di sayapnya, ada luka kecil tapi dalam. Dan dari luka itu, merembes energi gelap, hampir seperti simpul gelap Yu Yan tapi lebih kecil, lebih sederhana.

"Energi jahat?" bisik Yu Yan.

"Bukan jahat. Tapi ... tercemar." Ibu mengerutkan kening. "Seperti ada yang memanipulasi Qi di hutan ini."

Perasaan aneh menyergapku. Aku ingat dua aura pengintai di pebukitan. Apakah ini terkait?

"Bisakah kita menolongnya?" tanya Yu Yan, suara penuh harap.

Ibu menatapku.

"Shen Yu. Kau ingin mencoba?"

"Goo .. Wah ..."

Aku mengoceh setuju. Ini kesempatan bagus, burung kecil, luka kecil. Latihan yang sempurna sebelum menangani simpul gelap Yu Yan yang jauh lebih kompleks.

Yu Yan menempatkan burung itu di telapak tangannya, mendekatkannya padaku.

Aku fokus. Bernapas. Tenang.

Biji cahaya di dahiku berdenyut hangat. Kali ini, aku tidak langsung mengeluarkan sinar. Aku coba merasakan dulu, seperti yang Ibu ajarkan.

Mata spiritualku menembus bulu burung, melihat aliran Qi-nya yang kecil dan rapuh. Titik gelap di sayap itu seperti noda tinta di air jernih.

Bersihkan, pikirku. Dengan lembut.

Sinar keemasan tipis keluar dari dahiku, lebih halus dari sebelumnya. Seperti benang sutra emas.

Menyentuh titik gelap itu.

Burung itu menggetarkan sayapnya, tapi tidak mencoba kabur. Sepertinya ia merasakan niatku.

Sinar keemasan bekerja, lapisan demi lapisan, membersihkan energi tercemar. Proses ini lebih mudah daripada dengan Yu Yan, karena tidak ada emosi atau sejarah yang melekat. Hanya luka energi sederhana.

Setelah sekitar tiga puluh detik, titik gelap itu hilang. Luka fisiknya masih ada, tapi energi jahatnya sudah bersih.

Burung itu mengangkat kepala, berkicau, kali ini jernih dan merdu. Lalu terbang, mengitari kami tiga kali sebelum menghilang di antara pepohonan.

"Hebat, Shen Yu!" Yu Yan tersenyum lebar.

Ibu mengangguk puas. "Kau belajar cepat. Tapi..." matanya menjadi tajam, memindai hutan sekitar. "Energi tercemar seperti itu tidak muncul sendiri. Ada yang memanipulasi Qi di sini."

"Bahayakah?" tanya Yu Yan.

"Belum. Tapi kita harus waspada." Ibu menatapku. "Shen Yu, kau bisa merasakan sumbernya?"

Aku mencoba. Memejamkan mata, merentangkan indra spiritualku.

Biasanya, jangkauanku hanya beberapa meter. Tapi hari ini, entah kenapa, lebih jauh.

Aku merasakan aliran Qi hutan, hijau, hidup, berdenyut. Tapi di suatu tempat, sekitar lima ratus meter ke utara, ada titik yang ... kacau. Seperti noda di kanvas.

Aku mengarahkan tangan kecilku ke sana. "Aaah ... goo ..."

"Ia merasakan sesuatu," kata Yu Yan.

Ibu mengikuti arah tanganku. "Baik. Tapi kita tidak akan pergi kesana hari ini. Sudah cukup petualangan untuk satu pagi."

Kami kembali ke rumah dengan keranjang berisi ramuan. Tapi sepanjang jalan, aku tidak bisa berhenti memikirkan titik kacau itu.

Dan perasaan yang lebih mengganggu—seperti ada mata yang mengawasi dari bayangan.

***

[PoV 3rd ]

Lima ratus meter ke utara, di sebuah clearing kecil di hutan, tanahnya hangus.

Bukan terbakar tapi seperti kehidupan disedot keluar darinya. Rumput dan bunga layu, pepohonan sekelilingnya pucat.

Di tengah clearing, berdiri seorang pria berjubah abu-abu. Wajahnya tertutup kerudung, tapi tangannya, tangan dengan jari-jari panjang dan pucat, terulur ke depan.

Di telapaknya, sebuah bola energi abu-abu berputar, menyedot Qi dari kehidupan sekitar.

"Tidak cukup," gumamnya, suara serak. "Qi alam terlalu murni. Butuh Qi manusia. Qi dengan emosi."

Dia memejamkan mata, merasakan sekeliling.

Dan menangkapnya, seberkas cahaya keemasan kecil, jauh di selatan. Sangat muda. Sangat murni.

"Sangat ... menarik," bisiknya. "Siapa itu?"

Dia mengulurkan indranya, mencoba merasakan lebih dalam. Tapi sebelum bisa, sebuah perisai energi, kuat dan padat, memotong pengamatannya.

"Ah," dia tersenyum di balik kerudung. "Ada yang melindungi. Bagus. Lebih menantang."

Dia menggenggam tangannya, bola energi abu-abu menghilang. Lalu, dia berbalik dan melangkah ke dalam bayangan pepohonan, menghilang seolah tidak pernah ada.

Tapi jejaknya tertinggal di tanah hangus, kehidupan yang layu, dan Qi hutan yang masih bergetar gelisah.

1
^_^
tampar balik aja wajahnya (๑˃ᴗ˂)ﻭ
Aku Suka Plagi, Kamu Diam
aku nunggu adegan insectnya kk
Auzora Taraka Vesta
yang komentar Ironside semua /Sweat//Sweat//Sweat/
Auzora Taraka Vesta: Tapi bagus tuh...bang yoga jadi ada reader setia /Proud//Smile/
total 5 replies
Ironside
/Doge/
Ironside
owalah, kukira timeskip
Ironside
Gak sadar, udah lima tahun aja 🗿
Lin Mei: kecepatan kalo timeskip lima tahun, Pace slow-burn ini bg Leo 🗿
total 1 replies
Ironside
Tidak bisa dipungkiri, memakai antithesis itu enak /Chuckle/
Ironside: bentuk keren dari penolakan
total 2 replies
Ironside
👀
Ironside
Dongjua /Tongue/
Lin Mei: ahh iya typo njrr
total 1 replies
Ironside
Pengungkapannya kurang bagus menurutku, sebenarnya bisa tunjukkan lewat deduksi Malingseng aja 👀
Lin Mei: iyasih seharusnya MC yg ambil kesimpulan soal mata saktinya, tapi yg tahu soal seluk beluk dunia itu cmn si ibu 😭
total 1 replies
Ironside
Mana mesumnya? 🥀💔
Lin Mei: belum 🗿
total 1 replies
Ironside
Mirip-mirip nih novel Fantim Ucok, gak pakai dinkus.
Lin Mei: fantim emang aku ambil referensi dari Ucok, termasuk pecah bab juga
total 1 replies
Ironside
kyknya ini lupa tanda petik
Lin Mei: jirr iyaa 🗿
total 1 replies
Ironside
Chapter ini mengingatkanku dengan satu karakter wanita berambut pink itu /Chuckle/
Lin Mei: hentikaaaan bg Leo /Curse/
total 1 replies
Ironside
Kebiasaan malingseng dengan elipsisnya
Lin Mei: aowkaowkaok hampir setiap dialog, bahkan narasi pun /Facepalm/
total 1 replies
Ironside
Yey ... susu itu kembali
@Xiao Han (GG) ୧⍤⃝🍌 : SUSU!!
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!