NovelToon NovelToon
Satu Alasan Untuk Bertahan

Satu Alasan Untuk Bertahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Gadis nakal / CEO / Cintamanis / Psikopat itu cintaku / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Elyra Azzahra mencintai Leonard Attahaya tanpa mengetahui siapa sosok Leonard sebenarnya.

Saat kebenarannya terungkap nyatanya perbedaan kasta dan jurang sosial menjadi titik kehancuran keyakinan Elyra akan cinta, namun dia tetap memilih bertahan.

Namun, harapan itu kembali runtuh ketika Leonard ternyata telah dijodohkan. Dalam kehilangan, Leonard memberontak, dan rela mengorbankan segalanya demi Elyra. Bagi Elyra dunia adalah cinta dan cinta bukan berarti dunia.

Mampukah Elyra bertahan demi cinta? atau justru menyerah dengan dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Membongkar Kebusukan Tiara

“Kamu cinta aku kan?” lirih Elyra, Leon mengangguk dan jelas jawabannya atas pertanyaan itu.

“Sangat mencintaimu, sayang,” ungkap Leon, Elyra melingkarkan tangannya di leher Leon. Namun Leon belum bisa pergi dari sana, dia harus menyingkirkan semua foto itu dulu sebelum tersebar luas.

Leon mengangkat tubuh Elyra, mendudukkan Elyra di kursi dan mengambil semua foto itu. Leon menghela napas kasar saat menatap kembali bagaimana tampilan Leon di masa lalu yang begitu hancur.

“Pak Raka, punya korek?” pinta Leon, Pak Raka mencari dan memberikan sebuah pemantik api.

Leon membakar semua fotonya, dalam tong sampah yang terbuat dari besi di sudut tempat itu. Elyra menatap gerak-gerik Leon dari jarak aman. Leon kembali saat yakin semua fotonya sudah terbakar.

Leon kembali mendekat, dia mengangkat tubuh Elyra. Leon membawanya pergi dari tempat itu, Elyra sendiri memilih diam selama perjalanan pulang. Dan Leon tak membawa Elyra ke rumah Ziyan, namun membawa Elyra ke rumahnya.

Nuah yang memperhatikan itu dari kejauhan merasa khawatir, namun dia juga enggak bertanya karena melihat ekspresi Leon, agaknya sesuatu yang tidak menyenangkan baru saja terjadi.

Leon merebahkan Elyra di tempat tidurnya, dan tampak Elyra yang justru berbalik enggan menghadap Leon. Leon sendiri paham, Elyra pasti sangat berat dengan kondisinya sekarang.

“Besok aku gak mau sekolah,” ucap Elyra, Leon menghela napas kasar dan mengecup puncak kepala Elyra.

“Iya, sayang,” jawab Leon, Elyra mencengkeram bantal yang dia tiduri.

“Aku pengen nikah, bisa?” pinta lagi Elyra, Leon mengusap kepala Elyra.

“Bisa, tapi tidak sekarang, sayang.” Leon menggenggam tangan Elyra, Elyra akhirnya berbalik dan menghadap ke arah Leon.

“Kenapa?” tanya lagi Elyra, Leon tersenyum tipis.

“Karena aku mencintaimu, sayang, aku ingin melakukan semuanya dengan baik.” jawab Leon tulus, Elyra merasa sangat kesal dengan jawaban Leon.

“Ngomong aja cinta terus, bilang aja aku gak menarik. Gak sama dengan semua wanita yang udah kamu tidurikan? Aku bahkan harus minta dulu hanya untuk satu ciuman, Leon! Sudahlah, pergi sana!” Elyra mengibaskan tangan Leon dan kembali berbalik membelakangi Leon.

Sejenak Leon terpaku, dia berusaha mencerna apa yang baru saja diucapkan Elyra. Apa Elyra pikir apa dia tidak berani melakukan hal gila pada Elyra? Atau dia meragukan bila memang semua itu demi menjaga Elyra sendiri?

Leon jelas dilihat dari usia dan pendidikan jauh di atas Elyra, cara pandang Elyra dan Leon juga beberapa hal jelas berbeda. Namun Leon tak menyangka, bila caranya menjaga Elyra justru diartikan lain oleh gadis itu.

Leon melepaskan dasinya, dia mengambil handuk dan melangkah menuju kamar mandi. Mengguyur semua hal yang ada pada kepalanya, dia tak ingin melakukan apa yang ada dalam isi kepalanya. Sungguh Leon ingin menjaga Elyra lebih dari apa pun, namun tangannya mengepal saat kembali mendengar ucapan Elyra beberapa waktu lalu.

“Maaf, sayang, maaf…” kesal Leon, dia memukul tembok di kamar mandinya sendiri. Sedangkan Elyra kini menangis di kamar Leon, membayangkan bagaimana Leon bersama para wanita itu bersenang-senang saja membuat seluruh tubuhnya mengejang.

Bolehkah dia marah? Itu hanya masa lalunya saja. Elyra memeluk bantal yang semula ia tiduri. Dia bangkit dari tidurnya dan mendengar air di kamar mandi, di mana Leon sedang mandi.

Elyra bercermin, menatap wajahnya dan kemudian melihat badannya di balik baju seragam. Tubuh Elyra bagus, wajahnya juga tidak jelek, intinya semua bagian dari tubuh Elyra tidak lebih buruk dari wanita yang pernah ditiduri Leon.

Jadi, kenapa selama ini Leon tak pernah ada keinginan untuk menyentuhnya? Benarkah karena cinta, atau cinta itu hanya alasan saja. Tapi kenapa Leon bisa melangkah sampai sejauh ini?

Elyra menghela napasnya sendiri. Kesal karena tak menemukan jawaban dalam kepalanya sendiri, dia menatap baju-baju Leon yang ada di lemarinya, semuanya hanya kemeja. Elyra menghempaskan lagi tubuhnya ke atas kasur dan kembali tidur seperti semula.

Leon keluar dari kamar mandi, dan menatap Elyra yang tertidur di tempat semula. Ingin sekali Leon menyantap Elyra saat itu juga, apalagi dengan pancingan yang Elyra layangkan tadi.

Bila saja akal sehat Leon sudah dihancurkan, dia mungkin tak akan pikir dua kali dan menjadikan Elyra sebagai pelampiasan hasratnya setiap waktu. Namun, Leon tak menginginkan hubungannya dengan Elyra dirasuki pikiran kotornya.

Leon keluar kamar, Elyra pasti lelah dan lapar. Leon memasak di dapur, membuat sup hangat dan makanan lainnya.

Elyra di kamar bergegas mandi, dia menggunakan kemeja Leon dan akan menggoda pria itu. Elyra ingat dengan drakor atau drachin yang sering ditonton teman-temannya, katanya bila perempuan menggunakan kemeja kebesaran itu sangat menggoda. Elyra sengaja hanya menggunakan celana dalamnya, dan tidak menggunakan dalaman atas apa pun. Jadi bentuk tubuhnya dapat tercetak sempurna dan saat menyentuh tubuhnya maka akan langsung seolah sampai ke kulit bukan lagi ke baju.

Namun saat Elyra turun, Leon tak ada di mana pun. Hanya ada sup yang masih hangat dan makanan lainnya, Elyra merasa kesal sendiri. Tangannya mengepal, dan semua rencananya hancur.

Sedangkan Leon, beberapa waktu lalu. David datang ke rumahnya, Leon juga tak mengerti apa hal yang membuat pria itu datang tak diundang.

“Kenapa?” tanya Leon sambil menyiapkan makanannya.

“Tiara sekarang ada di rumah Nuah. Dia datang bersama ayahnya dan Pak Kiai,” ujar David, Leon memang ingin membereskan wanita yang sudah mengganggu Elyra dan membuat gadisnya menangis dua kali itu.

“Baguslah, aku juga ingin memberinya pelajaran.” Leon mengambil ponselnya, dia mengikuti langkah David menuju rumah Nuah.

Di sana nampak Tiara yang sedang menangis, Pak Kiai dan ayah Tiara. Ayah Tiara nampak menahan amarah saat melihat sosok Leon, karena mau bagaimanapun Tiara adalah anak emasnya.

Leon menatap Tamam, Tamam tersenyum seolah tahu apa yang diinginkan Leon. Tamam mengambil sebuah laptop dan menaruh laptop itu di atas meja.

Di sana hanya ada petugas dari perusahaan itu, Tamam dan David. Nuah kala itu membawa Raisa dan Raina bermain di lantai dua, karena mau bagaimanapun kejadian seperti itu tak pantas dilihat oleh anak-anak.

“Tampaknya Leon tak harus menjelaskan apa pun, Pak.” Tamam memperlihatkan adegan panas Tiara dari sebuah CCTV, dan bagaimana dia mabuk.

“Saat itu dia bahkan sudah tidak perawan, entah siapa yang mengambilnya. Dan hanya dia saja yang tahu, lalu sekarang ingin melimpahkan semua tanggung jawab pada Leon yang tak tahu menahu soal ini? Yang benar saja,” ungkap Tamam, semuanya hening.

David tak menyangka bila kakaknya ternyata sudah mengetahui bila hal itu mungkin saja terjadi, dan sudah mengantisipasinya dengan baik.

“Saat ini Leon juga akan menikah dengan kekasihnya, dia datang sebagai pengganggu. Rumah saya jadi kotor, Pak Kiai, tolong cerna dengan baik sebab apa ini terjadi pada teman saya? Bukankah seseorang yang sudah bertobat akan dimaafkan atas segala dosanya. Dan seorang mualaf layaknya seperti bayi yang baru dilahirkan?” tanya lagi Tamam, Pak Kiai mengangguk beberapa kali.

“Jelaskan ini, Tiara!” pekik sang ayah, Leon menatap dingin, dia benci berbicara, dia juga benci menanggapi.

“Jangan bertengkar di sini, ini rumahku. Kau tahu harga yang harus dibayar bila bertengkar di sini?” Tamam menatap sinis kedua orang itu.

“Aku tak peduli apa pun tentangmu, tapi kamu sudah menyentuh seseorang yang tidak seharusnya kamu usik. Aku tekankan sekali lagi, bila kamu berani mengusik Elyra, aku akan sebarkan semua video ini. Tanpa ampun sedikit pun. Sekarang pergilah, aku muak!” Leon menatap David dan Tamam bergantian dan ketiganya mengangguk setuju.

1
vita
bagus ceritanya
LEX ALEX
menyala om Ziyan😍
◄⏤͟͞✥≛⃝⃕💞Rؚͬzͧoᷤnͧeͪ°ˢᵒᶠ
dia bilang "Jir, nanti anu gua jadi kecil pas hidup. Gua malu sama Elyra,"
🤣
LIXX: bener lagi🤣🤣
total 1 replies
LIXX
mang iya? wah Icut icut/Facepalm/
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ini nih yg gak bener, selalu membanding-bandingkan anak. Setiap anak itu berbeda, mungkin aja Fahmi emy gak jago di pelajaran. Tapi dia jago di bidang lain
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Wahh ada calon idol nih
☠🏡⃟ªʸ🍾⃝ ᴀʏͩᴜᷞᴅͧɪᷡᴀͣ ѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Ternyata begini ya awal pertemuan antara Lyra dan Leon.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!