Hai.....!
Ini adalah lanjutan dari kisah MENJADI ISTRI KETIGA JURAGAN. Ini kisah tentang anak-anak mereka yang tak jauh kehidupan cinta segi tiga, poligami dan juga cinta tak terbalas. Namun bisa juga dibaca tanpa membaca novel sebelumnya.
Erdana menjalin hubungan dengan Mentari. Sementara Prayuda sangat mencintai Mentari. Namun karena suatu peristiwa, Erdana harus bersama Yasmin. Bagaimana kisah ini akhirnya mencapai titik kebahagiaan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ulang Tahun Yasmin
Mereka kembali dari pulau saat hari sudah menjelang malam. Yasmin berusaha untuk menikmati waktunya dengan sahabat-sahabatnya walaupun sebenarnya apa yang terjadi antara Erdana dan dia semalam terus saja membayanginya. Ciuman Erdana, sentuhan dan belaian Erdana bahkan puncak kenikmatan yang baru pertama ia rasakan sungguh membuat tubuh Yasmin bergetar setiap kali mengingatnya.
Andre terus memberikan perhatiannya pada Yasmin. Tentu saja Yasmin merasa senang walaupun terkadang ia harus mengingatkan Andre untuk tak bersikap berlebihan karena bagaimana pun Yasmin adalah istri orang. Andre terlihat melakukan apa saja untuk membuat Yasmin bahagia. Terkadang hati Yasmin merasa iba melihat bagaimana perjuangan Andre untuk mendapatkan cintanya lagi.
"Selesai mandi, kita kumpul lagi di cafe tadi ya? Ini kan malam terakhir kita ada di Lombok. Besok kita semua akan kembali ke Jakarta." ujar Vita mengingatkan. Yang lain langsung mengangguk setuju namun Yasmin terlihat enggan mengangguk. Ia merasa lelah, ingin tidur dan merasa bahwa ia sudah banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya.
"Vit, aku nggak ikut ya?" bisik Yasmin.
"Kok gitu sih?"
"Aku capek, Vit."
"Tapi kan tadi kamu sudah janji untuk ikut. Lagi pula cafenya hanya beberapa meter saja jaraknya dari hotel. Ikut dong! Atau kalau perlu ajak kak Erdana untuk bersamamu. Bagaimana?"'
"Kok ajak dia sih? Aku nggak mau membuat Andre bad mood."
"Ya sudah. Datang ya? Acaranya mulai jam 8 malam."
"Aku usahakan, deh."
Mereka pun memasuki lobby hotel secara bersamaan. Untunglah di jam seperti ini, lobby hotel agak sepi.
Teman-teman Yasmin kamar mereka ada di lantai 5, hanya Yasmin sendiri yang ke lantai 7. Ketika tiba di depan kamar, Yasmin mengeluarkan kartu untuk membuka pintu kamar. Setelah ia menempelkannya, pintu akhirnya terbuka. Saat Yasmin melangkah masuk, dilihatnya suatu pemandangan yang membuat hatinya bergetar. Erdana sedang sholat Maghrib.
Langkah Yasmin terhenti. Ia terus memandangi Erdana dan akhirnya memilih untuk ke ruang tamu dan menunggu di sana.
Setelah dilihatnya Erdana sudah selesai sholat, Yasmin akan masuk ke kamar lagi namun langkahnya kembali terhenti saat mendengar Erdana menerima telepon dari seseorang.
"Hallo, waalaikumsalam. Selamat tahun baru juga. Apa? Kau melihat Mentari di Surabaya? Kapan? Benar itu Mentari? Bersama ibu Jeslin? Baiklah. Tolong kamu selidiki di mana tempat tinggal mereka. Besok aku akan kembali ke Jakarta. Jika kamu sudah menemukan tempatnya, akan langsung ke Surabaya. Ok. Makasi atas infonya."
Erdana terlihat senang. Tatapan matanya nampak bercahaya.
Yasmin pun masuk ke dalam kamar. Tanpa suara ia segera menuju ke kamar mandi. Ia berusaha tak melakukan kontak mata dengan Erdana. Entahlah. Ia juga tak mengerti dengan isi hatinya.
Selesai mandi, Erdana sudah tak ada di kamar. Yasmin pun memilih membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia ingin tidur. Namun rasa kantuknya tak juga kunjung datang. Jam sudah menunjukan pukul 9 malam. Kawan-kawannya sudah berulang kali menelponnya. Namun Yasmin merasa enggan untuk pergi.
Merasa tak enak terus dihubungi, Yasmin pun memutuskan untuk pergi juga ke cafe. Ia berencana hanya akan tinggal satu jam saja dan akan langsung kembali ke kamar. Berdiam diri di kamar hanya akan membuat Yasmin mengingat terus peristiwa semalam. Apalagi jika ia menengok lantai yang ada di dekat ranjang itu.
Yasmin harus beberapa kali ganti baju untuk menutupi tanda merah yang ada di lehernya. Ia memutuskan untuk menggunakan syal yang memang ia bawa saat datang ke Lombok.
Setelah berdandan seadanya, Yasmin pun keluar kamar. Ketika ia tiba di lobby, ia tak melihat ada Erdana di sana. Yasmin segera keluar hotel dan menuju ke cafe sambil berjalan kaki.
Teman-teman Yasmin langsung bernapas lega melihat gadis itu akhirnya muncul diantara mereka. Yasmin langsung disungguhkan dengan makan malam yang merupakan makanan kesukaan Yasmin. Ayam bakar pedas dengan sayur daun singkong yang memang sangat ia sukai.
"Kok bisa dapat makanan ini di sini?" tanya Yasmin yang mendadak langsung lapar melihat makanan favoritnya itu.
"Andre yang pesan khusus pada kokinya." ujar Vita membuat Yasmin menoleh ke arah Andre. Cowok itu sedang bermain gitar di atas panggung kecil yang ada di cafe itu. Permainan gitar Andre memang sangat indah.
Yasmin pun menikmati makan malamnya dengan lahap karena mendengarkan juga petikan gitar Andre. Ia sesaat melupakan Erdana.
Selesai makan, Yasmin pun ikut bergabung dengan teman-temannya untuk bernyanyi. Suara Yasmin sangat merdu. Sangat cocok dengan petikan gitar Andre.
Di salah satu sudut Cafe yang agak gelap, Erdana sebenarnya sudah lama duduk di sana. Tadi ia, Bojes dan Gendis sedang menikmati makan malam. Sebenarnya ia ingin mengajak Yasmin namun ia melihat kalau Yasmin lelah dan sepertinya ingin tidur.
Bojes dan kekasihnya itu sudah lama pergi. Erdana tak ingin juga menganggu malam. terakhir mereka di sini. Erdana dapat melihat bahwa pasangan itu sepertinya ingin berdua saja.
Saat Erdana akan pergi juga, ia mengurungkan niatnya ketika melihat Yasmin memasuki cafe. Erdana memang sudah melihat teman-teman Yasmin ada di sana. Mereka bahkan lebih dulu ada di cafe ini dari pada Erdana. Sepertinya juga mereka sedang menyiapkan sesuatu.
Saat melihat bagaimana Yasmin tertawa bersama dengan teman-teman nya, hati Erdana menjadi semakin bersalah. Andai saja ia tak mabuk malam itu dan memperkosa Yasmin, pasti Yasmin sedang menikmati indahnya masa berpacaran dengan Andre. Sekalipun sikap Yasmin terlihat biasa saja, namun sangat jelas terlihat bagaimana Andre menatapnya dengan penuh cinta.
Erdana tersenyum melihat Yasmin menggunakan syal. Ia tahu benda itu pasti akan menutupi bekas tanda merah yang Erdana buat semalam. Erdana juga tak habis pikir kenapa harus mencium dan menyentuh Yasmin seperti itu.
Yasmin menatap jam tangannya. Sudah pukul setengah dua belas malam. " Aku pulang, ya?" pamit Yasmin.
"Eh, dikit lagi." tahan Irfan.
"Tapi ini sudah mau jam dua belas."
"Tunggu dikit lagi. Ini kan malam terakhir kita di sini. Takut ya suamimu marah?" tanya Bara.
"Nggak. Aku sudah ijin ke dia untuk datang ke sini." Yasmin terpaksa bohong.
"Yas, tunggu dikit lagi ya? Please....!" Mohon Andre.
"Baiklah....!" Yasmin duduk lagi. Mereka pun kembali bernyanyi bersama.
Tiba-tiba lampu di sekitar mereka tak menyala.
"Kok lampunya padam sih?" tanya Yasmin sambil berdiri.
"Happy birthday.....happy birthday, happy birthday to you.....!" tiba-tiba terdengar nyayian itu dari atas panggung. Lampu kembali menyala. Yasmin langsung berteriak histeris melihat penyayi kesayangannya Anggun Casani, ada di sana menyayikan lagu selamat ulang tahun diiringi petikan gitar akustiknya Andre. Di tangan Vita ada kue ulang tahun dengan lilin angka 20 di atasnya.
Dengan cepat Yasmin langsung naik ke atas panggung dan memeluk Anggun Casani dengan hati yang bahagia. Sejak ia berusia 10 tahun, ia sudah mengidolakan penyayi berambut panjang ini. Yasmin bahkan hafal dengan semua lagunya. Ia tak pernah membayangkan akan ketemu langsung dengan Anggun di Lombok, pada momen ulang tahunnya juga.
Selesai menyayikan lagu selamat ulang tahun, Anggun meminta Yasmin untuk meniup lilin ulang tahunnya. Mereka lalu mengambil foto bersama. Yasmin bahkan meminta beberapa kali foto berdua dengan Anggun.
Selesai itu, Anggun menyayikan dua lagu kesayangan Yasmin.
""Selamat ulang tahun, Yasmin cantik..Aku sebenarnya ada acara dua hari ini di Bandung. Namun Andre berulang kali menghubungi aku, bermohon dengan sangat agar aku bisa datang ke sini. Ia bahkan berani membayar ganti rugi kontrak di Bandung yang harus aku batalkan. Sepertinya Andre memang ingin mewujudkan impian gadis yang dicintainya untuk bisa ketemu dengan ku. Selamat ya Yasmin. Andre sepertinya sangat serius denganmu." ujar Anggun membuat Yasmin terharu. Ia tak menyangka Andre bisa mendatangkan seorang penyanyi tenar sekelas Anggun Casani yang jadwal manggungnya sangat padat.
Selama hampir satu jam, Anggun menghabiskan waktunya dengan sekelompok anak muda itu. Para pengunjung cafe pun nampak antusias melihat penyayi terkenal itu ada di sana.
Erdana terkejut melihat semua itu. Yasmin sangat menyukai Anggun Casani? Bukankah itu juga penyanyi yang menjadi idolanya Mentari?
Andre kemudian maju dan memberikan sebuah hadiah untuk Yasmin. Saat teman-temanya meminta Yasmin untuk membukanya, Yasmin pun terpaksa membukanya. Dan ia semakin terpana melihat seteskop berwarna emas seperti yang pernah diimpikannya selama ini.
"Andre, terima kasih.....!" Yasmin tanpa sadar memeluk Andre dan membuat Andre sangat senang. Perlahan Yasmin melepaskan pelukannya saat sadar bahwa ia tak boleh memeluk Andre terlalu lama.
Erdana yang melihat itu perlahan meninggalkan cafe. Ia tak ingin menganggu kebahagiaan Yasmin saat ini. Ia pun segera kembali ke hotel.
Yasmin kembali ke kamar saat jam sudah menunjukan pukul dua dini hari. Dengan perasaan cemas, ia membuka pintu. Erdana nampak sudah tidur di sofa. Yasmin secara perlahan membuka lemari dan mengambil baju gantinya. Ia langsung ke kamar mandi untuk ganti pakaian. Setelah itu ia keluar dari kamar mandi, menyimpan hadiah dari Andre di dalam kopernya.
Saat Yasmin akan naik ke atas tempat tidur, matanya tertuju pada sebuah kotak kecil.
to : Yasmin
Yasmin terkejut saat menyadari kotak itu untuknya. Ia pun membukanya dan langsung terkejut melihat sebuah bros berbentuk termometer kecil berwarna emas.
Sebenarnya, hadiah itu akan Erdana berikan besok pagi. Erdana sudah tahu kalau Yasmin berhari ulang tahun tanggal 2 januari. Hadiah itu sudah Erdana siapkan dari Jakarta.
Hati Yasmin bergetar menerima hadiah itu. Ia menatap Erdana yang sudah terlelap. Ia mendekati sofa tempat Erdana tidur. Hatinya bergetar. Yasmin mendekat dan mencium pipi Erdana.
"Terima kasih, kak." katanya pelan lalu segera kembali ke tempat tidurnya.
Tanpa Yasmin tahu, Erdana sebenarnya belum tidur. Ia tahu saat Yasmin menciumnya. Erdana jadi ingat saat pertama Yasmin menciumnya ketika mereka masih kecil. Perasaan Erdana entah mengapa menjadi senang.
Selamat ulang tahun, Yasmin!
*************
Gimana guys....
suka dengan part ini?
jangan lupa like, komen, vote ya ???
cakep Thor
barusan tamat baca para juragan
tapi konflik nggak trll berat, jd masih adem ikutin alurnya..
nggak emosi yg berlebihan 😁
ceritanya bagus beda dari yg lain dgn tema sama
hanya bbrp kali ada nama tokoh yg tertukar 🙏🙏🙏