NovelToon NovelToon
Penguasa Terakhir

Penguasa Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kon Aja

Zoran Shihai adalah pemuda 19 tahun dari Bumi yang hidup sebagai perampok jalanan. Ia mencuri bukan karena rakus, melainkan demi bertahan hidup. Namun satu kesalahan fatal yakni merampok keluarga kaya yang terhubung dengan dunia gelap membuat hidupnya berubah selamanya.

Dikejar para pembunuh bayaran, Zoran terjebak dalam pelarian putus asa yang berakhir pada sebuah retakan ruang misterius. Ketika ia membuka mata, ia tidak lagi berada di Bumi, melainkan di Dunia Pendekar, sebuah dunia kejam tempat kekuatan menentukan segalanya.

Terlempar ke Hutan Angin dan Salju, Zoran harus bertahan dari cuaca ekstrem, binatang buas, manusia berkuasa, dan kelaparan tanpa ampun. Di dunia ini, uang Bumi tak berarti, belas kasihan adalah kelemahan, dan bahkan seorang pemilik kedai tua bisa memiliki kekuatan mengerikan.

Tanpa bakat luar biasa, tanpa guru, dan tanpa sistem,

Ini adalah kisah tentang bertahan hidup, ironi, dan kebangkitan seorang manusia biasa di dunia yang tidak memberi ampun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kon Aja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lebih baik hancur saja sekalian!

Keesokan harinya…

“Aku mau pergi dari sini. Terserah kamu mau ke mana,” ucap Zoran singkat.

Heilan terkejut. Dia tidak menyangka Zoran akan pergi secepat ini, padahal baru kemarin mereka tiba di gua tersebut.

“Apa aku boleh ikut?” tanyanya dengan nada penuh harap.

Zoran menggeleng. “Tidak.”

“Kenapa?”

“Aku punya urusan tersendiri.”

Raut wajah Heilan meredup. Meski kemarin Zoran telah menyakitinya, tetap saja dia merasa aman saat berada di dekat pria itu, terlebih Zoran lah yang menyelamatkannya dari sambaran petir.

Abaikan usia dan pengalaman hidupnya, bukankah seorang wanita tetap menyukai perasaan dilindungi?

“Kalau begitu…” Heilan ragu sejenak. “Apa kamu akan kembali ke sini lagi?”

Zoran merasa heran. Setelah apa yang terjadi kemarin, seharusnya wanita ini justru senang berpisah dengannya. Tapi ini kenapa tidak? Namun dia tetap menjawab dengan suara pelan.

“Mungkin.”

Heilan menghela napas lega. Setidaknya, kini ada seseorang yang bisa dia tunggu kepulangannya, tidak seperti sebelumnya, saat dia benar-benar sendirian.

“Kalau begitu,” ucapnya perlahan, “aku akan menunggumu di sini saja.”

Zoran mengangguk, terdiam sejenak, lalu berkata pelan, “Kenapa kamu malah menungguku? Bukankah seharusnya kamu senang aku pergi?”

Wajah Heilan memerah. Dia mendengus, meski nada itu sama sekali tidak mampu menyembunyikan ekspresinya. “Apa yang kamu katakan? Aku hanya ingin memastikan kamu masih hidup atau tidak.”

Zoran menatap Heilan dalam-dalam. Tatapan itu membuat wajah wanita itu semakin memerah hingga akhirnya dia memalingkan wajah, menghindari kontak mata dengannya.

Zoran menghela napas. “Maafkan aku atas sikapku kemarin.”

Setelah mengatakan itu, dia langsung berbalik pergi tanpa menunggu jawaban.

Heilan terdiam sejenak, lalu tersenyum. Dadanya terasa hangat, seolah ada bunga yang mekar di dalam hatinya. “Bajingan itu… ternyata juga bisa meminta maaf.”

Dia termenung.

“Aku heran, kenapa ada orang seperti ini di dunia ini? Atau jangan-jangan… dia sama sepertiku?”

Beberapa saat kemudian, Heilan menggeleng pelan.

“Tidak mungkin. Tempat itu selalu menghilang entah ke mana. Tidak mungkin Zoran sama sepertiku.”

Dia menarik napas.

“Mungkin dia hanya orang yang jarang keluar... hingga tidak terlalu terpengaruh oleh keadaan dunia ini.”

Heilan kemudian masuk ke dalam gua. Meski rumahnya telah hancur, gua ini setidaknya terasa lebih pantas disebut rumah. Walau hanya sebuah gua, setidaknya di tempat ini ada seseorang yang dia tunggu kepulangannya.

Sore harinya, Heilan terkejut melihat beberapa binatang buruan dan tanaman obat tergeletak di depan mulut gua.

“Apa ini dari Zoran?”

Rasanya mustahil ada orang lain yang sengaja meninggalkan hasil buruan dan tanaman obat di sini. Kalau bukan Zoran, siapa lagi?

“Mungkin dia merasa bersalah setelah memukulku kemarin.”

Heilan tersenyum lembut, senyum yang membuat wajahnya tampak semakin cantik. Dia lalu mengambil tanaman obat itu dan masuk kembali ke dalam gua.

\*\*\*

Satu bulan berlalu dengan cepat.

Selama sebulan ini, Zoran berkeliling ke banyak tempat untuk mencari jalan keluar dari dunia ini. Namun sayangnya, tidak semua usaha berbuah hasil. Dengan keras kepala dia terus mencari, tetapi tetap tidak menemukan apa pun.

Yang dia temukan justru keributan, pembunuhan, orang-orang mabuk, pria dan wanita yang berhubungan badan tanpa rasa malu, dan berbagai kekacauan lainnya.

Semua itu bukan terjadi sekali atau dua kali, hampir di setiap tempat yang dia singgahi, pemandangan semacam itu selalu ada.

Bahkan saat dia hanya ingin makan di suatu tempat, Zoran pernah terlibat konflik dengan seseorang yang berakhir dengan kematian orang tersebut.

Namun yang membuatnya semakin dingin adalah reaksi orang-orang di sekitarnya. Tidak ada teriakan, tidak ada kepanikan. Mereka hanya menatap sekilas, lalu kembali pada urusan masing-masing, seolah-olah kematian itu hanyalah pertunjukan murahan di pinggir jalan.

Melihat semua itu, hati Zoran perlahan membeku.

Dia mulai berpikir bahwa dunia ini adalah tempat di mana kejahatan menjadi sesuatu yang mutlak, tidak ditutup-tutupi, tidak disembunyikan, dan tidak lagi dianggap salah.

Zoran memang sedikit menyukai kejujuran. Namun kejujuran yang seperti ini… terlalu telanjang. Terlalu rusak. Hingga kejahatan pun dianggap sebagai hal yang wajar.

“Mungkin Heilan itu… jauh lebih baik daripada orang-orang di dunia ini.”

Zoran merasa bahwa Heilan bukanlah orang seperti kebanyakan manusia di dunia ini, mereka yang gemar membuat kekacauan dan hidup dalam kebusukan.

Wanita itu mungkin hanyalah manusia yang pada dasarnya berhati baik, namun terlahir di dunia yang keliru.

Meski sudah satu bulan penuh berkeliling tanpa hasil, Zoran tidak menyerah begitu saja. Dengan keras kepala, dia kembali berkeliling, berharap menemukan petunjuk sekecil apa pun tentang cara keluar dari dunia ini.

Dua bulan berlalu dengan cepat.

Wajah Zoran kini tampak lesu dan datar. Bukan hanya karena usahanya terus menemui jalan buntu, tetapi juga karena pemandangan kekerasan yang tiada henti perlahan mengikis ekspresinya.

Hari demi hari, apa yang dia lihat hanyalah kebusukan yang sama, berulang, tanpa akhir.

Lambat laun, Zoran semakin muak, dan marah.

Entah itu perempuan atau laki-laki, baginya semuanya sama saja. Sifat mereka busuk, seolah menyukai kehancuran hingga ke tulang.

Bak! Buk!

Zoran memukuli seorang wanita yang terus menggoda dirinya, padahal sejak awal dia sudah dengan jelas menolak dan memalingkan wajah, menandakan ketidaktertarikannya.

Namun wanita itu tetap keras kepala. Dan wanita nakal, terlebih lagi, tidak mengenal kata berhenti.

Bruk

Wanita itu mengerang kesakitan saat tubuhnya diinjak Zoran ke tanah, tertahan di bawah tekanan kakinya.

Zoran menatap wanita itu dengan tatapan merendahkan. “Lain kali lihat dulu siapa yang kamu goda. Apa kamu pikir kamu ini layak untukku?”

Dia berbalik dan pergi, mengabaikan semua yang ada di sana.

Orang-orang yang kebetulan merupakan pengunjung penginapan yang sama dengan Zoran tampak acuh tak acuh. Sebagian mengabaikan begitu saja, sementara sebagian lainnya mendengus meremehkan, merasa Zoran terlalu naif.

Pria mana yang akan menolak ketika seorang wanita mengajaknya berhubungan?

Apalagi wanita itu cantik.

Bahkan anjing pun, jika diberi tulang, tidak akan menolak, bukan?

\*\*\*

Di tengah kota, Zoran berdiri menatap langit dengan ekspresi muak. “Kalau dunia ini adalah tempat berkumpulnya kebusukan,” teriaknya marah, “lebih baik hancur saja sekalian!”

Untuk apa sebuah dunia ada jika hanya dipenuhi kejahatan tanpa siapa pun yang menahannya?

Bukankah jika demikian, kehancuran hanyalah soal waktu?

Kalau memang pada akhirnya akan hancur juga…

mengapa bukan dia saja yang menghancurkannya?

Dengan langkah berat namun tenang, Zoran melangkah pergi.

Dia bahkan mengabaikan tatapan-tatapan aneh orang-orang di sekitarnya yang mendengar teriakannya barusan.

1
Kon Aja
jangan lupa rating nya ya, kasih bintang 5 hehe
cimownim
seru ka ceritanya😍
Kon Aja: Seperti angin musim semi yang membawa harapan, komentarmu begitu berharga bagi penulis.
total 1 replies
Lukman Mubarok
😁mirip robinhood, rampok orang kaya lalu bagikan ke orang miskin
Serena Khanza
ngeri kalee 🥹🥹🥹 kepala donk 🥹🥹🥹
Murdoc H Guydons
jadi sebenarnya Zoran ini dimana Thor? 😶
Hunk
hadeh sempet sempet nya nih orang🤣
Fra
Beh, mau jadi kultivator kah si abang?
♡✿⁠Almi_Wahy
semangat thor lanjut
𓆩🍾⃝─ͩ─ᷞ⋆ͧ⋆ᷡ⋆ͣʀɪɪᴬᴸᶻ𓆪
Zoran merampok untuk mempertahankan hidup nya, itu naluri bertahan hidup
SarSari_
ZORAN NIH 😭 bangkit aja susah, tapi tetep nekat lawan 😭 aku deg-degan banget baca ini!
SarSari_
ZORAN 😭 cuma ngerampok doang, kok langsung kayak musuh negara dikejar pembunuh 😆
Cimol krispy
sebaiknya kalian berteman saja biar bisa sama² keluar dari tempat itu
Echoner
Apakah Zoran terinspirasi dari Robin Hood?
Echoner
Yah, kok mengandalkan orang lain sih? Andalkan diri sendiri dong😭🤭
Cimol krispy
yang jelas dia akan kedinginan
AZRA_ RARA
seruu ceritanyaaa
AZRA_ RARA
tua Bangka gak tuh
chemistrynana
heh ga sopan ya anda
izmie kim
ya ampun serem amayyy sampe muntah darah
MARDONI
WAAAAHHHH SERU BANGETTTT 😱😤 Akhirnya Zoran sadar nih kalau pria itu niatnya tidak baik!! Pas Zoran kasih uang kertas dari Bumi tapi malah dianggap dipermainkan, aku juga ikutan bingung deh padahal Zoran itu sudah mau kasih lebihan lho 😢 Trus pas pria itu tiba-tiba keluarkan kekuatan gede banget dan pukulin Zoran sampe terbang jauh, aku beneran kaget banget!! 😱 Kayaknya pria itu bukan manusia biasa ya?? Padahal awalnya kayak pelayan aja 😨 Tapi Zoran juga tidak mau kalah dong, bahkan lempar kayu bekas kursi ke kepalanya!! 💪 Meski sekarang Zoran sudah sangat lemah dan muntah darah, tapi semangatnya masih tinggi banget!! 😍 Aku pengen tahu banget apa yang bakal terjadi selanjutnya, apakah Zoran bisa keluar dari situ dengan selamat atau ada orang yang bakal menolong dia ya kak author?? 😆🙏✨
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!